8.6 C
New York
Thursday, May 14, 2026
spot_img
Home Blog Page 678

Ketum RèJO: Kondisi Ekstra Ordinary, Menteri Ganti Channel atau Reshuflle

0

Jakarta – Ketua umum Relawan Jokowi atau ReJO HM Darmizal MS menilai, sebagai presiden yang dipilih oleh mayoritas rakyat Indonesia pada masa dua periode kepemimpinannya, ada perubahan terhadap Joko Widodo.

Menurut Darmizal, pada periode pertama Jokowi lebih banyak action dalam bekerja. Bahkan, tanpa banyak bicara mantan Walikota Surakarta itu langsung pindah frekuensi melakukan reshuflle dengan mengganti menteri yang bekerja lemot dan minim prestasi.

“Presiden Jokowi tidak segan-segan mengganti menteri yang tidak berkompeten dan tangkas dalam bekerja,” kata Darmizal Kamis 9 Juli 2020.

Saat itu lanjut Darmizal, hasilnya terlihat nyata. Pembangunan dalam segala hal terlihat bergerak begitu cepat. Terutama sektor infrastruktur. Hal mana diakui oleh Datok Mahathir Mohammad, Perdana Menteri Malaysia, yang menyebut “untuk pertama kalinya kita tertinggal dari Indonesia dalam pembangunan”.

“Namun pada periode kedua ini, Jokowi lebih lembut dan halus seperti orang Solo yang penuh toto kromo dan ewuh pakewuh. Presiden terlihat lebih ingin mengajak anak buahnya sebagai team work handal punya pandangan dan semangat yang sama, yaitu sense of crisis terhadap keadaan terkini dimasa pandemi Corona yang belum mereda,” ungkap Darmizal.

Alumni Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini menilai, arahan presiden Jokowi atas hal yang sama secara berulang dalam waktu berdekatan, yakni tanggal 18 Juni diunggah 28 Juni dan pengarahan “ganti channel pada 7 Juli” adalah suatu pertanda kuat tidak jalannya arahan pertama. Sehingga Jolowi turun langsung berhadapan dengan pejabat eselon 1 kementerian yang punya dana besar.

“Pidato presiden Jokowi pada 18 Juni dan 7 Juli terasa sebagai lonceng kematian bagi para menteri yang lemot dan minim prestasi. Ungkapan presiden tersebut adalah sinyal kuat atau penegasan perlunya pembantu beliau menciptakan tradisi baru, yaitu mundur atau berhenti sebelum diberhentikan,” tegas Darmizal.

Lebih lanjut dijelaskan Darmizal, seorang menteri sebagai orang yang mengerti dan pelaksana teknis harus lebih peka melihat bahasa tubuh presiden. Menteri, harus responsif tanpa perlu menunggu arahan apalagi perintah.

“Presiden Jokowi telah menjalankan toto kromo ‘ngewongke wong’ atau memuliakan orang. Beliau tidak ingin terkesan grasa grusu untuk memecat menterinya dimasa sulit. Oleh karnanya, sudah semestinya menteri menjawab dengan bijak, budaya tahu diri atau tahu diuntung, yaitu berhenti menjadi beban presiden dan mundur,” tambahnya.

Masih menurut Darmizal, mundur dari jabatan adalah sangat bijak.

“Akan jauh lebih terhormat daripada diberhentikan atau dipecat melalui reshuflle kabinet,” ujar mantan Pimpinan Komisi Pengawas Partai Demokrat ini.

“Berikan kesempatan kepada presiden untuk memilih orang yang lebih kompeten, visioner dan punya terobosan-terobosan yang genuin, karena waktu yang semakin sempit,” urainya.

“Rasanya kok sayang sekali dan ruginya bangsa kita ini. Ada orang yang tidak dikenal sebelum dan setelah diangkat menteri, dapat kehormatan menjadi pembantu Presiden. Namun tidak berprestasi dan berkinerja tidak sesuai harapan”.

Ditambahkan Darmizal, mestinya arahan presiden yang berulang tersebut dijawab dengan kinerja atau menyerahkan kembali jabatannya. Hal itu, dilakukan agar presiden punya waktu lebih cepat untuk memilih orang yang lebih berkompeten kemudian berlari kencang sebagai pembuktian bahwa mereka punya sense of crisis dan sanggup bekerja dengan prestasi.

“Saya sepakat dengan yang disampaikan pengamat politik dan hukum dari Univertas Nasional (Unas) Jakarta, Saiful Anam yang mengatakan bahwa tepat sekali reshufle adalah obat pahit yang manjur bagi Jokowi saat ini,” pungkas pria berdarah Minang ini.

 

(red/Tanto)

BIN Gelar Penyemprotan di Panti Sosial Bina Laras Cipayung

0

Jakarta – Sesuai amanat Undang-undang Nomor 17 tahun 2011 tentang Intelijen Negara, Badan Intelijen Negara atau BIN bertugas melakukan deteksi dan cegah dini berbagai ancaman, termasuk pandemi Covid-19 atau Corona. Kali ini BIN, melakukan sosialisasi, edukasi, serta penyemprotan disinfektan atau dekontaminasi di panti sosial Bina Laras, Harapan Sentosa, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.

“Alhamdulilah, rangkaian kegiatan sosialisasi, edukasi, serta penyemprotan disinfektan di panti sosial Bina Laras, Harapan Sentosa hari ini telah selesai.  Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi dengan sambutan baik dari pengurus panti,” demikian dikatakan juru bicara tim Velox BIN Irga Abdurahman di Jakarta, Kamis 8 Juli 2020.

Dijelaskan Irga, hari ini, tim Velox Pejaten melaksanakan kegiatan dalam rangka menghadapi masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB melalui sosialisasi, edukasi, penyemprotan disinfektan, pemberian bantuan berupa masker dan hand sanitizer kepada pengurus panti sosial Bina Laras.

“Pemilihan panti sosial sebagai sasaran tim Velox Pejaten untuk melaksanakan kegiatan ini disebabkan masih minimnya sosialisasi yang dilakukan mengenai Covid-19 di tempat yang juga potensial menjadi penyebaran virus tersebut,” ujarnya.

Irga menjelaskan, sebelum pemerintah menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional, BIN telah melakukan deteksi dini. Oleh karena itu, sebagai bentuk upaya cegah dini BIN melalui tim Velox melakukan kegiatan dekontaminasi dan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat guna memutus mata rantai Covid-19.

“Adapun kegiatan tersebut telah dilakukan di 3 provinsi di Indonesia, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten,” tuturnya.

Sementara itu, lanjut Irga, selama 5 bulan terakhir, kami dari BIN, dalam hal ini hadir sebagai perwakilan pemerintah telah banyak melakukan berbagai aksi nyata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

“Pelaksanaan dekontaminasi tim Velox Pejaten sudah berlangsung sejak bulan Maret lalu diberbagai lokasi,” jelas Irga.

Masih menurutnya, selama ini kegiatan sosialisasi, edukasi dan dekontaminasi, dilaksanakan di beberapa tempat diantaranya; tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura dan vihara. Fasilitas-fasilitas umum seperti pasar, stasiun, halte dan terminal juga tak luput menjadi sasaran kami.

“Fasilitas sosial lain seperti pondok pesantren, panti asuhan, yayasan sosial seperti yang dilakukan pada hari ini. Rangkaian kegiatan ini sekaligus sebagai upaya persiapan menuju tatanan protokol baru atau new normal seperti yang telah dicanangkan oleh pemerintah,” urai Irga.

Dirinya berharap, pandemi Covid-19 ini segera reda dan berakhir. Kita juga harus siap untuk menjalani tatanan kehidupan baru dimana kita semua bisa kembali beraktivitas, kembali produktif, namun tetap aman dari Covid-19.

“Dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong kita pasti dapat melalui wabah ini,” demikian Irga Abdurahman menjelaskan.

 

(red/Tanto)

Kuasa Hukum: Mestinya Gubernur Papua Barat Dihadirkan dalam Sidang Wahyu Setiawan

0

Papua – Kasus dugaan suap mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan tidak hanya menyangkut penerimaan hadiah atau janji dari politisi PDI Perjuangan Harun Masiku. Akan tatapi, dugaan suap juga terkait penentuan terhadap seleksi calon peserta KPU Provinsi Papua Barat, dimana Wahyu Setiawan sebagai Koordinator untuk wilayah Papua Barat.

Kuasa hukum Wahyu Setiawan, Saiful Anam mengatakan, berdasarkan fakta persidangan Gubernur Papua Barat  Dominggus Mandacan melalui sekretaris KPU Papua Barat Rosa Muhammad Thamrin Payapo telah menyediakan uang dugaan suap sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) yang ditransfer melalui adik Wahyu Setiawan yang bernama Ika Indrayani.

“Kami meminta agar Gubernur Papua untuk dihadirkan dalam persidangan. Karena ia diduga terlibat dalam proses dugaan suap kepada Wahyu Setiawan melalui sekretaris KPU Papua Barat. Patut diduga, uangnya dari Gubernur Papua Barat, tapi kok ia tidak tersentuh,” kata Saiful Anam Kamis 9 Juli 2020.

Pengacara Wahyu Setiawan yang tergabung dalam tim Hukum Tony Akbar Hasibuan & Rekan ini meminta agar Gubernur Papua Barat juga bertanggung jawab atas pemberian uang Rp 500jt kepada Wahyu Setiawan yang menurut sekretaris KPU Propinsi bersumber dari Gubernur.

Senada dengan Saiful Anam, kuasa hukum Wahyu Setiawan lainnya, Fuad Abdullah menyatakan hal serupa.

“Ini agak sedikit aneh, kenapa menurut fakta persidangan dan BAP di KPK uang yang ditransfer oleh sekretaris KPU Papua Barat kan berasal dari Gubernur Papua. Bahkan ditegaskan yang menyediakan uang adalah Gubernur Papua Barat. Tapi kenapa ia tidak dihadirkan di persidangan. Ini kan aneh dan ajaib, sehingga ada fakta persidangan yang terputus,” ujar Fuad.

Diketahui, dalam persidangan pada hari Kamis tanggal 9 Juli 2020 di  PN Tipikor Jakarta, sekretaris KPU Propinsi Papua Barat Rosa Muhammad Thamrin Payapo menarangkan bahwa uang dugaan suap untuk Wahyu Setiawan berasal dari Gubernur Papua Barat Dominggus Damacan.

Jaga Keamanan Aset, BP Batam Teken MoU Bersama Polri dan Polda Kepri

0

Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjalin kerja sama di bidang pengamanan dan penegakan hukum.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman antara BP Batam dan Polri tentang Bantuan Pengamanan dan Penegakan Hukum di Wilayah Kerja Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, yang telah ditandatangani oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dan Asisten Kapolri Bidang Operasi, Irjen. Pol. Herry Rudolf Nahak, pada Kamis pagi (9/7/2020), bertempat di Balairungsari BP Batam, Batam Centre, Batam.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam sambutannya mengatakan, sebagai pemilik lahan di Batam secara utuh, sudah semestinya BP Batam melakukan upaya pengamanan terhadap aset-aset yang dikelola oleh BP Batam.

“Saat ini yang melaksanakan pengawasan dan pengamanan aset BP Batam adalah Direktorat Pengamanan Aset. Namun tentu kami menemukan kendala dan keterbatasan pada setiap kegiatannya, karena wilayah kerja BP Batam ini cukup besar. Maka dari itu, kami membutuhkan dukungan penuh dari TNI dan Polri untuk menjaga aset-aset tersebut,” kata Muhammad Rudi.

Ia melanjutkan, dukungan tersebut dibutuhkan BP Batam karena proses pembangunan ke depan akan terus dilakukan, sebagai sarana penunjang kegiatan penanaman modal dan investasi di Batam.

“Sesuai amanat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, BP Batam diberikan tugas untuk meningkatkan nilai investasi di Kota Batam. Kami menargetkan pada tahun 2020 ini, investasi yang masuk ke Batam mencapai USD 1 Milyar. Tentunya, jika Batam ingin menjadi Kota Investasi, maka seluruh fasilitas yang dibutuhkan oleh oleh investor wajib kami selesaikan,” ujar Muhammad Rudi.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Kapolri Bidang Operasi Irjen. Pol. Herry Rudolf Nahak, menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan pengamanan dan penegakan hukum di wilayah kerja BP Batam.

“Kegiatan ini adalah upaya strategis dari BP Batam untuk menghadapi tantangan ke depannya, karena Batam menargetkan nilai investasi yang cukup besar. Tentunya diperlukan kondisi keamanan yang baik, guna memperlancar kegiatan berusaha di Batam,” kata Irjen Herry Rudolf Nahak.

Lebih lanjut, Irjen. Pol. Herry Rudolf merinci ruang lingkup yang tertuang pada Nota Kesepahaman, antara lain pertukaran data dan/atau informasi, bantuan pengamanan, penegakan hukum, peningkatakan kapasitas dan pemanfaatan SDM, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta bidang-bidang lainnya yang disepakati kedua belah pihak.

Usai penandatanganan Nota Kesepahaman, dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BP Batam dengan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) tentang Pelaksanaan Bantuan Pengamanan dan Penegakan Hukum di Wilayah Kerja Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, yang ditandatangani oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dan Kapolda Kepri, Irjen. Pol. Aris Budiman.

Kedua perjanjian tersebut nantinya akan digunakan sebagai payung hukum bagi satuan kepolisian untuk menindak tegas oknum-oknum yang melanggar peraturan, dengan cara merusak aset-aset BP Batam.

Turut hadir dalam acara penandatanganan, Plt. Gubernur Provinsi Kepri yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi Kepri, Syamsul Bahrum; Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto, Danlantamal IV Tanjung Pinang Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto; Kakamla Zona Maritim Barat Bakamla, Laksma Bakamla Eko Murwanto; Danrem 033/Wira Pratama Kolonel Inf Harnoto; Karo Kerma KL Sops Polri Brigjen Polisi Drs Komarul Zaman, Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol Yerry Oskag; Kapolresta Barelang, Danlanud Batam, dan jajaran TNI Polri lainnya, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam Sudirman Saad, dan Direktur Pengamanan Aset BP Batam Brigjen Pol Moch. Badrus.

 

 

(red/BP Batam)

Kepala BP Batam: Walau Pandemi Covid, Investasi di Batam Berada pada Tren Positif

0

Batam- Nilai investasi di Batam selama kurun waktu 5 tahun terakhir masih berada pada tren positif, dan meskipun saat ini tengah mengalami pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, saat menjadi pembicara dalam web seminar (webinar) yang diselenggarakan oleh Singapore Business Federation (SBF) serta KADIN Komite Singapura, pada Selasa (7/7/2020) siang.

Muhammad Rudi menyampaikan, jumlah perusahaan PMA dan PMDN yang memiliki ijin Angka Pengenal Impor Produsen (API-P) dan Ijin Usaha Kawasan yang tercatat di BP Batam adalah 1.309 perusahaan dengan total pekerja 169.265 karyawan.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menambahkan, dari 10 negara yang paling banyak menanamkan modalnya di Batam, Singapura masih mendominasi di posisi pertama dengan nilai investasi kurun waktu 5 tahun terakhir lebih dari 1,2 juta USD. Disusul oleh Hongkong, Malaysia, Australia dan Perancis.

“Selama masa pandemi ini, kami informasikan bahwa industri di kota Batam tidak mengalami lockdown sehingga kegiatan masih berjalan normal meskipun kami menerapkan dan mengawasi sistem protokol kesehatan dimasing-masing perusahaan di Batam,” kata Muhammad Rudi.

Duta Besar RI untuk Singapura, I Gede Ngurah Swajaya, juga turut menjadi pembicara dalam webinar tersebut.

Dalam pemaparannya, Duta Besar RI untuk Singapura, mengatakan, Asia merupakan kawasan yang diincar untuk peningkatan produktivitas manufaktur. Dengan dukungan SDM dan SDA yang dimiliki, Indonesia berkontribusi 40% pasar di Asia.

Selain itu, kata I Gede Ngurah Swajaya, berdasarkan penelitian Morgan Stanley, Indonesia termasuk dalam kelompok kedua pada percepatan pemulihan ekonomi pasca Covid-19 setelah RRT.

Lebih Lanjut, Ngurah Swajaya mengatakan, saat ini Indonesia telah melakukan pengembangan 108 industri yang didukung atas teknologi industri. Untuk mendukung usaha tersebut, pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Bank Indonesia akan melakasanakan Investmant Day untuk menarik minat investor.

