AHY Rayakan Imlek 2577 di Nagoya Batam, Tegaskan Pentingnya Harmoni dan Pertumbuhan Berkeadilan

0
73

Batam – batamtimes.co – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono, merayakan Tahun Baru Imlek ( 2577/2026) bersama ribuan masyarakat di kawasan Nagoya, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Senin.

AHY menyebut perayaan Imlek tahun ini menjadi momen spesial baginya karena untuk pertama kalinya turut merayakan secara langsung di Kota Batam. Ia hadir bersama Wali Kota Batam, Wakil Wali Kota Batam, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, serta masyarakat yang memadati kawasan tersebut.

“Ya, ini spesial sekali. Pertama kali saya turut merayakan Tahun Baru Imlek di Kota Batam. Saya bersama Wali Kota Batam, Wakil Wali Kota Batam, termasuk juga Wakil Gubernur Provinsi Kepri, dan masyarakat, ribuan masyarakat berkumpul di kawasan Nagoya ini untuk merayakan sukacita saudara-saudara kita, komunitas Tionghoa yang merayakan pergantian Tahun Baru Imlek 2577,” ujarnya.

Ia berharap perayaan Imlek 2026 yang memasuki Tahun Kuda Api dapat menghadirkan semangat, energi, dan kekuatan baru bagi seluruh masyarakat Batam dalam menjaga karakter kota sebagai wilayah multikultural.
Menurut AHY, sejak dahulu Batam dikenal sebagai kota yang mempertemukan beragam identitas suku, agama, ras, etnis, dan budaya. Keberagaman tersebut hidup dalam harmoni, rukun, dan toleran satu sama lain.

“Batam adalah miniatur Indonesia yang berasaskan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga mampu selalu mengokohkan semangat persatuan,” katanya.

Dalam perayaan tersebut, tema yang diangkat adalah “Harmoni Imlek Nusantara”. AHY mengajak seluruh elemen bangsa dari Aceh hingga Papua yang terdiri atas 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan sekitar 17 ribu pulau—untuk bersatu dalam semangat menuju Indonesia Emas.

Sebagai Menko IPK, AHY juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, konektivitas antarwilayah harus mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks pembangunan nasional, ia menilai Batam memiliki posisi strategis sebagai salah satu motor penggerak ekonomi karena berstatus Free Trade Zone (FTZ).

“Batam didesain sejak awal oleh para pendirinya, termasuk Bapak Presiden B. J. Habibie ketika itu, agar Batam bisa menjadi jendela, menjadi gerbang ekonomi di kawasan Asia Tenggara maupun dunia pada akhirnya,” ungkapnya.

AHY menambahkan, pertumbuhan ekonomi Batam yang sudah baik harus terus dijaga dan ditingkatkan. Namun ia menekankan bahwa pertumbuhan tersebut harus berkeadilan.
“Tidak ada pertumbuhan ekonomi yang lebih penting selain pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan. Artinya, semua harus merasakan kesejahteraan,” tutupnya.

 

Penulis : Adi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here