BP Batam Siapkan Hujan Buatan Hadapi Ancaman El Nino 2026

0
71

Batam – batamtimes.co – Badan Pengusahaan Batam menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan dan ketersediaan air baku di tengah ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun 2026.

Dengan melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta AirNav Indonesia, BP Batam berencana melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan guna menghadapi potensi kemarau panjang pada periode Juni hingga Agustus 2026.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga volume air di sejumlah waduk agar tetap berada pada level aman dan optimal.

Menurutnya, keberlangsungan distribusi air bersih untuk masyarakat maupun sektor industri sangat bergantung pada stabilitas cadangan air baku di Batam.

“Kami merencanakan modifikasi cuaca ini sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan El Nino. Meskipun hujan masih turun, sering kali tidak jatuh di area tangkapan waduk.

Oleh karena itu, kami berupaya agar hujan dapat diarahkan ke wilayah waduk sehingga mampu menambah cadangan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Denny saat memimpin rapat koordinasi, Jumat (15/5/2026).

BP Batam menaruh perhatian khusus terhadap kondisi sejumlah waduk utama seperti Waduk Nongsa, Waduk Sei Ladi, Waduk Sei Harapan, Waduk Mukakuning, Waduk Tembesi dan Waduk Duriangkang yang mengalami penurunan permukaan air baku cukup signifikan.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi, operasi hujan buatan tahap awal direncanakan berlangsung selama satu pekan. Selama periode tersebut, BP Batam akan melakukan evaluasi terhadap efektivitas pelaksanaan serta dampaknya terhadap kenaikan debit air waduk.

PSelain langkah teknis, BP Batam juga mengimbau masyarakat agar turut berperan menjaga ketahanan air dengan menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih menghemat penggunaan air. Jika menemukan tindakan di luar prosedur terhadap jaringan air, segera laporkan kepada kami agar distribusi dan kebutuhan air dapat tetap terkendali,” tegas Denny.

Belajar dari Singapura

Dalam rapat tersebut, Denny juga menyinggung strategi jangka panjang pengelolaan air dengan mengambil inspirasi dari Singapura yang dinilai berhasil membangun sistem ketahanan air modern meski memiliki keterbatasan sumber air alami.

Ia menilai keberhasilan Singapura menjadi contoh penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air akibat pertumbuhan penduduk dan industri.
Singapura diketahui mengembangkan empat sumber utama pasokan air atau yang dikenal sebagai “keran nasional”, yakni air impor, desalinasi air laut, penampungan air hujan, dan NEWater atau air daur ulang.

Pengalaman tersebut, menurut Denny, menjadi referensi penting bagi BP Batam dalam menyusun strategi keberlanjutan pasokan air baku di masa depan.

“Seluruh kajian teknis yang berkaitan dengan ketahanan air baku di Batam sudah kita pertimbangkan. Saya juga akan berkoordinasi dengan pimpinan BP Batam terkait langkah-langkah antisipatif lain agar suplai air baku ini bisa terus maksimal di tengah pertumbuhan penduduk dan industri saat ini,” tutupnya.

Penulis :Adi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here