Kemana Raibnya Miliaran Dana Royalti Gedung Sumatera Promotion Center Batam? Bagian 3

0
712
  • 14 Kali penarikan Dugaan Dana Royalti oleh Oknum

Batam – Data yang diterima Batamtimes dari Aktivis Anti Korupsi, Yusril Koto diketahui bahwa Gustian Riau pada tahun 2014-2016 menjabat Wakil Ketua II Badan Pengusahaan dan Pengembangan (BPP) Gedung Pusat Promosi se-Sumatera dan pada 2017-2018 sebagai Wakil Ketua I BPP.

Berdasarkan data rekening koran Bank Riau tahun 2014 terdapat penyetoran PT 911 sebesar Rp1.100.000.000 dan penarikan sebesar Rp937.784.360 yang dilakukan Johan Santoso yakni pada 10 Juli 2014 sebesar Rp59.267.971, selanjutnya pada 14 Juli 2014 sebanyak Rp495.243.921 dan 16 Juni 2014 sebesar Rp383.272.468.

Penarikan sebesar Rp383.272.468 atau 40,87 persen dari Rp937.784.360 dapat diduga merupakan persentase dari royalty yang harus diterima BP Batam.

Selanjutnya pada tahun 2015 terdapat penyetoran PT 911 sebesar Rp750.000.000. Dan penarikan secara tunai sebesar Rp 653.925.000 yang dilakukan oleh Johan Santoso. Yakni pada 26 Februari 2015 sebesar Rp122.610.000, selanjutnya pada 12 Maret 2015 sebesar Rp158.430.000 dan 29 Juni 2015 sebesar Rp47.400.000.

Kemudian, Iril melakukan penarikan pada 3 Maret 2015 sebesar Rp18.960.000 dan pada 24 Juni 2015 sebesar Rp306.525.000. Penarikan sebesar Rp122.610.000 atau 40,87 persen dan Rp306.525.000 atau 40,87 persen. Menurut laporan, dana yang ditarik Johan Santoso dan Iril merupakan dana royalti yang harus diterima BP Batam.

Terhadap penarikan tahun 2014 dan 2015 sebesar Rp383.272.468, Rp122.610.000 dan Rp306.525.000 merupakan hak BP Batam.

Total dari 14 kali penarikan yang dilakukan Johan Santoso dan Iril yang merupakan oknum PNS Pemko Batam sebesar Rp1.801.709.410.

Dengan perincian Johan Santoso melakukan penarikan pada 2014 sebanyak 3 kali yakni sebesar Rp937.784.410, selanjutnya 2015 sebanyak 3 kali sebesar Rp328.440.000 dan 2016 sebanyak 6 kali yakni sebesar Rp210.000.000.

Sedangkan, Iril melakukan penarikan pada 2015 sebanyak 2 kali sebesar Rp325.485.000.

Berdasarkan laporan laba rugi tahun 2016 hingga 2018 PT Sembilan Satu Satu (PT 911) wajib menyetorkan royalti periode 2016-2018 kepada BP Batam minimal Rp3.489.767.081.

Saat dikonfirmasi di kantornya, Iril mengakui dirinya pernah bekerja di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam pada tahun 2016-2018 sebagai Sub bagian Keuangan.

“Saya di situ (DPM-PTSP) tahun 2016 sampai 2018 sebagai Sub Keuangan,” katanya.

Ketika disinggung terkait permasalahan tersebut, Iril tidak mau menjawab, dan menyarankan awak media Batamtimes menanyakan langsung kepada Gustian Riau yang pada saat itu menjadi pimpinannya.

“Saya tidak mau menjawab soal itu (dana royalti). Langsung saja ke bapak Gustian Riau, itu kan pimpinan saya,” ucapnya.

Sementara, ketika dikonfirmasi ke kantornya, Gustian Riau terkesan menghindar dari awak media Batamtimes, pasalnya pengawai yang berjaga di sana mengatakan ia tidak berada di kantor, dengan alasan turun ke lapangan untuk pengecekan protokol kesehatan.

Namun awak media tidak serta merta percaya dengan ucapan yang disampaikan pengawai tersebut, dengan menunggu di parkiran mobil dinas Gustian Riau.

Tak berselang beberapa lama, Gustian Riau pun keluar dari kantornya. Namun enggan menjawab konfirmasi dari Batamtimes.

“Saya ada rapat,” jawabnya singkat seraya buru-buru memasuki mobil dan tancap gas.

Batamtimes berupaya mengkonfirmasi Johan Santoso dengan mendatangi kantornya. Ia tidak berada di tempat dengan alasan cuti. Hingga berita ini dipublikasikan ia belum dapat dikonfirmasi.

Bersambung…

Penulis : Naldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here