Kawasan Morning Bakry Jodoh Mendadak Ramai, 18 Orang PSK Terjaring Razia

0
568
Delapan belas orang wanita pekerja seks komersial ( PSK ) yang biasa mangkal di sekitaran Morning bakery, Jodoh dan Bukitsenyum, Batuampar terjaring razia, Sabtu (4/11) dinihari.

batamtimes.co, Batam – Delapan belas orang wanita pekerja seks komersial ( PSK ) yang biasa mangkal di sekitaran Morning bakery, Jodoh dan Bukitsenyum, Batuampar terjaring razia, Sabtu (4/11) dinihari. Razia dilakukan sebagai antisipasi penyakit masyarakat yang mulai meresahkan.

Suasana kawasan Morning Bakery Jodoh mendadak ramai, sekitar pukul 12.30 Wib. Puluhan wanita berpakaian minim di sekitar lokasi lari kocar kacir. Sementara puluhan petugas dari tim gabungan Camat Batuampar bersama Polsekbatuampar langsung mengamankan perempuan yang diduga PSK. Begitu juga dengan razia yang dilakukan di Bukit Senyum.

“Mereka yang kami amankan langsung dimasukan ke dalam lori petugas,” kata Camat Batuampar, Tukijan, Sabtu (4/11).

Dikatakan Tukijan, razia tersebut merupakan jawaban dari keresahkan masyarakat terhadap Pekat. Apalagi, para PSK semakin berani menjajakan diri mereka ke pinggir jalan kawasan Jodoh tersebut. Tak tanggung- tanggung, mereka duduk si pinggir jalan dengan menggunakan kursi atau duduk diatas motor.

” Banyak laporan via sms ataupun whatsaap. Aksi mereka semakin berani. Untuk menunggu tamu, mereka menyiapkan kursi di pinggir jalan atau duduk diatas motor,” terang Tukijan.

Tukijan berharap dengan razia dapat memberi efek jera kepada para PSK. Sebab, sebelum dibina di Dinas Sosial mereka diminta untuk buat surat pernyataan agar tak kembali lagi ke lokasi.

“Mereka kami data, jumlahnya 18 orang, semuanya perempuan. Sebelum diserahkan ke Dinsos,.mereka buat surat pernyataan juga,” imbuh Tukijan.

Menurut dia, kegiatan tersebut akan menjadi agenda lanjutan hingga kawasan tersebut benar- benar bersih. Apalagi, kawasan itu sudah dicap sebagai sarang portitusi.

“Nah kami ingin menghilangkan kesan itu. Sesuai dengan arahan Walikota juga yang ingin kawasan itu bersih,” tukasnya.

Sementara, Ratih salah seorang PSK mengaku terpaksa mengeluti profesi sebagai PSK karena terpaksa. Selain sulit dapat pekerjaan, ia harus membiayai anaknya yang dititip di keluarga kampung.

“Baru beberapa bulan disinim, kemarin sempat kerja di kafe, cuma gajinya nggak sesuai. Makanya memilih disini,” ujar wanita asal Sunda ini sembari berlalu.

 

 

 

(red/batampos)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here