Kinerja Menteri Prabowo – Gibran Berjalan Setahun Menjadi Sorotan

0
70
Foto : Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri bahas masalah MBG.

” Menurut pandangan Advokat senior ini melihat kinerja ” Kabinet Merah Putih ” di bawah Presiden Prabowo Subianto, yang dilantik 21 Oktober 2024 yang telah berjalan setahun apa yang telah di capai ?”

Jakarta – Batamtimes.co – Kinerja  Kabinet Merah Putih  dibawah pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Rakabuming Raka genap satu tahun memimpin Indonesia. Selama satu tahun kepemimpinan, yang dilantik 21 Oktober 2024 yang telah berjalan apa yang telah di capai ?

Hal tersebut menjadi soroton akademisi dan praktisi hukum, Assistant Prof. Muhammad Mara Muda Sitompul (MMMHS) biasa disapa Bung Hersit.

Foto : Assistant Prof. Muhammad Mara Muda Sitompul (MMMHS).

Menurut pandangan Advokat senior ini, melihat kinerja ” Kabimet Merah Putih ” di bawah Presiden Prabowo Subianto, yang dilantik 21 Oktober 2024 yang telah berjalan setahun apa yang telah di capai ?

Putra Batangtoru, Tapsel, Sumut ini mengatakan kabinet Merah Putih memang  mendapat sorotan karena anggaran yang cukup besar, tapi kinerjanya masih di pertanyakan ? tulisnya melalui sambungan WhatsAppnya kepada batamtimes.co,Senin (19/01/2026).

Kata, Akademisi pengajar dosen tetap pada Fakultas Hukum, Universitas Mathla’ul Anwar Banten ini, bahwa hasil survei evaluasi Center of Economic and Law Studies” CELIOS ” Presiden Prabowo, mendapat nilai 5 dari 10, sedangkan Wakil Presiden Gibran hanya 3 dari 10.

Berapa Menteri, juga mendapat penilaian rendah, seperti Menteri HAM, Menteri Koperasi, dan Menteri ESDM.

Berapa isu yang menjadi sorotan adalah Inkonsisten kebijakan, banyak kebijakan yang tidak konsisten dan tidak jelas, tentang kabolarasi, koordinasi antara lembaga masih rendah. Misalnya langkah nyata. Belum ada langkah konkritnya untuk memperbaiki ekonomi.

Presiden Prabowo , sendiri telah melakukan evaluasi kinerja kabinet dan menekannya pentingnya penekanan pada langkah konkret dan target yang harua di capai 2026 ini.

Rasa memang frustasi melihat kinerja beberapa menteri yang tidak sesuai harapan reshuffle kabinet bisa jadi salah satu opsi untuk memperbaiki kenerja pemerintahan, sorot Dosen Terbang Pdndidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Peradi Tower yang sudah mengajar di 52 PTN/ PTS se Indonesia ini.

Dia, dikenal kritis tentu sifat konstruktif untuk perbaikan yang lebih baik salah satu kelompok sipil sebagai rakyat dan warga negara harus pro aktif sebagai bagian dari Pemerintahan dan Negara.

Anggota Ahli Dosen Republik Indonesia (ADRI) ini yang juga tercatat mantan Aktivis HMI Cabang Jakarta ini mengungkapkan pendapatnya.

Beberapa Menteri yang sering di kritik karena kinerjanya antara lain :

Menteri yang lebih fokus pada pencitraan daripada kerja nyata. – Menteri yang tidak memiliki pengalaman relevan dengan portfolionya.- Menteri yang tidak hanya menjawab pertanyaan atau menghadapi tantangan dengan baik.

” Mari kita lihat jumlah 48 Kenenterian dan total 108 oranh yang di lantik, termasuk menteri Wakil Menteri, dan Kepala Badan,” sebutnya.

Sebagai bahan perbandingan kabinet terbesar dalam sejarah republik ini : – Kabinet Dwikora ll (1966)  : 132 anggota, – Kabinet Dwikora l (1964) berjumlah 110 orang.. – Kabinet Merah Putih (2024) berjumlah 48 kementerian, 109 orang di lantik., – Kabinet Pembangunan V (1988) : 44 anggota., – Kabinet Pembangunan Vl (1993) : 43 anggota..

Kabinet besar seperti ini sering menuai reaksi baik optimisme akan inklusivitas maupun skeptimisme mengenai efektivitas pemerintahan.

Langkah solusinya seperti apa ? melihat kondisi seperti ini adalah melakukan evalusi dan penataan ulang Kabinet. Beberapa langkah yang bisa dilakukan :

Reshuffle kabinet ganti menteri yang tidak berkinerja dengan orang yang tidak yang lebih kompoten.

Perampingan struktur, kurangi jumlah kementerian dan fokus pada perioritas.  Peningkatan koordinasi dan perkuat Lembaga. Evaluasi kinerja, lakukan evaluasi kinerja menteri  secara berkala.

Terakhir, Presiden Prabowo sendiri telah melakukan evaluasi kinerja kabinet, tapi belum ada  Reshuffle besar- besaran, publik menunggu, tegas Wakil Ketua Umum DPP Ikadin Bid.Sosial & Masyarakat ini.

Tim Redaksi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here