SAR Natuna Peringati Hari Lahir Pancasila

0
211

Batamtimese.co – Natuna –
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna melaksanakan upacara peringati Hari Lahir Pancasila Tahun 2019 di Halaman Kantor SAR Jalan Soekarno – Hatta, Ranai, Natuna, Kepri, Sabtu (01/06/2019) pagi dihadiri seluruh personil beserta staf.

Personil SAR beserta staf hadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila digelar Kantor SAR Natuna, Sabtu (01/06/2019).

Kepala Kantor SAR Mexianus Bekabel, S.Sos inspektur upacara menyampaikan amanat  Plt, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Hariyono bahwa kelahiran Pancasila mampu menyatukan semua rakyat sebagai satu bangsa dan hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Meskipun kondisi geografis wilayah Indonesia sebagai Negara kepulauan semakin memperkokoh konsep dan keyakinan akan “Tanah Air Indonesia”.
perpaduan antara darat dan laut yang saling menguatkan sebagaimana dalam konsep wawasan nusantara.

Di wilayah nusantara tumbuh flora dan fauna yang beragam secara natural merupakan karakateristik dari keindonesiaan.

Demikian pula secara antropologis dan sosiologis keberagaman ras, etnis, agama, kepercayaan dan budaya yang ada di Indoneia sudah ada sejak masa pra aksara hingga sekarang. Kita Indonesia hidup dan bahagia dalam keberagaman,” paparnya.

Pancasila sebagai dasar negara, Ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para “pendiri bangsa” merupkaan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan YME buat bangsa Indonesia.

Walaupun kita sebagia bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai pancasila, kita patut akui bahwa eksistensi keindonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai negara masih dapat bertahan hingga saat ini berkat Pancasila.

Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan dan menanamkan nilai-niali Pancasila dalam hati yang suci untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berlandaskan dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas Nasional dalam wadah dan slogan “Bhinneka Tunggal Ika”,”

Mexi menjelaskan dalam konteks itulah, sesuai dengan pesan Presiden Jokowi bahwa memperingati dan merayakan hari kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni 1945 merupakan suatu keniscayaan.

Pertama kita berusaha mengenang dan merefleksikan momentum sejarah dimana pendiri bangsa berhasil menggali nilai-nilai fundamental bangsa Indonesia sebagai Dasar Negara.

Sehingga bangsa nusantara yang beragama dapat bersatu dan menyatu sebagai satu bangsa. Sebagai bangsa besar kita tidak akan meninggalkan sejarah, apa yang oleh Bung Karno pernah disebut “JAS MERAH”.

Untuk menghormati jasa pendiri bangsa sekaligus meneguhkan komitmen terhadap ideologi negara, itulah kita memperingati hari kelahiran Pancasila sebagai salah satu kebanggan Nasional (Naitonal Pride),”

“Peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 1945 bukan sesuai yang terpisah dari momentum perumusan “Piagam Jakarata “oleh panitia kecil” tanggal 22 Juni dan pengesahan Pancasila dalam pembukaan UUD 1945 oleh panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945.

Jadi 3 peristiwa penting tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahiran Pancasila suadh tidak diperlukan lagi. Yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan Pancasila secara simultan dan terus menerus,”

Dengan merayakan hari kelahiran Pancasila kita bangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

Pancasila sebagai “leitstars dinamis”, bintang penuntun mengandung visi dan misi negara yang memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembangunan bangsa ke depan sebagai energi positif bangsa, Pancasila terus memberikan harapan untuk masa depan, khususnya dalam merealisasikan visi dan misi bangsa Indonesia,”

Sebagai negara bangsa yang inklusif dan tidak chauvisi diperlukan pengelolaan unit kultural dan unit politik secara dialektis. Maksudnya keberagaman yang ada secara alami dan kultural harus dikelola dan dikembangkan untuk membangun “Tamansari Kebudayaan” yang memungkinkan semua mahkluk hidup tumbuh sesuai dengan ekosistem yang sehat. Indonesia untuk kita semua dan Pancasila adalah rumah kita semua,”

Kita Indonesia, Kita Pancasila adalah sosok yang percaya diri, optimis dan penuh harapan dalam menatap masa dengan sebagai bangsa yang maju, adil dan makmur.

Kata Mexi diakhir sambutannya melalui peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2019, Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi “politik harapan” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kita semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar Negara, Ideologi Negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia.

Kita bersatu membangun bangsa utuk merealisasikan tatanah kehidupan masyarkat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Kita Indonesia, kita pancasila,” tutupnya.

(Red/Pohan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here