8.6 C
New York
Monday, April 6, 2026
spot_img
Home Blog Page 30

BP Batam Tindak Cepat Atasi Gangguan Distribusi Air di Bengkong Pertiwi

0

Batam – Persoalan distribusi air bersih yang dikeluhkan warga Bengkong Pertiwi mendapat respon cepat dari Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, pada Rabu (13/8/2025).

Didampingi Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas, dan Lingkungan Iyus Rusmana serta perwakilan PT Air Batam Hilir, Ariastuty menemui perangkat RT dan warga setempat untuk mendengarkan langsung permasalahan yang terjadi.

Sebagai langkah darurat, BP Batam meminta PT Air Batam Hilir mengirim mobil tangki air ke Bengkong Pertiwi dan menurunkan tim teknis untuk mengecek dugaan kebocoran pipa atau penyumbatan. Pasalnya, distribusi air di beberapa perumahan sekitar berjalan lancar.

“Pengecekan kebocoran atau penyumbatan akan dilakukan pada malam hari, karena pada saat itu tekanan air lebih tinggi sehingga lebih mudah mengetahui titik masalah,” jelas Ariastuty.

Selain solusi jangka pendek, BP Batam juga menyiapkan langkah jangka panjang dengan menambah booster pump di beberapa lokasi. Penambahan ini dinilai penting karena Bengkong Pertiwi berada di wilayah elevasi tinggi sehingga aliran air sulit menjangkau rumah warga.

“Kami akan terus berupaya mengatasi persoalan distribusi air di berbagai wilayah. Sebagaimana komitmen Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam, air bersih harus dapat menjangkau seluruh masyarakat Kota Batam,” tegas Ariastuty.

Penulis : Adi

Polda DIY Gelar Kick Off Gerakan Pangan Murah, Sediakan Beras SPHP dan 500 Paket Sembako

0
Keterangan Foto : Polda DIY resmi menggelar kick off launching Gerakan Pangan Murah.

Yogyakarta – batamtimes.co – Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi menggelar kick off launching Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Kamis (14/8/2025). Kegiatan yang dipimpin Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono ini turut dihadiri Kepala Perum Bulog Kanwil DIY, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, para Pejabat Utama Polda DIY, dan masyarakat umum.

Acara yang terhubung secara daring dengan pusat kegiatan di Mabes Polri tersebut dirangkai dengan penyerahan simbolis bantuan sosial dan peninjauan stan bazar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Di halaman Mapolda DIY, GPM menawarkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp 11.000 per kg atau Rp 55.000 untuk kemasan 5 kg. Selain itu, Polda DIY membagikan 500 paket bantuan sosial berisi sembako kepada warga yang membutuhkan.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menegaskan, GPM merupakan bentuk nyata kepedulian Polri untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Program ini tidak hanya membantu menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, tetapi juga menjadi bentuk sinergi antara Polri, Bulog, dan Disperindag DIY dalam memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi di tengah dinamika harga pasar,” ujarnya.

Respons positif pun datang dari warga. Yuda, seorang driver ojek online asal Semin, Gunungkidul, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini.
“Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, kami bisa membeli beras dan sembako dengan harga lebih terjangkau. Harapannya kegiatan seperti ini terus berlanjut,” katanya.

Cecilia, pedagang UMKM Mandiri yang ikut meramaikan stan bazar murah, juga mengapresiasi langkah Polda DIY.
“Kami para pelaku UMKM sangat terbantu. Selain pendapatan meningkat, produk kami juga lebih dikenal masyarakat luas,” ucapnya.

Sebelum acara kick off, Polda DIY bersama jajaran Polres/Ta telah melaksanakan GPM sejak 7–13 Agustus 2025, dengan total penyaluran beras mencapai 95,47 ton di seluruh wilayah DIY. Program ini akan terus berlanjut hingga 20 Agustus 2025, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah.

Penulis : Tanto

Bea Cukai dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal Senilai Rp 30 Miliar di Jambi

0
Keterangan Foto : Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi

Jakarta – batamtimes.co-  Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama tim gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal dengan nilai total mencapai Rp 30 miliar di Pelabuhan Rakyat Taman Raja, Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Dalam keterangan resminya, Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi menjelaskan, operasi pengawasan yang berlangsung pada 10–12 Agustus 2025 itu mengungkap adanya dua kapal bermuatan tidak sesuai dengan dokumen manifest.

