8.6 C
New York
Wednesday, April 29, 2026
spot_img
Home Blog Page 824

SNCI: Tantangan Jokowi Kedepan Soal Ekonomi dan Radikalisme

0

Jakarta – Sinergi Nawacita Indonesia atau SNCI memprediksi tantangan yang akan dihadapi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin tahun 2019-2024 akan lebih serius dibandingkan saat Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kala.

“Tantangan kedepan adalah soal ekonomi dan radikalisme,” kata Ketua umum Sinergi  Nawacita Indonesia atau SNCI RM. M Suryo Atmanto dalam siaran persnya Selasa (15/10/2019).

Menurutnya, radikalisme adalah cikal bakal terwujudnya terrorisme. Menurut survey yang dilakukan BNPT (2017) 39% mahasiswa di 15 provinsi tertarik dengan faham Radikalisme. Laporan Global Terrorism Index (GTI) 2018, menempatkan Indonesia pada posisi ke-42 dari 138 negara.

“Posisi Indonesia cukup rawan. Sebagai perbandingan dengan Iraq dan Afghanistan berada diposisi 1 dan 2, Somalia posisi 5,” ujarnya.

Di AS, lanjutnya, ancaman perang Proxy ditangani oleh US National Security Agency atau Badan Keamanan National sebuah badan berbasis Kriptografis atau Kripto Analisis dengan tugas mengumpulkan dan menganalisis komunikasi Negara lain dalam mencegah Proxy War di AS. Di Indonesia, Proxy War di motivasi oleh perebutan sumber daya alam (It’s all about resources), SCNI berpendapat bahwa kedudukan BNPT perlu ditingkatkan menjadi semacam Badan Keamanan Nasional Indonesia (BKNI).

“Tahun 2019-2024 dilihat sebagai periode titik landas transformasi kritis Indonesia menuju Negara Berpendapatan Menengah Atas atau keluar dari Lower Middle Income Trap maka seyogyanya merupakan momentum yang tepat bagi Presiden Joko widodo dan Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin untuk melakukan reformasi menyeluruh dari infrastruktur Kabinet dan tidak terbatas pada “perubahan partial” dengan pertimbangan,” ungkapnya.

Disamping itu, masih menurut Suryo Atmanto, SCNI juga merumuskan 3 Kementerian Koordinator yang mengalami perubahan nomenklatur dan fungsi, 8  Kementerian yang mengalami perubahan nomenklatur hasil dari penggabungan dan pemisahan serta 5 Komisi Nasional Urusan Teknis hasil pemisahan fungsi agar Kementerian konsisten melaksanakan fungsi regulasi.

Berikut daftar Rekonstruksi Kabinet 2019-2024 yang dirumuskan SNCI:

1. Kementerian Koordinator Percepatan Pembangunan dan SDM

Kementerian baru ini mereplikasi Sekretaris Operasional Pengendalian Pembangunan (Sesdalopbang) yang dibentuk Presiden Soeharto sebagai titik sentral untuk mendorong percepatan gerakan Kementerian dalam pencapaian sasaran pembangunan visi dan misi Presiden.

2. Kementerian Koordinator Produksi dan Distribusi

Kementerian ini merupakan perubahan nomenklatur dari Menko Perekonomian yang terlalu luas sehingga sulit diukur. Kementerian Produksi dan Distribusi dikenal dengan Menko Prodis pernah ada di era orde baru yang dipimpin oleh Ir. Hartarto. Aspek Produksi dan Distribusi merupakan hal yang paling mepengaruhi daya saing global.

3. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan ESDM

Koordinasi Infrastruktur diperlukan dalam rangka mempercepat capaian Logistic Performance Index (LPI) dan Energi Baru dan Terbarukan karena sifatnya yang sangat strategis diperlukan Kemenko tersendiri.

