8.6 C
New York
Saturday, April 4, 2026
spot_img
Home Blog Page 19

Penerima Supersemar Bangga Pak Harto jadi Pahlawan Nasional

0

Penulis adalah Dr. Badri Khaeruman penerima Beasiswa Supersemar, mantan SP2W dan saat ini sebagai Dosen di UIN Bandung.

 

WACANA pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden RI ke-2, Jenderal Besar TNI (Purn) H. M. Soeharto, dalam sepekan terakhir begitu mengemuka dan mendapat sambutan luas di tengah masyarakat. Diberbagai media, terutama media daring, topik ini menjadi perbincangan yang hangat dan penuh emosi kebangsaan.

Sebagai mantan mahasiswa era 1980-an yang beruntung menjadi penerima beasiswa Supersemar, saya menyimak perkembangan itu dengan rasa haru yang mendalam dan kebanggaan yang luar biasa. Saya merasa tergetar, karena akhirnya jasa-jasa besar Pak Harto bagi bangsa dan negara ini diakui secara resmi oleh Negara yang pernah beliau pimpin dengan penuh dedikasi dan disiplin.

Saya masih ingat betul, ketika beliau wafat pada awal tahun 2008, saya terdorong untuk menelusuri kembali jejak pengabdian panjang beliau kepada bangsa. Hasil perenungan dan pengumpulan data itu kemudian saya tuangkan dalam buku “Pak Harto dalam Kenangan: 58 Tahun Mengabdi untuk Bangsa dan Negara” yang terbit pada Juni 2009. Buku itu menjadi bentuk kecil penghormatan saya kepada sosok pemimpin yang membangun bangsa ini dari keterpurukan menuju kemandirian.

Bahkan Presiden ke-7 RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) pun pernah menegaskan bahwa Pak Harto adalah Bapak Pembangunan Nasional yang meninggalkan warisan nyata: mulai dari swasembada pangan, pembangunan infrastruktur, stabilitas ekonomi, hingga kesempatan pendidikan bagi anak bangsa melalui beasiswa Supersemar. Pernyataan Presiden Jokowi itu, sebagaimana pernah dikutip oleh Dr. HM Darmizal MS, menjadi penguat dari keputusan MPR RI tahun 1982, yang menetapkan Pak Harto sebagai Bapak Pembangunan.

Kini, setelah hampir dua dekade penantian panjang sejak kepergian beliau, akhirnya wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Pak Harto menemukan momentumnya. Saya meyakini, ini bukan sekadar penghargaan, melainkan pemulihan sejarah dan peneguhan keadilan moral bagi bangsa ini.

Atas nama para mantan penerima beasiswa Supersemar di seluruh Indonesia, izinkan saya menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, atas kepekaan sejarah dan kebesaran jiwa beliau dalam menatap masa lalu dengan jernih dan menghargai jasa para pemimpin bangsa.

Semoga keputusan beliau untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Pak Harto dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), bukan hanya keputusan politik, tetapi nyata sebagai satu langkah kenegarawanan yang meneguhkan persatuan dan penghormatan terhadap para tokoh yang telah mengukir sejarah besar Indonesia.

Kita semua patut bersyukur dan bergembira. Penganugerahan ini adalah tasyakur bini’mah bagi bangsa Indonesia sebagai upaya menatap masa depan yang lebih adil, lebih beradab, dan lebih berterima kasih kepada mereka yang telah menanamkan fondasi pembangunan bangsa ini.

Sebagai mantan mahasiswa penerima Supersemar yang kini telah menua, kami ingin menggelar doa dan rasa syukur bersama mengenang, menghargai, dan mendoakan Pak Harto dan Gus Dur. Dua sosok berbeda yang sama-sama berjiwa besar dan mencintai rakyatnya.

Dan semoga, kebersamaan dalam rasa syukur ini terus terjalin hingga akhir hayat, sebagai wujud cinta kami pada tanah air dan para pahlawannya.(*)

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Kunjungi Sekolah Indonesia Cairo, Ingatkan Pentingnya 7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia Hebat

0

Kairo – batamtimes.co – Di sela kunjungannya ke Mesir untuk meresmikan Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra di Fakultas Bahasa dan Terjemah, Universitas Al Azhar, Kairo, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyempatkan diri berkunjung ke Sekolah Indonesia Cairo (SIC) pada Jumat siang, 7 November 2025.

Dalam kunjungannya, Mendikdasmen menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap SIC yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi dunia pendidikan Indonesia di luar negeri.
“Saya sangat terkesan dengan SIC ini, sangat bersejarah. Didirikan 11 tahun setelah Indonesia merdeka, yakni tahun 1956, SIC adalah sekolah Indonesia pertama di luar negeri,” ujar Mu’ti.

Ia menjelaskan bahwa berdirinya SIC tidak lepas dari hubungan erat antara Presiden Soekarno dan Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser.
“Bung Karno pikirannya panjang. Beliau sudah memikirkan sejak dulu tentang pendidikan anak-anak Indonesia di luar negeri, khususnya di Mesir,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mu’ti juga mengingatkan kembali pentingnya 7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia Hebat, yaitu: bangun pagi, beribadah, olahraga, makan sehat, rajin belajar, bermasyarakat, dan tidur cukup.
“7 Kebiasaan ini perlu terus dibiasakan dan dibudayakan di kalangan siswa karena sangat membantu membentuk karakter dan kepribadian positif,” tegasnya.

Selain itu, Mu’ti menyoroti pentingnya peran guru dalam proses pembentukan karakter siswa. Menurutnya, guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga berperan sebagai pembimbing dan konselor.
“Perlu kemampuan guru sebagai konselor untuk menghalau adanya anak didik yang terpapar digital terrorism seperti yang terjadi terkait bom hari ini di Jakarta,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan ruang kepada siswa untuk berekspresi dan berpendapat agar mereka dapat mengembangkan ide serta kreativitasnya.

Dalam dialog bersama sivitas SIC, hadir Duta Besar RI untuk Mesir Dr. Lutfi Rauf, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo Dr. Abdul Muta’ali, Atase Perdagangan M. Syahran Bhakti S., Koordinator Fungsi Pensosbud Rahmat Aming Lasim, Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler M. Nur Salim, Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler Agus Hidayatullah, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., serta Kepala Sekolah Indonesia Cairo Priyo Nugroho, S.T.

Diketahui, Sekolah Indonesia Cairo (SIC) menyelenggarakan pendidikan mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA dengan jumlah total sekitar 150 siswa. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum Indonesia dengan tambahan wawasan lokal Mesir.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Indonesia Cairo Priyo Nugroho menjelaskan bahwa SIC telah menerapkan Tujuh Kebiasaan Baik Anak Indonesia Hebat melalui berbagai kegiatan rutin.
“Setiap pagi sebelum pelajaran, seluruh siswa melaksanakan sholat duha dan duhur berjamaah. Selain itu ada kegiatan pembiasaan seperti bermasyarakat setiap Minggu, pentas seni setiap Senin, literasi dan numerasi setiap Selasa, makan sehat bersama guru setiap Rabu, serta olahraga dan permainan tradisional setiap Kamis,” ungkap Priyo.

Kunjungan Mendikdasmen Abdul Mu’ti di SIC ini diharapkan semakin memperkuat semangat pendidikan karakter dan nilai kebangsaan di kalangan pelajar Indonesia di luar negeri.

 

Penulis : Tanto

Motif Asmara Latar Belakangi Pembunuhan Wanita di Gamping Sleman

0

Yogyakarta – batamtimes.co – Pelaku pembunuhan Rosita Istianingrum (38), warga Tegalrejo, Kota Yogyakarta di Dusun Mejing Wetan, Ambarketawang, Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta Selasa pagi 4 November 2025 lalu akhirinya terbongkar.

Tak lain, pelakunya adalah pacar korban bernama Lukas Budi Widodo alias LBW (54) warga Banguntapan, Bantul.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit tersangka nekad melakukan aksi keji membunuh kotban lantaran sakit hati karena cintanya ditolak korban.

“Tersangka mengaku karena sakit hati, cintanya ditolak oleh korban. Mereka dulu pernah menjalin asmara,” ujarnya saat jumpa pers di Mapolresta Sleman, Kamis 6 November 2025.

Menurut Mateus Wiwit, peristiwa pembunuhan terjadi pada Selasa 4 November 2025 sekira pukul 07.00 WIB. Saat itu, kondisi rumah sepi hanya ada korban seorang diri. Sedangkan pembantunya sedang mengantarkan anak korban berangkat sekolah.

“Saat itulah antara tersngka dan korban terlibat cekcok. Korban memukul tersangka ke bagian mulut hingga gigi palsunya terlepas. Tersangka emosi, lantas membanting badan korban ke lantai hingga kepala mengenai lantai dan membenturkannya ke lantai berkali-kali hingga pingsan,” ungkap Mateus Wiwit.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tersangka lantas menggunakan pisau dapur untuk menggorok leher korban ke arah kanan dan kiri berkali-kali.

“Saat melihat darah korban mengucur dilantai pelaku langsung melarikan diri,” terangnya.

Dirinya melanjutkan, hubungan asmara keduanya sudah berlangsung selama 3 bulan yang lalu.

“Tapi korban tidak mau melanjutkan hubungan tersebut. Pelaku mecurigai adanya pria lain,” terangnya.

Ia mengungkapkan, dari hasil olah TKP seperti pengambilan video rekaman CCTV di halaman rumah kontrakan korban. Akhirnya pelakun berhasil diamankan pada Selasa siang di Kecamatan Secang, Magelang.

“Pelaku sudah kita identifikasi kemudian kita tangkap di Secang, Magelang, Jawa Tengah. Saat ditangkap pelaku hampir tidak sadarkan diri karena sudah minum Baygon dan mengalami keracunan,” ujarnya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUH Pidana atau Pasal 351 ayat (3) KUH Pidana dengan ancaman 15 tahun penjara.

Penulis : Tanto

Polisi Tetapkan 8 Tersangka Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi, Termasuk Roy Suryo

0

Jakarta – batamtimes.co –  Kepolisian Daerah Metro Jaya resmi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus penyebaran fitnah dan tuduhan ijazah palsu terhadap Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Salah satu yang ditetapkan sebagai tersangka adalah pakar telematika Roy Suryo.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan, para tersangka terbukti telah menyebarkan informasi palsu dan menyesatkan publik melalui analisis serta metode yang tidak ilmiah. Hal itu disampaikan Asep dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (7/11/2025).

“Para tersangka, termasuk saudara Roy Suryo, menyebarkan fitnah terkait tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Metode dan analisis yang mereka gunakan justru menyesatkan publik,” ujar Asep.

Ia menjelaskan, proses penetapan tersangka telah melalui tahapan panjang, termasuk pemeriksaan terhadap sejumlah saksi ahli. “Ahli yang dilibatkan antara lain ahli pidana, ahli ITE, ahli sosiologi hukum, ahli komunikasi sosial, dan ahli bahasa,” katanya.

Lebih lanjut, Asep menambahkan bahwa gelar perkara dilakukan secara transparan dan melibatkan unsur eksternal seperti Itwasda, Wasidik, Propam, dan Bidkum. “Penyidikan dilakukan secara komprehensif dan ilmiah dengan dukungan pemeriksaan para ahli di bidangnya masing-masing,” jelasnya.

Dalam kasus ini, penyidik juga menyita 723 item barang bukti, termasuk dokumen asli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menegaskan bahwa ijazah Joko Widodo adalah sah dan asli.

“Berdasarkan bukti yang dikumpulkan, penyidik menyimpulkan bahwa para tersangka telah melakukan manipulasi digital terhadap dokumen ijazah serta menyebarkan tuduhan palsu dengan analisis tidak ilmiah,” tegas Asep.

Asep menjelaskan, delapan tersangka tersebut dibagi ke dalam dua klaster. Klaster pertama terdiri dari ES, KTR, MRF, RE, dan DHL. Sementara klaster kedua meliputi RS, RHS, dan TT.

“Untuk klaster pertama dikenakan Pasal 310, Pasal 311, dan Pasal 160 KUHP serta Pasal 27a junto Pasal 45 ayat 4, Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45a ayat 2 Undang-Undang ITE,” jelasnya.

Adapun klaster kedua dijerat dengan Pasal 310 dan 311 KUHP, serta Pasal 32 ayat 1 junto Pasal 48 ayat 1, Pasal 35 junto Pasal 51 ayat 1, Pasal 27a junto Pasal 45 ayat 4, dan Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45a ayat 2 UU ITE.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan tokoh nasional dan menyangkut nama baik Presiden Republik Indonesia. Polisi menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai prosedur dan transparan.

Penulis : Paul

ReJO Apresiasi Polda Metro Jaya Tetapkan 8 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jokowi

0

Jakarta – batamtimes.co -Relawan Jokowi (ReJO) di seluruh Indonesia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri beserta jajaran penyidik atas penetapan delapan orang tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu terhadap Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo.

Ketua Umum ReJO for Prabowo–Gibran, HM Darmizal MS, menilai langkah tegas Polda Metro Jaya tersebut sebagai bukti nyata bahwa hukum masih menjadi panglima di Indonesia.

“Kami, seluruh relawan Jokowi dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote, menyampaikan terima kasih dan penghormatan kepada aparat kepolisian. Walau prosesnya panjang dan melelahkan, akhirnya kebenaran menjadi terang benderang. Kebenaran akan tegak, walau langit runtuh,” ujar Darmizal di Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Dalam keterangan resmi, Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa penyidik telah memeriksa lebih dari 120 orang saksi dan 22 ahli dari berbagai bidang, antara lain ahli hukum pidana, ahli forensik dokumen, ahli digital forensik, serta pakar pendidikan tinggi dari sejumlah universitas ternama di Indonesia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menegaskan, seluruh pemeriksaan dilakukan secara ilmiah, objektif, dan akuntabel.

“Kami melakukan pendalaman berdasarkan bukti autentik dan keterangan ahli. Hasil forensik menunjukkan bahwa ijazah milik Presiden Joko Widodo adalah asli dan sah secara akademik, sesuai data Universitas Gadjah Mada dan instansi pendidikan lainnya,” tegas Ade Ary.

Darmizal menilai, keberhasilan aparat dalam mengurai kasus ini menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap supremasi hukum, terutama di bawah kepemimpinan nasional Prabowo–Gibran.

“Bangsa ini butuh kepastian hukum yang tegak lurus. Kasus tudingan penggunaan ijazah palsu terhadap Presiden Jokowi bukan sekadar serangan terhadap pribadi beliau, tapi terhadap martabat lembaga kepresidenan dan akal sehat publik. Kini terbukti, hukum bekerja bukan berdasarkan opini, tetapi bukti,” katanya.

Lebih lanjut, Darmizal mengingatkan masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak berdasar.

“Kebebasan berpendapat bukan berarti kebebasan memfitnah. Demokrasi yang sehat harus berlandaskan etika dan tanggung jawab,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberanian aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus ini menjadi teladan bahwa negara tidak tunduk pada tekanan opini publik, melainkan berpijak pada kebenaran dan keadilan.

“Kita patut bangga, di tengah derasnya arus disinformasi, aparat kepolisian tetap tegak lurus menjaga integritas hukum. Ini kemenangan moral seluruh rakyat Indonesia — kemenangan akal sehat atas fitnah, kemenangan fakta atas dusta,” tutup Darmizal.

Penulis : Tanto

Suasana Penuh Keakraban Bersama Kejari Natuna Erwin Indrapraja

0
Keterangan : Kejari Natuna bersama sejumlah insan pers foto bersama usai melakukan silaturahmi, Jumat (07/11/2025).

Natuna- Batamtimes.co – Sejumlah wartawan melakukan silaturahmi dengan Kejari Natuna yang baru Dr. Erwin Indrapraja, SH.,MH di Aula Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (06/11/2025) pukul 09.15 WIB.

Perempuan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Gamping, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

0
Keterangan Foto : Warga Dusun Mejing Wetan, Ambarketawang, Gamping, Kabupaten Sleman digegerkan dengan penemuan seorang perempuan bernama Rosita Istianingrum.

Sleman – batamtimes.co –  Warga Dusun Mejing Wetan, Ambarketawang, Gamping, Kabupaten Sleman digegerkan dengan penemuan seorang perempuan bernama Rosita Istianingrum (38), warga Tegalrejo, Kota Yogyakarta, yang ditemukan tewas dengan luka sayatan di bagian leher pada Selasa pagi (4/11/2025).

Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyebut pihak kepolisian tengah menyelidiki dugaan pembunuhan.

“Benar, ada dugaan pembunuhan. Kapolsek Gamping, AKP Bowo Susilo, memimpin langsung olah TKP bersama unit gabungan dari Sat Reskrim Polresta Sleman, Unit Inafis Polda D.I. Yogyakarta, serta Tim DVI Polda D.I. Yogyakarta,” ujar AKP Salamun, Selasa petang.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam posisi terlentang di lantai kamar dengan luka sayatan di bagian leher dan genangan darah di sekitar tubuhnya.

Sebelum kejadian, sekitar pukul 06.30 WIB, saksi bernama Lilis Tariyana yang tinggal bersama korban sempat mengantar anak korban ke sekolah. Saat kembali ke rumah, Lilis mendapati pisau berlumur darah di wastafel dan bercak darah di lantai. Ketika memeriksa kamar korban, ia menemukan Rosita sudah tergeletak bersimbah darah lalu segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gamping.

“Dari hasil olah TKP, petugas menemukan dua bilah pisau dapur dengan bercak darah di atas wastafel serta ceceran darah dari kamar korban menuju dapur,” jelas Salamun.

Ia menambahkan, dari pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kehilangan barang berharga milik korban, seperti handphone, uang, atau perhiasan.

Sementara itu, Kapolsek Gamping AKP Bowo Susilo mengatakan, jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda D.I. Yogyakarta untuk dilakukan otopsi guna memastikan penyebab kematian.

“Langkah-langkah penyelidikan sedang dilakukan, termasuk memeriksa saksi-saksi, mengamankan barang bukti, serta membuka rekaman CCTV di sekitar lokasi,” ungkap Bowo Susilo.

Kasus dugaan pembunuhan ini masih dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku dan motif di balik tewasnya Rosita Istianingrum.

 

Penulis Tanto

Proyek Senilai Rp 1,4 Miliar di Gunungkidul Diduga Tak Melalui Proses Lelang

0

Yogyakarta – batamtimes.co – Proyek pembangunan Rest Area Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta senilai Rp 1,4 Miliar diduga tanpa melalui proses lelang.

Bahkan, dugaan kuat proyek supplier proyek multiyears itu melibatkan anak seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunungkidul.

Hal tersebut diakui oleh Lurah Katongan, Jumawan bersama tim pelaksana kegiatan dan PPK yang menyebut, jika pemilihan supplier bukan dari wilayah lokal karena alasan persyaratan administrasi.

Diketahui anggaran pembangunan Rest Area Kalurahan Katongan turun dua tahap, tahun 2024 senilai Rp 700.000.000 (tujuh ratusan juta rupiah) dan tahun 2025 dengan besaran anggaran yang sama.

Selanjutnya, dari setiap item pekerjaan dipecah menjadi paket kecil di bawah batas nominal wajib lelang. Sehingga pengguna anggaran dengan leluasa dapat melakukan penujukan secara langsung.

Aroma dugaan permainan disinyalir terjadi sejak awal. Sehingga banyak tokoh yang bersuara dan meminta pihak berwajib agar megusut kasus tersebut.

Lurah Katongan, Kapanewon Nglipar, Jumawan menjelaskan, pihaknya tidak menampik informasi yang beredar bahwa supplier bukan warga Nglipar tetapi dari wilayah lain yakni Kapanewon Wonosari.

“Iya mas Aham dari Wonosari dan sudah berjalan sekitar dua tahun ini kita menggunakan perusahaannya,” ungkap Jumawan, belum lama ini.

Terkait pekerjaan Rest Area maupun pemilihan supplier, ia memastikan tidak ada unsur politikn

Namun dirinya mengakui, bahwa Aham yang juga anak Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Gunungkidul, sempat akan dipromosikan di wilayah Katongan, untuk mencalonkan Dewan Provinsi, meski hal itu ia tolak.

Terkait pelaksanaan proyek tanpa melalui proses lelang, Jumawan beralasan, bahwa sebelumnya telah dikomunikasikan dan diperbolehkan oleh pendamping desa. Meski demikian, Jumawan mengatakan tidak mengetahui aturan yang dimaksud.

“Sudah kita konsultasikan ke pendamping desa dan boleh. Mas Moko saat itu pendampingnya, namun sekarang bila tidak keliru pindah ke Wonosari,” jelas Jumawan.

Menanggapi permasalahn tersebut, salah satu mantan Anggota Dewan yang enggan disebut namanya menganggap penyampaian Lurah Katongan sebatas alibi semata.

“Sangat disayangkan proyek sebesar itu justru tidak memberikan dampak pemberdayaan pengusaha lokal, ini harus diungkap,” ucapnya dengan nada tegas.

Terlebih, dia menyampaikan, pekerjaan yang dipecah menjadi paket dengan nominal kecil merupakan salah satu indikasi adanya dugaan permainan.

“Itu cuma modus kuno tekhnik menghindari lelang. Kasuskan saja biar mereka jera,” pungkasnya.

Dikonfirmasi, Aham selaku supplier menyampaikan, bahwa pekerjaan tersebut tidak ada hubungannya dengan pekerjaan orang tuanya sebagai anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul.

“Ini tidak ada kaitannya dengan ketugasan bapak saya selaku Dewan,” jelasnya.

Penulis : Tanto

KPP Natuna Gelar Simulasi CSSR Hadapi Situasi Darurat

0
Keterangan : Personil tim SAR simulasi Collapse Structure Search and Rescue (CSSR) di Halaman Kantor SAR Natuna, Selasa (04/11/2025).

Natuna – Batamtimes.coKantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau menggelar simulasi Collapse Structure Search and Rescue (CSSR) di Halaman Kantor SAR Natuna, Selasa (04/11/2025).

3 Orang Tewas Tertabrak Kereta Api di Sleman

0

Sleman – batamtimes.co – Tiga orang tewas tertabrak kereta api di palang pintu perlintasan kereta api, Prambaman, Kabupaten Sleman, DIY, Selasa 4 November 2025.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.34 WIB itu menyebabkan tiga orang tewas sekaligus dan beberapa korban luka-luka termasuk bayi yang masih berusia dua bulan.

“Benar telah terjadi tiga orang mrninggal dunia akibat tertabrak kereta api Bangunkarta jurusan Jombang-Pasar Senen menabrak satu mobil dan dua sepeda motor di lokasi kejadian (TKP 320 Km 152+5 jalur Hilir),” kata Kasie Humas Polresta Sleman, AKP Salamun kepada wartawan.

Salamun mengungkapkan, korban meninggal dunia terdiri dari pria berinisial GJAG (26) warga Tanjungsari Manis Rengg, pria inisial S warga Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja dan perempuan inisial K juga warga Sorosutan, Umbulharjo.

Sedangkan korban yang mengalami luka-luka, diantaranya OENS (26), selaku sopir mobil Toyota Shyenta, kini dirawat di RS Bhayangkara. SA, buruh harian lepas dari Brebes, Jawa Tengah dalam observasi di RSI Yogyakarta. KMP, perempuan 2 tahun, observasi RSI Yogyakarta.

“Ada juga MA, bayi 2 bulan, observasi RSI Yogyakarta. EAS, perempuan 1 tahun 7 bulan, observasi RSI Yogyakarta. NSA, 26 tahun, seorang ibu rumah tangga, kini dirawat di RS Bhayangkara,” terangnya.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga