8.6 C
New York
Saturday, April 4, 2026
spot_img
Home Blog Page 97

Bea Cukai Batam Gagalkan Modus Joki IMEI, 42 Unit iPhone Diamankan

0
Keterangan foto : IMEI (ilustrasi)

Batam – batamtimes.co –  Bea Cukai Batam berhasil mengungkap dan menggagalkan penyalahgunaan pendaftaran IMEI (International Mobile Equipment Identity) yang dilakukan dengan modus menggunakan joki,Jumat,(31/1/2025)

Penindakan ini dilakukan di Terminal Kedatangan Internasional Ferry Harbour Bay dan Batam Centre, dengan total 42 unit ponsel merek Apple jenis iPhone yang diamankan.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia, menjelaskan bahwa kasus pertama terungkap pada Senin, 27 Januari 2025, di Terminal Kedatangan Internasional Ferry Harbour Bay Batam. Dalam operasi ini, petugas berhasil mengamankan 20 unit iPhone dari sepuluh orang penumpang yang berperan sebagai joki IMEI.

Keesokan harinya, pada Selasa, 28 Januari 2025, modus serupa kembali terungkap di Terminal Kedatangan Internasional Ferry Batam Centre. Dalam operasi kedua ini, petugas mengamankan 22 unit iPhone, yang dibawa oleh dua joki IMEI serta dua pengendali yang bertugas mengoordinasikan aktivitas ilegal tersebut.

Menurut Bea Cukai Batam, para joki IMEI direkrut melalui grup-grup di media sosial dengan iming-iming perjalanan gratis ke luar negeri. Beberapa di antaranya bahkan direkrut langsung saat berada di luar negeri sebelum kembali ke Batam.

Sebagai kompensasi, mereka dijanjikan sejumlah uang tunai setelah berhasil melakukan registrasi IMEI menggunakan data pribadi mereka, seolah-olah ponsel tersebut merupakan barang bawaan pribadi dari luar negeri. Padahal, ponsel tersebut sebenarnya adalah barang dagangan yang dititipkan oleh penjual melalui pengendali untuk menghindari pembayaran Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI).

Setibanya di Batam, para joki diarahkan untuk mengambil ponsel yang telah disiapkan oleh pengendali di lokasi tertentu. Setelah itu, mereka mendaftarkan IMEI dengan data pribadi, membuat perangkat tersebut seolah-olah dibawa secara sah dari luar negeri.

Namun, setelah proses registrasi selesai, ponsel yang telah teregistrasi dikembalikan kepada pengendali, lalu diserahkan ke distributor atau penjual untuk diperjualbelikan. Dengan cara ini, sindikat menghindari bea masuk dan pajak yang seharusnya dibayarkan, merugikan negara serta merusak sistem kepabeanan yang berlaku.

Ponsel Diamankan, Bea Cukai Ajukan Pemblokiran ke KOMDIGI

Atas penindakan ini, Bea Cukai Batam telah menerbitkan Surat Bukti Penindakan, dan seluruh ponsel ditetapkan sebagai Barang Dikuasai Negara (BDN). Selain itu, Bea Cukai juga mengajukan rekomendasi pemblokiran terhadap perangkat yang telah teregistrasi sebelumnya kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI).

“Penindakan terhadap joki IMEI ini menegaskan komitmen Bea Cukai dalam menegakkan regulasi serta mencegah pelanggaran kepabeanan dan penyalahgunaan data pribadi,” tegas Evi Octavia.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran perjalanan gratis atau kompensasi uang tunai yang berpotensi melanggar hukum.

“Bea Cukai akan terus meningkatkan pengawasan dan mengambil langkah tegas untuk memastikan kepatuhan hukum serta melindungi kepentingan nasional,” pungkasnya.

 

Penulis : Adi

Editor : Pohan

Pemko Medan Gencarkan Razia Pajak Kendaraan, Targetkan Rp800 Miliar di 2025

0
Keterangan Foto : Pj. Sekda Kota Medan, Topan Obaja Putra Ginting, saat memimpin Apel Gelar Operasi Gabungan Bulanan Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor di halaman Kantor Wali Kota Medan.(Ist)

Sumut – batamtimes.co – Pemerintah Kota (Pemko) Medan semakin serius dalam mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pasca diberlakukannya opsen PKB. Salah satu langkah yang dilakukan adalah razia kendaraan bermotor yang menunggak pajak, yang akan digelar secara rutin ke depan.

Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution, yang diwakili oleh Pj. Sekda Kota Medan, Topan Obaja Putra Ginting, saat memimpin Apel Gelar Operasi Gabungan Bulanan Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor di halaman Kantor Wali Kota Medan, Kamis (30/1).

“Sesuai arahan Pak Wali Kota, kita bersama Pemprov Sumut memiliki tanggung jawab untuk mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan. Karena itu, kita harus segera melaksanakan operasi gabungan untuk penagihan pajak kendaraan bermotor yang tertunggak,” ujar Topan di hadapan peserta apel yang terdiri dari ASN Pemko Medan, TNI, Polri, dan Jasa Raharja.

Topan menegaskan bahwa razia ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan memastikan tidak ada lagi kendaraan yang melintas di Kota Medan dengan pajak yang menunggak.

“Ini langkah yang baik. Kita harapkan tidak ada lagi kendaraan yang menunggak pajak, sehingga pendapatan daerah dari PKB dapat meningkat secara signifikan,” tambahnya.

Di lokasi razia, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, Sutan Tolang Lubis, menjelaskan bahwa razia kepatuhan PKB digelar di empat titik strategis di Kota Medan, yaitu:

  1. Jalan Gatot Subroto
  2. Jalan A.H. Nasution
  3. Jalan S.M. Raja
  4. Jalan Putri Hijau

Selain itu, razia juga dilakukan di Jalan Sisingamangaraja (depan Taman Makam Pahlawan), yang turut dipantau langsung oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

“Dalam razia ini, kami lebih mengedepankan sosialisasi kepatuhan bayar pajak kepada pemilik kendaraan. Razia ini akan rutin digelar setiap bulan untuk mendorong kesadaran masyarakat membayar pajak tepat waktu,” ujar Sutan Tolang Lubis.

Opsen PKB Diterapkan, Target Pajak Rp800 Miliar di 2025

Penerapan Opsen PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) merujuk pada UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD). Sebelumnya, pajak ini ditarik oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dan diserahkan ke Pemko Medan melalui Dana Bagi Hasil (DBH).

Namun, mulai 5 Januari 2025, mekanisme tersebut berubah. Bank Sumut kini membagi langsung pajak PKB, dengan 66 persen disalurkan ke Bapenda Kota Medan, sementara sisanya tetap dikelola oleh Pemprov Sumut.

Saat ini, jumlah kendaraan bermotor di Kota Medan tercatat sebanyak 1,8 juta unit. Dengan skema baru ini, Pemko Medan menargetkan perolehan pajak dari PKB dan BBNKB sebesar Rp800 miliar pada 2025.

Dengan razia rutin dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, diharapkan target pendapatan daerah dari sektor PKB dapat tercapai dan berkontribusi pada pembangunan Kota Medan.

 

Penulis : Tim

Editor : Pohan

Libur Panjang Isra Mi’raj dan Imlek, Bandara Hang Nadim Layani 74.481 Penumpang

0
Keterangan Foto : Bandara Internasional Hang Nadim Batam, mencatat pergerakan 74.481 penumpang selama libur panjang Isra Mi'raj dan Tahun Baru Imlek.(Ilustrasi)

Batam – batamtimes.co – Bandara Internasional Hang Nadim Batam, yang dikelola oleh PT Bandara Internasional Batam (BIB), mencatat pergerakan 74.481 penumpang selama libur panjang Isra Mi’raj dan Tahun Baru Imlek pada periode 24-29 Januari 2025.

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Pikri Ilham Kurniansyah, mengungkapkan bahwa puncak arus penumpang terjadi pada Sabtu (25/1) dengan jumlah 14.400 orang yang datang dan berangkat melalui bandara tersebut.

“Pergerakan penumpang selama libur panjang kemarin mencapai 74.481 orang, meningkat 17 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Pikri di Batam, Jumat (31/1/2025).

Selain lonjakan jumlah penumpang, Bandara Hang Nadim juga mencatat 519 penerbangan, meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penerbangan dari Jakarta dan Medan menjadi rute dengan pergerakan tertinggi, mendominasi arus mudik dan arus balik selama libur panjang.

Dengan tren peningkatan ini, PT BIB terus berupaya meningkatkan pelayanan serta kesiapan operasional guna mengakomodasi kebutuhan perjalanan udara di masa mendatang.

 

Editor : Pohan

BP Batam Terima Kunjungan Kerja Dinas Perumahan dan Cipta Karya Kabupaten Malang

0
Keterangan Foto : BP Batam menerima kunjungan kerja dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Malang.(Ist)

Batam – batamtimes.co-  Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menerima kunjungan kerja dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Malang pada Jumat (31/1) di Marketing Centre BP Batam. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan kawasan dan pembangunan infrastruktur di Batam yang dinilai berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Kunjungan ini dipimpin oleh Kepala Bidang Penataan Ruang dan Penataan Bangunan, Zulfikar M. Yamin Latuconsina, dan diterima langsung oleh Direktur Pengelolaan Pertanahan BP Batam, Ilham Eka Hartawan. Dalam pertemuan tersebut, Ilham menjelaskan berbagai proyek strategis BP Batam, termasuk pengelolaan pertanahan dan pengembangan kawasan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2025.

“Terima kasih kepada Bapak Zulfikar dan tim atas kunjungannya ke BP Batam. Kami berharap penjelasan kami mengenai perkembangan Batam dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dalam mengembangkan kawasannya masing-masing,” ujar Ilham.

Menanggapi pemaparan tersebut, Zulfikar M. Yamin Latuconsina mengungkapkan bahwa Batam dipilih sebagai destinasi kunjungan kerja karena kemajuannya yang signifikan dalam sektor infrastruktur dan ekonomi.

“Kehadiran kami di sini adalah untuk mempelajari langsung bagaimana BP Batam mengelola kawasan hingga berkembang pesat seperti saat ini,” kata Zulfikar.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan BP Batam dan berharap informasi yang diperoleh dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Malang dalam mengembangkan wilayahnya.

“Terima kasih atas penerimaan yang baik dari BP Batam. Semoga hasil diskusi ini dapat memberikan wawasan baru bagi kami untuk mendorong kemajuan Kabupaten Malang,” tambahnya.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Surya Kurniawan Suhairi; Kepala Bagian Promosi, Sofyan; serta beberapa Pejabat Tingkat IV di lingkungan BP Batam.

Dengan kunjungan ini, diharapkan terjalin kerja sama dan pertukaran informasi yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan di kedua daerah.

 

Penulis : Adi

Editor : Pohan

Vendor Apple Mulai Investasi di Indonesia, Bangun Pabrik AirTag di Batam

0
Keterangan foto : Ilustrasi

Jakarta – batamtimes.co –  Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menegaskan bahwa investasi Apple yang masuk ke Indonesia berasal dari vendornya, bukan langsung dari perusahaan teknologi asal California itu.

Menurut Rosan, pola investasi melalui vendor bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain seperti India, Vietnam, dan Malaysia.

“Ini seharusnya saya koreksi ya, yang investasi itu bukan Apple, tapi vendornya Apple. Karena itu yang mereka lakukan, baik di India, di Vietnam, di Malaysia, maupun di Indonesia,” ujar Rosan dalam keterangannya di Kantor BKPM, Jumat (31/1/2025).

Rosan mengungkapkan bahwa vendor Apple yang pertama kali berinvestasi di Indonesia adalah vendor AirTag. Ia optimistis bahwa langkah ini akan membuka jalan bagi vendor-vendor Apple lainnya untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

“Vendor yang pertama adalah AirTag. Dan ini adalah investasi yang akan diikuti oleh vendor-vendor lainnya. Jadi, pertumbuhannya akan menjadi bagian dari value chain Apple. Insyaallah, investasi ini akan terus berjalan,” jelas Rosan.

Saat ini, Indonesia baru menerima investasi dari satu vendor Apple, sementara di Malaysia sudah ada lebih dari 35 vendor. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya meyakinkan Apple agar semakin banyak vendor yang berinvestasi di Indonesia, seperti yang telah terjadi di negara-negara ASEAN lainnya.

Pembangunan Pabrik AirTag di Batam

Sebelumnya, pada 7 Januari 2025, Rosan Roeslani bertemu dengan Vice President of Global Policy Apple, Nick Amman, di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Apple menyampaikan komitmennya untuk membangun pabrik AirTag di Batam dengan nilai investasi tahap pertama mencapai US$1 miliar.

“Pembangunan tahap pertama akan dimulai sesegera mungkin dan ditargetkan selesai pada awal tahun 2026,” ungkap Rosan.

