Ribuan Lampu Pelita Hiasi Malam 7 Likur di Lingga

0
748

Lingga-batamtikes.co- Ada yang unik di Kabupateñ Lingga pada saat Bulan Ramadhan yaitu Tradisi malam 7 Likur (27 Ramadan) di Bunda Tanah Melayu, Daik Lingga, Kepulauan Riau (Kepri).

Tradisi unik ini berlangsung tiap tahunnya dimana masing-rumah memasang lampu pelita yang berbahan bakar minyak tanah sepanjang jalan utama hingga gang kecil.

Sedangkan puncaknya yaitu membuat pintu gerbang dengan ornamen yang menyerupai masjid, liuk ukir dan kaligrafi yang juga dibalut cahaya lampu pelita dengan beragam kreasi sedemikian rupa.

Salah seorang warga Daik Deliyanda yang berstatus mahasiswa di Jogja selalu pulang lebih awal demi menyaksikan Tradisi yang tidak dijumpai di tempatnya menuntut ilmu, ataupun beberapa tempat yang pernah dia kunjungi.

Dia menjelaskan, suasana 7 likur saat ini hanya ditemukan di Lingga, ”saya balek lebih awal demi nak tengok Tradisi disini, takde kat tempat lain masang pelita dan pintu gerbang macam ni pas nak Beraye,” jelasnya dengan dialek Melayu kepada batamtimes. co, Jumat, (29/4/2022)

Sayangnya tahun ini hiasan lampu pelita di pintu gerbang masuk tidak sebanyak beberapa tahun lalu, namun beberapa RT tetap masih konsisten menghiasi pintu masuk wilayahnya dengan pintu gerbang berhiaskan lampu pelita.

Ribuan lampu pelita ini masih tetap menghiasi jalanan di Daik Lingga sebagai ibukota . Kabupaten dan Desa-desa lainnya juga masih tetap mempertahan kan Tradisi tersebut.

Pantauan dilapangan, peringatan malam 7 likur di Daik Lingga begitu meriah. Warga tumpah ruah di jalan. Baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat bersiar mengelilingi kota Daik, menyaksikan hasil kreasi warga membangun pintu gerbang dan jalan-jalan yang dihiasi lampu pelita.

Selain itu, malam 7 likur kali ini juga semarak dengan adanya pertandingan “bedil buloh “atau meriam bambu di Lapangan Hang Tuah Daik Lingga.

(Red/Adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here