Polisi sedang mengotong Jenazah Tina Sumartini (44) tahun tewas terbujur kaku di kamar kostnya di lorong Bintan, Tanjungpinang, Rabu (17/5).
batamtimes.co , Tanjungpinang – Tina Sumartini (44) tahun ditemukan tewas terbujur kaku di kamar kostnya di lorong Bintan, Tanjungpinang, Rabu (17/5).
Korban pertama kali ditemukan oleh Ani, Pemilik Kos tempatnya tinggal
“Saat saya tanyakan apa sudah makan atau belum dari luar kamarnya, tidak ada jawaban, dan pintu juga tidak dikunci. Seketika saya rerkejut melihat tubuhnya kaku dan lebab dimukanya,” kata Ani.
Kapolsek Tanjungpinang Kota, AKP Edy Supandi belum dapat memastikan penyebab kematian korban.
“Belum tau lagi, apa penyebab saat ini masih kita lakukan visum di RSUD Kota Tanjungpinang,” kata Edy.
batamtimes.co , Tanjungpinang – Pasokan dan mata rantai distribusi masih menjadi penentu harga pangan. Karena itu, pemerintah harus aktif melakukan pemantauan pasokan kebutuhan pangan agar stabilitas harga tetap terjaga.
” Ada beberapa komoditas yang harus terjaga, yakni beras, bawang putih, daging ayam dan sapi, gula, telur, cabe, dan lainnya, bagaimana stok tetap tersedia dan harga tetap stabil “, kata Wakil Walikota (wawako) Tanjungpinang, H. Syahrul, S. Pd , Rabu (17/5).
Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan , kata Syahrul terus memantau dan memastikan harga dan ketersediaan pangan tetap stabil menjelang bulan suci ramadhan dan Idul Fitri.
” Hasil pantauan dari petugas dilapangan, menunjukkan perkembangan harga barang kebutuhan pokok menjelang puasa di beberapa pasar Tanjungpiang masih relatif stabil. Ketersediaan pasokan di distributor cukup dan aman,” tegas Syahrul
Syahrul menjelaskan bahwa kenaikan harga pangan terjadi karena sisi distribusi yang kurang dijaga, dan dimainkan oleh beberapa pihak. Ia pun menjamin bahwa sejumlah stok pangan akan mencukupi selama ramadan dan lebaran, terutama untuk beras.
Sementara itu ,Kepala Bidang Stabilisasi Harga Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Anik Murtiana, SH mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai harga di pasar, warga bisa memantau harga melalui monitor yang ada di pasar baru dan bintan center, disana tertera range harga yang selalu di update.
Ia mencontohkan harga ikan selar tertera harga Rp. 32.000 s.d Rp. 38.000/Kg, harga yang kita patok dari mulai terendah hingga tertinggi, tergantung mutunya, sedangkan beras bulog premium, jikq kita beli di bulog harga masih berkisar Rp. 8.973/Kg, tetapi bila warga beli di pasar akan berlaku menisme pasar, karena beras ini termasuk beras komersil yang dapat di jual di pasar tradisional, tetapi jika dipasaran harganya maksimalnya berkisar Rp. 11.200/Kg, ” jelasnya
Hal senada juga ditegaskan oleh Kepala bidang Perdaganagan, Desy Afriyanti, SE, menurutnya saat ini pihaknya bersama dinas perternakan kemarin sudah turun ke tempat pemotongan ayam, untuk memastikan kondisi pemotongan ayam, selain itu kita juga melakukan pengecekan timbangan yang ada di pasar kota lama dan bintan center, timbangan yang sudah di tera memiliki segel, hal ini demi memberi rasa aman bagi masyarakat.
“Melalui rapat TPID lalu, sesuai arahan pemerintah pusat, bulog dapat menjual daging sapi, tetapi daging sapi beku dengan ketetapan harga Rp. 80 ribu. Dari pantauan kami, sampai harga daging beku yang dijual distribitor masih di bawah harga het yakni Rp. 76 ribu, saat ini bulog sedang persiapan untuk menjual daging beku ke masyarakat,” tutupnya.
Kepala Bagian Pemerintah Sekertariat Daerah Kota Tanjungpinang, Agustiarman.
batamtimes.co , Tanjungpinang – Kepala Bagian Pemerintah Sekertariat Daerah Kota Tanjungpinang, Agustiarman menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau belum memediasi penyelasaian masalah tapal batas Kota Tanjungpinang dengan Pemerintah Kabupaten Bintan.
“Sampai hari ini Provinsi Kepri belum mengundang kita secara resmi, jadi kita masih menunggu dari Provinsi,” tegas Agustiawarman, kepada awak media,Rabu(17/5) sore.
Saat ini, kata Agus, masalah tapal batas sudah disepakati dengan Pemkab Bintan tinggal menunggu persetujuan dari Pemerintah Provinsi Kepri.
“Tetapi yang jelas batas wilayahnya sudah duduk dan sudah kita sepakati. Tinggal lagi nanti tindak lanjut oleh Pak Gubernur Kepri dalam hal ini Biro Pemerintahan untuk menyelesaikan draf Permendagri yang akan kita usulkan ke Mendagri terhadap patok-patok batas wilayah tersebut,” sebutnya.
Saat disinggung masalah perizinan yang selama ini menjadi isu yang berkembang di masyarakat, Agus mengatakan masyarakat tidak perlu bingung masalah itu.
“Kalau misalnya dia masuk ke wilayah Bintan, masyarakat tak usah bingung karna itu akan dilayani secara kependudukan oleh Bintan dan begitu juga yang masuk wilayah Tanjungpinang akan dilayani wilayah Kota Tanjungpinang,” tutupnya.
Pelantikan Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) hari ini Rabu (17/05/17) dilangsungkan di tribun lapangan Karebosi Kota Makassar, Sulsel.
batamtimes.co , Makassar – Pelantikan Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) Rabu (17/05/17) dilangsungkan di tribun lapangan Karebosi Kota Makassar, Sulsel.
hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Gubernur Sulsel H. Agus Arifin Nu’mang, MS, Walikota Makassar Danny Pomanto, perwakilan Pangdam XIV Hasanuddin, Lantamal IV, Kadispora Pemprov Sulsel Sri Endang Sukarsih, sejumlah ormas dan organisasi kepemudaan lainnya.
Dalam sambutannya Ketua Pimpinan Pusat IWO Jodhi Yudono memaparkan tentang bagaimana IWO hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberantas berita hoax atau bohong.
“Kita harus lawan berita hoax melalui gerakan melawan hoax,” ujar Jodhi.
Menurutnya, berita hoax bermula dari obrolan masyarakat yang tidak terkontrol dan bisa mewabah ke seluruh dunia.
Oleh karena itu lanjut Jodhi, IWO muncul sebagai wadah yang bisa mengontrol berbagai obrolan dan keresahan masyarakat agar tidak menjadi berita hoax.
Jodhi juga menyinggung soal kesejahteraan wartawan yang selama ini masih kurang. “Kurangnya kesejahteraan wartawan yang diberikan perusahaan,menjadi salah satu penyebab godaan wartawan di lapangan ,” kata dia.
Dua hal yang menjadi fokus IWO adalah soal kesejahteraan wartawan dan pemberitaan yang profesional secara benar menjadi PR kita bersama.
Di tempat yang sama Wakil Gubernur Sulsel mengapresiasi kehadiran IWO di provinsi Sulsel. Dirinya berharap IWO bisa memberitakan hal-hal yang positif di Indonesia khususnya Sulsel.
“IWO bisa memberi berita yang memang dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Wakil Gubernur.
Lebih lanjut mantan Ketua DPRD Sulsel ini mengungkapkan, seluruh lapisan masyarakat termasuk pemerintahan membutuhkan informasi yang cepat dan akurat. “Informasi harus mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.
Sementara itu Walikota Makassar Danny Pomanto mengungkapkan, IWO adalah sebuah wadah organisasi wartawan yang luar biasa.
“IWO adalah sebuah wadah yang luar biasa dan harus kita dukung bersama,” terangnya.