“Dengan keadaan politik yang stabil dan letak geografis yang sangat menguntungkan, Batam dinilai sangat ideal untuk pengembangan industri manufaktur,” ujar Dubes Indonesia untuk Singapura, I Gede Ngurah Swajaya.

Selain menghadirkan Duta Besar RI untuk Singapura dan Kepala BP Batam, webinar juga menghadirkan Executive Director of Singapore Business Federation Mr. Thian Tai Chew dan Ketua KADIN Komite Singapura Dr. Michael Goutama.

Webinar ini bertujuan untuk menginformasikan perkembangan investasi dan peluang investasi Batam ke depan, serta perkembangan pandemic Covid-19 di Batam.

 

 

(red/BP Batam)

Percepatan Belanja Anggaran Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo kembali meminta jajarannya untuk mempercepat belanja pemerintah untuk menggerakkan perekonomian. Kuartal ketiga tahun ini akan menjadi kunci bagi upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi. Hal itu disampaikan Presiden dalam rapat terbatas pada Selasa, 7 Juli 2020, di Istana Negara, Jakarta.

“Saya sekarang ini melihat belanja kementerian itu harian. Naiknya berapa persen. Harian, saya lihat betul sekarang. Karena memang kuncinya di kuartal ketiga ini. Begitu kuartal ketiga bisa mengungkit ke plus (pertumbuhan ekonomi), ya sudah kuartal keempat lebih mudah, tahun depan insyaallah juga akan lebih mudah,” ujarnya.

Menurutnya, belanja pemerintah menjadi penggerak utama bagi perekonomian di tengah pandemi saat ini. Maka itu, Presiden meminta agar regulasi yang berkaitan dengan belanja pemerintah tersebut dapat lebih disederhanakan sesuai dengan kebutuhan di masa yang membutuhkan upaya luar biasa ini.

“Saya minta semuanya dipercepat, terutama yang anggarannya besar-besar. Ini Kemendikbud ada Rp70,7 triliun, Kemensos Rp104,4 triliun, Kemenhan Rp117,9 triliun, Polri Rp92,6 triliun, Kementerian Perhubungan Rp32,7 triliun,” kata Presiden.

Lebih jauh, Kepala Negara meminta jajarannya untuk bekerja berdasarkan konteks krisis dan tidak seperti dalam keadaan normal biasa. Selain itu, pembelanjaan pemerintah juga harus mengutamakan produk-produk yang ada di dalam negeri.

“Misalnya di Kemenhan, bisa saja di DI (Dirgantara Indonesia), beli di Pindad, beli di PAL. Yang bayar di sini ya yang _cash, cash, cash_. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), beli produk dalam negeri. Saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini,” tuturnya.

“Saya kira belanja-belanja yang dulu belanja ke luar, direm dulu. Beli, belanja, yang produk-produk kita. Agar apa? Ekonomi kena _trigger_, bisa memacu _growth_ kita, pertumbuhan (ekonomi) kita,” imbuh Presiden.

Terkait dengan kebutuhan medis, Presiden Joko Widodo mengungkap bahwa saat ini sejumlah kebutuhan medis untuk penanganan pandemi Covid-19 telah mampu diproduksi di dalam negeri. Di antaranya ialah stok obat, alat uji PCR, hingga alat uji cepat Covid-19.

“Jangan ada lagi beli yang dari luar apalagi hanya masker, banyak kita produksinya. APD (alat pelindung diri) 17 juta produksi kita per bulan. Padahal kita pakainya hanya kurang lebih 4 sampai 5 juta (unit). Hal-hal seperti ini saya mohon Bapak/Ibu Menteri, Pak Sekjen, Pak Dirjen, tahu semuanya masalah dan problem yang kita hadapi,” ucapnya.

Menutup arahannya, Kepala Negara sekali lagi mengingatkan jajarannya untuk dapat bekerja luar biasa melebihi apa yang telah dilakukan sebelum-sebelumnya. Sejumlah hal menurutnya masih harus terus diperbaiki dan ditingkatkan pelaksanaannya untuk kebutuhan masyarakat luas.

“Jangan sampai menganggap kita ini masih pada situasi biasa-biasa saja. Saya melihat stimulus ekonomi ini belum (tuntas), bansos sudah lumayan, kesehatan masih perlu dipercepat, stimulus ekonomi baik untuk yang UMKM maupun yang tengah dan gede, belum (tuntas),” ujarnya.

 

(red/setpres)

Dua tambahan pasien covid – 19 dari pencaker asal luar daerah

0

Batam- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) merilis dua tambahan pasien Covid-19, Rabu (8/7/2020). Dua pasien tersebut merupakan pendatang yang hendak mencari kerja (pencaker) di Batam.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Muhammad Rudi mengatakan, tambahan pasien tersebut merupakan hasil pemeriksaan swab oleh tim analis Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam. “Dua pasien baru merupakan laki- laki warga pendatang yang hendak mencari kerja,” ujar Wali Kota Batam tersebut, Rabu (8/7/2020).

Adapun dua pasien tersebut yakni IS (32), beralamat sementara di kawasan perumahan Jalan Bunga Mawar Baloi, Lubukbaja. Pasien ini merupakan kasus baru Covid-19 nomor 247 Kota Batam. Berdasarkan hasil wawancara tim Gugus Tugas, bersangkutan sebelumnya berdomisili di Surabaya Jawa Timur dan kemudian pindah ke Batam sejak tanggal 23 Juni 2020 yang lalu guna mencari pekerjaan, namun menurutnya hingga saat ini belum mendapat pekerjaan.

“Pada tanggal 03 Juli 2020 yang bersangkutan memeriksakan diri ke RS Budi Kemuliaan Batam untuk melakukan RDT secara mandiri guna keperluan memenuhi persyaratan penerbangan ke Jakarta dengan hasil reaktif,” ujar Rudi.

Mengingat hasil RDT tersebut, kata dia, pihak Rumah Sakit Budi Kemuliaan menyerahkan pemantauan dan penanganannya ke Puskesmas Lubukbaja sesuai dengan domisili tempat tinggal yang bersangkutan. Kemudian oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Puskesmas Lubukbaja yang bersangkutan dievakuasi ke rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang guna melaksanakan karantina.

“Selanjutnya pada tanggal 4Juli 2020 dilakukan pengambilan swab tenggorokon terhadap yang bersangkutan di mana hasilnya diperoleh pada hari ini dengan terkonfirmasi positif,” ujarnya.

Kemudian, pasien kedua, AM (18), beralamat sementara di kawasan perumahan Kaveling Kamboja, Sagulung, merupakan kasus baru Covid-19 nomor 248 Kota Batam. Yang bersangkutan mengatakan bahwa sebelumnya berasal dari Kota Bagan Batu, perbatasan Provinsi Riau dan Provinsi Sumatera Utara di mana sejak Maret 2020 pindah ke Batam guna mencari pekerjaan.

“Semenjak di Batam yang bersangkutan mengatakan tinggal di rumah saudaranya. Pada tanggal 4 Juli 2020 yang bersangkutan memeriksakan diri ke Klinik Medilab Batam untuk melakukan RDT secara mandiri guna keperluan memenuhi persyaratan panggilan pekerjaan oleh salah satu perusahaan yang ada di Batam dengan hasil reaktif,” kata dia.

Mengingat hasil RDT tersebut, Rudi mengatakan, pihak Klinik Medilab menyerahkan pemantauan dan penanganannya ke Puskesmas Sungai Langkai sesuai dengan domisili tempat tinggal pasien.

Kemudian oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Puskesmas Sungai Langkai yang bersangkutan dievakuasi ke rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang guna melaksanakan karantina.

“Pada tanggal 05 Juli 2020 dilakukan pengambilan swab tenggorokon terhadap yang bersangkutan, hasilnya diperoleh pada hari ini dengan terkonfirmasi positif,” ujarnya.

Rudi mengungkapkan, kondisi dua pasien ini dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, serta saat ini telah ditempatkan di ruang perawatan di rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang, Kota Batam.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan terhadap seluruh klaster yang ada, masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster yang ada maupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun impor.

“Apalagi masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan dan imbauan pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19,” kata dia.

Untuk itu, Rudi kembali mengimbau masyarakat Kota Batam untuk kemaslahatan bersama agar tetap mengikuti anjuran Pemerintah, menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. “Yang terpenting, gunakan masker jika terpaksa keluar rumah serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur serta istirahat yang cukup,” kata Rudi.

Jumlah Pasien Covid-19 Batam

RS di Batam

Positif 247 orang
Sembuh 202 orang
Meninggal 11 orang
Perawatan 34 orang

Catatan* Satu pasien meninggal dipindah pencatatan ke Kabupaten Lingga

Sumber: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam

Ini jadwal pencairan BST tahap III

0

Batam – Keluarga penerima manfaat (KPM) dapat mencairkan bantuan sosial tunai (BST) tahap III mulai Rabu (8/7/2020).

Sebanyak 18.033 KPM bisa datang ke kantor pos sesuai jadwal yang ditetapkan per kelurahan. Sedangkan penyaluran kepada 3.881 KPM dilakukan secara non tunai dengan transfer ke rekening Bank BNI dan BRI.

“Untuk KPM yang pencairannya melalui Kantor Pos, bisa langsung mendatangi kantor pos yang telah ditentukan pada waktu sesuai jadwal,” tutur Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad di Batam Centre, Rabu (8/7).

Pencairan BST tahap III ini akan berlangsung selama sepekan, sampai 14 Juli mendatang. Seperti pencairan tahap I dan II, warga cukup datang ke lokasi yang ditentukan dengan membawa KTP dan kartu keluarga (KK) asli serta fotokopi.

“Jangan lupa untuk datang dengan mengenakan masker. Dan tetap berlakukan jaga jarak selama di lokasi. Waktu pembayaran antara pukul 08.00-16.00. Estimasi per hari bisa melayani 500 KPM,” tuturnya.

BST ini merupakan program Kementerian Sosial RI. Penerima BST ditetapkan oleh Kemensos berdasarkan data penduduk miskin di daerah.
Penerima sudah didata by name by address.

Jumlah yang akan diterima masih sama seperti dua tahap sebelumnya yaitu Rp600 ribu per KPM.
Adapun jadwalnya adalah sebagai berikut:

 

Ini nama 11 Pati Polri memperoleh kenaikan pangkat

0

Jakarta – Upacara Kenaikan Pangkat dalam golongan Pati Polri oleh Bapak Kapolri, Rabu (8/7/2020). Upacara itu dilaksanakan di Rupattama Mabes Polri.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, terdapat 11 Pati Polri yang memperoleh kenaikan pangkat dengan perincian 9 Kombes mendapat kenaikan pangkat menjadi Brigjen Pol dan 2 Brigjen Pol mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Irjen Pol.

“Perihal itu sebagaimana yang tertuang dalam Surat As SDM Kapolri Nomor : B/872/VII/KEP./2020/SDM,”katanya

Sebelum upacara dimulai para peserta terlebih dahulu melaksanakan Rapid Test pengecekan Covid-19 dan tetap mempedomani protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan

Adapun daftar nama Pati Polri yang mendapatkan kenaikan pangkat sbb :
1. Irjen Pol Drs. Bambang Rudi Pratiknyo, S.H., M.M, M.H. sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama TK. I Sespim Lemdiklat Polri;
2. Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, S.I.K. sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama TK. I Sespim Lemdiklat Polri;
3. Brigjen Pol Drs. Ruslan, S.H., M.H. sebagai Karorenmin Baharkam Polri;
4. Brigjen Pol Drs. Adi Cahyo Hurip Mulyono, S.H., M.Si. sebagai Karorenmin Bareskrim Polri;
5. Brigjen Pol Monang Situmorang, S.H., M.Si. sebagai Kepala BNNP Papua Barat;
6. Brigjen Pol Muhammad Arief Ramdhani, S.I.K. sebagai Kepala BNNP Maluku Utara;
7. Brigjen Pol Drs. Aries Syarief Hidayat, M.M. sebagai Karobekum Slog Polri;
8. Brigjen Pol Drs. Dody Marsidy, M.Hum., CfrA. sebagai Kepala Satuan Manggala Institut Pemerintahan Dalam Negeri;
9. Brigjen Pol Drs. Herman Sikumbang sebagai Kepala Satuan Bina Pelatihan Institut Pemerintahan Dalam Negeri;
10. Brigjen Pol Drs. Moh. Hendra Suhartiyono, M.Si. sebagai Karo PID Divhumas Polri;
11. Brigjen Pol Iman Wahyudi, S.I.K., M.H. sebagai Kepala Unit Penindakan Hukum Bakamla RI.

 

(red/Mabes Polri)

Walikota Batam perintahkan tiga SMP negeri di Kecamatan Bengkong menambah rombel tahun ajaran 2020/2021

0

Batam- Wali Kota Batam, Muhammad Rudi perintahkan tiga SMP negeri di Kecamatan Bengkong menambah rombongan belajar (rombel) pada tahun ajaran baru 2020/2021. Tujuannya untuk menampung calon siswa yang tertolak dari sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) daring karena alasan jarak. Adapun tiga SMP yang berlokasi di Kecamatan Bengkong yaitu SMPN 4, SMPN 30, dan SMPN 62.

“PPDB untuk SMP ini sudah selesai minggu lalu, tapi masih banyak yang tak tertampung. Kondisi ekonomi masyarakat sekarang masih susah. Maka kita ambil kebijakan agar sekolah bisa menerima mereka. Rombel akan ditambah, anak akan diterima. Tapi karena ada batas kemampuan sekolah, maka akan dipecah,” tutur Rudi usai pertemuan dengan orang tua calon murid SMP Kecamatan Bengkong di SMPN 4, Rabu (8/7).

Selain menambah rombel, Rudi juga perintahkan sekolah untuk memaksimalkan jumlah siswa per rombel. Sehingga jumlah siswa yang tertampung bisa semakin banyak.

“Kepala sekolah sudah siap. Jadi hari ini Bapak Ibu sudah bisa pulang dengan tenang. Meskipun Covid-19, anak Bapak Ibu bisa masuk negeri. Dan terkait seragam, saya sudah sampaikan ke sekolah-sekolah, agar bagi yang tidak mampu tak perlu pakai seragam baru dulu. Tapi kalau mampu silakan,” ujarnya.

Setelah pertemuan, orang tua dipersilakan bubar. Berdasarkan pengumuman yang disampaikan pihak sekolah, nantinya orang tua akan dihubungi satu per satu. Informasi mengenai anaknya diterima di sekolah mana, akan disampaikan melalui telepon.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan dari data di sistem PPDB daring, terdapat 356 calon siswa SMP negeri di Bengkong yang tak terakomodir. Namun jumlah tersebut belum dikurangi calon siswa yang mungkin sudah mendaftar ke sekolah swasta.

“Dari 356 itu mungkin ada yang sudah beralih ke sekolah swasta. Kita belum tahu, itu yang belum terdata di kita. Tapi atas kebijakan Pak Wali, diupayakan bisa diterima semua. Namun dengan catatan, jangan pilih-pilih sekolah tertentu. Pokoknya anak sekolah, di sekolah negeri,” kata Hendri.

Adapun dari hasil pembahasan bersama kepala sekolah, total ada tambahan enam rombel baru di tiga SMP tersebut. Rinciannya yaitu SMPN 4 akan menambah satu rombel, SMPN 30 bisa tambah dua rombel, dan SMPN 62 tambah tiga rombel.

“Tambahannya enam rombel, tiap rombel 40 siswa, berarti bisa menampung 240 siswa. Kemudian rombel yang sudah ada sebelumnya juga dimaksimalkan,” ujarnya.

Hendiri merinci di SMPN 4 membuka sembilan rombel di luar rombel tambahan. Tiap rombel tadinya berisi 36 dimaksimalkan menjadi 40 siswa. Berarti ada tambahan 36 siswa. Kemudian di SMPN 30 membuka delapan rombel. Dengan memaksimalkan jumlah siswa, artinya bisa menambah 32 siswa.

“Insya Allah semua bisa terakomodir, dengan catatan tidak memilih sekolah,” tegasnya.

Atas kebijakan dari Wali Kota Batam tersebut, orang tua calon siswa pun mengaku lega. “Alhamdulillah anak kami bisa diterima,” tutur warga Bengkong Swadebi yang mendaftarkan anaknya ke SMPN 30.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga