Menteri Trenggono dan Gubernur Ansar Resmikan Pabrik Pengolahan Ikan PT BIG di Bintan

0
64

Tanjungpinang – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meresmikan pabrik pengolahan ikan milik PT Bintan Intan Gemilang di Jalan Nusantara, Kijang, Kabupaten Bintan, Kamis (14/5/2026).

Peresmian tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sektor hilirisasi perikanan di Provinsi Kepulauan Riau sekaligus mendukung program prioritas nasional di bidang kelautan dan perikanan.

Pabrik baru PT BIG berdiri di atas lahan seluas 3,4 hektare dan saat ini baru memanfaatkan sekitar sepertiga dari total kawasan yang tersedia.

Relokasi operasional dari pabrik lama telah dilakukan sejak enam bulan lalu. Lokasi baru dinilai lebih strategis karena hanya berjarak sekitar satu kilometer dari pelabuhan kontainer.

Dalam sambutannya, Menteri Trenggono menegaskan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ini fokus menjalankan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai upaya memperkuat sektor hulu guna mendorong hilirisasi perikanan nasional.

“Kalau Kampung Nelayan itu jadi, saya jamin kualitas produknya bagus. Itu UPI bisa menyerap. Yang jadi soal sekarang ini bukan hilir kalau di perikanan, tapi pembenahan hulunya belum beres. Maka dari itu pemerintah lagi membenahi sektor hulu melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Trenggono.

Ia juga meminta jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan di daerah agar aktif mendukung dan memaksimalkan program tersebut. Menurutnya, Kepri memiliki peluang besar menjadi daerah unggulan sektor perikanan apabila mampu memanfaatkan program Kampung Nelayan Merah Putih secara optimal.

Selain itu, Trenggono menegaskan kebijakan pemerintah yang berpihak kepada nelayan lokal. Ia menyampaikan arahan Presiden agar hasil tangkapan ikan lebih banyak dikuasai dan dimanfaatkan langsung oleh nelayan daerah.
“Nanti kapal yang dari Jawa itu, pengusaha-pengusaha itu saya stop semua. Yang hanya boleh mengambil langsung ini nelayan. Itu instruksi Presiden. Jadi kalau kita tidak bisa memanfaatkan peluang, maka peluang itu akan lewat. Kampung Nelayan ini peluang besar,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi atas hadirnya pabrik pengolahan ikan PT BIG yang dinilai akan memberikan dampak positif bagi penguatan ekonomi maritim Kepri serta meningkatkan nilai tambah hasil perikanan daerah.

Menurut Ansar, keberadaan industri pengolahan perikanan yang terintegrasi dengan pelabuhan dan kawasan distribusi menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Kepri sebagai salah satu daerah maritim dan sentra perikanan nasional.

“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tentu sangat menyambut baik investasi dan pengembangan industri pengolahan perikanan seperti ini. Kehadiran PT BIG akan membuka peluang penyerapan hasil tangkapan nelayan, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperkuat rantai hilirisasi perikanan di Kepri,” ujarnya.

Ansar juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri untuk mendukung penuh program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas pemerintah pusat agar potensi perikanan di wilayah Kepulauan Riau dapat dikelola lebih optimal dan memberi manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.

“Kepri memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri, kita optimistis sektor ini akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Ansar.

Penulis : Faisal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here