8.6 C
New York
Saturday, April 4, 2026
spot_img
Home Blog Page 110

Wali Kota Medan Bobby Nasution Resmikan Underpass Jalan HM Yamin untuk Kurangi Kemacetan

0
Keterangan Foto : Mengunakan APBD Kota Medan underpass Jalan HM Yamin, Medan Timur,diresmikan .(ist)

Medan – batamtimes.co – Wali Kota Medan, Bobby Nasution, meresmikan underpass Jalan HM Yamin, Medan Timur, pada Rabu (15/1/2025).

Proyek yang sepenuhnya didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan ini selesai dalam 16 bulan dan kini siap digunakan masyarakat.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Bobby Nasution, didampingi Pj Sekda Topan Obaja Putra Ginting, Deputi Vice President Divre I PT KAI Teguh, serta unsur Forkopimda, termasuk Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setiyawan.

Dalam sambutannya, Bobby Nasution menyebutkan bahwa underpass ini akan mempercepat arus lalu lintas, terutama dari Jalan Jawa menuju Jalan Gaharu, serta menghilangkan kebutuhan lampu lalu lintas di persimpangan menuju Lapangan Merdeka.

“Alhamdulillah, underpass Jalan HM Yamin resmi dapat digunakan mulai hari ini. Pembangunan ini bertujuan untuk mengurangi dan mengurai kemacetan di Kota Medan,” ujar Bobby.

Bobby menjelaskan bahwa pembangunan ini didasarkan pada kajian Dinas Perhubungan yang mengidentifikasi titik kemacetan krusial, salah satunya persimpangan Jalan HM Yamin yang sejajar dengan jalur kereta api. Intensitas kereta api yang tinggi, mencapai setiap 10 menit, menyebabkan kemacetan parah di area tersebut.

“Underpass ini merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan kemacetan akibat persimpangan kereta api,” jelasnya.

Selain itu, Bobby juga menekankan pentingnya peran sumber daya manusia (SDM) lokal dalam proyek ini. Underpass HM Yamin dan Overpass Stasiun Medan dikerjakan sepenuhnya oleh SDM Kota Medan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

“Ini membuktikan bahwa Kota Medan tidak hanya besar dari segi jumlah penduduk, tapi juga memiliki SDM yang mampu bersaing,” tambahnya.

Pj Sekda Topan Obaja Putra Ginting melaporkan bahwa proyek ini memakan anggaran sebesar Rp163 miliar dan melibatkan pembangunan underpass sepanjang 426 meter dengan lebar 10 meter. Terowongan memiliki panjang 26 meter, dilengkapi trotoar selebar 6 meter di kedua sisinya, serta sistem pengelolaan air berupa reservoir untuk memompa air langsung ke Sungai Deli.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat atas kemacetan selama pengerjaan. Namun, dengan selesainya proyek ini, kami harap arus lalu lintas menjadi lebih lancar,” pungkas Topan.

Peresmian ini menjadi langkah maju Kota Medan dalam meningkatkan infrastruktur transportasi dan mengurangi kemacetan, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Penulis : Timbul

Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura Resmi Ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri 2025-2030

0
Keterangan Foto : DPRD Provinsi Kepulauan Riau secara resmi menetapkan Ansar Ahmad sebagai Gubernur dan Nyanyang Haris Pratamura sebagai Wakil Gubernur untuk periode 2025-2030.(SMS)

Batam – batamtimes.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau secara resmi menetapkan Ansar Ahmad sebagai Gubernur dan Nyanyang Haris Pratamura sebagai Wakil Gubernur untuk periode 2025-2030. Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Paripurna Ketiga Masa Sidang Kedua dan Ketiga Tahun Sidang 2024/2025, yang berlangsung di Balairung Raja Khalid, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (15/1/2025 ).

Keputusan tersebut didasarkan pada hasil pemilihan kepala daerah yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau, di mana pasangan Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura meraih 450.109 suara.

Wakil Ketua II DPRD Kepri, Dr. T. Afrizal Dachlan, yang memimpin sidang, menyatakan bahwa DPRD segera mengirim surat kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri untuk menetapkan pasangan ini secara definitif.

“Kami berharap pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik, membawa perubahan positif, serta menjadikan Kepulauan Riau lebih maju dan sejahtera,” ujar Afrizal Dachlan.

Afrizal juga memberikan apresiasi kepada KPU, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), aparat keamanan, serta masyarakat Kepulauan Riau atas kelancaran proses pemilu. Ia menilai keberhasilan ini berkat kerja sama yang solid antara semua pihak.

Bahas Tata Ruang untuk Kepri

Dalam rapat paripurna yang sama, DPRD juga membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kepulauan Riau. Ranperda ini bertujuan mengatur sinergi antara tata ruang provinsi, kabupaten/kota, dan kebijakan nasional untuk pengembangan kawasan strategis, termasuk Batam, Bintan, dan Karimun.

Fokus RTRW adalah pembangunan berkelanjutan di sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata berbasis ekonomi biru. Gubernur Ansar Ahmad menekankan pentingnya keselarasan tata ruang guna mendukung pertumbuhan ekonomi, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengharapkan dukungan DPRD dalam mencermati dan menyepakati substansi Perda ini agar dapat membawa kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau,” kata Ansar Ahmad.

Rencana ini akan dibahas lintas sektor di tingkat pusat untuk mendapatkan persetujuan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional.

Dengan kerja sama pemerintah dan DPRD, diharapkan Kepulauan Riau dapat menjadi provinsi yang lebih hebat, maju, dan berdaya saing di tingkat nasional dan internasional.

 

Penulis : Samsul

Editor : Pohan

BP Batam Optimalkan Kawasan Ekonomi Khusus untuk Tingkatkan Daya Saing Global

0
Keterangan Foto : KEK Batam menjadi penghubung strategis Indonesia dengan jaringan perdagangan global.(Ist)

Batam – Batamtimes.co – Kota Batam terus memperkuat posisinya sebagai motor penggerak ekonomi wilayah barat Indonesia melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dengan statusnya, KEK Batam menjadi penghubung strategis Indonesia dengan jaringan perdagangan global, memperkuat integrasi ekonomi domestik, dan mendorong konektivitas lintas wilayah.

Di tingkat internasional, KEK Batam dipandang sebagai bagian penting dari rantai pasok global sekaligus pusat industri dan perdagangan yang kompetitif di Asia Tenggara. Lokasinya yang dekat dengan Singapura menjadikannya pilihan strategis bagi perusahaan multinasional yang mencari biaya operasional lebih rendah.

Namun, KEK Batam juga menghadapi tantangan dari kawasan serupa, seperti Special Economic Zone (SEZ) Singapura-Johor. Menanggapi hal ini, BP Batam menyatakan komitmen untuk memanfaatkan peluang tersebut demi meningkatkan daya saing KEK.

“BP Batam memandang ini sebagai peluang strategis untuk menciptakan potensi ekonomi baru yang mendorong pengembangan wilayah secara optimal,” kata Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, dalam konferensi pers, Kamis (16/1/2025).

Ariastuty menjelaskan bahwa BP Batam berupaya memperkuat KEK melalui berbagai langkah, termasuk peningkatan infrastruktur, penyempurnaan kebijakan, dan kolaborasi strategis. Upaya ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi dan meningkatkan daya tarik Batam sebagai destinasi investasi.

Saat ini, BP Batam mengelola tiga KEK, yakni:

KEK Nongsa Digital Park: Berfokus pada sektor digital dan kreatif.

KEK Batam Aero Technic (BAT): Diresmikan pada 2021 untuk mendukung industri penerbangan.

KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam: Diluncurkan pada 2024, menargetkan sektor kesehatan dan pariwisata.

BP Batam juga mendorong diversifikasi industri ke sektor-sektor strategis seperti teknologi, logistik, animasi, energi terbarukan, serta ekonomi kreatif. Selain itu, promosi internasional terus digalakkan melalui pameran, forum investasi, dan kerja sama bilateral.

“Dengan langkah-langkah ini, kami optimis Batam dapat mempertahankan posisinya sebagai kawasan strategis di Asia Tenggara dan terus memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” tutup Tuty.

Dengan lokasi strategis dan dukungan infrastruktur yang terus ditingkatkan, KEK Batam diharapkan mampu menjawab tantangan persaingan global sekaligus memanfaatkan peluang besar dalam ekonomi kawasan. Hal ini semakin memperkuat posisi Batam sebagai penggerak perekonomian Indonesia di panggung dunia.

 

Penulis : Adi

Sempat dikabarkan Hilang, Tim SAR Gabungan Temukan Nelayan Anambas Meninggal dunia di Pantai Perairan Senayan

0
Istimewa : Tim SAR gabungan evakuasi jenazah korban ditemukan ditepi pantai perairan Senayan, Siantan Utara, Kabupaten Anambas, Kamis (16/01/2025).

Natuna – Batamtimes.coKepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau Abdul Rahman menyatakan tim SAR gabungan telah menemukan seorang nelayan asal Desa Mubur, Siantan Utara, Kabupaten Anambas meninggal dunia ditepi pantai di Perairan Senayan, Siantan Utara sekitar 1 nautical mile ditemukannya puing sisa kapal pompong yang digunakan korban sewaktu melaut, Kamis (16/01/2025) sekira pukul 09:30 WIB.

24 Ribu Sapi di Indonesia Terpapar PMK

0
Keterangan Foto : Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Sintong HMT Hutasoit, saat mengunjungi kandang ternak di Andini Mulyo.(Tanto)

Yogyakarta – batamtimes.co – Sebanyak 24 ribu sapi di Indonesia terpapar penyakit mulut dan kuku atau PMK. Penyebaran kasus PMK terjadi terjadi di 14 Provinsi, 112 Kabupaten/Kota di 908 Kecamatan.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia mencatat hingga tanggal 15 Januari 2025 kasus PMK di Indonesia sudah menembus angka 40.176 kasus.

“Jadi sekarang kami sampaikan. Tercatat, sampai kemarin 15 Januari data PMK secara nasional sebanyak 40.176 kasus. Tersebar di 14 Provinsi, 112 Kabupaten/Kota di 908 Kecamatan dan 2.669 desa,” kata Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Sintong HMT Hutasoit, saat mengunjungi kandang ternak di Andini Mulyo di Kalurahan Kalurahan Margoluwih, Kecamaran Seyegan, Kabupaten Sleman, DIY, Kamis 16 Januari 2025.

Lebih lanjut Sintong menjelaskan, data PMK dari hari ke hari terus menunjukkan angka penurunan.

“Hal ini berkat kerjasama antara pemeirntah pusat dan daerah yang bersama-sama menangggulangi penyebaran PMK,” terangnya.

Ia menambahkan, mulai bulan Januari hingga Maret mendatang adalah vaksin PMK tahap pertama.

“Khusus untuk DIY jatah dosis vaksin ada di 113 ribu untuk satu tahun. Nah ini sudah masuk 11 ribu untuk tahap pertama bulan Januari., 34 ribu bulan Februari dan 11 ribu dibulan Maret,” ungkap Sintong.

Dirinya memaparkan, Kementerian Pertanian saat ini menyediakan 4 juta dosisi vaksin PMK secara nasional dan akan didistrubusikan secara bertahap.

“Stok vaksin kita aman. Kita sediakan 4 juta. Jadi di Indonesia ada 5 produsen vaksin. Tiga impor dan dua produk lokal. Data kita saat ini tersedia sekitar 20 juta dosis vaksin,” pungkasnya.

 

Penulis : Tanto

Polres Natuna Ungkap Dugaan Kasus Pembunuhan Janda di Air Kolek Terancam Hukuman Mati

0
Keterangan foto : Wakapolres Kompol Paten Tarigan, SH di dampingi Kasat Reskrim AKP Apridony, SH.,MH gelar konferensi pers, ungkap dugaan kasus pembunuhan janda di Air Kolek Natuna, Rabu (15/01/2025).

Natuna – Batamtimes.coPolres Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau ungkap motif dugaan kasus pembunuhan berencana janda beranak tiga yang terjadi dirumah kontrakan korban DW (31) di Air Kolek, Ranai, pada Selasa (07/01/2025) Minggu lalu.

BP Batam Tawarkan Peluang Investasi kepada PT CREC

0
Keterangan Foto : BP Batam menerima kunjungan audiensi dari PT China Railway Engineering Construction (CREC) di Marketing Center BP Batam. (Ist)

Batam – batamtimes.co – Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima kunjungan audiensi dari PT China Railway Engineering Construction (CREC) di Marketing Center BP Batam, Rabu (15/1/2025). Pertemuan ini bertujuan menawarkan peluang investasi strategis di Kota Batam, dengan fokus pada pengembangan infrastruktur transportasi dan proyek strategis lainnya.

CREC adalah perusahaan ternama yang bergerak di bidang konstruksi jalur kereta api, baik di China maupun luar negeri. Salah satu proyek unggulannya adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung “Whoosh”.

Kunjungan ini diterima langsung oleh Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, didampingi sejumlah pejabat BP Batam, seperti Enoh Suharto Pranoto (Anggota Bidang Kebijakan Strategis), Fesly Abadi Paranoan (Kepala Pusat Perencanaan Strategis), Surya Kurniawan Suhairi (Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang), dan Ariastuty Sirait (Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol).

Purwiyanto menyatakan harapannya agar pertemuan ini dapat mendorong realisasi investasi dalam waktu dekat. Salah satu proyek yang diusulkan adalah pembangunan Light Rail Transit (LRT) untuk mendukung kebutuhan transportasi modern di Batam.

Rencana Pembangunan LRT

Sebagai kota metropolitan dengan populasi 1,3 juta jiwa, Batam membutuhkan transportasi yang cepat, aman, dan terjangkau. Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menggagas proyek pembangunan LRT ini yang akan dibagi menjadi lima fase:

Fase 1-2: Bandara Hang Nadim – Sei Jodoh melalui Batam Center.

  • Fase 3: Sekupang – Sei Jodoh.
  • Fase 4: Tanjung Uncang – Nongsa.
  • Fase 5: Bandara Hang Nadim – Punggur.

Selain itu, BP Batam juga menawarkan peluang investasi dalam pembangunan Jalan Trans Barelang dan DAM Laut Pulau Galang, yang merupakan bagian dari dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City.

Deputi General Manager CREC, Jiang Kuixian, menyambut baik peluang investasi yang ditawarkan BP Batam. Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa jika Batam dilengkapi dengan fasilitas modern seperti LRT, kota ini memiliki potensi besar untuk berkembang seperti Shenzhen, China.

“Tidak hanya di China, kami juga telah membantu pertumbuhan kota-kota lain di dunia. Kami berharap dapat berkontribusi pada kemajuan Kota Batam,” ujarnya.

Dengan tanggapan positif dari CREC, BP Batam berharap kunjungan ini menjadi awal yang baik untuk merealisasikan proyek-proyek strategis yang akan mempercepat transformasi Batam menjadi kota modern dan maju.

 

Penulis : Adi

Komdigi Telahah Kasus Koin Jagat, Diskusi Intensif dengan Pengembang terkait Dampak Negatif

0
Keterangan Foto : Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria.(ist)

Jakarta – Batamtimes.co – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa pihaknya telah mempelajari kasus aplikasi Koin Jagat yang belakangan ramai dibahas. Saat ini, Komdigi tengah melakukan diskusi intensif bersama pengembang aplikasi untuk meninjau inovasi, kreativitas, dan dampak negatif yang ditimbulkan.

“Saat ini kami sedang berdiskusi cukup intensif terkait Koin Jagat. Inovasi dan kreativitas aplikasi ini sebenarnya punya niat yang baik. Namun, dalam pelaksanaannya, terutama fitur seperti permainan treasure hunt, kami melihat ada potensi dampak negatif,” ujar Nezar dalam pernyataan resmi, Rabu (15/1/2025).

Menurut Nezar, pihak pengembang aplikasi juga telah menerima sejumlah aduan terkait aktivitas pengguna yang merusak fasilitas umum saat berburu koin.

“Kami sudah sampaikan kepada pengembang untuk mengevaluasi fitur ini. Pengembang sedang mereview dan mempertimbangkan perubahan mekanisme permainan agar tidak memicu perilaku destruktif,” jelasnya.

Diskusi antara Komdigi dan pengembang masih terus berlangsung. Nezar menegaskan pentingnya inovasi teknologi yang tetap memperhatikan dampak sosial dan lingkungan.

Apa Itu Koin Jagat?
Koin Jagat adalah fitur dalam aplikasi Jagat, sebuah platform interaktif berbasis lokasi yang dapat diakses melalui Google Play Store. Fitur unggulannya, Jagat Coin Hunt, memungkinkan pengguna untuk berburu koin virtual yang bisa ditukarkan dengan hadiah uang tunai.

Pada Desember 2024, misalnya, hadiah total di wilayah Jakarta mencapai Rp850 juta. Dalam permainan ini, pemain mencari tiga jenis koin dengan nilai berbeda: koin emas, perak, dan perunggu.

Namun, antusiasme pengguna terhadap permainan ini memunculkan tantangan baru, seperti perilaku tidak bertanggung jawab yang merusak fasilitas umum.

Komitmen Pengembang dan Komdigi
Nezar memastikan bahwa pihak pengembang sudah menunjukkan itikad baik dengan merevisi mekanisme permainan. Komdigi berharap fitur inovatif seperti Koin Jagat tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan kepentingan publik.

“Dengan pengembangan lebih lanjut dan pengawasan ketat, kami optimistis aplikasi ini bisa menjadi inovasi yang mendukung kreativitas dan hiburan secara positif,” tutupnya

 

Penulis : Paul

Sidang Pabrik Ekstasi Rumahan di Medan terungkap hubungan Hendrik Kusumo dan supervisor Diskotik Koin Bar

0
Keterangan Foto : Persidangan beragenda pemeriksaan terhadap para terdakwa Hendrik Kosumo (41) pemilik pabrik ekstasi, dan Hilda Dame Ulina Pangaribuan (36), Supervisor Diskotek Koin Bar.(Tim)

Medan – batamtimes.co – Sidang kasus pabrik ekstasi rumahan di Jalan Kapten Jumhana, Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Medan Area, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan pada Rabu (15/1/2025). Persidangan kali ini beragenda pemeriksaan terhadap para terdakwa, termasuk Hendrik Kosumo (41), pemilik pabrik ekstasi, dan Hilda Dame Ulina Pangaribuan (36), Supervisor Diskotek Koin Bar di Pematangsiantar.

Dalam persidangan, Hendrik mengungkapkan awal mula perkenalannya dengan Hilda. Ia mengaku mengenal Hilda saat masih memiliki pabrik kelapa sawit di Simalungun dan sering berkunjung ke Koin Bar.

“Saya kenal Hilda karena usaha saya di Simalungun. Hilda bekerja di Koin Bar Siantar. Setahu saya, dia owner,” ujar Hendrik di hadapan majelis hakim.

Namun, Hilda menyangkal pernyataan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya seorang supervisor di Koin Bar. Ia juga mengakui sering memesan pil ekstasi dari Hendrik, termasuk pesanan terakhir sebanyak 100 butir.

“Saya Supervisor di Koin Bar Siantar. Saya membeli ekstasi dari Hendrik. Terakhir pesan 100 butir. Ekstasi itu saya berikan kepada Rizky untuk diedarkan. Rizky ini adalah tamu,” ungkap Hilda.

Keuntungan Ratusan Juta dari Pabrik Ekstasi
Hendrik juga membeberkan keuntungan dari usaha ilegalnya tersebut. Ia mengaku pabrik ekstasi rumahan yang ia jalankan sejak Januari 2024 menghasilkan omzet ratusan juta rupiah.

“Tidak pernah saya hitung keuntungan secara detail, tapi kira-kira ratusan juta, omzetnya. Itu belum dikurangi biaya bahan baku,” kata Hendrik.

Namun, ia mengklaim tidak pernah menggunakan hasil kejahatannya untuk membeli aset berharga seperti rumah atau mobil. Hendrik juga menjelaskan bahwa bahan baku untuk pembuatan ekstasi sangat mudah didapatkan, bahkan melalui platform online seperti Tokopedia.

“Bahan bakunya mudah didapat. Mesin cetak tablet untuk memproduksi ekstasi juga saya beli dari toko di Jalan Setia Budi, Medan,” tambahnya.

Sidang Berlanjut
Majelis Hakim PN Medan, yang dipimpin oleh Nani Sukmawati, akan melanjutkan sidang pada agenda berikutnya. Sidang ini menjadi sorotan karena mengungkap jaringan peredaran ekstasi yang melibatkan sejumlah tokoh di Medan dan Pematangsiantar.

Hakim meminta jaksa penuntut umum untuk segera mempersiapkan tuntutan terhadap para terdakwa, yang didakwa memproduksi dan mengedarkan narkotika jenis ekstasi.

Penulis : Timbul

Dirresnarkoba Polda Riau gagalkan Peredaran 53,6 kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi

0
Keterangan Foto : Expose barang bukti saat konferensi pers ,Sebanyak 53,6 kilogram sabu dan 49.682 butir pil ekstasi berhasil diamankan dalam operasi.(Ist)

Pekanbaru – batamtimes.co –  Gebrakan besar dilakukan oleh Kombes Pol Putu Yuda Prawira, Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Riau yang baru beberapa hari menjabat. Belum genap sepekan menggantikan Kombes Pol Manang Soebeti, Kombes Putu berhasil menggagalkan peredaran narkoba dalam jumlah besar.

Sebanyak 53,6 kilogram sabu dan 49.682 butir pil ekstasi berhasil diamankan dalam operasi pada Selasa (9/1/2024) di Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak. Dalam operasi tersebut, empat tersangka berhasil ditangkap, diduga sebagai bagian dari jaringan narkoba lintas daerah.

Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan ini. “Baru beberapa hari menjabat, sudah mengungkap kasus sebesar ini. Ini adalah prestasi luar biasa. Saya yakin Pak Putu akan terus menindak tegas jaringan narkoba. Jangan main-main di Riau,” tegas Irjen Iqbal, Selasa (14/1/2025).

Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat mengenai pengiriman narkoba ke Pelalawan. Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda Riau segera bertindak dan melakukan penyergapan di Lubuk Dalam. Sebuah mobil yang dicurigai membawa narkotika berhasil dihentikan, dan tiga tersangka diamankan bersama barang bukti.

Penyelidikan berlanjut hingga satu tersangka lainnya berhasil diringkus di Pelalawan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa barang haram tersebut berasal dari Bengkalis dan direncanakan untuk diedarkan di Pelalawan. “Setelah ditelusuri lebih jauh, sabu dan ekstasi itu ternyata dikirim dari salah satu negara tetangga,” ungkap Irjen Iqbal.

Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Polda Riau dalam memerangi peredaran narkoba di wilayahnya. Aparat berjanji akan terus meningkatkan pengawasan dan menindak tegas jaringan narkotika yang mencoba beroperasi di Bumi Lancang Kuning.

Penulis : Jimi

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga