Rekonstruksi Ungkap Penyiksaan Sadis Remaja Bantul, Korban Dilindas Motor hingga Disundut Rokok

0
52

Bantul – batamtimes.co – Tabir gelap kematian IDS (16), remaja asal Pandak, Bantul, semakin terkuak.

Polres Bantul menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang mengungkap rentetan aksi penyiksaan brutal oleh para tersangka hingga menyebabkan korban tewas.

Rekonstruksi yang digelar di Mapolres Bantul, Selasa (12/5/2026), memperagakan sedikitnya 40 adegan. Proses reka ulang sengaja dipindahkan dari lokasi kejadian asli di kawasan Pandak ke Mapolres Bantul demi menjaga keamanan dan kondusivitas selama kegiatan berlangsung.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan rekonstruksi turut dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mencocokkan hasil penyidikan dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Rekonstruksi ini penting untuk memberikan gambaran terang benderang mengenai peran masing-masing tersangka. Semua adegan yang diperagakan hari ini akan menjadi landasan kuat dalam proses penuntutan di persidangan,” ujar Rita di Mapolres Bantul.

Peristiwa tragis itu bermula pada 14 April 2026. Korban dijemput dari sebuah warung di belakang SMAN 1 Bambanglipuro menggunakan sepeda motor Scoopy merah. Korban kemudian dibawa ke sebuah lapangan di wilayah Pandak.

Di lokasi tersebut, tersangka utama berinisial JMA alias Jontor memastikan identitas korban sebelum aksi pengeroyokan dimulai. Korban kemudian diseret ke tengah lapangan dan dianiaya secara bersama-sama oleh kelompok pelaku.

Dalam rekonstruksi, terungkap sejumlah adegan kekerasan sadis yang diduga menjadi penyebab kematian korban. Korban dipukul bertubi-tubi oleh para tersangka berinisial JMA, RAR, ASJ, AS dan SGJ pada bagian wajah, kepala, dada, hingga perut sampai tersungkur ke tanah.

Tak hanya itu, tersangka JMA juga memperagakan aksi menusuk paha dan tangan korban menggunakan gunting berkali-kali hingga alat tersebut patah.

Adegan paling brutal diperagakan tersangka YP alias Bogel dan AS alias Kodom. Keduanya menabrakkan sepeda motor ke tubuh korban. Bahkan, salah satu pelaku sengaja mengangkat roda depan motor dan melindas leher korban sebanyak tiga kali.

Penyiksaan tidak berhenti di situ. Dalam reka ulang, tersangka AS alias Kodom juga memperagakan aksi menyundutkan rokok ke kemaluan korban. Mata kanan korban bahkan dibuka paksa lalu disundut menggunakan rokok menyala.

Korban yang sudah tak berdaya juga masih disabet menggunakan sabuk atau gesper oleh sejumlah pelaku hingga korban terlentang sambil mengeluarkan suara mengerang.

Selain menghadirkan tujuh tersangka dewasa yang lebih dahulu diamankan, polisi juga menghadirkan tersangka baru berinisial AIF alias Ndriyon (19). AIF sebelumnya sempat melarikan diri ke Jakarta usai kejadian.

“Tersangka AIF sempat bersembunyi di Jakarta dan bekerja sebagai penjual jamu untuk mengelabui petugas. Namun berkat ketelatenan anggota Satreskrim, yang bersangkutan berhasil diamankan saat kembali ke rumahnya di Bambanglipuro pada akhir April lalu,” tambah Rita.

Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut dan tidak memberikan toleransi terhadap aksi kekerasan, terutama yang melibatkan anak di bawah umur.

“Kami berkomitmen penuh untuk tidak mentolerir kekerasan terhadap anak. Semua pihak yang terlibat akan kami usut tuntas. Tidak ada ruang aman bagi pelaku kejahatan sadis di Bantul,” tegas Bayu.

Penulis : Tanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here