Warga negara Singapura disebut memborong masker dari Batam

0
288

Jakarta – Warga negara Singapura disebut memborong masker dari Batam, Kepulauan Riau, guna perlindungan diri mengantisipasi wabah virus corona.

“Ada banyak informasi yang saya dapat bahwa warga Singapura membeli masker hingga berkarung-karung. Ini tidak dibenarkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana, Kamis (6/2/2020) seperti dilansir Antara.

Tjetjep mengatakan sikap warga Singapura itu mendapat protes dari warga Batam, terutama yang kesulitan mendapatkan masker.

Ia menduga, jarak yang dekat antara Singapura dan Batam memudahkan warga negara jiran itu membeli masker. Bahkan, kata Tjetjep, mereka juga memborong sabun cuci tangan kemasan.

Terkait persoalan itu, Tjetjep mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Bea dan Cukai guna mencegah warga Singapura memborong masker.

“Hari ini kami akan bahas soal itu, dan yang lainnya,” katanya.

Di satu sisi, Tjetjep mengemukakan Kemenkes sudah menyiapkan sebanyak 150 ribu masker untuk masyarakat Kepri. Sedangkan untuk warga Kabupaten Natuna, yang menjadi tempat karantina untuk observasi virus corona, disiapkan 100 ribu masker.

Terkait kasus tenaga kerja wanita (TKW) di Singapura yang terjangkit virus corona, ia menegaskan di Kepri, khususnya Tanjungpinang, Batam dan Karimun terus mewaspadainya. Petugas di seluruh pintu keluar masuk Kepri wajib mengenakan masker.

“Untuk warga lainnya, belum wajib menggunakan masker, kecuali yang dalam kondisi batuk, pilek dan gangguan pernapasan,” kata dia.

Selain itu, berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, peredaran masker–terutama jenis N95–mulai langka, bahkan jikapun ada harganya berlipat ganda. Salah satunya, pantauan di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur. Di pasar yang menjual obat, dan alat-alat kesehatan tersebut, harga N95 berlipat ganda hingga lebih dari Rp1 juta per kotak (isi 20 masker). Padahal, sebelum terjadi kepanikan akibat wabah virus corona dari China, jenis masker tersebut kisaran Rp200-500 ribu.

Sekretaris Jenderal Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka (HPFPP) Yoyon menduga ada permainan kartel terkait kenaikan harga masker dan kekosongan stok barang di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta. Kartel masker disebut memanfaatkan wabah virus corona.

“Ada sebuah kartel yang mempermainkan harga masker,” tutur Yoyon kepada CNNIndonesia.com, di Pasar Pramuka, Selasa (4/2/2020).

Yoyon mengaku kaget dengan lonjakan harga masker yang terjadi dua pekan terakhir di Pasar Pramuka. Beberapa konsumen dan penjual sering mengeluh kepadanya.

Ia menduga ada pihak yang sedang memainkan harga dan stok masker sehingga terdapat kekosongan di beberapa kios dan imbasnya terjadi lonjakan harga masker.

(red/antara/cnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here