Danny Pomanto mengucapkan terimakasih dan berpesan agar IWO mampu memisahkan antara pemberitaan fakta dan prasangka.
“Pisahkan antara fakta dan prasangka. Maka IWO akan bermanfaat dan bermartabat. WO akan bermafaat dunia hingga akhirat,” pungkas Walikota disambut tepuk tangan undangan yang hadir.
Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Tanjungpinang mengeksekusi lahan sengketa yang dimenangkan oleh Tan Sui Ching alias Joni seluas 1,2 Ha di Jalan Ir. Sutami depan Pasar Swalayan Bintan 21 Kota Tanjungpinang, Rabu (17/5) pagi.
batamtimes.co , Tanjungpinang – Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Tanjungpinang mengeksekusi lahan sengketa yang dimenangkan oleh Tan Sui Ching alias Joni seluas 1,2 Ha di Jalan Ir. Sutami depan Pasar Swalayan Bintan 21 Kota Tanjungpinang, Rabu (17/5) pagi.
Yus Riana selaku Panitera Eksekusi PN Tanjungpinang yang turun ke lokasi lahan tersebut mengatakan, semua sudah sesuai prosedur karena Tan Sui Ching alias Joni sudah memenangkan perkara di PN Tanjungpinang, Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung (MA).
“Kami melakukan eksekusi ini karena sudah memiliki putusan inkrah (keputusan yang berkekuatan hukum tetap). Semua sudah sesuai Surat Keputusan nomor 19/PDT.G/2012/PN-Tanjungpinang untuk melaksanakan eksekusi ini,” papar Yus dilokasi eksekusi lahan.
Pihak Tan Sui Hok sempat tak terima lahannya di pagar oleh pihak Tan Sui Ching. Ia sempat kesal soal eksekusi itu.
Kuasa Hukum Tan Sui Ching, Indra Kelana, SH membenarkan bahwa kliennya telah memenangkan lahan tersebut.
Tidak hanya itu, saat Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA) kembali dimenangkan oleh Tan Sui Ching.
“Ini sudah sesuai semua dan sudah kami menangkan. Jadi sudah tidak ada masalah lagi,” tegas dia.
Terkait eksekusi lahan yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Klas I Tanjungpinang di simpang tiga Jalan Ir. Sutami tersebut, Tan Sui Hok akan melaporkan ke PN dan MA terkait eksekusi lahan sengketa ini.
“Ini lahan saya, kenapa PN tak ada koordinasi dengan pihak kita, main eksekusi lahan saja,” katanya saat menyaksikan eksekusi lahan.
Sepengetahuan dia, lahan tersebut masih dalam proses Peninjauan Kembali (PK), dan belum keluar keputusannya.
“Saya tidak terima, saya akan laporkan hal ini ke MA,” kesal Tan Sui Hok.
Eksekusi ini sendiri mendapat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian dan TNI untuk mengamankan jalannya eksekusi.
Ratusan nelayan dan mahasiswa yang tergabung dalam Koperasi Pijar Bertuah mendatangi Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Riau,Rabu(17/5) pagi.
Laporan : Budi Arifin
Wartawan Tanjungpinang
batamtimes.co , Tanjungpinang – Kecewa terhadap Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen – KP) yang dianggap merugikan nelayan. Ratusan nelayan dan mahasiswa yang tergabung dalam Koperasi Pijar Bertuah mendatangi Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Riau,Rabu(17/5) pagi.
Ratusan masa ini datang sambil membawa sepaduk ” Tolak Permen KP,”.
Dalam orasinya koordinator aksi Asman mengungkapkan dengan terbitnya peraturan Menteri Kelautan yang melarang nelayan menggunakan alat tangkap ikan yakni pukat hela dan pukat tarik telah mematikan kehidupan nelayan.
“Pemerintah tidak bisa melihat persoalan kaum pesisir, khususnya pemerintah Provinsi Kepri. Gubernur Nurdin harus bisa bersikap jelas dengan penderitaan kaum pesisir/nelayan,” ucapnya sembari membakar semangat pendemo di halaman kantor gubernur Kepri.
Dia meminta kepada gubernur agar membuat regulasi peraturan yang jelas sesuai UU 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah terkait mengeluarkan surat perizinan Alat Penangkapan Ikan (API).
Ratusan nelayan dan mahasiswa yang tergabung dalam Koperasi Pijar Bertuah mendatangi Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Riau,Rabu(17/5) pagi.
“Kita juga minta pemerintah menetapkan zona wilayah penangkapan ikan. pemenuhan kuota BBM subsidi bagi nelayan kecil dan nelayan tradisional,” tutupnya.
Merasa diacuhkan oleh Gubernur Kepri maupun Kepela Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri ratusan nelayan yang berdemo menolak Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) mengancam akan menduduki kantor gubernur.
“Kami sudah minta pejabat untuk menemui kami. Namun satupun tak ada yang mau menemui. Kami harus menduduki kantor Gubernur,” ujarnya lantang.
Namun dengan kesigapan petugas dan kesadaran pendemo, kericuhan dan saling dorong bisa diatasi.
Koordinator aksi meminta agar Kepolisian dapat menghadirkan pejabat provinsi Kepri untuk menemui dan mendengarkan aspirasi Nelayan.
“Jika sampai pukul 12.00 WIB bapak Gubernur dan Kepala Dinas Kelautan tidak datang menemui kami, maka kami akan bergerak menduduki kantor Gubernur,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat ada pejabat Provinsi belum terlihat menemui pendemo.(*)
Orasi Tolak kenaikan TDL Bright Pemko Batam AMPLI demo di kantor Wali Kota Batam.
batamtimes.co , Batam – Aksi unjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Peduli Listrik Kota Batam (AMPLI) Senin (16/5/2017) sudah dimulai sejak pagi hari Pukul 07.00 WIB .
Para demonstran berkumpul di Winner Junction , aksi dimulai dengan melakukan pawai dari simpang Base Camp sampai dengan lapangan Temanggung.
Selanjutnya, aksi Demonstran dari AMPLI berlanjut ke kantor walikota Batam. Untuk aksi demo di kantor Wali Kota Batam berlangsung selama 15 menit, selanjuntya dilanjutkan dengan aksi persis depan kantor Bright PLN Batam, dan berakhir di Gedung Graha Kepri.
Kordum MPLI Said Abdullah Dahlawi mengatakan berbagai elemen masyarakat tergabung dalam AMPLI diantaranya 15 organisasi LSM ,kemudian 6 elemen dari Mahasiswa.Selanjutnya warga yang tingal di wilayah 6 Kecamatan ikut serta.
“untuk organisasi buruh ada dua yang ikut serta yaitu dari dari SBSI Kepri dan FSP Farkes Batam,tujuan mereka ikut serta hanya satu kata melawan kenaiakan tariff listrik Batam 45,4 persen,”katanya
Selain itu, tambah Said, atas peran serta seluruh elemen masyarakat tersebut diucapkan trimakasih kepada segenap komponen yang bergabung dalam aksi jilid 4 AMPLI .
Nasdem yang merupakan Partai Pemerintah juga menolak kenaikan TDL 45 persen.
“Percayalah, sekecil apapun kebaikan yang kita kontribusikan untuk memperjuangkan nasib rakyat banyak, tetap akan memberikan efek yang positif.Terimakasih juga kami haturkan kepada pers yang ikut membantu dalam bentuk pemberitaan.”ucapnya
Sementara itu Nizar Panglima Muda Hulubalang mengatakan, aksi yang dilakukan diikuti oleh 21 LSM yang ada di kota Batam, mulai dari Paten,P4WB, SMS, SPSI, BEM unrika, Nasdem, Gerindra dan Petir.
” semuanya akan kumpul di lapangan temanggung kota Batam, selanjutnya ke kantor walikota batam, dan brigth PLN batam,”kata Nizar.
Nizar, menuturkan tuntutan yang akan disampaikan adalah menagih janji gubernur untuk melakukan revisi Pergub 21 tahun 2017.”Kita juga meminta gubernur untuk meninjau ulang kenaikan TDL, yang sangat menyiksa masyarakat,”kata Nizar.
Ini adalah surat terbuka AMPLI
Terimakasih masyarakat batam
AMPLI singkatan ( _ALIANSI MASYARAKAT PEDULI LISTRIK KOTA BATAM_)
AMPLI merupakan gabungan dari berbagai organisasi Batam yang menghimpun diri untuk satu tujuan; MELAWAN KENAIKAN TARIF LISTRIK BATAM 45.4%
sampai hari ini, organisasi yang terhimpun dalam AMPLI sebagai berikut;
1.MAHASISWA
Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) BEM Unrika. BEM IBNUSINA. BEM Fak. Hukum Unrika. BEM STT IBNUSINA. DEMA STAI IBNUSINA.
2.MASYARAKAT
Taman Raya Kabil. Mediterania. Sagulung. Sei Beduk. Warga Kel. Belian.
Firemen inspect Changi Airport Terminal 2 in the aftermath of the fire. (Photo: AFP)
batamtimes.co , Singapore – Terminal 2 Bandara Internasional Changi di Singapura mengalami kebakaran pada Selasa, 16 Mei 2017 sekitar pukul 17.40 waktu setempat atau sekitar 16.40 waktu Jakarta.
Kobaran api berskala kecil membara di aula kedatangan terminal 2 Bandara Changi, seperti yang dijelaskan oleh Singaporean Civil Defence Force (SCDF) dan dikutip oleh Channel News Asia, Selasa, (16/5/2017).
Kebakaran itu menyebabkan tiga korban sesak napas akibat menghirup asap dan harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, api berhasil dipadamkan menggunakan selang pemadam kebakaran (hose reel jet) yang tersedia tak jauh dari titik lokasi kejadian.
Menurut keterangan resmi bandara, alarm kebakaran aktif pada pukul 17.40 yang disebabkan munculnya asap melalui ventilasi udara. Sedangkan menurut Channel News Asia, titik lokasi kebakaran bersumber dari sebuah gudang penyimpanan di terminal 2.
Sekitar pukul 18.45 waktu setempat (17.45 waktu Jakarta), pihak bandara menjelaskan bahwa situasi telah berhasil dikendalikan dan sebab kebakaran sudah dapat diidentifikasi.
Meski begitu, sejumlah penerbangan harus ditunda dan pengunjung bandara harus dievakuasi akibat insiden tersebut.
Pada pukul 20.10 waktu setempat (19.10 waktu Jakarta), pihak Bandara Changi mengumumkan bahwa terminal 2 tetap ditutup dari segala aktivitas untuk menjamin keselamatan pasca-kebakaran.
Sedangkan aktivitas penerbangan di terminal 2 dipindahkan ke terminal 3 hingga pemberitahuan lebih lanjut.
batamtimes.co , Jakarta -Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menerima sebanyak 1.059 calon mahasiswa baru (camaba) dari jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
“Dari 1.059 camaba yang diterima, sebanyak 209 orang merupakan camaba dari program Bidik Misi,” kata Ketua Tim Penerimaan Mahasiswa Baru ITS Dr Siti Machmudah saat proses daftar ulang bagi camaba di kampus setempat, Selasa.
Dia menjelaskan, total kuota SNMPTN tahun ini hanya 30 persen, turun dibanding tahun lalu yang mencapai 40 persen dari total kuota keseluruhan dari berbagai jalur.
“Jumlah yang diterima dari jalur SNMPTN di ITS ini sedikit dilebihkan, yakni lima persen dari kuota yang disediakan semula sebanyak 1.026 orang,” kata dia,
Alasan dikurangi kouta tersebut, kata dia, adalah untuk mengantisipasi adanya camaba yang mengundurkan diri atau tidak daftar ulang. Sehingga bisa meminimalisasi jumlah bangku kosong dari jalur SNMPTN.
Tahun ini, jumlah terbanyak yang diterima melalui jalur SNMPTN di ITS ada di Departemen Teknik Mesin sebanyak 69 orang, 14 di antaranya dari Bidik Misi.
Tercatat camaba termuda dari jalur ini di ITS adalah Mitha Rabiyatul Nufus dari SMA 1 Komodo, Manggarai Barat, NTT yang diterima di Departemen Statistika. Ia terlahir pada 10 Oktober 2000.
Selain itu, di antara camaba SNMPTN di ITS tahun ini, tercatat sebanyak empat orang merupakan hafiz Alquran (hafal Alquran 30 juz). Keempat hafiz tersebut diterima di Departemen Teknik Mesin, Teknik Material dan Arsitektur.
Sejumlah pengusaha asal Korea Selatan di bawah bendera Sungpoong Construction Co. Ltd sedang menjajaki pembangunan Smelter atau fasilitas pengolahan bauksit menjadi alumina di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri).
batamtimes.co , Lingga – Sejumlah pengusaha asal Korea Selatan di bawah bendera Sungpoong Construction Co. Ltd sedang menjajaki pembangunan Smelter atau fasilitas pengolahan bauksit menjadi almunium di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri).
Untuk membuktikan keseriusannya, rombongan yang dipimpin Chief Executive Officer (CEO), Sungpoong Construction Co. Ltd, Kim In Pil, langsung melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah daerah yang memiliki potensi dan cadangan bauksit di Lingga.
Selain menjajaki rencana pembangunan Smelter, mereka juga tertarik membangun pembangkit listrik dengan memanfaatkan sumber daya air terjun yang melimpah di Lingga. Kebetulan, salah satu perusahaan yang ikut dalam rombongan itu, yakni Chemotech Co. Ltd memiliki keahlian di bidang rekayasa mesin pembangkit listrik dan mesin Smelter.
“Betul, mereka sudah datang ke Lingga dan langsung survey ke beberapa lokasi yang masih punya potensi dan cadangan bauksit. Pada prinsipnya, kita welcome terhadap investasi. Namun, proses dan tahapannya harus dilalui sesuai dengan aturan invetasi yang ditetapkan pemerintah,” ungkap Bupati Lingga, Alias Wello di Jakarta, Selasa (16/5/2017).
Menurut Awe, sapaan akrab Bupati Lingga ini, dalam pertemuannya dengan para pengusaha asal Korea Selatan tersebut, ia menekankan tiga syarat utama jika ingin berinvestasi di Lingga. Ketiga syarat itu, adalah investasi yang pro rakyat, berkontribusi terhadap pendapatan daerah dan mampu menjaga keseimbangan lingkungan.
“Artinya apa, kita ingin investasi yang masuk ke Lingga itu memberi nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Saya ingin mereka bermitra dengan masyarakat, Badan Usaha Milik Daerah, Badan Usaha Milik Desa atau Koperasi,” katanya.
Awe menambahkan, syarat yang diajukannya ke para calon investor yang akan menanamkan modalnya di Lingga itu, merupakan bentuk proteksi dan tanggungjawabnya sebagai pemimpin daerah. Ia tidak ingin sejarah kelam tambang masa lalu, terulang kembali di bumi “Bunda Tanah Melayu” itu.
“Saya tak mau lagi masyarakat pemilik lahan menjual tanahnya dan pada akhirnya jadi penonton di daerahnya sendiri. Tapi, bagaimana membangun kerjasama kemitraan dengan investor. Sehingga mereka ikut menjadi pemegang saham di dalam perusahaan itu,” bebernya.
Saat ditanya berapa nilai investasi yang ditawarkan pengusaha asal Korea itu, Awe mengatakan, masih dalam pembahasan dan menunggu hasil kajian potensi cadangan bauksit yang masih tersedia di Kabupaten Lingga dan sekitarnya.
“Yang namanya bangun Smelter, biaya investasinya pasti di atas Rp5 Triliun. Mereka masih akan datang sekali lagi untuk memastikan data – data potensi yang sudah dimilikinya tidak jauh beda dengan fakta di lapangan. Setelah itu, mereka mengundang Pemerintah Kabupaten Lingga ke Korea untuk melihat performa dan kinerja perusahaannya,” kata Awe.