Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kepri Mulai Rampung, Tujuh Unit Selesai 100 Persen

0
53

Batam – batamtimes.co-  Pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dikerjakan oleh jajaran TNI melalui Kodim se-Kepri terus menunjukkan progres positif.

Dari target awal pembangunan sebanyak 60 unit dan rencana total 407 koperasi di seluruh wilayah Kepri, sebanyak tujuh unit koperasi telah rampung 100 persen secara fisik.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) Kepri, Riky Rionaldi, mengatakan tujuh koperasi tersebut tersebar di Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, dan Kota Batam. Namun, meski bangunan telah selesai, koperasi tersebut masih menunggu proses serah terima serta persiapan operasional.

“Secara fisik tujuh unit sudah 100 persen, tetapi memang belum serah terima dan belum beroperasi karena masih ada tahapan lanjutan, termasuk pembahasan rencana bisnis,” ujar Riky, Rabu.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat Kementerian Koperasi akan melakukan monitoring untuk membahas model bisnis dan kesiapan operasional masing-masing koperasi agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

Di Kota Batam sendiri, dari total 46 kelurahan, terdapat empat unit koperasi yang pembangunan fisiknya telah selesai 100 persen.
Riky mengakui proses pembangunan koperasi tersebut menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan lahan. Beberapa lokasi pembangunan merupakan aset milik pemerintah daerah, BP Batam, maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sehingga memerlukan proses persetujuan administrasi sebelum pembangunan dapat dilaksanakan.

“Semangatnya tinggi, tetapi memang ada kendala lahan. Yang sudah terbangun itu lahannya sudah mendapat persetujuan karena ada yang merupakan aset pemda, BP Batam, maupun BUMN,” katanya.

Ia menambahkan, untuk wilayah tertentu dengan kondisi lahan terbatas, seperti kawasan pesisir dengan bangunan di atas laut, pembangunan difokuskan pada area daratan yang lebih memungkinkan secara teknis serta dari sisi legalitas.

Lebih lanjut, Riky menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih tidak dimaksudkan untuk mengganggu keberadaan ritel modern seperti Alfamart maupun Indomaret. Program ini lebih berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan koperasi di tingkat kelurahan.

“Koperasi Merah Putih ini fokus pada pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis koperasi, bukan untuk bersaing dengan ritel modern,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kepri berharap pembangunan koperasi tersebut dapat memperluas akses usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui model usaha bersama yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Penulis : Adi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here