8.6 C
New York
Sunday, May 3, 2026
spot_img
Home Blog Page 782

Lampu Hias Dataran Engku Hamidah Perindah Jalan Raja Haji Fisabilillah

0

Batam- Lampu hias Dataran Engku Hamidah diresmikan, Selasa (17/12) malam. Ikon baru yang berlokasi di depan Hotel Green Rose Jalan Raja Haji Fisabilillah ini diharapkan menjadi daya tarik baru di Kota Batam.

“Kita berharap tidak hanya sekadar menghias kota, tapi juga bisa menjadi daya tarik baru wisata Kota Batam. Jadi tempat selfie (swafoto) bagi anak muda atau wisatawan,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Engku Hamidah adalah pemegang regalia Kerajaan Riau Lingga. Antara lain cogan, terompet nafiri, dan jubah kebesaran. Regalia ini merupakan alat untuk melantik orang-orang besar saat itu.

“Jadi begitu pentingnya peran seorang Engku Hamidah dalam perjalanan sejarah Provinsi Kepulauan Riau. Itu juga yang membuat makam Engku Hamidah di Pulau Penyengat banyak dikunjungi orang penting. Maka diabadikanlah namanya sebagai nama dataran di sini,” tuturnya.

Amsakar menjelaskan, Engku Hamidah merupakan putri Raja Haji Yang Dipertuan Muda Riau IV. Karena ia seorang perempuan, tak mungkin untuk melanjutkan kepemimpinan di kesultanan Riau-Lingga ketika itu. Namun ia tetap memegang peranan penting di kesultanan.

“Secara silsilah, Engku Hamidah ini ada darah sultan, dan ada darah Yang Dipertuan Muda. Sehingga bisa disebut Raja Hamidah atau Engku Hamidah,” cerita Amsakar.

Di Batam, sudah lebih dulu dikenal Dataran Engku Putri. Berlokasi di lingkungan Kantor Wali Kota Batam, lapangan ini menjadi alun-alun termpat berbagai kegiatan masyarakat.

Engku Putri dan Engku Hamidah, sambung Amsakar, adalah orang yang sama. Engku Putri merupakan nama timang-timang atau nama kecil dari Engku Hamidah.

“Mungkin ini yang belum banyak orang tahu. Makanya nanti di Dataran Engku Hamidah ini juga akan dibuat semacam tulisan sinopsis singkat atau story telling tentang sejarah Engku Hamidah atau Engku Putri ini. Itu menyusul nanti,” kata dia.

Pembangunan Dataran Engku Hamidah ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA). Kepala Dinas BMSDA Batam, Yumasnur mengatakan sesuai arahan Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Dataran Engku Hamidah ini akan ditata menjadi tempat masyarakat berkegiatan.

“Ruas jalan dari flyover sampai Simpang BNI kan tahun ini secara umum sudah selesai dilebarkan badan jalannya. Tinggal yang kurang-kurang kelengkapan jalannya. Lahan kosong, buffer zone yang ada kita manfaatkan untuk taman. Kita hiasi dengan lampu-lampu. Supaya tidak siang saja yang menarik untuk pengunjung tapi juga malam hari. Ke depan akan dikembangkan taman di Dataran Engku Hamidah ini,” paparnya.

Lampu hias bertuliskan “Dataran Engku Hamidah” ini juga hadir karena keinginan Wali Kota agar ada penamaan di setiap lokasi. Sebelumnya lampu-lampu hias serupa juga sudah dibuat di Lubukbaja, Sungai Jodoh, Bundaran Tuah Madani, dan flyover Laluan Madani.

BUMN Watch Minta Erick Thohir Terima Masukan dari Manapun

0

Jakarta – Mentri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir diharapkan bisa menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai pihak agar 142 perusahaan pelat merah yang komandaninya bisa memberikan keutungan besar bagi negara.

Sebagai seorang pebisnis murni Erick diyakini mampu membawa perusahaan milik negara itu lebih maju dari sebelumnya.

