Dari Perbatasan Natuna, Mendikbud Luncurkan Digitalisasi Sekolah Terobosan Baru Pemerataan Pendidikan

0
60

Natuna (Natuna) Kunjungan Kerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, ke wilayah perbatasan Ujung Utara Indonesia Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, salah satu Pulau Terluar, Tertinggal dan Terisolir (3T) meluncurkan program digitalisasi sekolah, Rabu (18/09/2019) Siang.

Peluncuran digitalisasi sekolah ini ditandai dengan penyerahan bantuan sarana pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kepada sekolah dan siswa Kelas VI, VII, dan Kelas X pada sekolah-sekolah terpilih berupa personal komputer, Laptop, LCD, Rutter dan External Hardis. Untuk saat ini akan dibagikan ke 38 sekolah sedangkan untuk siswa 25 SD, 9 SMP, 3 SMA dan 1 SMK.

Mendikbud luncurkan Digitalisasi Sekolah dari perbatasan Natuna Diujung Utara Indonesia terobosan baru Pemerataan Pendidikan.

Dan penyerahan Tablet kepada siswa sebanyak 1.142 siswa tersebut terdiri dari 508 siswa SD, 303 siswa SMP dan 228 siswa SMA dan 103 siswa SMK, paparnya.

Melalui sarana ini para siswa akan mendapat pembelajaran yang mengasyikan, menyenangkan dan sekaligus membuka wawasan siswa untuk menjelajahi dunia Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut Mendikbud program digitalisasi sekolah ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menyongsong Revolusi Industri 4.0.

Arahan Presiden Jokowi, kata Mendikbud, meminta semua Menteri, termasuk Mendikbud untuk memberikan perhatian terhadap daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) agar mendapatkan fasilitas-fasilitas pembangunan termasuk di bidang pendidikan.

” Bapak Presiden Jokowi memberikan arahan dua tahun lalu supaya segera merealisasikan penggunaan TIK untuk mempercepat akses pelayanan pendidikan di wilayah-wilayah pinggiran.

Mendikbud serahkan Sarana TIK yang diberikan berupa personal komputer, Laptop, LCD, Rutter dan External Hardis. Untuk saat ini akan dibagikan ke 38 sekolah sedangkan untuk siswa 25 SD, 9 SMP, 3 SMA dan 1 SMK.

Sejak itulah, kita mulai merevitalisasi jaringan atau portal yang dimiliki Kemendkbud atau jaringan cyber terutama untuk portal bahan ajar yang sekarang disebut Rumah Belajar.

Setelah 1,5 tahun lebih didandani, hari ini lah kita menyatakan siap untuk mulai merealisasikan program penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara besar-besaran yang dimulai dari wilayah pinggiran dan launchingnya di Kabupaten Natuna,” terang Mendikbud disaat peluncuran Digitalisasi Sekolah dilaksanakan di Gedung Sri Serindit, Jalan Yos Sudarso, Ranai, Natuna, Kepri.

Mendikbud berharap Kabupaten Natuna yang menjadi perdana peluncuran Program Digitalisasi Sekolah dapat menjadi contoh yang baik bagi sekolah-sekolah di kabupaten dan provinsi lainnya.

” Mulai saat ini saya mohon kepada guru untuk mulai mempelajari dan menguasai materi yang tersedia di portal Kemendikbud, khususnya yang ada di dalam platform digital yaitu Rumah Belajar, ” ujarnya.

Dia menegaskan platform ini tidak sekedar untuk menyediakan bahan belajar, tetapi bisa jadi tempat berinteraksi antara guru dengan siswa, guru dengan guru, siswa dengan siswa bahkan jika bisa dengan stakeholder yang lain, seperti Bupati, Dandim, Lanal, Kapolres, juga bisa terlibat disitu, memanfaatkan Rumah Belajar ini untuk berinteraksi dengan para siswa,” ungkap
Muhadjir.

Bupati Natuna Hamid Rizal serahkan Tablet kepada siswa sebanyak 1.142 siswa tersebut terdiri dari 508 siswa SD, 303 siswa SMP dan 228 siswa SMA dan 103 siswa SMK di Kabupaten Natuna.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini memaparkan di tahun 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberikan bantuan sarana pembelajaran TIK dan tablet melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja kepada 6.004 sekolah dan 692.212 siswa.

Sedangkan melalui BOS Afirmasi untuk 30.277 sekolah dan 1.061.233 siswa. Di Kabupaten Natuna sendiri, Kemendikbud membagikan tablet kepada 1.142 siswa yang terdiri dari 508 siswa kelas 6, 303 siswa kelas 7 dan 331 kelas 10.

Selain itu, sarana pembelajaran TIK berupa PC-Server, laptop, LCD, Router dan eksternal hardisk akan diberikan kepada 38 unit sekolah di Kabupaten Natuna, yang terdiri dari 25 SD, 9 SMP, 3 SMA dan 1 SMK.

Mendikbud berharap dua sampai tiga tahun ke depan sekolah-sekolah di Perbatasan Natuna betul-betul sudah menggunakan platform digital untuk proses belajar mengajar dan mendukung proses belajar yang konvensional.

Dengan adanya platform Digitalisasi Sekolah ini bukan berarti proses belajar konvensional tidak berlaku tetapi tetap penting.

Sebab tatap muka antara siswa dengan guru masih menjadi cara yang paling baik dan cara yang paling tepat untuk mendidik anak terutama dalam rangka membentuk karakter siswa,” imbuhnya

Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal dalam sambutanya menyampaikan mengapresiasi atas peluncuran digitalisasi sekolah di Kabupaten Natuna dan sudah meluangkan waktu untuk meninjau proses pembangunan pendidikan di daerah perbatasan di Ujung Utara NKRI.

Sudah berkenan meluncurkan sejumlah program yakni penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan penerapan Digitalisasi Sekolah.

Mendikbud Tandatangani prasasti disaksikan Bupati Hamid Rizal dan FKPD di Gedung Serbaguna Sri Serindit Jalan Yos Sudarso Ranai, Natuna.

Semoga melalui program Digitalisasi Sekolah dan juga perhatian Pemerintah pusat dapat memberikan pengaruh positif bagi kemajuan percepatan pembangunan daerah terutama di bidang pendidikan akan berdampak membawa putra dan putri daerah menjadi SDM yang berkualitas dan berdaya saing, ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Sekjend Kemendikbud Didik Suhardi Platform Digitalisasi Sekolah merupakan terobosan baru didunia pendidikan yang memamfaatkan teknologi dan informasi dalam berbagai aspek pembelajaran.

Kelebihan sistim ini adalah mempermudah proses belajar mengajar siswa dan guru akan mudah mengaskses semua bahan ujian atau jaringan.

” Bukan hanya untuk siswa, guru, kepala sekolah serta seluruh unsur pendidikan dapat mengaskses Digitalisasi Sekolah,” terangnya.

Bahkan kata Didik komunitas guru juga dapat saling bekerjasama membuat materi pembelajaran digital bahan ajar yang sudah dibuat kedalam jaringan untuk digunakan bersama.

Membuat test ujian harian dan melaksanakanya secara bersama lintas sekolah dengan online maupun offline.

Mendikbud disambut Natuna Bupati Natuna dan Kapolres Natuna menuju Gedung Serbaguna Sri Serindit acara peluncuran Digitalisasi Sekolah Rabu (18/09)2019).

Melalui Digitalisasi Sekolah ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berharap, guru dan siswa di Natuna dapat Pemerataan Pendidikan dan mewujudkan konsep pembelajaran pola baru dan kualitas pendidikanya tidak kalah dengan kualitas pendidikan di Pulau Jawa bahkan seluruh Indonesia, tandasnya.

(Red/Pohan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here