Jembatan Pintas Kelurahan Darussalam Dengan Desa Pongkar Nyaris Rubuh

0
150
Jembatan pintas yang menghubungkan Guntung Punak Kelurahan Darussalam Kecamatan Meral Barat dengan Desa Pongkar Kecamatan Tebing nyaris rubuh tergerus air.

batamtimes.co , Karimun – Jembatan pintas yang menghubungkan Guntung Punak Kelurahan Darussalam Kecamatan Meral Barat dengan Desa Pongkar Kecamatan Tebing nyaris rubuh tergerus air.

“Iya, hampir rubuh, dan sudah kita usulkan untuk dibangun jembatan yang lebih kokoh,” kata Sekretaris Lurah Darussalam, Bambang Firmanto di Kantor Lurah Darussalam, Meral Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Kamis.

Jembatan ini, kata Bambang, adalah jembatan pintas satu-satunya yang terhubung dengan Desa Pongkar Kecamatan Tebing. Akibatnya, hanya kendaraan tertentu saja yang dapat melintasi jembatan tersebut karena kondisinya yang sangat mengkhawatirkan untuk dilalui kendaraan semisal angkutan umum atau angkot.

“Kalau untuk pejalan kaki masih aman, tapi kalau untuk kendaraan, sebaiknya jangan lewat di situ,” katanya.

Akses jalan utama yang menghubungkan antarkecamatan ini sebelumnya telah ada, namun khusus untuk warga setempat, jika melalui jalan tersebut akan memakan waktu yang lebih lama lagi ketimbang melalui jalan pintas tersebut.

Jalan pintas ini juga dominan digunakan anak sekolah SD Lembah Permai yang terletak di Kelurahan Darussalam.

“Yang kasihan kita melihat anak-anak ini. Kalau melalui jalur utama, maka sangat jauh, dan tentunya memakan waktu yang lebih lama lagi,” ujarnya.

Semetara itu, Naim, warga Guntung Punak mengaku sangat khawatir terhadap jembatan tersebut, sebab jembatan dimaksud merupakan jembatan satu-satunya yang dapat menghubungkan dirinya dengan warga lainnya ke suatu tujuan dengan waktu yang singkat.

“Dibandingkan kami harus melalui jalan utama, keliling jauh kali. Perbandingannya kalau menempuh jalan utama mungkin sampai 20 sampai 30 menit, sedangkan jalan pintas ini paling 5 menitpun ‘nggak’ sampai,” katanya.

Dirinya dan warga lainnya berharap pemerintah daerah setempat segera membangun jembatan yang kokoh di tempat yang sama, sebab menurut mereka jika dibangun jembatan yang sama, maka kejadian serupa dikhawatirkan terulang kembali.

“Harapannya agar dibangun jembatan yang baru la. Kalau jembatan yang serupa ya sama saja,” kata dia. (red/Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here