4. Kementerian Industri dan Perdagangan Internasional (KIPI)

Kementerian Industri dan Perdagangan Internasional (KIPI) di replica dari Jepang (Ministry of International Trade and Industry (MITI) yang telah ada sejak tahun 1948, dan diikuti oleh Cina, Korsel dan Malaysia.

KIPI menjadikan pasar global sebagai sasaran utama mulai re-design industri berorientasi ekspor hingga penetrasi keseluruh negara tujuan ekspor baik tradisional maupun non tradisional

5. Kementerian Pendidikan, Vokasi dan Perluasan Lapangan Kerja

Penggabungan Kementerian Pendidikan dan Tenaga Kerja adalah untuk menghilangkan issue “Link and Match” yang telah berlangsung lebih dari 30 tahun dan setiap tahun “melahirkan” pengangguran intelektual akibat irrelevansi antara muatan pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.

Dengan perubahan nomenklatur, maka Kementerian Pendidikan, Vokasi dan Perluasan Lapangan Kerja akan menjadi “Center of Indonesia Excellence” Indonesia dalam melahirkan SDM unggul dari pendidikan dini hingga memasuki lapangan kerja.

5. Kementerian Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif (K2EK)

Kementerian Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif (K2EK) merupakan perubahan nomenklatur Kementerian Koperasi dan UKM serta integrasi BEKRAF. Tujuan pokok K2EK adalah melahirkan start-up Wirausaha Berpertumbuhan Tinggi (High Growth Entrepreneurship) terintegrasi dengan ekonomi digital dan ekonomi kreatif yang merupakan cikal bakal Wirausaha Ten-X, Decacorn, dan Hectocorn

7. Kementerian Pengelolaan Perbendaharaan dan Asset Negara

Kementerian ini merupakan pemisahan dari Kementerian Keuangan yang pernah disampaikan oleh Bapak Presiden diawal periode I. Di daerah 2 fungsi berbeda telah lama dipisah terdiri dari:

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Dinas Pendapatan Daerah

8. Kementerian Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

Kementerian ini merupakan perubahan nomenklatur dari Kementerian Pertanian karena adanya tantangan berupa tingginya ketergantungan Indonesia pada pangan impor serta rendahnya Indeks Nilai Tukar Petani.

9. Kementerian Percepatan Investasi dan Koordinasi Penanaman Modal.

Pada era orde baru dikenal dengan Kementerian Penggerak Investasi dan / Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal. Penanganan Investasi sulit dilakukan oleh pejabat di bawah Menteri karena diperlukan fungsi koordinasi antar Kementerian/ Lembaga.

10. Kementerian Pembangunan Generasi Muda

Sesuai dengan siklus psycho emotional dalam pembangunan pemuda sesuai definisi PBB adalah 0-12 tahun, 13-17 tahun dan 18-30 tahun yang harus dilakukan dalam satu kerangka kebijakan untuk memastikan adanya pembinaan yang berkesinambungan dari 0-30 tahun yang disebut generasi muda.

11. Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan

Atas pertimbangan bahwa promosi kebudayaan merupakan bagian integral dari promosi pariwisata sebagaimana ditetapkan oleh Global Tourism and Travel Index maka komponen kebudayaan yang semula berada di Kemdikbud dipindahkan ke Kementerian Pariwisata, sekaligus memudahkan pengukuran daya saing global kepariwisataan.

Sementara itu, terdapat 5 Komisi Nasional Urusan Teknis yang dikeluarkan dari fungsi Kementerian untuk mempertahankan status Kementerian dalam melaksanakan fungsi regulasi. Komisi Nasional tersebut adalah: Komisi Nasional Perlindungan Tenaga Kerja dan Pengendalian Tenaga Kerja Asing, Komisi Nasional Promosi, Kepariwisataan dan Kebudayaan, Komisi Nasional Olahraga Prestasi, Komisi Nasional Promosi Investasi dan Komisi Nasional Kerjasama Teknis Luar Negeri.

 

(red/Tanto)

Masyarakat antusias ikuti Baksos kesehatan yang digelar Polda Kepri

0

Batam –Bidang Dokkes Polda Kepri menggelar Bakti sosial kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Batam pada Selasa,(15/10/2019) yang dibuka langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto S.IK dan dihadiri oleh Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri, PJ.

Dengan mengangkat tema “Melalui Dokkes Polri Yang Promoter Kita Laksanakan Bakti Sosial Kesehatan Serentak Di Seluruh Wilayah Guna Memelihara Keamanan dan Ketertiban masyarakat”.

Ketua Bhayangkari Daerah Kepulauan Riau Beserta Pengurus, Pejabat Utama Polda kepri, Dandim Batam, perwakilan dari Lantamal IV, Kapolres Barelang, Kepala Jasa Raharja Kepri, Dinas Kesehatan, Persatuan Dokter Mata Indonesia, Personel TNI-Polri, Perhimpunan Melayu Raya dan masyarakat yang mengikuti Bakti Kesehatan.

Dalam Bakti Kesehatan tersebut sebanyak 175 Pasien menjalani pemeriksaan Katarak, 200 orang Khitanan, 350 orang Donor Darah dan 300 Pasien untuk pengobatan Umum, gigi dan Laboratorium Sederhana. Tidak hanya di Rumah Sakit Bhayangkara Batam, Bakti Kesehatan juga digelar di Polres/ta jajaran Polda Kepri berupa pelayanan pengobatan umum, Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) dan pelayanan KB.

Dalam sambutannya Kapolda Kepri menyampaikan “Dengan diadakannya Bakti Kesehatan ini merupakan wujud kepedulian Polda Kepri akan kesehatan masyarakat. Kapolda juga mengingatkan untuk selalu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat ” ujar Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto.

Selanjutnya Andap mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana kegiatan bakti kesehatan, mari kita bersama-sama memberikan yang terbaik di Bumi Segantang lada Bunda Tanah Melayu Kepri yang kita cintai, semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat di Kepulauan Riau tutup Kapolda Kepri.

 

 

(red/HMS/GM)

Warga mendesak Pemprov Kepri agar memperbaiki pondasi Jembatan II Pulau Dompak

0

Tanjungpinang- Sejumlah warga mendesak Pemprov Kepri  segera memperbaiki pondasi Jembatan II Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, yang rusak sejak Agustus 2019.

Salah seorang warga, Irma, yang juga mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan, Jembatan II itu dibutuhkan warga, mahasiswa dan juga ASN yang bekerja di Pemprov Kepri sehingga sudah selayaknya segera diperbaiki.

“Sampai sekarang belum ada tanda-tanda jembatan yang penghubungi pusat perkotaan Tanjungpinang dengan Pulau Dompak itu, diperbaiki,” katanya, yang juga mahasiswa UMRAH.

Mahasiswa lainnya juga mengingatkan Pemprov Kepri serius memperhatikan permasalahan itu. Jembatan itu memang bukan penghuhung utama, namun sangat dibutuhkan masyarakat yang butuh waktu cepat tiba di kampus, di rumah dan Kantor Pemprov Kepri yang berpusat di Pulau Dompak.

“Memang ada Jembatan I sebagai alternatif menuju Dompak, namun tidak efektif bagi warga yang tinggal di atas KM 7, yang membutuhkan waktu cepat ke Dompak,” ujarnya.

Salah seorang pedagang di KM 9, Bobby juga merasa tidak diuntungkan akibat Jembatan II Pulau Dompak hanya dapat dilintasi kendaraan roda dua. Biasanya, ASN Pemprov Kepri saat pulang kerja singgah dan berbelanja di tempat usahanya, namun sekarang mereka terpaksa menggunakan Jembatan I.

“Jarak tempat jualan saya sekitar 8 Km kalau mereka menggunakan Jembatan I. Ini yang menyebabkan saya kehilangan banyak pelanggan,” keluhnya, yang menjual ikan laut.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Kepri Hendrija menyatakan perbaikan Jembatan II Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang membutuhkan waktu cukup lama karwna harus memenuhi prosedur teknis dan hukum.

“Belum lagi prosedur lelang. Kami juga mengupayakan agar kerusakan tiang pondasi ini dapat dikategorikan sebagai bencana,” ujarnya.

Hendrija mengatakan kerusakan tiang pondasi Jembatan II berdasarkan investigasi tim ahli dari Kementerian PUPR mencapai 70 persen.

Dalam dua bulan terakhir tim Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Kepri bolak-balik ke Kejati Kepri, Polda Kepri, Inspektorat dan BPK untuk mendapat masukkan agar jembatan ini dapat diperbaiki semula.

“Rencananya, dalam waktu dekat, kami akan mengundang para pihak yang berkompeten untuk membahas persoalan itu bersama-sama,” ucapnya.

 

(red/sek/GM)

Pemprov Kepri sudah menganggarkan alokasi penanganan bencana banjir pada APBD Kepri 2020

0

Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri sudah menganggarkan aloksi anggaran untuk penanganan bencana banjir di Provinsi Kepri pada APBD Kepri 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan Plt Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto,Senin (14/10).Tetap ada kita anggarkan pada APBD Kepri 2020 mendatang,” ungkap Isdianto.

Menurut Isdianto, sebagai bentuk komitmen pemerintah Provinsi Kepri terhadap penanganan bencana banjir di Provinsi Kepri, Pemprov Kepri bakal melakukan berbagai upaya baik itu perbaikan drainase dan saluran air lainnya.

“Setiap musim hujan terjadi banjir dikarenakan hulu drainase yang sempit dibandingkan jalan masuk air yang deras sehingga terjadi penumpukan debit air yang menyebabkan banjir di sejumlah lokasi di Provinsi Kepri yang menjadi daerah langganan banjir,” tegas Isdianto.

Sehingga, Pemerintah Provinsi Kepri melalui dinas PU bakal mengalokasikan anggaran perbaikan saluran air tersebut.

“Tak hanya penanganan jangka pendek, kita akan berupaya untuk penanggulangan jangka panjang dan berkelanjutan,” tegas Isdianto.

Sehingga kedepannya,lanjut Isdianto tak terjadi lagi bencana banjir saat musim hujan tiba,” tegas Isdianto.

 

 

(red/dis/GM)

Sambut Hari Bakti ke-48, BP Batam Gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Antarkedeputian

0

Batam-Bersempena menyambut Hari Bakti BP Batam ke-48 yang jatuh pada tanggal 26 Oktober 2019 mendatang, Badan pengusahaan (BP) Batam kembali gelar kejuaraan bulu tangkis internal antarkedeputian yang dimulai pada Senin sore (14/10) bertempat di Balairungsari BP Batam. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 1 hari mulai dari babak penyisihan hingga babak final pada malam hari.

Bulu tangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang digemari oleh para karyawan BP Batam. Hampir setiap tahun perayaan Hari Bakti BP Batam, cabang olahraga bulu tangkis tidak pernah absen dari rangkaian pertandingan yang diselenggarakan. Hal tersebut terbukti dengan tingginya antusias peserta mendaftar untuk mengikuti pertandingan dan persiapan yang begitu matang untuk menghadapi pertandingan antarkedeputian tersebut.

Kordinator penyelenggara, Bambang Irawan, mengatakan kategori pertandingan yang melibatkan para karyawan BP Batam ini berjumlah 4 tim kedeputian, dengan masing-masing tim terdiri dari 6 orang pemain dan 2 cadangan.

Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto mewakili Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, membuka kejuaraan tersebut didampingi Ketua Panitia Hari Bakti ke-48 Dendi Gustinandar.

Sebelum memberikan sambutannya, Wakil Kepala BP Batam menyampaikan sebait pantun di hadapan para pemain, yakni “Ambil raket di atas lemari; pulang kerja duduk di beranda. Kaki sakit kolesterol tinggi; karena tidak berolahraga”.

“Pantun tersebut merupakan sebuah peringatan agar di sela-sela kesibukan para karyawan BP Batam saat bekerja tetap sediakan waktu untuk berolahraga untuk menjaga kinerja tetap optimal,” imbuh Purwiyanto.

Ia juga menekankan kepada para peserta juga karyawan yang hadir sebagai supporter bagi timnnya untuk jangan jadikan pertandingan sebagai ajang persaingan, tetapi sarana menjalin kebersamaan serta semangat gotong royong.

Wakil Kepala BP Batam membuka kejuaraan bulu tangkis tersebut dengan melakukan pemukulan kok (bola bulu tangkis) servis pertama, pertanda dimulainya kejuaraan.

Tim yang terlibat pada kejuaraan bulu tangkis antarkedeputian meliputi Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Anggota Bidang Kebijakan Strategis, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, serta Anggota Bidang Pengusahaan.

 

 

(red/BP)

BP Batam Gelar Lomba Menulis Opini, untuk kategori Pelajar

0

Batam- Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Lomba Menulis Opini untuk kategori palajar SLTA sederajat dan, mahasiswa perguruan tinggi se-Barelang. Mengambil tema “SDM Batam yang Unggul” dan “Pengembangan Batam sebagai Kawasan Investasi”, lomba ini bagian dari rangkaian dalam menyambut Hari Bakti BP Batam ke-48 tahun pada 26 Oktober mendatang.

Koordinator Lomba Menulis Opini, Yudi Haripurdaja mengatakan tujuan digelarnya kegiatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa, dalam menuangkan ide dan gagasan melalui penulisan opini.

“BP Batam sangat yakin para anak muda di Batam memiliki potensi dan ide-ide cemerlang, utamanya di zaman digital saat ini, untuk itu kami ingin mengasah lebih jauh bagaimana para anak muda di Batam peduli terhadap pembangunan Kota nya yang dituangkan ke dalam tulisan,” kata Yudi pada Senin (14/10).

Menurut Yudi yang juga selaku Kepala Subdit Humas BP Batam, bahwa di zaman digitalisasi diperlukan gerakan literasi sebagai salah satu cara untuk menghadapi era globalisasi khususnya Batam sebagai bagian kawasan perbatasan strategis dan sebagi hub digitalisasi.

“Melalui lomba ini diharapkan para generasi muda sebagai calon pemimpin dan bagian dari Kota Batam lebih peka terhadap lingkungannya dan utamanya meneruskan budaya membaca dan menulis,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak kepada para anak muda yang masih bersekolah SLTA/SMK sederajat dan Mahasiswa se-Barelang untuk ikut berpatisipasi dan mendaftarkan diri segera untuk mengirimkan ide dan pendapatnya dengan tema yang ditentukan lomba menulis opini BP Batam.

Lebih lanjut, Yudi menerangkan ketentuan dan persyaratan lomba menulis opini. Naskah diketik dengan huruf times new roman, spasi 1,5 dengan jumlah kata sebanyak 500 s.d. 1500 kata. Naskah, biodata penulis dan kartu identitas dapat dikirimkan melalui email perpustakaan@bpbatam.go.id atau menghubungi nomor whatsapp 08566686809 (Deny) dengan waktu pendaftaran dan pengiriman naskah 4 Oktober s.d. 22 Oktober 2019.

Penjurian dilakukan 23 s.d. 24 Oktober 2019 dan penyerahan hadiah dilaksanakan pada 2 November 2019 pada saat acara Hari Keluarga BP Batam.

“Penjurian tahun ini sedikit berbeda, akan dilaksanakan presentasi bagi peserta yang masuk sepuluh besar untuk masing masing kategori di hadapan dewan juri,” jelasnya.

