Batam – batamtimes.co – Sebuah rumah mewah di kawasan elite Perumahan Taman Golf Sukajadi, Kota Batam, digerebek aparat kepolisian setelah diketahui dijadikan markas operasional jaringan judi online (judol) internasional yang terafiliasi dengan Filipina dan Kamboja.
Dalam penggerebekan tersebut, jajaran Polresta Barelang mengamankan seorang pria berinisial HR yang diduga berperan sebagai pengelola sekaligus operator utama jaringan judi online tersebut di Batam.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, M Debby Tri Andreastian, mengungkapkan bahwa pemilihan rumah mewah di kawasan elite dilakukan untuk mengelabui petugas maupun warga sekitar agar aktivitas ilegal mereka tidak menimbulkan kecurigaan.
“Perusahaannya berasal dari Filipina, kemudian membuka cabang operasional di Batam. HR ini berperan sebagai pengelola atau operator utama,” ujar Debby kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Menurut Debby, sindikat tersebut memiliki sistem manajemen yang terorganisir di beberapa negara. Meski perusahaan induknya berada di Filipina dan server beserta operatornya beroperasi di Kamboja, target utama pasar mereka adalah masyarakat Indonesia.
“Perusahaan online ini berada di Filipina, namun dioperasikan di Kamboja. Sementara pengendalian operasional dan market pemainnya menyasar Indonesia,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, markas di Batam diketahui bertugas mengendalikan dan mengoordinasikan tiga situs judi online. Untuk menarik pemain, para pelaku memanfaatkan promosi melalui berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.
“Cara promosinya melalui Facebook, Instagram, dan TikTok yang dikelola operator mereka di Kamboja,” tambah Debby.
Ia menjelaskan, seluruh aktivitas operasional harian seperti customer service, admin, hingga tim pemasaran dikendalikan langsung dari Kamboja. Sementara Batam menjadi salah satu titik penting dalam pengendalian operasional jaringan tersebut.
Polisi juga mengungkap bahwa bisnis judi online lintas negara ini telah berjalan selama kurang lebih dua tahun sejak 2024. Untuk menghindari pelacakan aparat penegak hukum, para pelaku disebut kerap berpindah-pindah lokasi operasional secara nomaden.
Saat ini, Satreskrim Polresta Barelang masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan lain yang terlibat, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain di Indonesia maupun luar negeri.





















