Pentagon Akan Buka Pusat Intelijen Baru di Inggris

0
224

batamtimes.co,Amerika-Sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa Pentagon akan mengumumkan pusat intelijen utama baru di Inggris pekan ini. Fasilitas yang dibangun dengan biaya 200 juta pound sterling (Rp3,7 miiliar) ini akan berfungsi sebagai markas untuk semua data militer Amerika di Eropa dan Afrika.

Dikenal sebagai Pusat Analisis Joint Intelijen, fasilitas tersebut akan berlokasi di RAF Croughton, pangkalan Angkatan Udara Amerika dekat Milton Keynes. Pangkalan udara itu sendiri kini telah memproses sekitar sepertiga komunikasi militer Amerika di Eropa.

Pusat keamanan data akan menjadi markas Amerika untuk komunikasi militer dengan Eropa dan Afrika. Fasilitas yang akan rampung dibangun tahun depan ini akan mempekerjakan 1.250 staf penyidik intelijen yang berasal lebih dari 50 negara.

Sejumlah fungsi dari fasilitas militer ini untuk sementara dijalankan di RAF Molesworth, pangkalan udara di Cambridgeshire di bawah kendali Angkatan Udara Amerika. RAF Molesworth akan segera ditutup akibat pemotongan biaya militer Amerika.

Keputusan untuk membangun fasilitas intelijen besar di Inggris dengan menggabungkan fasilitas Croughton dan Molesworth menjadi pembicaraan di Amerika. Pasalnya, terdapat kampanye berkepanjangan untuk mendirikan fasilitas intelijen di kepulaun Azores yang terletak di kawasan Atlantik utara dan berada di bawah otoritas Portugal.

Kampanye yang dipimpin oleh David Nunes, Ketua Komite Intelijen Terpilih di DPR AS, yang mengawasi semua aspek komunitas intelijen Amerika.

Nunes, generasi ketiga dari keluarga imigran asal Azores di Amerika, berpendapat bahwa mendirikan pusat di kepulauan Portugal akan jauh lebih murah. Nunes menginginkan fasilitas intelijen itu berada di pangkalan udara Lajes Field di kepulauan Terceira.

“Apa yang kami coba lakukan adalah mengangkat masalah ini, sehingga publik mengetahuinya dan masyarakat akan berdebat dan mempertimbangkan kembali masalah ini. Kami ingin hal ini dipertanyakan secara menyeluruh,” kata Nunes kepada The Wall Street Journal, dikutip dari The Independent, Senin (21/3).

Departemen Pertahanan Amerika menolak memberikan komentar terkait masalah ini.

Namun, ketika penutupan fasilitas Molesworth diumumkan tahun lalu, juru bicara Komando Eropa AS menyatakan, “fasilitas pengganti yang direncanakan akan mengkonsolidasikan operasi intelijen yang efisien, yang akan menghemat biaya sebesar US$74 juta (Rp964 miliar) per tahun dan mengurangi resiko operasional yang signifikan, karena fasilitas saat ini berada di bawah standar dan kondisinya semakin memburuk.”

Menurut perkiraan Pentagon, memindahkan fasilitas ke Lajes akan menambhkan biaya sekitar US$1,14 miliar (Rp14,8 triliun) dan biaya tambahan sebesar US$23 juta (Rp299 miliar) per tahun.

Namun, Nunes menolak perkiraan tersebut dan mengklaim Pentagon mengabaikan sejumlah faktor lain seperti biaya hidup di Inggris yang jauh lebih tinggi dan terdapatnya pasokan besar rumah di Lajes. Menurut Nunes, sejumlah faktor ini dapat memberikan penghematan sekitar US$ 1,5 miliar (Rp19,5 triliun).

RAF Croughton memiliki hubungan langsung dengan Markas Komunikasi Pemerintah (GCHQ) di Cheltenham dan berfungsi sebagai markas komunikasi agen CIA. Setelah fasilitas ini selesai dibangun, fasilitas ini akan berada di garis depan kegiatan intelijen dan akan mencakup personil dari sejumlah instansi di Inggris yang tidak disebutkan namanya, menurut dokumen dari Angkatan Udara AS.

Departemen Pertahanan dan Luar Negeri dan Persemakmuran di Inggris juga menolak untuk mengomentari pusat intelijen ini.

Tahun lalu, Angkatan Udara AS mengumumkan akan meninggalkan RAF Mildenhall di Suffolk, RAF Alconbury di Huntingdon dan RAF Molesworth sebagai bagian dari program penghematan biaya militer yang mencapai 320 juta pound sterling (Rp6 triliun) per tahun. (The Independent)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here