Bea cukai membenarkan Putra Siregar pendiri dari PS Store yang ditangkap

0
722

Batam- Pengusaha muda bernama Putra Siregar tengah menjadi buah bibir belakangan ini. Ia diamankan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan terkait dengan kepemilikan dan peredaran barang-barang ilegal.

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Bea Cukai Kanwil Jakarta Ricky Mohamad Hanafie pun membenarkan PS tersebut adalah Putra Siregar yang merupakan owner atau pendiri dari PS Store, toko online yang menjual ponsel dengan harga ‘miring’ termasuk lewat Instagram.

“Iya, benar (Putra Siregar),” kata Ricky saat dikonfirmasi inisial dari PS atau Putra Siregar dalam sambungan telepon seperti yang dikutip dari  CNBC Indonesia, Selasa (28/7/2020).

Proses di Bea Cukai sudah selesai. Ditangkap dan diserahkan ke Kejaksaan untuk menjalani proses pengadilan dan persidangan,” tambahnya.

Putra Siregar merupakan pemilk dari PS Store, juga Youtuber asal Kota Batam ditangkap setelah menjalani penyidikan. Ia juga terkenal memberikan giveaway hingga endorse banyak artis terkenal.

Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta melakukan Tahap II (Penyerahan Barang Bukti dan Tersangka) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur atas hasil penyidikan tindak pidana kepabeanan.

Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut dilaksanakan atas pelanggaran pasal 103 huruf d Undang-undang No. 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

“Tersangka berinisial PS telah diserahkan beserta barang bukti antara lain 190 Handphone bekas berbagai merk dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 61.300.000,” tulis Bea Cuka Kanwil Jakarta dalam keterangannya, Selasa (28/7/2020).

“Selain itu, juga diserahkan harta kekayaan/penghasilan Tersangka yang disita di tahap penyidikan, dan akan diperhitungkan sebagai jaminan pembayaran pidana denda dalam rangka pemulihan keuangan negara ( Dhanapala Recovery ) yang terdiri dari uang tunai senilai Rp 500.000.000,-, rumah senilai Rp 1,15 miliar, dan rekening bank senilai Rp 50.000.000,” tambah penjelasan Bea Cukai.

Bea Cukai mengklaim, penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Bea Cukai untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal serta mengamankan penerimaan negara.

“Ke depannya, Kanwil Bea Cukai Jakarta akan terus berusaha melindungi industri dalam negeri sehingga penerimaan negara dapat optimal,” paparnya.

Di sisi lain, Putra dikenal memiliki reputasi di tengah artis ibu kota. Namun di balik itu, ternyata juga memiliki ketenaran di Batam.

“Putra Siregar ini belakangan cukup aktif melakukan kegiatan sosial seperti bagi bagi sembako di Batam terutama semenjak wabah Covid-19 mulai melanda. Dia juga rajin memasang baliho besar yang memajang fotonya dengan artis RA (nama disamarkan) sedang berpakaian ihram,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam Rafki Rasyid kepada CNBC Indonesia, Selasa (28/07/2020).

Bahkan di hari raya Idul Adha ini Putra Siregar juga berniat memecahkan rekor Muri untuk jumlah korban (Idul Adha) terbanyak di Indonesia,” sebut Rafki.

“Saat ini yang unik di tokonya di Batam adalah sebelum beli HP wajib beli buah dulu. Dagangan buah kaki lima dipasang di depan tokonya. Mungkin untuk membantu pedagang buah kaki lima barangkali tujuannya. Ini terjadi juga semenjak pandemi corona terjadi,” lanjutnya.

Ia berhasil menarik perhatian masyarakat, sosok diduga Putra Siregar ini bahkan berhasil mengalahkan pesaing-pesaing bisnisnya di Kota Batam. Masyarakat lebih menyukai untuk membeli produk dari PS dibanding kompetitor lainnya.

“Bahkan dibandingkan dengan para penjual HP di Lucky Plaza Nagoya, penjualan HP second Putra Siregar ini jauh lebih laris. Karena memanfaatkan media sosial juga,” jelas Rafki.

(red/CNBC indonesia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here