Pemprov Kepri Harus Gali Sektor Labuh Tambat dan Lego Jangkar Kapal

0
400

batamtimes.co,Batam- Kondisi geografis Kepulauan Riau (Kepri) yang letaknya berbatasan langsung dengan negara lain, membuat Provinsi Kepulauan Riau harus seksama dalam menyikapi dan menjaga kekayaan lautnya.

Selain optimalisasi sektor perikanan sebagai pendukung perekonomian, Kepri juga perlu meningkatkan  sektor lain seperti labuh tambat kapal,dan lego jangkar ,sehingga dapat memperoleh penambahan  devisa Kepri di masa datang kata Anggota DPRD Kepri Sahmadin sinaga Kamis(31/3/2015) di Kepri Mall Batam

Menurut Sahmadin, Pemprov Kepri sebaiknya dapat mengambil manfaat ekonomi dari kegiatan lego jangkar kapal-kapal asing yang berada di wilayah perairan Indonesia (Batam-Karimun dan Bintan) sebelum berlabuh dan bongkar muat di pelabuhan tujuannya seperti Singapura dan Malaysia.

“apakah ada pajak yang masuk menjadi pendapatan daerah atau negara. Kapal-kapal asing yang STS  tidak jauh dari Pulau Terong, Pulau Pemping, Pulau Kasu, Pulau Lengkang, Pulau Pecong, Pulau Mongkol, Pulau Granting, Pulau Pekasih, Teluk Sunti, Teluk Bakau dan pulau-pulau kecil lainnya yang berada di Kecamatan Belakang Padang?.”papar Sahmadin

Dulu,Lanjut Sahmadin Tahun 2013 pernah terjadi penghadangan kapal asing oleh masyarakat di sekitar wilayah pulau terdepan dari Batam, dipicu oleh masalah perairan Pulau Nipah dijadikan kawasan labuh jangkar kapal atau anchorage area di kawasan ship to ship (STS).

Masyarakat geram (kesal) melihat aktivitas labuh jangkar kapal (STS) di Perairan Pulau Nipah karena sudah mengganggu mata pencarian nelayan sejak turun temurun.

”Dengan kondisi tersebut sudah selayaknya Pemprov Kepri tanggap sehingga aktitas labuh tambat dan lego Jangkar lebih ditingkatkan untuk dapat meningkatkan  penambahan APBD Kepri selain  penghasilan dari DBH minyak dan gas bumi yang ada Natuna dan Anambas,Katanya

Dikatakanya,Sekarang ini minyak dan gas bumi hasilnya tidak maksimal diakibatkan turunya harga minyak dunia sehingga sudah selayaknya membangkitkan sektor lain.

Lebih jauh dikatakan Sahmadin,potensi kelautan kepri memiliki sumber dari berbagai hasil, perikanan laut, wisata bahari dan pantai, ekosistem mangrove, terumbu karang dan rumput laut serta beragam jenis biota laut lainnya.

Selain itu potensi laut kepri juga memiliki sumberdaya alam non hayati yaitu minyak bumi, gas alam, pasir laut, bahan tambang mineral dengan cadangan yang sangat besar dan terdapat pula barang-barang kuno bekas muatan kapal yang tenggelam.

“Luasan ini merepresentasikan bahwa di Provinsi Kepulauan Riau khususnya sangat kaya akan potensi sumberdaya. Sumberdaya ini dapat dimanfaatkan sebagai basis kegiatan perikanan, industri dan pariwisata,”katanya

Selain itu untuk dapat meningkatkan APBD dari sektor Labuh tambat dan lego jangkar tidak terlepas dari peran SDM andal.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri beberapa waktu lalu, menyatakan bahwa potensi pemasukan Kepri dari laut bisa mencapai Rp 15 miliar hingga Rp 20 miliar per bulan. Atau sekitar Rp 180 miliar hingga Rp 240 miliar per tahun.

Kapal-kapal yang singgah, lego jangkar hingga melintas dari lautan Kepri merupakan potensi pendapatan yang sangat besar. Selama ini, Kepri sendiri belum memanfaatkannya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here