Dukung Peningkatan Skala UKM Batam, JNE Gelar Goll..Aborasi Bisnis Online 2021

0
162
JNE Adakan Webinar Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021, Senin, (20/12/2021).(Foto : Humas / Budi)

Batam – Dalam rangka memperingati hari jadi kota Batam yang ke-192 pada 18 Desember 2021, JNE Ngajak Webinar Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online 2021, Senin, (20/12/2021).

Road Show webinar tersebut merupakan rencana rangkaian di 60 kota seluruh Indonesia, JNE Ngajak Online 2021 dimulai pada 26 Januari 2021 di Samarinda dan akan berakhir pada 29 Desember 2021 di Ternate.

Perihal itu, tidak terlepas pandemi yang hampir usai rupanya membuat para pelaku UKM menuntut diri untuk ‘melek’ dan go digital meski usahanya sudah cukup sukses sebelum menjajal penjualan online.

Melalui webinar online ini diharapkan UKM di Indonesia, khususnya di Batam dapat mengembangkan kemampuan bersaing di dunia digital, baik dalam skala nasional dan global.

Gelaran webinar ini dibuka oleh Vivi Nadiyah selaku Branch Manager JNE Batam dan Nara sumber pertama.

Vivi berharap gelaran webinar ini mampu memberikan ilmu menarik bagi para pelaku UKM untuk bisa naik kelas dan go global.

Selain itu tambah Vivi, untuk Mendukung kelancaran bisnis UKM Batam menyambut era endemi JNE mengadakan beragam program promo dan layanan seperti pick up gratis tanpa minimal pengiriman diberlakukan.

” komitmen JNE Batam dalam mendukung UKM yang ada sejalan dengan tagline Connecting Happiness.
Dihadirkannya layanan Am-Pm oleh JNE Batam juga jadi solusi bagi UKM, pengiriman paket dalam kota sehari sampai dengan tarif kompetitif yaitu Rp 7.000/kg saja mendukung kelancaran distribusi pelaku usaha Batam. “kata Vivi

Nara sumber Kedua pegiat UKM yang hadir, Rara Mella Mareta selaku owner Rare Aretha dan Noviana Eka Rahmawati, selaku owner Queenera Handmade turut merasakan dampak dari pandemi COVID-19 yaitu adanya penurunan drastis dari permintaan pelanggan.

Kala itu, operasional kedua pegiat sektor fesyen ini terhambat, permintaan pelanggan bak terjun payung dalam sekejap. Bagaimanapun tantangan ini tak menghentikan keduanya berinovasi. Hal ini membuka mata Mella dan Noviana untuk tetap mampu bertahan dengan sarana digital yang ada.

“Permintaan turun itu pasti, kita tetap branding dan alhamdulillah masih jalan dengan memanfaatkan segala peluang digital. Pertama dengan melakukan revolusi dari segi branding serta melihat grafik dari tren yang ada.”, ujar Mella pada JNE Ngajak Online Kota Batam (20/12/2021).

Forum bagi para UKM ini juga menyadarkan pentingnya diferensiasi bagi para peserta. Mella yang menjajakkan jilbab menekankan pemilihan bahan yang berkualitas baik jadi diferensiasi yang diunggulkan dibandingkan dengan produsen busana muslim lainnya.

“Kuantitas yang kami produksi tidak banyak, eksklusif namun bahannya pasti bagus”, ujar Mella.

Eksklusivitas Rare Aretha menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen yang ada, ditambah Mella yang juga seorang influencer di Instagram, kerap membangun kedekatan dengan belasan ribu pengikutnya.

Baginya, personal branding melalui sosial media adalah nilai plus untuk pemasaran digital.

Noviana selaku owner Queenera Handmade tak kalah mendatangkan insight menarik soal pentingnya menjunjung sustainability dalam bisnis.

“Usaha yang akan bertahan adalah usaha yang punya prinsip sustainability baik pada sistem, produk, dan sebagainya. Saat ini Queenera juga memproduksi parfum, kita gunakan botol yang bisa diisi kembali untuk mengurangi limbah.” ujar Noviana.

Dampak jangka panjang Noviana soal memilih bahan-bahan yang ramah lingkungan dibarengi dengan upaya kolaborasi untuk memperluas pasar produknya. Wanita yang terjun ke dunia fesyen karnaval sejak 2020 ini mulai menjajakkan aksesoris fesyen grande melalui kampanye kolaborasi dengan para desainer ternama.

“Saya berkolaborasi dengan desainer, kami memiliki kerjasama untuk saling branding produk kami. Aksesoris yang saya berikan ke desainer tersebut dikenal juga di luar kota. Kita harus tau dengan siapa kita berkolaborasi.”, ujar Noviana.

Maka, lanjut Novia “Misal kita menjajakkan mainan, bisa berkolaborasi dengan sekolah untuk menjual mainan edukatif, jadi harus tahu ingin berkolaborasi dengan siapa. Di dunia digital kita bisa bekerja sama dengan influencer atau media partner.”, tutupnya.

(red/Budi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here