Kapolres Natuna Ajak Masyarakat Cegah Covid -19

0
372

Batamtimes.co – Natuna – Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K, M.Si mengajak masyarakat Natuna untuk mencegah penularan wabah covid -19. Polisi sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan masyarakat dalam situasi merebaknya Covid -19 (Virus corona) saat ini.

Pihaknya telah melakukan upaya tindakan pencegahan secara internal maupun eksternal. Dengan cara melakukan pengecekan kesehatan suhu tubuh personil. Guna memastikan kesehatan seluruh personil dalam melaksanakan tugas dalam kondisi sehat.

Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, Danyonkes 1 Marinir, Letkol Laut (K) drg. Muh. Arifin, Ketua Komisi I DPRD Natuna Wan Arismundar, usai acara dialok interaktif di studio RRI Ranai, Jumat (20/03/2020) pagi.

Hal ini disampaikan Kapolres Natuna diacara kopi pagi, dialok interaktif yang diselenggarakan Radio Republik Indonesia (RRI) stasiun Ranai, bekerjasama dengan Diskominfo Kabupaten Natuna, Jumat (20/03/2020) tema ” Covid-19 Melanda, Natuna Siaga”.

Kapolres Ike menjelaskan, pada situasi saat ini pihaknya mengedepankan upaya Preemtif dan Preventif melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Bagaimana meminimalisir berkembangnya Covid – 19 dan upaya preventif seperti pihaknya melakukan bersih-bersih di tempat – tempat umum.

Bandara udara, Pelabuhan dan terminal dimana ada tempat keluar masuknya orang dan barang.

Langkah tersebut telah dilakukan Kapolres Natuna bersama Forkopimda di Pelabuhan Binjai, Kecamatan Bunguran Barat, Kamis (19/03/2020) kemarin.

Dengan melakukan penyemprotan disinfektan di ruang tunggu penumpang dan memberikan cairan anti septik untuk membersihkan tangan. Secara tidak langsung telah memberikan pemahaman untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat kepada para penumpang.

” Kita bisa melakukan pencegahan dengan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan, aktivitas olahraga,” terang Ike.

Kapolres Natuna juga mengakui, udara di Natuna masih bersih, cuaca cerah dan panas. Sangat cocok untuk berolahraga
guna menjaga kondisi tubuh tetap fit dan upaya terhindar dari penyakit.

Sementara itu narasumber, Tim Kesehatan Komando Gabungan Tugas Terpadu (Kogasgabpad TNI AD, TNI AL, TNI AU) Operasi Bantuan Kemanusiaan Natuna diketuai Danyonkes 1 Marinir, Letkol Laut (K) drg. Muh. Arifin, Sp.Ort, M.Tr.Opsla, memaparkan, bahwa infeksi Covid-19 pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China, pada akhir Desember 2019.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan baik ringan ataupun berat. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke banyak negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

“Infeksi Virus Corona bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak, sesak napas, dan nyeri dada.

Tetapi saat ini berkembang menjadi asymtomatis (tidak bergejala), tanpa suhu badan naik, tanpa batuk atau flu,” ungkapnya.

Dijelaskan pula, bahwa bahaya Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, orang yang sedang sakit kronis sebagai penyerta, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Menurut Letkol. Arifin, bahwa seseorang dapat tertular Covid-19 melalui berbagai cara diantaranya, tidak sengaja menghirup percikan droplet dari bersin atau batuk penderita positif Virus Corona.

Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita Virus Corona. Kontak jarak dekat 1 meter dengan penderita Covid-19 misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.

Pada kesempatan tersebut, Danyonkes 1 Marinir juga menyampaikan, bahwa Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono, SE, MM, sebagai Panglima Kogasgabpad TNI AD, TNI AL, TNI AU.

Pada Operasi Bantuan Kemanusiaan yang sudah sukses tiga gelombang melakukan proses observasi  ABK baik di Natuna maupun di Pulau Sebaru. Sudah berkordinasi dengan Pemerintah Daerah Natuna dalam hal ini RSUD Natuna.

Untuk bisa menyiapkan ruangan untuk observasi bagi pasien yang dicurigai menderita Covid-19, karena dibutuhkan waktu 1 x 24 jam hasil uji di Litbangkes Jakarta, untuk bisa menentukan seorang pasien tersebut dinyatakan positif terkena virus atau tidak.

“Guna memastikan penegakan diagnosis Covid-19, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berupa uji sampel darah, tes usap tenggorokan. Untuk meneliti sampel dahak, dan rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru,” ujarnya.

Pangkogasgabpad melalui Tim Kesehatan Kogasgabpad menghimbau kepada masyarakat. bahwa guna pencegahan Virus Corona diantaranya, hindari berpergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung.

Rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%. Setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum, hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek. Jaga kebersihan benda yang sering disentuh termasuk kebersihan lingkungan.

Untuk diketahui masyarakat luas, penyakit ini sebenarnya bisa sembuh dengan sendiri (Self Limiting Disease) dengan daya tahan tubuh yang bagus, penyakit ini akan sembuh, jadi masyarakat jangan terlalu panik tetapi harus tetap waspada terhadap penyakit ini.

Selain itu, Danyonkes 1 Marinir ini juga menyarankan kepada Pemda Natuna untuk meliburkan anak sekolah dua minggu kedepan dan meniadakan pertemuan secara massal. Acara-acara yang bersifat berkumpul agar dilarang dulu, semua untuk kebaikan masyarakat luas.

Sebab menurutnya, kalau sudah ada yang terjangkit positif satu orang saja akan menyebar secara luas, jika bertemu di keramaian, yang akan mengakibatkan epicentrum penularan baru di Natuna ini.

Selain itu, Arifin juga mengingatkan, yang perlu diwaspadai adalah pintu-pintu yang masuk dari dan ke Natuna harus diawasi dengan benar, baik di bandara maupun pelabuhan yang sangat rawan lewat orang yang dari Batam dan daerah lain yang dekat dengan Singapura atau Malaysia yang saat ini sudah menjadi negara yang konfirm positif Covid 19.

Sebagai saran ke Pemda Natuna kata Arifin, untuk ketat terhadap orang yang baru masuk ke Natuna baik dari bandara maupun pelabuhan, kalau perlu di observasi sendiri di RSUD Natuna selama 14 hari orang tersebut. Setelah aman selama 14 hari tidak menunjukkan gejala Covid 19 baru dipulangkan ke keluarganya, sehingga aman baik untuk keluarganya maupun masyarakat sekitarnya, tandasnya.

Selain Kapolres Natuna dan Danyonkes I Marinir, Letkol Laut Mhd. Aripin, sebagai narasumber juga hadir Ketua Komisi I DPRD Natuna Wan Aris Munandar, Kepala Stasiun RRI Ranai, Drs. Apral Miswirawan. MM, dan dipandu Rita selaku moderator.

(Pohan/humres)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here