Perkembangan IHK Tanjungpinang Nomor 4 Di Sumatera

0
24

 

Batamtimes.co, Tanjungpinang – Perkembangan8 Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Tanjungpinang terbaik ke 4 dari 15 kota Inflasi yang ada di Sumatera. Hal tersebut berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau.

Dari 23 Kota Indeks Harga Konsumen di wilayah Sumatera terdapat 15 Kota Inflasi dan 8 kota Deflasi pada Juli 2017. Kota Batam menduduki peringkat kelima deflasi di Sumatera.

“Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 1,14 persen dan 0,41 persen, kalau Batam mengalami deflasi sebesar 0,12 persen ,” ucap Kepala BPS Kepri, Panunsunan Siregar, Selasa (1/7).

Dia membeberkan, perkembangan IHK gabungan dua kota di Provinsi Kepulauan Riau Juli 2017 mengalami deflasi 0,04 persen.

“Dengan IHK sebesar 129,34. Inflasi tahun kalender (Juli 2017 terhadap Desember 2016) sebesar 1,99 persen, dan inflasi tahun ke tahun (Juli 2017 terhadap Jul 2016) sebesar 3,27 persen,” tambahnya.

Deflasi gabungan dua kota IHK di Kepri disebabkan oleh penurunan indeks dua kelompok yang menyusun inflasi gabungan dua kota IHK Kepri yaitu, kelompok sandang sebesar 0,24 persen serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,84 persen. Sebaliknya empat kelompok yang menyusun inflasi gabungan dua kota IHK Kepri justru mengalami kenaikan.

“Kelompok bahan makanan sebesar 0,65 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,12 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,06 persen, serta kelompok pendidikan , rekreasi, dan olahraga , sebesar 2,91 persen. Sedangkan kelompok perumahan , air , listrik, gas, dan bahan bakar tidak mengalami perubahan indeks harga,” katanya saat memaparkan hasil dari data BPS.

Komunitas yang mengalami penurunan harga untuk kota Batam antara lain adalah angkutan udara, emas perhiasan, beras, kacang panjang, cabe merah, bawang putih, bayam, ketimun,  gula pasir, udang basah , ikan dalam kaleng, daging ayam kampung,  anggur,  apel dan pembasmi nyamuk spray,  .

Kata Panusunan, dari data yang diperoleh  BPS mengalami kenaikan harga di antaranya,ikan selar, ikan kembung, sotong, kangkung, daging ayam ras, bawang merah, tarif taman kanak-kanak, tarif sekolah dasar, tarif SMP,  tarif akademi/perguruan tinggi, rokok kretek filter, rokok kretek dan  rokok putih.

Secara Nasional dari 82 kota IHK se-Indonesia, tercatat 59 kota mengalami inflasi dan 23 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Bau-bau kota sebesar, 2,44 persen dan Inflasi terendah terjadi di kota meulaboh sebesar 0,01 persen.

“Sebaliknya , deflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke sebesar 1,50 persen dan deflasi terendah terjadi di kota Probolinggo dan kota Metro terbesar 0,07 persen, ” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here