Jatim – Ribuan anggota Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) dari berbagai daerah mengikuti acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke 16 di Kota Batu, Jawa Timur Kamis 28 Agustus 2025.
Silatnas bertema ‘Merajut Harmoni Menguatkan Sinergi’ itu berlangsung tiga hari mulai 28-30 Agustus. Anggota IIBF dari berbagai provinsi seperti Lampung,
Palembang, Jawa Tengah, Jawa Barat, Aceh, Yogyakarta, Sulawesi, Papua dan Kalimantan turut meramaikan acara yang dibuka langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman.
Forum yang digelar sejak 2009 ini bukan sekadar ajang pertemuan, namun menjadi wadah penguatan karakter, sinergi dan komitmen membangun ekonomi berbasis harmoni.
Presiden IIBF, Heppy Trenggono mengatakan, sejak berdiri dari tahun 2009 lalu, IIBF membawa misi besar membangun karakter pengusaha Indonesia yang tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga pada pembangunan ekonomi masyarakat.
“Ekonomi bangsa ini akan kuat kalau sektor swastanya tumbuh. Tapi pertumbuhan itu tidak akan pernah terjadi kalau masyarakatnya masih lebih suka membeli produk asing. Karena itu, gerakan Bela-Beli Indonesia harus kita kuatkan,” ujarnya.
Pria kelahiran Batang, Jawa Tengah tersebut menambahkan, sejak 2011 IIBF meluncurkan Gerakan Beli Indonesia yang hingga kini sudah bersinergi dengan puluhan kepala daerah, gubernur, hingga menteri. Tujuannya sederhana, agar uang masyarakat tidak lari keluar negeri hanya karena terlalu bergantung pada produk impor.
“Kalau kita beli sabun, air mineral, atau kebutuhan harian lainnya tapi semua masih merek asing, maka yang tumbuh adalah ekonomi negara lain. Bagaimana kita mau maju kalau pengusaha lokal tidak didukung,” ujarnya.
Lebih jauh, Heppy juga menyoroti rendahnya tingkat kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri. Menurutnya, hal itu bisa dilihat dari membanjirnya produk asing di pasar Indonesia.
“Coba lihat handphone yang kita pakai, hampir tidak ada yang buatan Indonesia. Mobil juga begitu. Artinya, pembelian produk lokal kita masih sangat rendah,” ujarnya.
Wali Kota Nurochman berharap momentum Silatnas memberi dampak nyata bagi pelaku UMKM Kota Batu. Dengan hadirnya ribuan pengusaha muslim dari seluruh Indonesia, ia optimistis produk UMKM dan pertanian lokal bisa menembus pasar lebih luas.
“Kami ingin mengenalkan produk-produk UMKM kita. Harapannya, anggota IIBF bisa menjadi pembeli sekaligus mendistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia,” kata Cak Nur, sapaan akrabnya.
Cak Nur menilai, kehadiran IIBF bukan hanya soal silaturahmi, tetapi juga membuka peluang pasar baru bagi Kota Batu. “Momen ini kami manfaatkan untuk memasarkan produk pertanian hingga UMKM. Pasar terbuka lebar karena pengusahanya datang dari berbagai daerah,” urainya.
Penulis : Tanto