“Hadiah lomba menulis memperebutkan hadiah yakni trofi dan piagam penghargaan. Seluruh peserta wajib mengikuti ketentuan dan persyaratan yang sudah ditetapkan dan dapat dilihat di Instagram, facebook dan twitter BP Batam,” terang Yudi. (ap)

Batam, 14 Oktober 2019
Humas BP Batam.

KJRI Jeddah Gandeng 21 Pengusaha Saudi Bahas Investasi di Indramayu

0

Indramayu— Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menggandeng 21 pengusaha besar dari Arab Saudi untuk menghadiri Indramayu Investment Forum (IIF) yang berlangsung selama dua hari, 13-14 Oktober 2019. Forum dikemas dalam format presentasi singkat, dilanjutkan dengan kunjungan ke berbagai sentra industri di Indramayu.

IIF dilakukan menjelang gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 yang akan dihadiri sebanyak 175 pengusaha Arab Saudi atas undangan KJRI Jeddah.

“Kehadiran pengusaha Arab Saudi di Kabupaten Indramayu ini merupakan ikhtiar KJRI Jeddah untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Arab Saudi. Para pengusaha dapat melihat langsung berbagai potensi investasi di daerah ini yang bisa digarap,” ucap Konjen di sela-sela pertemuan tersebut.

Di antara tamu pengusaha yang hadir dari Arab Saudi dalam pertemuan tersebut adalah  Bin Mahfouz, Alamoudi dan Alghamah. Kedua perusahaan importir ini telah lama memiliki hubungan dagang dengan pengusaha asal Indonesia.

“Beberapa pengusaha Arab Saudi mulai tertarik menanamkan modalnya ke Indonesia karena mereka telah mengenal potensi yang dimiliki oleh Indonesia,” lanjut Konsul Jenderal RI Jeddah dalam sambutannya.

Konsul Jenderal menegaskan beberapa alasan mengapa Indramayu menjadi pilihan bagi investasi.  Disebutkannya, komitmen kepala daerah yang kuat untuk membantu pengusaha adalah kunci pertama bagi suksesnya masuk modal asing.

Lokasi strategis Indramayu, lanjut Konjen, seperti jarak yang relatif dekat dengan Airport Kertajati yang akan membuka penerbangan langsung ke Arab Saudi  akan memudahkan pemodal Saudi untuk melakukan pemantauan dan pengembangan terhadap sektor usaha yang akan digarap.

Sementara, sebagai kabupaten yang berada di wilayah pesisir pantai, Indramayu terkenal dengan keindahan serta kekayaan alamnya. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemodal asing.

“Indramayu adalah kabupaten yang memiliki surplus produksi beras, tempat yang cocok untuk pengembangan peternakan dan perikanan, serta kaya dengan kandungan mineral alam,” jelas Supendi Bupati Indramayu.

Lebih lanjut Bupati Supendi juga menjelaskan bahwa ketersediaan tenaga kerja untuk menunjang beroperasinya industri relatif melimpah dan relatif berdaya saing.

Selama berada di Indramayu, para pengusaha melakukan interaksi dengan pengusaha Indramayu di sektor perikanan, perkebunan, pertanian, dan pertambangan. Beberapa tempat yang dikunjungi antara lain PT. Polytama Propindo, sentra produki kerupuk ikan dan kerupuk udang, sentra produksi beras serta tambak ikan bandeng dan udang dan perkebunan mangga.

“Meski kunjungan hanya singkat, namun kami telah banyak mendapat informasi mengenai apa yang akan kami lakukan setelah kunjungan ini,” jelas salah satu peserta forum tersebut.

Indramayu adalah kabupaten yang memiliki 147 km garis pantai, dan berada di persimpangan dua jalur transportasi Bandara Internasional Kertajati dan Pelabuhan Internasional Patimban. Berhasil memproduksi 1,6 juta ton beras pertahun, Indramayu menjadi salah satu daerah lumbung padi di Indonesia.

(red/budi)

Perhimpunan Melayu Raya Wilayah Kepulauan Anambas resmi di Kukuhkan

0

Tarempa – Perhimpunan Melayu Raya Wilayah Kepulauan Anambas resmi di Kukuhkan, Minggu malam (13/10/19),Bertempat di Gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS) Tarempa, Kecamatan Siantan.

Dengan dibacanya Warkah Penambalan oleh Pembina Utama Himpunan Melayu Raya, Brigjen. Pol. Drs. H. Yan Fitri Halimansyah, MH, yang juga menandakan bahwa Sahtiar, SH, MM sebagai Korwil Perhimpunan Melayu Raya serta sejumlah anggota lainnya telah resmi ditetapkan sebagai Pengurus Perhimpunan Melayu Raya Wilayah Kepulauan Anambas.

Korwil Perhimpunan Melayu Raya Wilayah Kepulauan Anambas, Sahtiar, SH, MM dalam sambutannya mengatakan, Pemilihan atau pembentukan Perhimpunan Melayu Raya ini sesuai dengan arahan Bpk. Brigjen. Pol. Drs. H. Yan Fitri Halimansyah, MH dan juga pengurus Perhimpunan Melayu Raya Kepri

“Kami sangat bersyukur karna mendapat kepercayaan menjadi pengurus Perhimpunan Melayu Raya Wilayah Kepulauan Anambas, semoga apa yang menjadi cita-cita pendiri Perhimpunan ini terwujud, dan juga ia berharap kepada Pembina HMR agar dapat membimbing untuk memajukan HMR Wilayah Kepulauan Anambas,” katanya.

Pembina Utama Perhimpunan Melayu Raya, Brigjen. Pol. Drs. H. Yan Fitri Halimansyah, MH, dalam sambutanya berpesan semoga Perhimpunan Melayu Raya ini menjadi wadah pemersatau masyarakat di Kepulauan Riau.

” Kehadiran Perhimpunan Melayu Raya ini juga menjadi alat perekat masyarakat di Kepulauan Riau yang berdasarkan atas nilai-nilai persaudaraan yang kuat dan kokoh sehingga seluruh komponen masyarakat di Kepri ini dapat menjadi garda terdepan dalam rangka menjaga empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bineka tunggal Ika dan NKRI” ujarnya

Plh. Bupati Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra, mengatakan kalau dilihat dari segi nama, Perhimpunan Melayu Raya ini merupakan cita-cita bersama yang cukup besar,”Mudah-mudahan kebesaran ini akan tercapai apa yang kita cita-citakan bersama untuk mengisi pembangunan di Kabupaten Kepulauan Anambas khususnya dan Provinsi Kepri pada umumnya,”ujarnya.

Wan Zuhendra juga berharap agar Perhimpunan Melayu Raya Wilayah Kepulauan Anambas dapat menjadi mitra pemerintah dalam segala hal yang berkaitan dengan mengisi pembangunan di Kabupaten Kepulauan Anambas dai ia juga meyakini apa bila kita saling bersinerga semuanya akan lebih baik,”tutupnya.

 

 

 

(red/diskominfo/GM)

Amsakar : ASN Pemko Batam harus Bijak bermedia sosial, Jangan mudah terjebak informasi yang kontraproduktif

0

Batam- Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Batam diminta untuk bijak bermedia sosial. Karena ASN ini menjadi referensi bagi masyarakat kita. Maka harus menjadi panutan bagi masyarakat di lingkungan sekitar.

“Harus bertindak secara baik, harus bertindak secara tepat. Jangan menggunakan medsos (media sosial) itu untuk mengembangkan rasa tidak saling percaya, sikap permusuhan, mengembangkan kebencian. Tapi gunakan medsos itu untuk semakin menumbuhkan kebersamaan,” pesan Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad dalam apel pegawai Pemko Batam di Dataran Engku Putri Batam Centre, Senin (14/10/2019).

Batam saat ini sedang berada di era keemasan. Dan yang harus dikembangkan adalah kebersamaan, sinergitas, kolaborasi, dan sinkronisasi.

“Ini yang saya harapkan menjadi kata kunci bagi kawan-kawan Aparatur Sipil Negara. Jangan mudah terjebak pada informasi yang kontraproduktif,” tuturnya.

ASN juga diminta untuk peduli dengan kondisi di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Pegawai diharap menjadi mata dan telinga untuk deteksi dini dalam upaya mencegah hal yang tak diinginkan.

“Kita tidak ingin menjelang tanggal 20 Oktober, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden ada persoalan di Batam. Alhamdulillah sejauh ini aparat kita di bawah, RT, RW, lurah, camat, bahkan TNI-Polri sudah betul-betul bergerak menjaga kondusivitas daerah ini,” ujar mantan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Batam tersebut.

Menurut Amsakar, apabila kondisi Batam tidak kondusif, pekerjaan pemerintah akan bertambah. Di antaranya menjelaskan ke berbagai pihak ketika kondisi sudah kembali normal.

“Sekali ada persoalan di Batam, persoalan bagi kita semua. Kami harus menemui banyak orang untuk menormalisasi keadaan kalau seandainya terjadi kisruh. Kita berdoa Batam tetap kondusif, iklim investasi tetap sehat,” kata dia.

Wawako Batam Amsakar Achmad berharap taruna AAL bisa ikut promosikan Batam ke negara lain

0

Batam –  Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad berharap taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) bisa ikut promosikan Batam ke negara-negara lain yang dikunjungi bersama KRI Bima Suci. Hal ini disampaikan Amsakar dalam kunjungan taruna AAL angkatan 66 yang sedang melakukan diplomasi maritim di Kantor Walikota Batam, Senin (14/10/2019).

“Kami berbahagia dikunjungi, karena tidak banyak daerah yang dikunjungi, hanya Batam, Bali, Banyuwangi. Mudah-mudahan bisa diinfokan lebih luas tentang Batam. Sekarang Batam sedang membangun infrastruktur untuk pariwisata. Kita punya masjid terbesar di Sumatra yang baru saja diresmikan,” tutur Amsakar

Selain itu, ia juga berharap para kadet bisa memotivasi anak-anak Batam untuk mengikuti jejak langkah mereka. Karena dalam kunjungan tiga hari di Batam, mereka juga akan sosialisasi di beberapa sekolah.

“Kita harap bisa menimbulkan minat bagi anak muda Batam untuk memilih taruna sebagai salah satu peluang pendidikan yang bisa mereka tekuni,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga menyampaikan capaian-capaian Pemerintah Kota Batam. Di antaranya tentang keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang melayani 400-an perizinan dan non perizinan dari 30 lebih instansi.

“Kalau sempat mampir ke MPP. MPP kita ini adalah yang terbaik, menjadi model. Banyak provinsi, daerah lain, datang ke sini untuk melihat MPP Batam,” kata dia.

Komandan KRI Bima Suci, Letkol Laut (P) Waluyo kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran pada taruna. Pelayaran diplomasi duta bangsa dalam hal ini diplomasi maritim dinilai sangat efektif untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan negara yang dituju.

KRI Bima Suci dalam pelayaran ini mengangkut 190 kru. Termasuk di dalamnya 83 orang taruna AAL. Berangkat dari Surabaya pada 5 Agustus lalu dan dijadwalkan berlayar selama 99 hari.

“Mulai dari Surabaya, lalu ke Manila Filipina, Osaka Jepang, Busan Korea Selatan, Shanghai China, Brunei Darussalam, Malaysia, Phuket Thailand, dan Myanmar. Awalnya kita jadwalkan ke Padang, tapi KSAL perintahkan ubah ke Kota Batam. Alhamdulillah hari ini sandar sampai tiga hari ke depan. Kemudian lanjut perjalanan ke Bali, Darwin Australia, kembali ke Banyuwangi, sebelum sampai lagi di Surabaya pada 12 November,” papar Waluyo.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga