8.6 C
New York
Friday, October 16, 2026
spot_img
Home KepriTimes Anambas Coast Guard Malaysia Selamatkan Nelayan Anambas Hanyut 6 Hari, Dievakuasi ke Pulau...

Coast Guard Malaysia Selamatkan Nelayan Anambas Hanyut 6 Hari, Dievakuasi ke Pulau Tioman

0
121

Anambas, Batamtimes.co – Nelayan asal Desa Genting Pulur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Bachtiar (61), selamat setelah hanyut hingga ke perairan Malaysia akibat kehabisan bahan bakar. Ia dievakuasi Coast Guard Malaysia dan tiba di Jeti Tekek, Pulau Tioman, Jumat (16/10/2026) pukul 02.22 WIB.

Keterangan foto : Bachtiar (61) korban hilang kontak lima hari berhasil diselamatkan Coast Guard Malaysia dievakuasi keJeti Tekek, Pulau Tioman, Jumat dini hari.

Bachtiar hilang kontak sejak 10 Oktober 2026. Ia ditemukan oleh kapal pemancing Malaysia pada Kamis (15/10/2026) di perairan Malaysia dalam kondisi terombang-ambing sambil mengibarkan bendera putih sebagai isyarat minta tolong.

Informasi penemuan itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna dari Maritime Rescue Sub Centre (MRSC) Kuantan, Malaysia, pada Kamis pukul 16.01 WIB.

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan setelah identitas korban dipastikan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan otoritas Malaysia untuk proses evakuasi.

“Alhamdulillah, proses pencarian selama enam hari membuahkan hasil. Bachtiar ditemukan selamat dan kini telah mendapatkan penanganan medis dari pihak terkait di Malaysia,” ujar Abdul Rahman, Jumat (16/10).

Abdul Rahman menyebut Bachtiar telah menjalani pemeriksaan medis di klinik di Tekek, Tioman. Saat ini pemulangannya ke Tanah Air masih dikoordinasikan bersama MRSC Kuantan, Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kepri, Pemkab Kepulauan Anambas, dan Pos SAR Anambas.

Kibarkan Bendera Putih Minta Tolong

Titik terang pencarian muncul di hari kelima. MRSC Kuantan melaporkan penemuan pompong hijau keabu-abuan milik Bachtiar yang kehabisan BBM hingga terbawa arus melintasi batas maritim Indonesia-Malaysia.

Petugas siaga Kantor SAR Natuna kemudian mencocokkan ciri pompong dengan laporan awal dan melakukan konfirmasi kepada pihak keluarga untuk memastikan identitas.

Setelah dipastikan korban adalah Bachtiar, Coast Guard Malaysia mengevakuasi korban menggunakan Bot Perkasa 46 hingga tiba di Jeti Tekek, Pulau Tioman, Jumat dini hari.

Pencarian 6 Hari Terkendala Kabut Asap

Bachtiar berangkat melaut pada 10 Oktober 2026 dan tak kunjung kembali. Kantor SAR Natuna mengerahkan RIB 02 Natuna untuk menyisir Last Known Position (LKP) di perairan sekitar Jemaja.

Operasi menghadapi kendala jarak pandang terbatas akibat kabut asap. Memasuki hari keempat, SAR Natuna memperluas pencarian dengan menyebar Telegram Maklumat Pelayaran (Mapel) ke Kantor SAR Tanjungpinang dan MRSC Kuantan.

Operasi gabungan melibatkan Pos SAR Anambas, Posal, Polsek Jemaja, Polairud Polres Kepulauan Anambas, BPBD Kepulauan Anambas, Pemerintah Kecamatan Jemaja Timur, HNSI Desa Genting Pulur, dan kelompok nelayan setempat.

Diketahui, Bachtiar memiliki riwayat asma dan perangkat radio serta navigasi di pompongnya tidak berfungsi baik saat melaut.

Reporter : Wan Yudi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here