Driver taksi online bisa menjemput penumpang di bundaran Masjid Tanjak

0
1033
Masjid Tanjak Bandara Hang Nadim. (foto : Humas /adi)

Batam – batamtimes.co – Sejumlah perwakilan taksi bandara, taksi online, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Dishub Kepri, dan kepolisian menggelar pertemuan di Aula Anindhita lantai II Mapolresta Barelang, Selasa (27/6/2023).

Pertemuan ini merupakan buntut kisruh antara ratusan driver ojek bandara dan driver online di kawasan bandara beberapa waktu lalu.

Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan titik jemput penumpang bandara oleh driver taksi online. Penjemputan dilakukan di pagar atau sekitar bundaran Masjid Tanjak.

Dalam rapat ini disepakati bersama titik penjemputan taksi online. Titiknya makin maju, di bundara tanjak,” ujar Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto usai pertemuan.

Nugroho menjelaskan, kesepakatan tersebut dituangkan di dalam surat perjanjian yang ditandatangani ke dua belah pihak dan instansi terkait.

“Ada klausul-klausul juga disitu. Apabila ada pelanggaran sanksinya seperti apa dijatuhkan disitu,” katanya.

Selain titik jemput, pertemuan itu juga membahas trasnformasi dari taksi bandara ke taksi online. Transformasi ini direncanakan dilakukan pada pertengahan Juli nanti.

“Sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi masyarakat, penumpang membutuhkan transportasi yang gampang, mudah dan murah. Karena jika diteruskan akan ditentang masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu Kadishub Kepri, Junaidi, mengatakan, pertemuan tersebut merupakan langkah maju transportasi di Batam. Sebab, selama ini tidak ada kesekapatan kedua belah pihak.

“Ini adalah titik cerah transportasi yang ada di Batam. Selama ini tidak ada titik temu, bertahun,” katanya.

Namun, Junaidi mengaku masih belum puas dengan kesepakatan titik jemput tersebut. Sebab, para penumpang tetap harus berjalan dari pintu kedatangan bandara hingga titik jemput sejauh 300 meter.

“Jaraknya itu (penumpang berjalan) dari kedatangan sejauh 300 meter. Saya sendiri tidak setuju, kalau bisa lebih dekat lagi. Karena ini masalah kemanusiaan,” katanya.

 

 

 

Sumber : Batampos

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here