Polisi Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Klub Malam Hangout Tanjungpinang, Sebelumnya Remaja Juga Dikeroyok Hingga Babak Belur

0
150

Tanjungpinang – Seorang anggota polisi berinisial G yang bertugas di Polsek Bukit Bestari, Tanjungpinang, diduga menjadi korban pemukulan dan pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam (THM) Hangout yang berada di Jalan Aisyah Sulaiman, Tanjungpinang.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh dan luka serius pada bagian wajah. Kasus ini kini tengah ditangani Satreskrim Polresta Tanjungpinang setelah korban melaporkan dugaan pengeroyokan yang dialaminya.

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Wamilik Mabel, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam.

“Pelapor ialah anggota Polresta Tanjungpinang, sedangkan terlapor ialah pihak dari manajemen Hangout,” kata Wamilik, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, kejadian bermula dari kesalahpahaman antara kedua belah pihak yang kemudian memicu aksi dorong-mendorong hingga berujung dugaan pengeroyokan.

“Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh,” ujarnya.
Saat ini penyidik masih mengumpulkan berbagai barang bukti untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan pemukulan tersebut.

“Kita mencari tahu siapa yang memukul dan jumlahnya berapa banyak. CCTV juga sudah kita pegang dan sedang dianalisa,” jelasnya.

Enam Saksi Telah Diperiksa

AKP Wamilik Mabel menambahkan, hingga saat ini Satreskrim Polresta Tanjungpinang telah memeriksa sedikitnya enam orang saksi terkait insiden tersebut.

Meski demikian, belum ada pihak yang diamankan karena proses penyelidikan masih berlangsung.

“Belum ada pelaku yang diamankan karena kita masih melakukan pendalaman. Nanti akan kita sampaikan perkembangannya,” pungkasnya.
Sebelumnya Remaja Dikabarkan Jadi Korban Pengeroyokan

Sebelum insiden yang menimpa anggota polisi tersebut, seorang remaja di bawah umur yang disebut merupakan anak dari keluarga besar TNI AL juga dilaporkan menjadi korban pengeroyokan di lokasi yang sama.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Korban mengalami luka serius pada bagian wajah dan mata lebam akibat dugaan pengeroyokan yang terjadi di area depan manajer klub malam tersebut.

Menurut keterangan korban, dirinya juga mendapat ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada dirinya maupun keluarganya. Akibat kejadian itu, korban dan keluarganya mengaku merasa takut untuk melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwajib.

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian segera mengamankan dan memeriksa rekaman CCTV yang diduga merekam peristiwa pengeroyokan yang terjadi pada Sabtu dini hari tersebut guna mengungkap fakta dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan terhadap kedua peristiwa tersebut masih berlangsung.

Penulis : Tanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here