Rosan juga menjelaskan bahwa investasi ini merupakan awal dari ekspansi lebih besar. Apple akan mengundang lebih banyak vendor ke Indonesia, seperti yang telah mereka lakukan di Thailand dengan lebih dari 23 vendor dan Vietnam dengan lebih dari 30 vendor.

Pabrik AirTag di Batam ini diproyeksikan akan menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja, memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan industri manufaktur di Indonesia.

Dengan langkah ini, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat manufaktur teknologi di kawasan, sekaligus membuka peluang bagi investasi teknologi lainnya di masa depan.

 

Penulis : Sam

Editor : Pohan

BP Batam Sukses Bangun Infrastruktur Sepanjang 2024, Siap Lanjutkan Proyek Strategis di 2025

0
Keterangan Foto : Beberapa proyek unggulan yang telah rampung di 2024 meliputi Fly Over Sungai Ladi.(ist)

Batam – batamtimes.co  – Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat capaian positif dalam pembangunan infrastruktur dasar sepanjang tahun 2024 guna mendukung iklim investasi di kota dengan populasi sekitar 1,3 juta jiwa ini.

Melalui berbagai proyek strategis, BP Batam tidak hanya membangun akses transportasi yang lebih baik, tetapi juga mempercantik wajah kota. Beberapa proyek unggulan yang telah rampung di 2024 meliputi Fly Over Sungai Ladi, Gedung VVIP Bandara Internasional Batam, dan Bundaran Punggur. Selain meningkatkan estetika kota, proyek-proyek ini juga menjadi identitas serta kebanggaan masyarakat Batam.

“Proyek strategis sepanjang tahun 2024 memang bertujuan untuk memperkuat posisi Batam sebagai daerah beriklim investasi yang baik dan nyaman,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, Jumat (31/1/2025).

Ariastuty menambahkan bahwa beberapa proyek yang telah selesai langsung memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya Fly Over Sungai Ladi, yang terbukti efektif mengurai kemacetan dari arah Sekupang menuju Batam Center.

“Patut kita syukuri apabila manfaatnya bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat dan industri yang ada di Batam,” tambahnya.

BP Batam menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur pendukung investasi di tahun 2025. Proyek-proyek yang direncanakan tetap berfokus pada peningkatan aksesibilitas dan konektivitas wilayah guna mendorong pertumbuhan ekonomi Batam.

“Prioritas utama tentu masih pembangunan ruas jalan dan infrastruktur pendukung lainnya. Semoga proyek-proyek nanti mampu memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi dan investasi Kota Batam,” ungkap Ariastuty.

Berikut sembilan ruas jalan yang menjadi prioritas pembangunan tahun 2025:

  1. Jalan Prambanan – 0,85 km
  2. Jalan Kuda Laut – 0,6 km
  3. Jalan Ahmad Yani (Simpang Kabil – Batamindo) – 3,8 km
  4. Jalan R. Suprapto (Simpang Batamindo – DAM Muka Kuning) – 1,6 km
  5. Jalan Letjend Suprapto (Ruas DAM Muka Kuning) – 1,5 km
  6. Jalan Gadjah Mada (Landing Point Fly Over Sungai Ladi – Simpang Laluan Madani) – 1,4 km
  7. Jalan Kartini (Temiang – Simpang Marina City) – 3,8 km
  8. Jalan Engku H. Tua (Simpang PIH – Simpang DPRD) – 0,6 km
  9. Jalan Lumba-Lumba (Akses Pelabuhan Pelni Batu Ampar) – 0,6 km

Dengan berbagai proyek infrastruktur yang telah berjalan dan yang akan dilanjutkan, BP Batam optimis bahwa Batam semakin siap menjadi pusat investasi yang kompetitif di Indonesia dan Asia Tenggara.

 

Penulis : Adi

Editor : Pohan

Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman di Jakarta Selama Libur Panjang

0
Keterangan Foto : Pertamina memastikan bahwa stok LPG di wilayah Jakarta dan sekitarnya saat ini dalam kondisi aman.(Tanto)

Jakarta – batamtimes.co – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan ketersediaan LPG 3 kg di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dengan melakukan pengecekan di sejumlah pangkalan. Langkah ini dilakukan untuk menjamin distribusi tetap lancar selama periode libur panjang.

Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Joevan Yudha Achmad, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan di lebih dari 15 titik pangkalan LPG untuk memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat.

“Kami memastikan bahwa stok LPG di wilayah Jakarta dan sekitarnya saat ini dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Sejak libur panjang kemarin, kami telah melakukan pengecekan di beberapa pangkalan di wilayah Sales Area Retail Jabode, di antaranya Pademangan Jakarta Utara, Johar Baru Jakarta Pusat, serta Cengkareng Jakarta Barat,” ujar Joevan, Jumat (31/1).

Sebelumnya, untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan LPG selama libur panjang 27-31 Januari 2025, Pertamina Patra Niaga Regional JBB telah menambah pasokan sebesar 711.800 tabung. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan distribusi berjalan optimal.

“Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan dinas terkait di wilayah DKI Jakarta serta memonitor ketersediaan stok di pangkalan setiap hari. Kami juga bekerja sama dengan Hiswana Migas agar agen LPG dapat segera menyuplai ke pangkalan serta memastikan pembelian di pangkalan menggunakan KTP,” tambah Joevan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi Pertamina serta memprioritaskan penggunaan untuk kebutuhan rumah tangga.

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, mengungkapkan bahwa selama libur panjang ini, terjadi lonjakan penyerapan LPG 3 kg secara nasional.

“Sebanyak 9.234.667 tabung LPG 3 kg telah disiapkan pada 27 dan 29 Januari 2025 dan seluruhnya telah terserap, menunjukkan tingginya permintaan,” jelas Heppy.

Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi LPG 3 kg, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan energinya tanpa kendala.

 

Penulis : Tanto

Editor : Pohan

Lagu ‘Waktu Ku Kecil’ Viral, Bunda Dor Dor Jadi Perbincangan Warganet

0

Sumatra – Media sosial kembali dihebohkan dengan lagu viral berjudul Waktu Ku Kecil yang dinyanyikan oleh Susilawati atau yang akrab disapa Bunda Dor Dor. Video penampilannya di sebuah acara kondangan menarik perhatian warganet, hingga menjadi tren di berbagai platform digital.

Dalam video yang beredar, Bunda Dor Dor dengan penuh semangat menyanyikan lagu tersebut di atas panggung. Salah satu penggalan lirik yang paling mencuri perhatian adalah, “Ku kira botol, tahunya pistol, tembak-tembak dor dor dor.” Gaya penyampaian yang unik serta ekspresi penuh energi membuat lagu ini semakin digemari.

Fenomena ini semakin menarik perhatian setelah Presiden Joko Widodo turut memberikan reaksi terhadap lagu tersebut. Hal ini semakin memperkuat tren dan membuat lagu Waktu Ku Kecil semakin banyak didengar oleh masyarakat.

Diketahui, lagu ini merupakan ciptaan Dede Sugiana Yudha, yang lebih dikenal sebagai Tongky dari Knalpot Band, grup musik asal Bandung. Awalnya, lagu ini tidak begitu populer di skala nasional, namun setelah viral di media sosial, kini banyak orang yang penasaran dan mencari tahu lebih lanjut tentang lagu serta penciptanya.

Viralnya lagu Waktu Ku Kecil menjadi bukti bahwa media sosial memiliki peran besar dalam mempopulerkan sebuah karya. Lagu-lagu sederhana dengan lirik yang mudah diingat sering kali lebih cepat diterima dan dinyanyikan ulang oleh masyarakat.

Hingga kini, lagu Waktu Ku Kecil terus mendapatkan perhatian dan semakin banyak dicover oleh berbagai penyanyi di media sosial. Apakah lagu ini akan bertahan sebagai tren atau hanya sekadar fenomena sesaat? Waktu yang akan menjawab.

𝐒𝐮𝐬𝐢𝐥𝐚 𝐖𝐚𝐭𝐢 (𝐁𝐮𝐧𝐝𝐚 𝐃𝐨𝐫 𝐃𝐨𝐫)
Ibu-Ibu Yang Viral di Medsos Setelah Menyanyikan Lagu Waktuku Kecil

” Tembak Dor Dor Dor ” (Waktu Ku Kecil)

Ciptaan : Dede Sugiana Yudha (Tongky Knalpot Band)
Cover Lagu Knalpot Band

TA Pro Music & publishing

 

Penulis : Adi

Editor : Pohan

 

Polda DIY Gagalkan Peredaran Sabu Lintas Provinsi 10 Kilogram

0
Keterangan Foto : Wadir Resnarkoba AKBP Muharomah Fajarini dalam konferensi pers bersama empat tersangka jaringan peredaran sabu nasional yang melibatkan wilayah Yogyakarta dan Sidoarjo.(Tanto)

Yogyakarta – batamtimes.co – Ditresnarkoba Polda DIY mengungkap jaringan narkoba jenis sabu lintas provinsi Yogyakarta-Sidoarjo, Jawa Timur seberat 10 kilogram.

Wadir Resnarkoba AKBP Muharomah Fajarini mengatakan, jaringan ini menggunakan metode transaksi langsung.

“Beberapa lokasi yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) meliputi pinggir jalan di Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul; sebuah kamar kos di wilayah yang sama; serta di depan minimarket di Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur,” ujarnya Kamis 30 Januari 2025.

Ia menjelaskan, empat orang tersangka berhasil diamankan dalam kasus ini, yakni FR (28), HW (29), TH (46), dan RH (39).

“Keempatnya berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur. Namun beberapa di antaranya berdomisili di Bantul, DIY. Berdasarkan hasil penyelidikan, dua dari empat tersangka merupakan residivis dalam kasus serupa,” terangnya.

Dirinya mengungkapkan, kasus ini terbongkar berawal dari laporan masyarakat mengenai peredaran narkoba di Kapanewon Banguntapan, Bantul. Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda DIY kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan FR pada Minggu, 12 Januari 2025, sekitar pukul 02.45 WIB. Dari tangan FR, polisi menemukan satu plastik klip berisi sabu seberat 0,45 gram.

“Hasil interogasi terhadap FR mengungkap bahwa sabu tersebut diperoleh dari HW. FR bertugas meletakkan sabu di lokasi tertentu dengan imbalan konsumsi sabu gratis. Berdasarkan informasi ini, polisi melanjutkan penyelidikan dan berhasil menangkap HW di kamar kosnya pada hari yang sama sekitar pukul 03.00 WIB. Dalam penggeledahan, ditemukan barang bukti sabu seberat 5,59 gram. HW mengaku memperoleh sabu dari TH di Sidoarjo melalui transaksi langsung,” ucapnya.

Tim Opsnal kemudian mengejar TH dan berhasil menangkapnya pada Senin, 13 Januari 2025, sekitar pukul 13.15 WIB di depan minimarket di Kecamatan Candi, Sidoarjo.

“Saat digeledah, ditemukan sabu seberat 34,52 gram. Dari pengakuan TH, diketahui bahwa masih ada sabu yang disimpan di kamarnya. Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sabu seberat 10.012 gram. TH mengaku mendapatkan narkotika ini dari seorang pemasok berinisial F (DPO) di Bangkalan, Madura, dengan imbalan uang Rp12 juta dan sabu 80 gram,” urainya.

Selain itu, TH juga mengaku mengambil sabu tersebut bersama rekannya, RH. Polisi pun menangkap RH di rumahnya di Kecamatan Candi, Sidoarjo. RH mengakui keterlibatannya dalam mengambil sabu dari Bangkalan dan mendapatkan imbalan berupa uang serta konsumsi sabu.

“Secara keseluruhan, Polda DIY menangkap empat tersangka dengan barang bukti sabu seberat 10.052,56 gram. Pengungkapan ini membongkar jaringan peredaran sabu nasional yang melibatkan wilayah Yogyakarta dan Sidoarjo,” ujarnya.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Ihsan menjelaskan, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Selain itu, mereka juga dapat dijerat dengan Pasal 132 jo Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a, dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau 20 tahun penjara.

“Dengan pengungkapan kasus ini, polisi berhasil mencegah peredaran sabu yang berpotensi merusak lebih dari 40.000 orang, dengan asumsi satu gram sabu dikonsumsi oleh empat orang,” ungkap Ihsan.

 

Penulis : Tanto

Peringatan HUT Koopsudnas di Lanud RSA, Teguhkan Komitmen Pertahanan Udara

0
Keterangan foto : Komandan Lanud RSA, Kolonel Pnb I Ketut Adiyasa Ambara, diwakili Kepala dinas Logistik (Kadislog) Lanud RSA, Letkol Kal Fatkur Arifin, A.Md., memimpin apel khusus Peringatan HUT Koopsudnas di Lanud RSA.

Natuna – Batamtimes.coKomando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 menggelar apel khusus di lapangan depan Base Ops Lanud RSA, Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis, (30/1/2025).

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga