8.6 C
New York
Monday, April 6, 2026
spot_img
Home Blog Page 1021

KSOP Tanjungpinang Akan Adakan Sertifikasi Bagi Nelayan

0

Batamtimes.co, Tanjungpinang – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas 2 Tanjungpinang bersama BP2IP Tanggerang berencana mengadakan Diklat Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST KLM) dan 30/60 Mil secara gratis, Senin (10/9) mendatang.

Kepala KSOP Tanjungpinang Aprianus Hangki, menyebutkan bahwa kegiatan ini sebagai pihaknya terhadap nelayan tradisional di Kota Gurindam.

“Diklat ini bertujuan mengembangkan sumber daya manusia dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dibidang pelayaran,” ucap Hengki.

Diklat ini direncanakan akan digelar di Gedung PKK Kota Tanjungpinang dan diikuti oleh 400 nelayan tradisional yang di seluruh Kepri.

“Peserta juga boleh berasal dari luar Kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Syarat nelayan yang boleh ikut di diklat ini  harus membawa surat keterangan tidak mampu dari kelurahan dan minimal harus memiliki ijazah SD.

“Kalau tidak tamat SD minimal harus memiliki surat keterangan bisa membaca dari kelurahan,” tutupnya.

Andi Pohan Jabat Ketua IJTI Tanjungpinang – Bintan – Karimun

0

Batamtimes.co, Tanjungpinang  – Muskorda I IJTI Tanjungpinang-Bintan-Karimun  untuk memilih ketua berjalan dengan sukses. Andi Pohan dari InewsTV dan Bambang dari Kepri TV dicalonkan oleh anggota yang hadir sebagai ketua. Pemilihan dilakukan secara langsung yang dihadiri 19 orang wartawan dari berbagai televisi, di Warkop Pak Raden, Tanjungpinang, Sabtu (8/9/2018).

Andi Pohan terpilih sebagai Ketua IJTI Korda Tanjungpinang-Bintan-Karimun periode 2018-2021 dengan jumlah suara sebanyak 17 orang. Sedangkan Bambang sebanyak 2 suara. Pemilihan yang berlangsung secara demokrasi dihadiri ketua serta pengurus Pengda IJTI Kepri dan Ketua Bidang Organisasi IJTI Pusat.

Usai pemilihan, Andi Pohan langsung dikukuhkan sebagai Ketua IJTI Korda Tanjungpinang-Bintan-Karimun oleh Ketua Bidang Organisasi IJTI Pusat Erik Kurniawan. Sedangkan Sekretaris dan seksi bidang-bidang akan dibentuk selanjutnya berdasarkan mandat yang diberikan kepada ketua terpilih.

“Saya berjanji akan membesarkan organisasi IJTI ini, saya berharap bantuan dari rekan sekalian untuk bersama-sama bagaimana agar organisasi ini dapat berjalan seperti yang kita harapkan bersama,” ujar Andi Pohan dalam sambutannya usai dikukuhkan sebagai ketua. (Red)

Pendaftaran CPNS Tanjungpinang Segera di Buka, Ini Formasinya

0

Batamtimes.co, Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang akan membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Kota Tanjungpinang dan akan dibuka pada tanggal 19 September mendatang.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan dalam saat menghubungi media ini mengatakan bahwa kuota CPNS Kota Tanjungpinang sebanyak 247 orang, terdiri dari tiga formasi yakni tenaga pendidik, tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

Formasi yang di kirim oleh Kepala BPKSDM Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan

“Guru agama Islam 22 orang, Budha 3 orang dan guru agama lainnya 135 orang. Sedangkan di tenaga kesehatan meliputi bidang dokter umum 10 orang, dokter anak 2 orang, dokter kulit 2 orang, dokter gigi 3 orang, perawat gigi 4 orang, keperawatan umum 16 orang dan kebidanan 17 orang, dan tenaga teknis 17 orang,” sebutnya.

(Budi Arifin)

Darmin Nasution Ajak Singapura Tingkatkan Investasi di Indonesia

0

Penulis : Tanto

Batamtimes. Co, Singapura- Menko Perekonomian, Darmin Nasution memimpin Delegasi RI dalam Pertemuan Tingkat Menteri tahunan untuk 6 Kelompok Kerjasama Ekonomi RI-Singapura di Singapura tanggal 7 September 2018.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Singapura dimpimpin oleh Menteri Perdagangan dan Perindustrian, Chan Chung Sing.

Pertemuan mengevaluasi implementasi kerjasama di 6 sektor serta menyepakati kerjasama baru untuk dilaporkan pada pertemuan retreat tingkat Kepala Pemerintahan RI-Singapura di Bali, tgl 11 Oktober 2018. Kemajuan yg dilaporkan 6 Kelompok Kerjasama Ekonomi terdiri dari: (i) kerjasama Batam-Bintan-Karimun (BBK), (ii) Investasi, (iii) Ketenagakerjaan, (iv) Transportasi, (v) Pertanian, dan (vi) Pariwisata.

Dalam 6 bulan terakhit, pertemuan mencatat kanaikan nilai investasi dari Singapura sebesar 38% menjadi US$ 5.04 milyar, kenaikan nilai perdagangan sebesar 17% serta kenaikan kunjungan wisatawan kedua negara. Selama 5 tahun berturut-turut, investasi Singapura ke Indonesia selalu menduduki posisi tertinggi, untuk itu, Menk Darmin meminta  Singapura untuk meningkatkan investasinya ke Indonesia.

Menteri Chan Chung Sing juga menegaskan komitmen Singapura  untuk mendorong investasi ke Indonesia.

Untuk kerjasama yang baru, pertemuan sepakati untuk terus meningkatkan kerjasama yang telah berjalan di bawah koordinasi 6 Kelompok Kerja serta menyepakati beberapa hal diantaranya; Meningkatkan kerjasama bidang pendidikan dan pelatihan yang mencakup 3 tingkatan yakni di tingkat pimpinan pemerintahan daerah, perguruan tinggi dan lembaga pelatihan serta pelatihan di tingkat teknis, termasuk “training for trainers”;  Kerjasama bidang pariwisata yang mencakup peningkatan kunjungan wisata dan pembangunan infrastruktur penunjang, wisata kapal pesiar, “twinning destinations”, pelatihan bidang pariwisata serta kerjasama investasi, termasuk pengembangan kawasan industri sebagai kelanjutan dari kawasan industri Batam, Kendal dan Nongsa Digital Park.

Pertemuan juga menyepakati kerjasama dalam kerangka pengembangan 10 New Bali, antara lain penerbangan langsung ke Toba dan Belitung serta menarik investasi pembangunan sarana penunjang pariwisata seperti hotel, restoran dan lain-lain.

Pertemuan juga mencatat perkembangan perundingan mengenai Perjanjian Bilateral Investasi dan Penghindaran Pajak Berganda.

Dubes RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya yang mendampingi Menko Perekonomian menyampaikan optimisme bahwa kerjasama ekonomi kedua negara sangat potensial dan akan mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“KBRI Singapura  juga menunjang penjngkatan kerjasama melalui  kegiatan promosi terpadu investasi, pariwisata dan perdagangan, seperti Rising Fashion, Rising Merdeka dan Indonesia Investment Day di bulan Agustus, serta merancang kunjungan misi bisnis Singapura ke Indonesia,” jelansya dalam siaran pers Juma’at (7/8/2018).

Dubes Ngurah Swajaya juga menjelaskan mengenai minat yang tinggi mengenai destinasi baru dan peluang investasi di 10 New Bali, yang akan dimulai dengan penerbangan langsung ke danau Toba dan Belitung serta diikuti destinasi lainnya seperti Mandalika dan Labuan Bajo.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam pertemuan tingkat Menteri ini, telah dilakukan penandatanganan 2 MoU kerjasama terkait bidang ekonomi digital serta penyerahan buku 10 New Bali yang dibuat KBRI Singapura yg memuat koleksi foto di 10 destinasi dimaksud yang direkam oleh fotografer profesional dari Indonesia dan Singapura.

“Hasil-hasil Pertemuan Tingkat Menteri ini akan dilaporkan kepada leaders retreat yg akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan PM Lee Hsien Loong di Bali tgl 11 Oktober 2018,” pungkas Dubes Singapura.(*)

Caleg Muda Partai PSI Bro, Bantu Sinar Adinda Hingga Melanjutkan Sekolah Kembali

0

Penulis : Veri Gulo

Batamtimes. Co, Batam – Sektor pendidikan menjadi fokus perhatian bagi Bro Hng Jin Gui Caleg Muda Kota Batam dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Bukti kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, Bro Hng Jin Gui membantu salah satu anak putus sekolah, Sinar Adinda, anak dari ibu Siti Abriah.

Sinar kembali ke sekolah untuk menuntut ilmu, Jumat (7/10/2018) pagi tadi. Bro Hng Jin Gui  langsung mendaftarkan dan mengantarkan Sinar ke SD Negeri 2 Sei Panas, Kota Batam.

“Saya sangat prihatin apabila ada anak yang putus sekolah. Ini wajib kita bantu karena mereka adalah generasi penerus bangsa,” katanya.

Bro Hng Jin Gui berharap pihak Dinas Pendidikan Kota Batam mau pun Provinsi Kepri dapat bekerjasama dalam membantu anak-anak kurang mampu untuk kembali bersekolah.

“Saya juga himbau masyarakat jangan takut dan segan untuk meminta bantuan, agar anak-anaknya tidak putus sekolah,” tutupnya, Bro Hng Jin Gui. (*)

Lanal Ranai Gelar Ziarah Tabur Bunga Di Taman Makam Pahlawan

0

Batamtimes.co – Natuna

Jelang peringatan HUT TNI – AL Ke-73 jatuh pada hari Senin (10/09/2018) akan datang.
Pangkalan Angkatan Laut Ranai, gelar tabur bunga di Taman Makam Pahlawan di Jalan  Taruna Kelurahan Bandarsyah Ranai, Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna Kepri, pada Jumat pagi (07/09/2018)

Proyek Miliaran Dana APBN Tahun 2018 Bangun Lima Jembatan Di Natuna

0

Batamtimes.co – Natuna

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Bina Marga Wilayah I Provinsi Kepulauan Riau. Melelang proyek pembangunan 5 (lima) unit jembatan di wilayah Kabupaten Natuna. Senilai Rp. 28, 598, 339,000,- bersumber dari dana APBN Tahun 2018.

Indra Joni : Surat BPD Usulan Pemberhentian Kades Tapau Sudah Diterima DPMPD

0

Batamtimes.co – Natuna

Surat pengusulan tuntutan sejumlah warga Desa Tapau Kecamatan Bunguran Tengah Kabupaten Natuna, Kepri. Untuk melengserkan Sulaiman dari jabatan Kepala Desa Tapau. Di putuskan dalam Musyawarah rapat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat, pada Kamis (23/08/2018) bulan lalu. Telah di ajukan BPD kepada Bupati Natuna melalui Camat Bunguran Tengah.

Sri Mulyono: Saya Kira SBY Lakukan Abouse Of Power Saat Berkuasa!

0

Penulis : Tanto

Batamtimes. Co, Jakarta- Mantan Pengurus DPP Partai Demokrat Dr (can) Sri Mulyono, mengingatkan agar Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin tidak perlu “bernostalgia” dengan dengan mengatakan kebaikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe.

Ada pepatah yang mengatakan, “Lupakan kebaikan kamu atas orang lain dan ingat kebaikan orang atas kamu”, cerminan memimpin apa adanya bukan ada apanya atau tanpa berharap kompensasi dari bawahan dan ikhlas dalam bekerja.

“Saya justru melihat komitmen besar yang luar biasa dari seorang Lukas Enembe, dan semestinya PD bangga pernah memiliki kader seperti Gubernur Papua yang baru dilantik untuk periode kedua tersebut,” kata Sri Mulyono saat dimintai komentarnya Kamis malam (6/9/2018).

Dengan terang dia menjelaskan, bahwa pilihan Lukas Enembe untuk mendukung Jokowi adalah untuk kepentingan pembangunan Papua berkelanjutan yang saat ini sedang gencar dilakukan.

Artinya dia mengutamakan kepentingan bangsa, kepentingan Papua diatas kepentingan partai dan diatas kepentingan pribadinya.

“Bisa juga yang dilakukan Lukas Enembe dan para kader lainnya sebagai jawaban dari penjelasan Amir sebelumnya bahwa “mendukung Prabowo hanya akan menguntungkan Gerindra sementara PD tidak dapat apa apa”,” ungkap Sri Mulyono.

Sebaiknya, kata tokoh muda yang pernah berseteru dengan SBY dan kepercayaan mantan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum, Amir Syamsuddin tidak perlu risau jika kader Partai Demokrat di daerah mengambil jalan yang mereka yakini terbaik pasca gagalnya AHY menjadi Cawapres pada Pemilu 2019 dan bulat tekad mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019.

“Artinya diluar koalisi “minyak dan air” SBY dan Prabowo, PD punya kader yang akan menjadi ujung tombak memperjuangkan AHY pada Pemilu berikutnya. Sekarang biarkan mereka berjuang keras menangkan Jokowi Ma’ruf Amin,” terang pria kelahiran Jawa Tengah ini.

Bahkan, lanjut Mulyono yang kini sebagai Ketua Bidang Komunikasi Politik Relawan Jokowi (ReJO), terlalu banyak kebaikan dan “jasa” Ketua umum  Partai Demokrat SBY kepada kadernya, mungkin sama banyaknya dengan “jasa” para kader pencetak sejarah yang telah berjuang mendirikan partai sebagai kendaraan penghantar SBY jadi Presiden RI ke 6 selama 10 tahun.

“Jika pernyataan Amir tersebut benar sebagaimana yang kita baca di media massa dan jika dilakukan saat SBY berkuasa, saya mengira telah terjadi “abuse of power”. Untuk penjelasannya tersebut tentu Amir Syamsudin lebih paham. Berbeda dengan yang selama ini yang saya ketahui, dimana SBY bahkan membiarkan Menpora Andi Malarangeng dan besannya yakni Aulia Pohan menyelesaikan proses hukum mereka sendiri,” tegas Sri Mulyono.

Sebelumnya, Amir Syamsuddin mengingatkan bahwa Enembe tidak boleh lupa atas seluruh jasa partai, termasuk sang Ketua Umum Partai Demokrat SBY, terhadapnya selama ini.

“Saya ingatkan saja termasuk Enembe, setiap dia menghadapi persoalan berat, yang juga mengancam dirinya, salah satunya proses hukum, pelariannya itu hanya SBY dan Partai Demokrat,” ujar Amir.

“Dan, Pak SBY beserta DPP partai pun turun membela dia mati-matian dan memberikan bantuan. Saya hanya mengingatkan dia akan hal itu”, Enembe tidak hanya sekali meminta bantuan itu, namun berkali-kali, ujar Amir.

“Ya pokoknya proses hukumlah, dan itu bukan hanya sekali. Tapi beberapa kali. Itu Pak SBY sendiri dan tim hukum yang turun tangan membela dia,” lanjut Amir.

Kembali ke Sri Mulyono, rasanya dalam Pilpres 2019, yang mana PD dimenit menit terakhir baru menetapkan pilihan Capres Cawapresnya. Mungkin cukup bijak jika setiap kader Partai Demokrat diberi kelonggaran untuk menentukan dukungan dan pilihan politiknya.

“Rasanya kurang elok mengungkap kebaikan Partai dan Ketua Umum ketika kader mendukung Capres yang berbeda dengan partainya. Bisa jadi sebagai akibat dari Capres dan Cawapres yang diusung partai bukan yang diharapkan mereka,” pungkas Sri Mulyono.

Pasca dilantik pada Rabu (5/8/2018) Lukas Enembe secara terang-terangan menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pemilihan Presiden 2019.

“Saya dukung Jokowi, bungkus seluruh suara Papua untuk Jokowi” ujar Lukas saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden Jakarta.

Lukas menilai, Jokowi adalah sosok pemimpin terbaik dalam penanganan masalah di Papua.

“Semua Presiden tidak mampu menyelesaikan persoalan di Provinsi Papua. Ini kami catat. Semua Presiden. Tapi saat ini, yang terbaik adalah Jokowi. Jokowi lebih memahami Papua daripada Presiden-Presiden sebelumnya,” kata Lukas.

Puluhan Warga Kampung Rantau TPA Kabil Tolak Digusur dan Pindah ke Rusun

0

Laporan : Nilawati Manalu

Batamtimes.co,  Batam- Puluhan warga dari Kampung Rantau RT 002/ RW 10, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kamis (6/9) mendatangi Kantor DPRD Batam, terkait pengosongan lahan dan ganti rugi yang tidak didapatkan dari Pemerintah Kota Batam.

Beberapa warga Kampung Rantau, masih bertahan.

Sekitar 50-an warga enggan meninggalkan tempat tinggal mereka karena tidak mendapatkan ganti rugi. Kepada www.batamtimes.co, Saidi Amin, dari LBH Mandiri mengatakan, sebelum disurati oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, tidak ada kesepakatan warga dengan pemerintah.

Muldiarman, dari DLH Pemko Batam mengatakan pemerintah akan memakai tempat tersebut, karena urusan sampah.

Pemerintah akan melakukan pengembangan terpadu TPA ( Tempat Pembuangan Akhir). Namun Muldiarman tidak menampik keberadaan masyarakat yang telah lama bermukim.

Sejak bulan Oktober tahun 2017, menurut Muldiarman pemerintah telah melakukan tahapan, seperti melakukan penawaran kepada masyarakat untuk bersedia pindah ke rumah susun.

“Waktu itu kepala DLH belum menjabat kepala dinas, sudah pernah bertemu dengan perwakilan warga, dan menawarkan warga pindah ke rumah susun,” kata Mulidiarman.

Jika warga bersedia pindah ke rusun, DLH akan membantu menfasilitasi pengangkutan barang, dan selama tiga bulan akan digratiskan di rusun.

Menanggapi usulan DLH, Saidi Amin, mengatakan, pemindahan warga ke rusun, bukanlah solusi yang baik, justru akan mendatangkan masalah baru.

Karena warga yang telah bermukin kurang lebih tujuh belas tahun, sudah memiliki lahan, kebun, usaha lainnya di Kampung Rantau.

Jikapun warga harus dipindahkan, menurut Saidi Amin, warga harus mendapatkan tempat yang layak. Sebab warga yang telah bermukim di sana, telah memiliki identitas seperti KTP dan juga sebagai warga Kota Batam.

“Jangan giliran pengusaha gampang memiliki tanah di Batam ini. Warga juga penduduk Batam, jadi mohon diperhatikanlah nasib mereka,” kata Saidi Amin.

Ketua RT 02/ RW 10, Zainil Arifin mengatakan sejak tahun 1996, ia memahami keberadaan tempat pembuangan sampah, sebab dirinya bertempat tinggal di tempat tersebut. Zona TPA, menurutnya memiliki batas yang ditandai dengan cat merah. Sepengetahuan Zainal Arifin, batas zona TPA berdekatan dengan lampu PLN.

Namun yang ia amati, batas tersebut telah berpindah-pindah. Mewakili warganya, Zainal Arifin meminta, jika pun tempat tinggal yang telah mereka huni belasan tahun diambil untuk TPA, pemerintah memperhatikan warganya.

Setelah ada rencana pengembangan TPA di tempat tersebut, sekitar 300-an warganya berpencar mencari tempat tinggal lain, tanpa ada ganti rugi.

“Yang bertahan sekitar 55 KK, yang 300-an KK sudah pindah tanpa ganti rugi. Saya tidak tahu, apakah mereka mencari tempat tinggal di lahan hutan lindung. Yang saya minta tolonglah pemerintah memanusiakan manusia yang ada di Kampung Rantau. Paling tidak dipikirkanlah warganya,” kata Zainal Arifin.

Berbeda halnya dengan pendapat Lurah Kabil, Safaat. Ia mengira tidak ada masalah lagi dengan warganya. Sebab, menurutnya sekitar bulan April, hal ini sudah perrnah dibicarakan dan dianggap adem.

Dalam RDP tersebut, ia justru mengingatkan warganya, bahwa tanah yang ditempati mereka adalah lahan pemerintah. “Yang 400 KK sudah pindah, yang tinggal 55 KK saja. Marilah kita memahami. Karena sudah banyak yang pindah, yang lain pindahlah,” kata Safaat.

Mendengar keluhan warga, Ruslan Ali, pimpinan sidang Komisi I, mengatakan seandainya ada penataan dan pengembangan TPA oleh DLH Kota Batam, warga di Kampung Rantau seyogianya direlokasi. Namun di satu sisi, persoalan sampah di Batam pun tak bisa dibiarkan.

“Kita tidak ingin hanya karena sepuluh atau limapuluh warga yang tak mau pindah, Batam bermasalah dengan sampah,” kata Ruslan Ali.

Di sisi lain, warga enggan meninggalkan tempat tinggalnya, karena status warga sebagai penduduk Batam jelas, dan sudah memiliki KTP.

Sementara itu, Andi dari Tim Penataan BP Batam mengatakan pihaknya belum mengetahui apakah lahan di Kampung Rantau sudah pernah dibebaskan. Untuk memastikannya, BP Batam, rencananya akan melakukan pengecekan dan melihat dokumen yang dimiliki masyarakat, seperti alas hak dan dokumen lainnya.

“Jika permohonan kavling, di BP sudah ada pemiliknya, jadi tak mungkin,” kata Andi.

Terakhir Ruslan Ali meminta kepada warga agar tetap melakukan aktivitas seperti biasa, sebelum ada solusi.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan BP Batam dan pemerintah, bagaimana solusinya, apakah akan direlokasi,” kata Ruslan Ali.

Ia meminta kepada Lurah Kabil, untuk mengumpulkan data warga yang sudah pindah dan yang masih bertahan. “Jika dimungkinkah, kenapa tidak diputihkan saja. Karena ini berkaitan juga dengan kesehatan warga. Ini akan catatan kami, untuk berkoordinasi dengan BP Batam,” kata Ruslan Ali.(*)

 

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga