Desa Nerekeh merayakan 7 likur dengan Tema berbeda

0
2114
Keterangan Foto : Desa Nerekeh membuat gerbang di pintu utama jalan perkampungan.

Lingga – batamtimes.co – Penghujung bulan Ramadhan banyak ditemukan tradisi yang berlaku secara turun-temurun sejak masa lalu, Salah satunya yang masih dilakukan namun sudah mulai redup pelaksanaannya adalah tradisi likuran atau 7 likur.

Tradisi 7 likur sebenarnya adalah merupakan tradisi yang dilakukan sejak masa lalu secara turun-temurun oleh masyarakat Melayu di Kabupaten Lingga , dengan melakukan penyalaan lampu atau penerangan tradisional yang ditempatkan disekitar masjid, diberbagai penjuru jalan, halaman rumah dan teras-teras rumah penduduk.

Hal yang menarik Tahun ini adalah dengan perayaan 7 likur di Desa Nerekeh Kecamatan Lingga.

Dengan mengusung tema “1 Gerbang dgn 2 Warna Berbeda.”Untuk tahun ini, Desa Nerekeh membuat gerbang di pintu utama jalan perkampungan.

Dengan desain lebih minimalis, namun uniknya, gerbang tahun ini memiliki dengan 2 warna yang berbeda,jika di lihat dari jalan poros, warna gerbang nya berwarna hijau, namun jika di lihat dari dalam perkampungan gerbang tersebut berwarna orange.

Pembuatan gerbang kali ini, tidak luput dari hasil kekompakan pemuda dan warga Desa Nerekeh, dengan di support dana dari Desa dan sumbangan dari berbagai pihak.

Di lokasi pembuatan gerbang, awak media ini( Senin/17/04/2023 ) menyaksikan sendiri para pemuda Desa Nerekeh bersama warga setempat bergotong royong mendirikan gerbang tersebut dengan dikomandoi Jufri setiawan selaku ketua Karang Taruna Desa Nerekeh dan sekaligus ketua panitia gerbang tahun ini.

Saat ditemui Jufri berharap tradisi gerbang  terus berlanjut di desa nerekeh untuk kedepannya,sehingga kekompakan dari pemuda tetap terjaga untuk kedepannya.

“Kita berupaya menjaga tradisi serta kekompakan seluruh warga yang menjadi jatidiri yang diajarkan oleh leluhur kita agar jangan sampai tergerus arus modernisasi,” ujarnya sambil memberi arahan kepada masyarakat.

Dari pantauan di lapangan beberapa Desa juga melakukan Hal yang sama membuat pintu gerbang yang diberi hiasan lampu pelita untuk meramaikan malam 7 likur.

 

(Red/Cipto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here