12 pintu asrama santri putra Pondok Pesantren Miftahul Muaarif terbakar

0
220

Kampar- Sebanyak 12 pintu asrama santri putra Pondok Pesantren Miftahul Muaarif yang terletak didesa Bandur Picak,Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar,Provinsi Riau Terbakar,selasa siang (28/1/2020) sekitar pukul 14.45 wib.

Informasi yang dihimpun, bahwa penyebab dari kebakaran tersebut diduga kuat akibat Konsleting arus listrik dan beruntung tidak ada memakan korban jiwa pada peristiwa kebakaran tersebut tetapi kerugian yang diakibatkan dari kebakaran itu mencapai lebih kurang Rp. 300 juta seperti yang dikutip dari reportaseindinesia.id

Pimpinan pondok pesantren Miftahul Muaarif ,Sukur Ali saat dikonfirmasi reportaseindonesia.id dilokasi kebakaran mengatakan, Kejadian terbakarnya Asrama Santri Putra Pondok Pesantren Miftahul Muaarif sekitar pukul 14.45 wib siang tadi dimana anak- anak pada saat itu posisi sedang belajar dikelas dan ada 1 orang santri yang didalam kamar karena ia sedang sakit perut lagi tidur.

” Lalu anak itu mendengar ada detak- detak diatas loteng,namun setelah ia lihat ternyata ada api serta ia langsung turun kebawah karena ia berada dilantai 2 untuk memanggil orang yang ada dibelakang pondok pesantren ini dan yang pertama mendengar itu ibu kantin sama Erik Juanda mantan dari Alumni disini sedang berada dikantin,terangnya

Sukur Ali menambahkan, Orang 3 inilah yang berteriak langsung keruang belajar dan disana ada tukang sedang bekerja,namun karena api sudah membesar mereka tidak ada upaya untuk memadamkan lalu masyarakat pun datang berbondong- bondong berusaha untuk memadamkan api dan disaat itu juga saya pun meluncur kembali kepondok sekitar baru 10 menit baru meninggalkan kompleks pondok pesantren.

” Tetapi api sudah membesar serta kami tetap berusaha untuk menyelamatkan gedung- gedung yang berhamparan dengan gedung yang terbakar,sebutnya

Lebih lanjut dijelaskannya, Ruangan asrama yang terbakar ini terdiri dari 12 pintu atau 12 kamar dimana setiap 1 kamar 5 orang isinya dan seluruh isi didalam dikamar yang terbakar tidak ada yang terselamatkan.

” Itu datang mobil Damkar ( Pemadam Kebakaran ) sekitar 1 jam setengah setelah kejadian kebakaran karena posisi kita kan jauh dari bangkinang dan ketika mobil Damkar sampai kelokasi kabakaran api pun sudah mati dipadamkan oleh masyarakat, paparnya

Alhamdulillah setelah kami cek seluruh Santri pokoknya tidak ada memakan korban jiwa akibat dari peristiwa ini dan keseluruhan bangunan beserta isi- isi didalamnya diperkirakan kerugian melebihi sekitar Rp.300 juta.

” Kami berharap kepada pemerintah maupun dinas terkait agar bagaimana ikut untuk berpartisipasi,ikut dalam kebersamaan pada musibah ini dan kalau ada bantuan ya alhamdulillah tetapi kami sangat berharap uluran tangan dari berbagai pihak karena anak- anak santri sekarang cuma tinggal baju dibadan yang terselamatkan,harapnya

Tampak hadir dilokasi kebakaran tersebut, Camat Koto Kampar Hulu,T. Said Hidayat,S.STP ,Sekcam,Herman,SP,M.si, Kasisos Kecamatan,Gusandri,SP, Kapolsek XIII Koto Kampar,AKP. Budi Rahmadi,SH beserta anggota, Danramil 12/ XIII Koto Kampar,Kapten ARH Diding Sukardi beserta anggota,Bhabinkamtibmas desa Bandur Picak,Brigadir Faisal Boebata, Bhabin kamtibmas desa Tanjung,Bripka Onrianto dan sekdes Bandur Picak, Firman beserta perangkatnya.

 

 

(red/reportaseindonesia. id)

Penulis : Hargono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here