“Kami mengharapkan dan percaya ditangan Ercik Thohir dalam memimpin BUMN ini akan mengadakan perubahan yang signifikan. Erick akan mampu membersihkan BUMN ini dari mafia yang menggerogoti BUMN selama ini,” kata Ketua Koordinator BUMN Watch Naldy N Haroen saat bertemu wartawan Rabu (18/12/2019).

Naldy juga yakin Erick akan mengangkat orang-orang yang loyal dan profesional, mempunyai kredibilitas yang teruji dan jujur jauh dari korupsi duduk di BUMN.

Dijelaskannya, Erick Thohir harus mau mendengarkan masukan dari internal BUMN dan pihak luar. Dia harus memasang mata dan telinga sebanyak-banyaknya. Karena, Erick hanya punya 2 mata dan telinga. Jadi, dia harus mendengarkan masukan dari manapun.

Menurut Naldy, biasanya seorang bawahan akan memberikan laporan yang baik-baik saja kepada atasannya. Bahkan, ada yang bilang, bawahan hanya memberikan laporan Asal Bapak Senang atau ABS saja.

Untuk itu lanjut Naldy, Erick harus mau membuka diri dengan pihak luar BUMN yang memberikan masukan. Karena, selama ini BUMN jarang membuka diri jika ada saran dari luar.

Naldy Haroen mengungkapkan, BUMN Watch bukanlah Non Governmental Organizations atau NGO jalanan. Kami dari kalangan paraktisi dan akademisi yang ingin berkontribusi untuk memajukan BUMN yang sekian lama ini menggerogoti keuangan negara.

“BUMN Watch bukanlah NGO yang ingin mencari proyek-proyek atau mencari keuntungan di BUMN. Kami selama ini ingin membantu beban pemerintah dalam membenahi BUMN agar bisa memberikan manfaat yang maksimal kepada negara,” ujarnya.

Jadi Kementerian BUMN dan perusahaan-perusahaan BUMN tidak perlu alergi dengan keberadaan BUMN Watch. Sekali lagi, kami sampaikan BUMN Watch tidak akan minta apapun, katanya.

Dirinya meminta jika ada orang yang mengaku-ngaku BUMN Watch untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji silahkan dilaporkan padanya atau langsung kepenegak hukum.

“Kalau ada dari orang yang melakukan hal-hal yang tercela itu mungkin oknum yang membawa nama BUMN Watch. Kita mohon disampaikan kepada kami atau ke sekretariat kami Gedung Wanna Be House Jalan KH Ahmad Dahlan No 15 Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,” pungkas Naldy Haroen sembari menyebut selama 10 tahun BUMN Watch berdiri tidak pernah bersentuhan dengan bisnis yang dilakukan perusahaan plat merah ini.

 

(red/Tanto)

PLN Jateng-DIY Siagakan 3.341 Personil Saat Natal dan Tahun Baru

0

Jateng – Perusahaan Listrik Negara atau PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng dan D.I. Yogyakarta menyiagakan sebanyak 3.341 personil untuk amankan pasokanc listrik selama perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Kesiapan ini disampaikan oleh General Manager PLN UID Jateng dan D.I. Yogyakarta, Feby Joko Priharto, Selasa (17/12/2019).

Menurutnya, siaga personel ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam memastikan keandalan pasokan listrik selama berlangsungnya perayaan Natal dan Tahun Baru 2020.

Ia menjelaskan kesiapan ini ditunjukan dengan pelaksanaan gelar pasukan dan peralatan secara serempak di seluruh Unit Pelaksana di wilayah Jateng-DIY.

Selain kesiapan personel, PLN juga memastikan kesiapan dari segi peralatan. Peralatan penunjang yang telah disiapkan, antara lain 149 unit trafo mobile, 332 kendaraan roda 4, 157 unit genset, dan 4 unit UPS mobile. PLN juga menyiapkan posko yang yang tersebar di 97 titik.

