๐๐ธ๐๐๐ถ ๐ฅ๐ฎ๐ธ๐ผ๐ฟ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐๐ป๐ฐ๐ต๐ถ๐ป๐ด ๐ ๐๐ฃ ๐๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ด๐ฟ๐ถ-๐๐ฃ๐, ๐๐บ๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ฟ: ๐จ๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ ๐ฃ๐ฒ๐ป๐ฐ๐ฒ๐ด๐ฎ๐ต๐ฎ๐ป ๐๐ผ๐ฟ๐๐ฝ๐๐ถ ๐ฆ๐ฒ๐ป๐ฎ๐ป๐๐ถ๐ฎ๐๐ฎ ๐๐ถ๐น๐ฎ๐ธ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ ๐๐ฎ๐๐ฎ๐บ
๐๐ฌ๐ถ๐ต๐ช ๐๐ข๐ฌ๐ฐ๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ฉ๐ถ๐ฏ 2020 ๐๐๐ ๐๐ฆ๐ฎ๐ฌ๐ฐ ๐๐ข๐ต๐ข๐ฎ ๐๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ด๐ฆ-๐๐ฆ๐ฑ๐ณ๐ช
๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐ง๐ญ๐๐ซ ๐๐๐ญ๐๐ฆ – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama pimpinan OPD Kota Batam mengikuti launching Pengelolaan Bersama Monitoring Center for Prevention (MCP) di Aula Lantai 4 Kantor Wali Kota Batam, Selasa (31/8/2021). MCP merupakan sistem kerjasama pencegahan tindak pidana korupsi.
Digelar secara online, kegiatan ini ditaja Kemendagri bekerjasama dengan KPK RI dan BPKP. Setelah launching, juga diseiringkan dengan rapat koordinasi pengawasan penyelenggaraan pemerintah daerah secara nasional.
“Arahan yang sudah kami dengarkan tadi, bahwa upaya pencegahan korupsi harus senantiasa dilakukan,” kata Amsakar.
Mendagri Tito Karnavian, lanjut Amsakar, mengingatkan pemerintah daerah agar dapat menindaklanjutinya di level pemerintah daerah. Mendagri mengarahkan agar pemda dapat mengoptimalkan peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam hal ini inspektorat.
“Peran APIP perlu dioptimalkan, karena dari sana akan bisa meminimalisir kemungkinan tindakan korupsi,” kata Amsakar.
Ia memaparkan, ada 8 zona yang rawan tindakan korupsi. Delapan zona itu meliputi perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, perizinan, penguatan aparat pengawasan internal pemerintah (APIP), manajemen aparatur sipil negara (ASN), tata kelola keuangan desa, optimalisasi pendapatan asli daerah, dan manajemen aset daerah.
“Pada zona-zona ini, daerah diharapkan memberikan pengawasan yang lebih ketat,” imbuhnya.
Amsakar menyampaikan rasa syukur, di Batam sebagian besar arahan Mendagri, KPK, BPKP dalam rapat tersebut telah dilaksanakan oleh pemko Batam.
Bahkan, grafik capaian MCP Pemko Batam dari tahun ke tahun terus meningkat. Maka dari itu, Maret 2021 lalu, Pemko Batam telah mendapat apresiasi langsung dari KPK.
“Tahun 2020 MCP Kota Batam yakni 84,4 persen yang menempatkan Batam peringkat terbaik pertama se-Provinsi Kepri,” ungkap Amsakar.




