Barang sitaan meliputi tekstil dan produk tekstil (TPT), ballpress berisi pakaian bekas, serta berbagai barang lainnya. Total barang yang diamankan mencapai sekitar 10.000 koli.

“Meski dokumen kapal mencantumkan barang secara resmi, hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara muatan yang dilaporkan dengan barang yang sebenarnya diangkut,” kata Djaka, Rabu (13/8/2025).

Pengungkapan ini berawal dari informasi intelijen mengenai rencana penyelundupan barang impor ilegal melalui jalur laut di wilayah Jambi. Menindaklanjuti informasi tersebut, Bea Cukai berkoordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis (BAIS), TNI, dan Polri sejak awal Agustus 2025.

Pada Minggu (10/8), tim menemukan dua kapal kayu asal Port Klang, Malaysia, yang bersandar di pelabuhan rakyat setempat. Kapal pertama, KLM Airlangga (GT 168), dilaporkan membawa peralatan memancing, penyemprot insektisida, dan barang lain. Kapal kedua, KLM Arya Dwipa Arama (GT 469), melaporkan muatan PVC wallpaper, filing cabinet, dan barang lainnya.

Pemeriksaan di lokasi menemukan muatan berbeda dari dokumen yang dilaporkan. Tim mengamankan delapan anak buah kapal (ABK) dari kedua kapal serta satu koordinator lapangan pelabuhan. Turut diamankan kemudi, GPS, dan dokumen kapal, sebelum kapal disegel di dermaga.

Pada Selasa (12/8), seluruh barang hasil penindakan dimuat ke 89 unit truk wingbox dan dibawa ke Pelindo Jambi dengan pengawalan ketat TNI dan Polri.

“Penyelundupan bukan hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga mengancam industri dalam negeri dan kesehatan masyarakat. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku penyelundupan untuk beroperasi di wilayah Indonesia,” tegas Djaka.

Penulis : Paul

Polda DIY Serahkan Enam Tersangka Kasus Mafia Tanah Mbah Tupon ke Kejati

0

Yogyakarta – batamtimes.co – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY menyerahkan enam tersangka beserta barang bukti kasus mafia tanah dengan korban Tupon Hadi Suwarno atau Mbah Tupon ke Kejaksaan Tinggi DIY pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengungkapkan, kasus ini berawal dari laporan yang dibuat pada 14 April 2025, dengan dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan melalui modus pecah bidang terhadap objek Sertifikat Hak Milik (SHM) milik korban.

Perkembangan perkara ini sebelumnya telah dirilis kepada publik pada Jumat, 20 Juni 2025, di mana penyidik menetapkan enam tersangka yang diduga berperan dalam menguasai tanah korban secara melawan hukum.

“Polda DIY komitmen memberikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat, khususnya dalam hal kepemilikan tanah yang sah secara hukum dengan memberantas praktik mafia tanah,” ujarnya, Rabu 13 Agustus 2025.

Ia melajutkan, penyidik Ditreskrimum Polda DIY telah menyerahkan enam tersangka berikut barang bukti kepada Kejaksaan Tinggi DIY pada 12 Agustus 2025 lalu.

“Dengan demikian, kasus ini selanjutnya menjadi kewenangan jaksa penuntut umum. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan Kami akan terus mengawal proses hukumnya,” ungkap Ihsan.

Dirinya juga mengimbau seluruh masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus penipuan atau penggelapan terkait tanah, serta tidak ragu melaporkan ke kepolisian apabila menemukan indikasi adanya praktik mafia tanah di wilayahnya.

Penulis : Tanto

Tuaipuja Meriahkan Yogyakarta International Dance Carnival 2025 di Titik Nol Kilometer

0
Keterangan Foto : Yogyakarta International Dance Carnival 2025 akan semakin semarak dengan penampilan grup musik folk Tuaipuja di Titik Nol Kilometer, Malioboro, Yogyakarta.

Jakarta – batamtimes.co – Yogyakarta International Dance Carnival (YIDC) 2025 akan semakin semarak dengan penampilan grup musik folk Tuaipuja di Titik Nol Kilometer, Malioboro, Yogyakarta, pada Sabtu (16/8/2025) pukul 16.30 WIB.

Festival berskala internasional ini menghadirkan seniman dari Polandia, Filipina, Korea, Malaysia, Zimbabwe, Kolombia, India, hingga berbagai daerah di Indonesia, menjadikannya ajang pertemuan budaya yang meriah di jantung Kota Pelajar.

Dikenal dengan nuansa musik senja yang sarat filosofi, Tuaipuja yang digawangi Ipay (vokal), Eqy Atmo (gitar), dan Pawicna (drum) akan membawakan empat lagu dari mini album digital Janaka Kamma yang dirilis oleh Nagaswara: Senja Bagai Janji, Petang Esok Bertemu, Hujanlah Hujan, dan Diam Bicaralah. Album tersebut tercatat sebagai mini album digital (EP) pertama yang dirilis oleh artis Nagaswara dan mendapat sambutan positif dari penikmat musik independen.

Tak hanya itu, Tuaipuja juga akan membawakan lagu legendaris Begitu Indah karya Piyu (Padi). Menariknya, sebelum memasukkan lagu tersebut dalam daftar penampilan, vokalis Rival Achmad Labbaika (Ipay) secara langsung meminta izin kepada Piyu, yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI).

“Anak band itu harus beradab dan beretika. Izin langsung atau direct license adalah bentuk penghormatan kepada pencipta lagu. Ini cara kami menghormati musik itu sendiri,” ujar Ipay.

Sebagai anggota AKSI, Ipay menegaskan bahwa menghargai hak cipta bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi budaya yang harus dijaga dalam industri musik.

Tuaipuja mengajak masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya untuk hadir menikmati musik sekaligus merayakan semangat berkarya dengan etika.

Detail Acara:
Hari: Sabtu, 16 Agustus 2025
Lokasi: Titik Nol Kilometer, Malioboro, Yogyakarta
Waktu: 16.30 WIB – selesai
Tiket: Gratis dan terbuka untuk umum

Penulis : Adi

Pertamina Patra Niaga Dorong UMKM Indonesia Menembus Pasar Global di Hari UMKM Nasional

0

Jakarta – batamtimes.co-  Memperingati Hari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Nasional, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk mendampingi pelaku UMKM agar mampu berkembang, berdaya saing, dan menembus pasar global.

Hingga kini, Pertamina Patra Niaga telah membina lebih dari 30.000 UMKM di berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan, fashion, pertanian, hingga industri kreatif. Pendampingan diberikan melalui akses permodalan, pelatihan digital marketing, pengembangan produk, sertifikasi, serta fasilitasi pameran di tingkat nasional dan internasional.

Sejak awal 2025, sebanyak 2.500 UMKM binaan mencatat kenaikan omzet rata-rata 35% per tahun, membuka 5.200 lapangan kerja baru, serta menembus ekspor ke tujuh negara: Malaysia, Singapura, Jepang, Belanda, Papua Nugini, Jerman, dan Australia.

Salah satu kisah sukses datang dari Papua melalui Sasagu, produk pangan lokal berbasis sagu. Herlinda, Founder & Owner Sasagu, mengatakan bahwa produk ini tidak hanya sehat, praktis, dan nikmat, tetapi juga memberdayakan petani lokal.

“Sasagu bukan hanya produk, Sasagu adalah gerakan. Dengan mengikuti UMK Akademi Pertamina, kami ingin memperkuat kapasitas bisnis, memperluas jaringan, dan membawa sagu Papua mendunia,” ujarnya di Jakarta, 13 Agustus 2025.

Sasagu telah menorehkan berbagai prestasi, di antaranya Juara 1 LPDP Business Competition Papua-Maluku, Juara 1 Urban Fest Bank Mandiri, Best UMKM F&B – Digital Creative Entrepreneurship Telkomsel, Juara 2 SIS Berdaya by DANA Indonesia, serta menjadi satu-satunya peserta Indonesia Timur di Led Women MSME Ready to Export Australia Awards 2024. Produk ini juga sudah diekspor ke Papua Nugini, Jerman, dan Jepang.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marchelino Verieza, menegaskan bahwa UMKM adalah motor penggerak ekonomi nasional yang harus didukung secara berkelanjutan.

“UMKM bukan hanya tulang punggung perekonomian nasional, tapi juga wujud nyata kemandirian masyarakat. Kami berkomitmen membangun ekosistem yang membuat mereka tangguh dan berdaya saing di era digital,” ujarnya.

Dalam peringatan Hari UMKM Nasional tahun ini, Pertamina Patra Niaga juga menggelar Festival UMKM Binaan di lima wilayah operasional: Jakarta, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Makassar. Festival ini menjadi ajang promosi, perluasan jaringan, dan kolaborasi lintas sektor bagi pelaku usaha.

Pertamina Patra Niaga berharap, dukungan yang konsisten akan memperkuat kapasitas UMKM, meningkatkan kontribusi mereka terhadap perekonomian daerah, dan membawa produk Indonesia semakin dikenal di pasar internasional.

Penulis : Tanto

Pencuri Beras di Bantul Ditangkap, Ternyata Pelaku Residivis Pencurian Sembako

0

Bantul – batamtimes.co –  Unit Reskrim Polsek Imogiri berhasil menangkap AW (32), warga Semanu, Kabupaten Gunungkidul, DIY, yang diduga terlibat dalam aksi pencurian beras di wilayah Imogiri, Bantul. Pelaku ditangkap setelah terbukti berulang kali mencuri bahan pangan di sejumlah lokasi di Bantul.

Kapolsek Imogiri, AKP Wahyu Elang Tribuana, mengungkapkan bahwa aksi pencurian terakhir terjadi pada Selasa (22/7/2025) sekitar pukul 14.30 WIB di sebuah warung di Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri.

“Kejadian bermula saat korban, B (67), sedang menjaga tokonya. Pelaku datang dengan alasan hendak membeli beras ketan. Setelah korban masuk ke rumah, pelaku kembali ke toko dan mengambil satu karung beras,” jelas Wahyu, Senin (11/8/2025).

Pencurian baru diketahui ketika korban mendapati satu karung beras, seberat 30 kilogram senilai Rp450 ribu, telah hilang. Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV, pelaku diketahui berperawakan gempal, bertato di tangan, mengenakan kaos merah, celana krem, dan mengendarai sepeda motor Suzuki FU hitam.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku saat kembali melakukan pencurian di wilayah Bangunjiwo, Kasihan. AW langsung dibawa ke Polsek Imogiri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil interogasi mengungkap, AW juga terlibat dalam sejumlah pencurian lain. “Pelaku mengakui pernah mencuri satu karung gula pasir seberat 50 kilogram di wilayah Pandak dan Bantul, satu karung beras di Bambanglipuro pada April 2025, serta dua karung beras di Kasihan pada Agustus 2025,” beber Wahyu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Penulis : Tanto

Polres Lingga Ubah 30 Hektare Lahan Tidur Jadi Sentra Jagung Pipil

0
Keterangan Foto : Di bawah kepemimpinan Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, S.H., S.I.K., M.H., jajaran Polres Lingga menginisiasi pengolahan 30 hektare lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif jagung pipil di Desa Bukit Belah.

Lingga –batamtimes.co-  Komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali mendapat apresiasi. Di bawah kepemimpinan Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, S.H., S.I.K., M.H., jajaran Polres Lingga menginisiasi pengolahan 30 hektare lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif jagung pipil di Desa Bukit Belah, Kabupaten Lingga, Sabtu (8/8/2025).

Langkah ini menempatkan Polres Lingga sebagai pionir gerakan ketahanan pangan berbasis masyarakat. Program digelar di lahan milik warga atas nama Sahari, dengan 10 hektare lahan awal telah digarap, sementara 20 hektare sisanya akan dikembangkan bertahap menggunakan sistem pertanian modern yang berorientasi hasil dan ramah lingkungan.

Kapolres Lingga AKBP Pahala Martua Nababan menegaskan, keterlibatan Polri bukan sekadar simbolik.

“Ketahanan pangan adalah fondasi utama bagi stabilitas bangsa. Kami di Polres Lingga berkomitmen untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung kemandirian pangan sebagai bentuk nyata pengabdian kepada negeri,” ujarnya.

Menurutnya, ancaman krisis pangan global adalah persoalan strategis yang memerlukan kolaborasi lintas sektor.

“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa tugas Polri hanya di ranah hukum dan keamanan. Saat ini, kami juga harus hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan program, jajaran Polres Lingga turut mendampingi petani, menyalurkan bantuan pupuk, serta memastikan proses tanam berjalan sesuai prinsip pertanian berkelanjutan. Empat hektare pertama ditanami varietas jagung pipil unggulan berproduktivitas tinggi, sementara enam hektare sisanya menerapkan metode tanam baris berbasis konservasi lahan.

Program ini diharapkan dapat menambah pasokan pangan dan pakan ternak lokal, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Inisiatif ini melibatkan pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat setempat dengan semangat gotong royong.

AKBP Nababan menegaskan bahwa pengolahan 30 hektare lahan ini merupakan komitmen jangka panjang.

“Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Ini adalah tugas seluruh elemen bangsa, termasuk kami di Polri. Kami ingin hadir lebih dekat dengan rakyat, tidak hanya menjaga, tapi juga membangun,” pungkasnya.

Langkah transformatif Polres Lingga ini membuktikan bahwa institusi kepolisian dapat mengambil peran strategis di luar tugas pokoknya, menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi demi masa depan bangsa yang mandiri dan sejahtera.

Penulis : Asma

PWM DIY Dukung Kepolisian Berantas Peredaran Miras di Yogyakarta

0
Keterangan Foto : PWM DIY menyatakan dukungan penuh terhadap langkah kepolisian dalam menangani peredaran miras di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Yogyakarta – batamtimes.co – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menyatakan dukungan penuh terhadap langkah kepolisian dalam menangani peredaran minuman keras (miras) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Miras dinilai menjadi salah satu pemicu utama terjadinya persoalan sosial dan kriminal di masyarakat.

Wakil Sekretaris PWM DIY, Farid Setiawan, menegaskan bahwa masalah miras merupakan persoalan serius yang tidak bisa dibebankan hanya kepada satu pihak. Menurutnya, penanganan efektif membutuhkan sinergi dari seluruh elemen masyarakat.

“Masalah miras tidak bisa hanya diberikan tanggung jawabnya kepada satu pihak. Butuh sinergi dengan semua komponen masyarakat,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).

Farid menilai pemberantasan miras tidak cukup dilakukan hanya dengan mengurangi peredarannya. Edukasi kepada masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput dan lokasi-lokasi tongkrongan, dinilai sangat penting.

“Dengan edukasi, harapannya masyarakat sadar bahwa miras seringkali menjadi sumber masalah. Setiap individu punya tanggung jawab bersama untuk mencegahnya,” katanya.

Muhammadiyah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus menyuarakan pesan moral mengenai bahaya miras. Upaya pencegahan akan dilakukan melalui kerja sama yang lebih luas, melibatkan berbagai organisasi masyarakat (ormas), bukan hanya Muhammadiyah dan Polda DIY.

“Edukasi harus diperluas agar masyarakat benar-benar paham dampaknya,” tegas Farid.

Penulis : Tanto

Polres Bantul Salurkan 1 Ton Beras SPHP di CFD Paseban

0
Keterangan Foto : Satgas Pangan Polres Bantul menyalurkan beras SPHP kepada masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah

Bantul – batamtimes.co – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kepolisian Resor (Polres) Bantul menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) saat car free day (CFD) di Lapangan Paseban Bantul, Minggu (10/8/2025).

Kapolres Bantul, AKBP Novita Eka Sari, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Bantul terhadap stabilitas harga dan daya beli masyarakat. “Hari ini kami mendistribusikan 1 ton beras SPHP dari Bulog untuk dijual kepada masyarakat,” ujarnya.

Beras SPHP dijual sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram. Namun, Polres Bantul memberikan harga lebih murah, yakni Rp12.000 per kilogram, dikemas dalam kemasan 5 kilogram per pak dengan harga Rp60 ribu. Setiap konsumen dibatasi maksimal membeli dua kantong (10 kilogram) demi pemerataan.

“Berdasarkan monitoring di lapangan, harga beras medium di Bantul saat ini berkisar Rp13.000–Rp14.000 per kilogram, sehingga beras SPHP menjadi alternatif termurah,” jelas Novita. Ia berharap program ini membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menekan inflasi pangan di Bantul.

Selain itu, Polres Bantul memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif. “Kehadiran kami di sini juga sebagai bagian dari wujud pelayanan agar masyarakat menerima manfaat dari program pemerintah,” tambahnya.

Salah satu warga, Tanto (52) asal Bambanglipuro, mengaku senang bisa mendapatkan beras lebih murah dari harga pasaran. “Kebetulan lagi olahraga, lihat Polres Bantul jual beras, ternyata harganya memang lebih murah. Ini nilai plus untuk polisi, selain menjaga keamanan, juga membantu masyarakat,” katanya.

Penulis : Tanto.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga