Warga Marbella Tolak Pembangunan Cluster Taman Raya 2

0
312
Warga Marbela Tolak Pembangunan

batamtimes.co,Batam-Puluhan warga cluster marbella Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota pada Sabtu, 7 Agusutus 2016 sekira pukul 14.00 siang menggelar aksi  memasang spanduk penolakan pembangunan perumahan cluster taman raya 2 diperbatasan tembok perumahan cluster marbella. Untuk mengamankan warga dalam aksi tersebut hadir Babinkatimbmas Batam Kota Brigadir Danu Setiawan, Ketua RW 39 Rudi Syahriadi Idris dan Ketua RT 01 Junaidi.

Yusril Koto mewakili warga mengatakan,seluruh warga Marbella menolak pembangunan perumahan yang dibangun PT.Mitra Sukses.”kita warga Marbella dengan tegas menolak pembangunan perumahan taman raya 2 yang dibangun pengembang PT.Dwi Mitra Sukses.” katanya

Ditambahkan Yusril,terutama untuk warga cluster marbella blok c2,seperti perumahan yang ditingalinya saat ini.Jika pembangunan masih diteruskan pengembang dikhawatirkan akan berdampak buruk nantinya.

“Cluster marbella blok c 2 berhadapan langsung dengan tembok pembangunan perumahan taman raya 2, sekaligus menjadi ruang dapur perumahan cluster marbella blok c2 dikhawatirkan beko saat mengali akan mengenai tembok dapur warga,” ujar Yusril

Selain itu ada beberapa saluran sekarang ini sudah mengalami kerusakan terinjak beko dan kebisingan akibat pengerjaan beko luar biasa menganggu orang istirahat saja.

Lebih lanjut Yusril mengatakan, warga melalui ketua rw 39 dan ketua rt 01 sudah menyampaikan surat penolakan kepada pihak pengembang perumahan PT. Dwi Mitra Sukses,dan surat juga disampaikan kepada Walikota Batam agar segera meninjau kembali perijinan pembangunan perumahan cluster taman raya 2.

“Kami sebagai warga cluster marbella blok c2 merasa tidak pernah dimintai pedapat terkait pembangunan  perumahan cluster taman raya 2.Padahal  sebagai salah satu syarat pengurusan ijin harus ada pernyataan warga sekitar pembangunan lokasi,ini menjadi syarat mendirikan bangunan”, tegas Yusril

Yusril melanjutkan keresahan warga cluster marbella yang berbatasan langsung dengan pembangunan perumahan cluster taman raya 2 itu sudah beberapa kali dilontarkan ke pengembang.

“hanya saja pengembang seperti tidak mengindahkan dan terus menjalankan proyek,saya sebagai salah satu warga yang merasa keberatan, seorang diri pernah menghentikan operator beko bekerja kejadianya  Senin (25/7/2016) lalu,”katanya

Warga menduga Perusahaan tidak memiliki ijin warga sekitar saat melakukan pematangan lahan,sehingga wajar warga menanyakan soal ijin gangguan.

“dan saat kita minta ijin ganguan mereka sudah ada apa belun,operator beko tidak bisa menjawab sehingga kita minta seluruh aktifitas pematangan lahan dihentikan sementara ,dan beko dilarang bekerja.”terang yusril

Jika perusahaan memaksa terus membangun,warga dipastikan akan terus menolak ,karena dampak buruk kedepan seperti rusaknya dinding dan beberapa saluran terputus serta tingkat kebisingan akan terus terjadi.(ys/red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here