“Di samping itu, selama Natal dan Tahun Baru 2020, PLN memfokuskan pengaman prioritas di beberapa titik lokasi penting, misalnya bandara, stasiun, terminal, kantor pemerintahan, dan beberapa lokasi wisata,” imbuhnya.

Dari segi pasokan listrik, wilayah Jateng-DIY dalam keadaan aman dengan daya mampu 6.042 MW.

Selama perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2019, tambah Feby, layanan Contact Center PLN 123 juga tetap siaga 24 jam melayani pelanggan. Apabila ada masalah terkait bgangguan listrik dan pengaduan lain, pelanggan dapat menghubungi telepon 123, handphone (kode area + 123), Facebook PLN 123, Twitter @pln_123, Instagram pln123_official dan email pln123@pln.co.id.

 

(red/Tanto)

Kampung tua akan terima sertifikat pertengahan bulan ini

0
Walikota Batam, Muhammad Rudi menyalami anak-anak yang menyambut di pelabuhan Pulau Lengkang saat akan safari ramadhan ke Masjid Al Mukarramah Kecamatan Belakang Padang

Batam- Pemerintah Kota (Pemko) Batam segera akan membagikan sertifikat khususnya khususnya warga yang tinggal di wilayah kampung tua. Lebih terutama lagi, masyarakat Kampung Tua Tanjungriau Kecamatan Sekupang, serta Kampung Tua Tanjunggundap dan Seibinti Kecamatan Sagulung.

Dijadwakan pada 20 Desember, mereka akan menerima sertifikat tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sertifikat ini rencananya akan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN RI, Sofyan Djalil.

“Kampung tua, 20 Desember akan diserahkan sertifikatnya oleh Menteri ATR. Ada tiga titik, Tanjungriau dan dua titik di Sagulung,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi usai upacara Hari Jadi Kota Batam di Dataran Engku Putri, Rabu (18/12).

Menurutnya penyerahan sertifikat tanah untuk tiga kampung tua ini merupakan penyelesaian tahap awal. Tiga lokasi ini bisa didahulukan karena tidak ada permasalahan lahan di dalamnya. Dan proses untuk kampung tua lain, kata Rudi, terus berjalan.

Kepala BPN Batam, Memby Untung Pratama mengatakan total ada 1.300-an sertifikat yang akan dibagikan di tiga kampung tua tersebut. Terkait lokasi yang menentukan adalah Pemerintah Kota Batam. Peran BPN hanya sebagai pihak yang mendaftarkan dan menerbitkan sertifikat.

“Yang dibagikan besok ini adalah yang lokasinya clean and clear. Tidak ada sengketa, tidak ada PL (penetapan lokasi), HPL (hak pengalokasian lahan), tidak ada penguasaan badan hukum maupun swasta,” paparnya.

Sertifikat yang dibagikan ada dua macam, hak pakai dan hak milik. Hak milik diberikan kepada rumah yang ada di daratan. Sedangkan hak pakai untuk rumah di pelantar, yang saat air laut pasang rumah berada di atas air, dan ketika surut menjadi daratan.

“Untuk rumah di pelantar mendapat hak pakai itu sesuai undang-undang terkait pertanahan,” ujarnya.

Memby mengatakan saat ini administrasi untuk sekitar 1.300 sertifikat tanah tersebut sudah selesai. Masyarakat hanya tinggal menerima. Tidak ada biaya. Penerima pun sudah divalidasi per nama per alamat.

“Untuk saat ini sudah cukup. Tahun depan menunggu lagi dari Pemko,” kata dia.

 

 

(red/MCB)

Effendi Sianipar Minta Rencana Ekspor Lobster Bawa Keuntungan Nelayan dan Negara

0

Jakarta – Anggota  Komisi IV DPR RI Effendi Sianipar meminta rencana Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan ekspor lobster dikaji secara matang.

Menurutnya, ekspor lobster harus mempertimbangkan banyak aspek. Misalnya, apakah ada keuntungan bagi para nelayan dan negara saat melakukan ekspor itu.

“Jadi, ekspor lobster harus dikaji seccara matang. Jangan sampai hanya memberikan keuntungan bagi pihak-pihak tertentu saja. Masyarakat dan negara juga harus mendapatkan manfaat dari rencana ekspor itu,” kata Effendi kepada wartawan Selasa (17/12/2019).

Lebih lanjut dikatakan Effendi, ekspor lobster juga harus mempertimbangkan eksosistem laut. Jangan sampai, lanjut dia, gara-gara ekspor lobster itu ekosistem dilaut kita malah menjadi rusak.

“Harus dijaga juga keseimbangannya. Jangan sampai terumbu karang malah jadi rusak,” tuturnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang melaju dari daerah pemilihan (Dapil) Riau I ini meminta, jika ekspor lobster tetap dilakukan harus secara matang.

“Jangan sampai secara asal-asalan. Misalnya, dengan menangkap dan mengekspor seluruh bibit lobster tanpa memperhatikan aspek lingkungan dan manfaat bagi nelayan,” pungkas Effendi Sianipar.

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan sendiri tengah mengkaji dan merumuskan ulang peraturan terkait bersama para stakeholder dan ahli-ahli.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam siaran persnya mengatakan, dalam waktu dekat Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) akan bertemu dengan seluruh stakeholder terkait untuk membicarakan persoalan ini.

“Intinya adalah dalam langkah satu kebijakan yang akan kami ambil harus mempertimbangkan aspek ekonomi, tetap mempertahankan lapangan pekerjaan yang dulunya ada agar tetap ada, dan menghasilkan devisa negara, namun lingkungannya juga terjaga,” kata Menteri Edhy.

 

(red/Tanto)

Hari Jadi Batam Ke-190 Dimeriahkan Berbagai Kegiatan

0
(FOTO UTAMA) Wakil Wali Kota memimpin upacara pembukaan Batam Night Carnival dan Pawai Budaya di Dataran Engku Hamidah

Batam- Peringatan Hari Jadi Ke-190 Kota Batam diperingati Pemerintah Kota (Pemko) Batam dengan berbagai kegiatan. Seperti Kenduri Seni Melayu (KSM), Batam Night Carnival dan Pawai Budaya Nusantara serta acara Batam Day yang diisi dengan kegiatan sepeda dan jalan santai.

KSM Ke-21 ini diselenggarakan selama tiga hari, Rabu-Jumat (11-13/12) di Dataran Engku Putri. Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad membuka ke tiga rangkaian acara tersebut.

KSM tahun ini kembali diikuti peserta dari negara serumpun. Seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Kazakhstan, hingga Rusia. Juga peserta dari dalam negeri, mulai dari Aceh hingga ke Pulau Jawa. Dilanjutkan pada Sabtu (14/12/2019) di Dataran Engku Hamidah acara Batam Night Carnival dan Pawai Budaya.

Meskipun hujan yang guyur Batam sejak pagi tak kunjung reda, peserta pawai tetap semangat berjalan dalam barisan. Karnaval di malam itu menampilkan 22 busana kreasi Batik Batam.

Pawai budaya diikuti sekitar seribu peserta perwakilan komunitas dan paguyuban yang ada di Kota Batam. Acara sepeda dan jalan santai digelar pada Minggu (15/12/2019) di Dataran Engku Hamidah.

Pada acara Batam Day ini panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik. Hadiah yang disiapkan antara lain sepeda motor, sepeda sport, sepeda biasa, hingga sepeda anak-anak.(HP)

Perwakilan penari yang unjuk kebolehan di malam pembukaan KSM
Tari Jogi Massal oleh pelajar se Kota Batam saat acara pembukaan KSM
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad memberikan sambutan pada malam acara pembukaan Kenduri Seni Melayu KSM Tahun 2019 di Dataran Engku Putri
Wakil Wali Kota Amsakar Achmad foto bersama usai membuka acara KSM
Wakil Wali Kota Amsakar Achmad membacakan puisi dimalam acara pembukaan KSM
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyerahkan penghargaan kepada salah satu peserta KSM
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad Anggota DPR RI Nyat Kadir Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri serta anggota DPRD Kota Batam dan FKPD Kota Batam menabuh kompang.jpg

 

Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Ibu Kota Negara Baru

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo melanjutkan agenda kunjungan kerjanya di Provinsi Kalimantan Timur hari ini, Selasa, 17 Desember 2019, dengan meninjau lokasi ibu kota negara baru. Lokasi yang ditinjau Presiden berada di kawasan konsesi hak pengusahaan hutan (HPH) PT ITCI, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Ya ini adalah kunjungan pertama saya setelah kita putuskan PPU (Penajam Paser Utara) ini dan di Kukar (Kutai Kartanegara) sebagai ibu kota negara (IKN),” kata Presiden kepada awak media seusai peninjauan.

Presiden menjelaskan, lahan seluas 256 ribu hektare akan dipakai dan dicadangkan untuk kawasan ibu kota negara baru. Dari luasan tersebut, 56 ribu hektare akan dipakai untuk kawasan inti, dengan kawasan pemerintahan seluas 5.600 hektare.

“Kira-kira titiknya kurang lebih ada di sini tetapi Istana ada di mana, nanti yang menentukan adalah arsitek, yang menentukan adalah _urban planner_, yang menentukan mereka ya,” ujarnya.

Menurut Kepala Negara, penentuan lokasi Istana nantinya akan ditentukan setelah desain gagasan diputuskan kemudian digambar secara detail, yang diperkirakan akan selesai dalam waktu 6 bulan. Presiden berharap pada pertengahan tahun 2020, pembangunan infrastruktur sudah dimulai.

“Kita juga melihat di sini, ternyata infrastruktur dasar jalan meskipun baru pengerasan (jalan), yang tadi kita lewati, sudah ada. Ini memudahkan,” katanya.

Dari sisi regulasi, Presiden menyebutkan bahwa pemerintah akan segera mengajukan rancangan undang-undang (RUU) terkait ibu kota negara baru ini ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Sudah disiapkan, nanti Januari segera dimasukkan,” ucapnya.

Sementara itu, terkait dengan bentuk pemerintahan ibu kota negara baru nantinya, Presiden mengatakan bahwa hal tersebut akan dibahas oleh pemerintah bersama dengan DPR.

“Beberapa alternatif memang bisa nanti provinsi, bisa juga dalam bentuk kota. Ini beberapa alternatif yang nanti segera diputuskan nanti antara pemerintah dengan DPR,” lanjutnya.

Proses pemindahan ibu kota negara ini nantinya akan dilakukan oleh Badan Otorita Ibu Kota (BOI). Presiden mengatakan, pembentukan badan otorita direncanakan akhir bulan Desember ini.

“Badan Otorita rencananya akhir bulan ini tetapi kalau terlambat, ya paling insyaallah awal di awal Januari, sudah selesai. Sudah selesai semua,” ujarnya.

Hingga saat ini, Kepala Negara sendiri belum memutuskan siapa yang akan memimpin Badan Otorita Ibu Kota tersebut. Menurutnya, hal ini menyangkut sebuah gagasan besar sehingga harus dipikirkan secara matang.

“Ya itu nanti yang mau diputuskan, itu. Ini adalah sesuatu yang tidak harus cepat-cepat diputuskan karena menyangkut sebuah gagasan besar, menyangkut sebuah perencanaan besar, menyangkut sebuah pendanaan besar. Jadi jangan tanyanya kelihatan gampang dan enak begitu. Ini pemikiran yang tidak mudah,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden saat meninjau lokasi ibu kota negara baru antara lain, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

 

(red/ Biro Pers Istana Kepresidenan)

Kepala BP Batam Pimpin Pelaksanaan Apel Gabungan

0

Batam- Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar apel pagi pada Selasa (17/12), yang dipimpin langsung oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. Apel juga dihadiri Wakil Kepala BP Batam, para deputi dan pejabat eselon di lingkungan BP Batam, serta lebih dari seribu karyawan yang berbaris rapi di pelataran parkir BP Batam.

Dalam kesempatan ini, Muhammad Rudi menekankan beberapa hal, diantaranya adalah penempatan personil yang akan menduduki jabatan pascaselesainya perumusan SOTK. Mutasi pegawai dan pelantikan pejabat juga akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Ia mengatakan, semua pejabat yang nantinya akan dilantik harus mengikuti mekanisme dan prosedur yang berlaku.

“Seleksinya sudah dimulai berdasarkan hasil asesmen yang sudah diterima oleh Wakil Kepala BP Batam. Tapi prosesnya tidak berhenti sampai di pelantikan saja. Kami akan melakukan evaluasi pada enam bulan pertama, tentu dengan asesmen yang baru juga,” kata Rudi.

Kemudian untuk mempercepat pelayanan perijinan, khususnya di bidang lahan, Rudi mengatakan akan ada beberapa jabatan yang hilang dari SOTK Kantor Pengelolaan Lahan. Hal ini dilakukan untuk mempersingkat waktu pengurusan dokumen lahan.

“Jadi tidak lagi bertele-tele. Supaya cita-cita kita agar proses dokumen lahan selesai dalam dua-tiga hari, dapat terlaksana,” ungkap Rudi.

Selain Kantor Pengelolaan Lahan, Badan Pengelola Pelabuhan Batam juga akan dirombak total. Untuk itu, Kepala BP Batam bersama para deputinya akan mengawal unit-unit yang mengalami perubahan SOTK.

Tidak hanya menggesa perbaikan pelayanan di sektor pelabuhan, Rudi juga mendorong peningkatan pendapatan BP Batam pada Rumah Sakit BP Batam dan Bandara Internasional Hang Nadim. (rud)

 

(red/BP Batam)

Soal Ekspor Lobster, Presiden Ingatkan Keseimbangan Lingkungan dan Ekonomi

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo memberikan tanggapan terkait polemik ekspor benih lobster yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Menurut Presiden, hal terpenting dari isu tersebut adalah negara dan nelayan mendapatkan manfaat serta tidak merusak lingkungan.

“Yang paling penting menurut saya negara mendapatkan manfaat, nelayan mendapatkan manfaat, lingkungan tidak rusak. Yang paling penting itu. Nilai tambah ada di dalam negeri dan ekspor dan tidak ekspor itu hitungannya ada di situ,” kata Presiden di gerbang tol Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa, 17 Desember 2019.

Kepala Negara juga mengingatkan agar persoalan ini dilihat dan mempertimbangkan berbagai aspek, terutama keseimbangan antara lingkungan dan nilai ekonomi.

“Kita tidak hanya melihat lingkungan saja tetapi nilai ekonominya juga dilihat. Tapi juga jangan hanya melihat nilai ekonominya saja, tapi lingkungan juga harus tetap kita pelihara. Keseimbangan antara itu yang penting,” imbuhnya.

Presiden juga tidak menghendaki jika ekspor lobster dilakukan secara asal-asalan. Misalnya, dengan menangkap dan mengekspor seluruh bibit lobster tanpa memperhatikan aspek lingkungan dan manfaat bagi nelayan.

“Saya kira pakar-pakarnya tahu lah mengenai bagaimana tetap menjaga lingkungan agar benih lobster itu tidak diselundupkan, tidak diekspor secara awur-awuran, tetapi juga nelayan mendapatkan manfaat dari sana, nilai tambah ada di negara kita,” tandasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan sendiri tengah mengkaji dan merumuskan ulang peraturan terkait bersama para _stakeholder_ dan ahli-ahli.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam siaran persnya mengatakan, dalam waktu dekat Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) akan bertemu dengan seluruh _stakeholder_ terkait untuk membicarakan persoalan ini.

“Intinya adalah dalam langkah satu kebijakan yang akan kami ambil harus mempertimbangkan aspek ekonomi, tetap mempertahankan lapangan pekerjaan yang dulunya ada agar tetap ada, dan menghasilkan devisa negara, namun lingkungannya juga terjaga,” kata Menteri Edhy.

(red/Sekretariat Presiden)

Haidar Alwi: Indonesia Tidak Boleh Tunduk

0

Jakarta – Keputusan Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk membatasi ekspor nikel sudah tepat. Dan, keputusan Presiden tersebut sudah wajib hukumnya untuk kita dukung penuh.

Karena, Indonesia sebagai negara berdaulat mempunyai hak atas kekayaan alam yang terkandung di wilayah hukum Indonesia.

“Jadi, Indonesia sebagai negara berdaulat haram hukumnya untuk tunduk diam akan intervensi negara asing yang memaksa Indonesia agar mengekspor nikelnya,” kata Haidar Alwi Penanggung jawab Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Selasa (17/12/2019)

Kalaupun benar, kata dia, Uni Eropa mau menggugat dan melaporkan Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Maka, dapatkan dipastikan Joko Widodo tidak akan berjalan sendiri. Karena, rakyat Indonesia akan selalu ada bersama Presiden dalam suka maupun susah.

Memaksa Indonesia untuk mengekspor nikelnya telah melahirkan tanda tanya besar. Dan, tanda tanya tersebut melahirkan dugaan bahwa; kebutuhan nikel bagi negara asing tersebut akan dipakai untuk kebutuhan proyek masa depan asing berkaitan dengan tehnologi listrik yang akan dimonopoli oleh mereka dikemudian hari.

Salah satu proyek tehnologi masa depan yang berkaitan dengan listrik adalah ‘PowerBank’ yang akan doproduksi masal tahun depan untuk kebutuhan listrik di rumah. Dan, salah satu komponen terpenting ‘PowerBank’ tersebut adalah nikel dari Indonesia. Karena, nikel dari Indonesia yang berkwalitas untuk dijadikan salah satu bahan baku penting ‘PowerBank’ tersebut.

“Sehingga, ‘PowerBank’ tersebut hanya perlu waktu dua hari di charge dengan listrik PLN yang kemudian dapat bertahan hingga lima hari menyimpan / mensupport daya maximum kurang lebih 20.000 watt untuk kebutuhan di rumah sebagai pengganti pemakaian listrik dirumah sekaligus dapat menghemat listrik secara langsung,” ucapnya.

Oleh karena itu, menurut dia, penting untuk bangsa Indonesia bersatu padu bahu membahu menjaga kedaulatan NKRI dari intervensi bangsa asing. Karena, tidak menutup kemungkinan bangsa Indonesia akan di adu domba ketika kepentingan monopoli bangsa lain tidak dapat diakomodir oleh bangsa Indonesia.

Issue komunis jelas sudah tidak laku lagi dipakai untuk mengadu-domba bangsa Indonesia. Saat ini, mereka masih bisa memanfaatkan sekaligus memakai gerombolan intoleransi dan gerombolan radikalisme di Indonesia yang suka menghujat dunia barat dengan dalil agama tetapi mau menerima kucuran dana dari dunia barat.

“Jadi, tidak ada pilihan lain bagi bangsa Indonesia selain bersatu mengantisipasi segala kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi dikemudian hari. Karena, Indonesia masih dianggap subur untuk tumbuh dan berkembangnya paham radikalisme,” pungkas penggiat anti intoleransi, radikalisme & terorisme ini.

 

(red/Tanto)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga