Paripurna Istimewa Hut Kepri Ke – 15,Nurdin : Tingkat kemiskinan Menurun Tahun 2017
Batamtimes.co, Tanjungpinang – Rapat Paripurna Istimewa Hut ke-15 kepulauan riau dilaksanakan Senin (25/9) di gedung utama DPRD provinsi kepri, Dompak.
Rapat Paripurna tersebut dipimpin langsung ketua DPRD Jumaga Nadeak, S.H.
Acara juga dihadiri jajaran pemerintah lurah, camat, tokoh dan anggota DPRD provinsi kepri. Tidak hanya itu, juga turut hadir perhimpunan saudagar melayu.
Gubenur Kepri, Nurdin Basirun dalam paripurna itu memaparkan kinerja capaian kepulauan riau dari berbagai bidang, sejak tahun 2016 hingga tahun 2017.
“Saya mengucapkan trimakasih atas pencapaian di berbagai bidang yaitu infrastruktur, perhubungan, kemaritiman, pendidikan, kesehatan, pariwisata, serta lingkungan hidup mengalami peningkatan capaian semakin baik dari tahun sebelumnya. Tingkat kemiskiman juga mengalami penurunan” Kata Nurdin.
Nurdin juga mengatakan, apa yang sudah tercapai provinsi kepri, tidak membuat kita menjadi berbangga diri dan menjadi sombong, namun harus menjadi motivasi bagi kita.
“Dari berbagai pembangunan dan peningkatan kepri, dan banyaknya penghargaan yang telah diterima kepulauan riau tidak membuat kita menjadi sombong” ungkapnya
Batamtimes.co, Tanjungpinang – Setelah Ketua Fraksi PKS Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Fraksi PKS, Ing Iskandarsyah yang menginginkan agar Swalayan Pinang Lestari dicabut izinnya. Kini giliran Sekjen LSM Lidik Kepri, Indra Jaya yang menginginkan hal yang sama.
“Kita minta dicabut izinnya, Pemko Tanjungpinang jangan main – main lagilah. Kerena sekarang ekonomi lagi goyang – goyang,” tegas Indra Jaya, kepada Batamtimes.co, Senin(26/9) malam.
Karena kata Indra, masyarakat saat ini memerlukan kredibilitas dari pemerintah dalam mengatasi permasalahan ini.
“Kalau pemerintah main – main bagaimana masyarakat bisa percaya,” katanya.
Selain itu, dia juga berharap agar aparat hukum benar – benar dalam mengusut kasus ini.
Baca juga di sini : http://www.batamtimes.co/2017/09/25/anggota-dprd-kepri-minta-swalayan-pinang-lestari-dicabut-izinnya/
“Karena ini telah mencedrai dan melukai hati masyarakat,” tutupnya.
Sebelumnya, AH selaku pemilik Swalayan Pinang Lestari diduga telah mengoplos beras Bulog di gudang miliknya.
Akibat perbuatannya pelaku, dijerat dengan pasal 139 ayat 1 UU RI No 18 tahun 2012 tentang pangan, junto pasal 2 atau 3 PP No 69 tahun 1999 tentang label dan iklan pangan dengan ancaman hukum 5 tahun dan denda 10 Miliar.
“Saya berharap pemerintah dan pihak kepolisian harus menindak tegas upaya praktek penipuan seperti ini, agar tidak terulang lagi dan memberikan efek jerah kepada swalayan lainnya,” tegasnya, Minggu(24/9) malam.
Dia juga telah meminta, anggota Fraksi PKS di DPRD kota Tanjungpinang untuk menindaklanjuti apa yang telah di ungkapkan pihak kepolisian.
Diketahui, akibat perbuatan pelaku, melanggar pasal 139 ayat 1 UU RI No 18 tahun 2012 tentang pangan, junto pasal 2 atau 3 PP No 69 tahun 1999 tentang label dan iklan pangan dengan ancaman hukum 5 tahun dan denda 10 Miliar.
Batamtimes.co, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun secara resmi melantik Pengurus Perhimpunan Saudagar Rumpun Melayu Kepulauan Riau, di Gedung Daerah Provinsi Kepuluan Riau, Minggu (24/9) malam.
Dalam sambutannya Nurdin mengucapkan selamat kepada Ketua Perhimpunan Saudagar Rumpun Melayu dan berharap dengan adanya Saudagar Rumpun Melayu, menjadi suatu perubahan untuk perekonomian Kepulauan Riau.
“Selamat Kepada Abangda Ria K Liamsi, kami pemerintah Kepulauan Riau, sangat bergembira dengan adanya Perhimpunan Saudagar Rumpun Melayu Kepulauan Riau, semoga pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau dapat terbantu dengan adanya Perhimpunan ini,” ucap Nurdin.
Sementara itu, ketua Perhimpunan Saudagar rumpun Melayu, Datok Rida K Liamsi dalam sambutannya mengucapkan terimaksih kepada Gubernur Kepulauan Riau yang telah memberikan Waktunya untuk melantik Pengurus Saudagar Rumpun Melayu Kepulauan Riau.
“Saya mengharapkan dengan terbentuknya Perhimpunan Saudagar Rumpun Melayu, semoga bisa membantu membangkitkan perekonomian Kepulauan Riau,” paparnya.
Acara pengukuhan ini di sejalankan dengan penandatanganan Kerja Sama antara Perhimpunan Saudagar Rumpun Melayu dengan Badan Musyawarah (Bamus) Perhimpunan Masyarakat Betawi yang datang langsung Dari Jakarta, Nahrowi Ramli dalam sambutannya mengatakan salam dari masyarakat Jakarta untuk masyarakat melayu Kepulauan Riau.
“Salam hangat dari masyarakat Betawi (Jakarta) untuk saudara-saudara masyarakat melayu Kepulauan Riau,” ucapnya.
Turut hadir pada Kegiatan Pengukuhan ini, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, unsur Muspida dari TNI/POLRI, Ketua LAM Kepulauan Riau, Datok-Datok Saudagar Dari Negeri Sembilan Kuala Lumpur dan Singapure, Bamus Betawi, perwakilan para saudagar dari Kabupaten/Kota se Kepulauan Riau dan Insan Pers.
Ir. Wirya Putra Silalahi
Wakil Ketua IA-ITB Kepri.
Oleh : Ir. Wirya Putra Silalahi
Wakil Ketua IA-ITBKepri
Ketua Dewan Pertimbangan APERSI Kota Batam
Dua tahun terakhir ini Batam mengalami kemorosotan ekonomi cukup parah.Dari berbagai indicator ekonomi di Batam selama beberapa tahun terakhir ini, bisa dicatat tiga hal penting:Pertama, Pertumbuhan Ekonomi, pada tahun 2016 dan 2017 Batam mengalami pertumbuhan paling lambat selama sejarah perkembangan Batam. Ini bisa dilihatdata pertumbuhan ekonomi Batam dan nasional pada 8 tahun terakhir.
Pertumbuhan Indonesia danBatam (2010-2017)
Tahun
PertumbuhanEkonomi
Nasional
Batam
2010
6,10%
7,77%
2011
6,50%
7,22%
2012
6,23%
6,78%
2013
5,78%
7,18%
2014
5,02%
7,20%
2015
4,79%
6,75%
2016
5,02%
4,13%
2017 – semester I
5,01%
1,52%
Dari tabel di atas terlihat jelas, pertumbuhan ekonomi di Batam tahun 2010-2015 selalu di atas pertumbuhan ekonomi nasional.Sedangkan pada tahun 2016 mengalami penurunan tajam, di bawah pertumbuhan ekonomi nasional dan juga di bawah pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (yang 5,03%).Bahkan pada semester I tahun 2017 pertumbuhan ekonomi Kepri hanya 1,52%, pertumbuhan ekonomi terburuk nomor 2 dari seluruh provinsi.
Kedua, persoalan tenaga kerja.Batam sebagai kota industri, memiliki banyak pekerja di bidang industri. Pada tahun 1990-an Batam di dominasi tenaga kerja di bidang industry elektronika.Selanjutnya tahun 2000-an bertambah lagi tenaga kerja di bidang galangan kapal atau shipyard.
Tetapi,dengan perkembangan harga minyak dan batubara dunia yang turun drastic dari US$ 100-an ke US$ 30-an pada tahun 2015, menyebabkan industry galangan kapal di Batam menjadi sepi pesanan. Data dari Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA),ada penyusutan tenaga kerja dibidang industry galangan kapal dari 250.000 pekerja berkurang menjadi 30.000 pekerja, atau terjadi pemutusan hubungankerja (PHK) sebanyak 220 ribuan orang selama periode tersebut.
Demikian juga dengan tutupnya beberapa perusahaan elektronika , telah mengakibatkan ribuan pekerja di-PHK.Bila diasumsikan ada sekitar 250 ribu pekerja saja yang kehilangan pekerjaan dan menganggur, dengan asumsi rata-rata penghasilan pekerja adalah 4 juta rupiah per bulan, maka masyarakat Batam kehilangan penghasilan sekitar 1 triliun rupiah per bulan, atau 12 triliun rupiah per tahun.
Ketiga, persoalan industri.Batam mempunyai pusat-pusat kawasan industri.Pada tahun 1980-an ada beberapa industri di bidang minyak dan gas bumi, kemudian ada industry elektronika pada tahun 1990-an, selanjutnya ada industry galangan kapal pada tahun 2000-an. Industri elektronika mulai terjadi penyusutan, sesuai dengan dinamika elektronika dunia, beberapa perusahaan elektronika ada yang tutup dan pindah kenegara tetangga.
Tetapi yang sangat drastic terjadi adalah dalam bidang shipyard, menurut info dari BSOA ada sekitar 80 dari 110 galangan kapal yang tutup di Batam. Penyebabnya berbagaifaktor, tetapi yang dominan adalah akibat menurunnya harga minyak dan batubara dunia. Begitu dominan dan besarnya industry shipyard di Batam, anjoknya industry ini juga ikut menggonjang ekonomi Batam.Bila ada sekitar 100 perusahaan shipyard dan elektronika yang tutup, maka selain terjadi PHK ratusan ribu pekerja, ada content local dan kebutuhan rutinitas perusahaan yang hilang order.Nilainya bisa beberapa sampai puluhan miliar per perusahaan, maka diperkirakan ada ratusan miliar rupiah per tahun yang kehilangan order dari Batam.
Ketiga kondisi di atas itulah yang menyebabkan PHK lebih dari 250.000 pekerja dari industry galangan kapal dan elektronika.Hitungan sederhana, ada lebih dari 1,2 triliun rupiah per bulan atau lebih14,4 triliun rupiah per tahun yang hilang dari Batam.Ini jumlah yang sangat besar, yang telah menggoyang sendi-sendi perekonomian di Batam.Ratusan ribu karyawan tentu membutuhkan pangan, sandang, perumahan, transportasi dan lain-lain.Sehingga PHK menyebabkan semua yang berhubungan dengan bidang ini ikut tergoyang, kehilangan daya beli lebih14,4triluan rupiah setahun.Inilah persoalan utama anjloknya ekonomi di Batam.
MembangkitkanEkonomi
Sesuaidengan PP Nomor 46 tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Pasal 2 (Ayat1): Di dalam Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam dilakukan kegiatan-kegiatan di bidang ekonomi, seperti sektor perdagangan, maritim, industri, perhubungan, perbankan, pariwisata dan bidang lainnya.Seharusnya keenam bidang ekonimi inilah yang menjadi focus utama membenahi ekonomi di Batam, agar Batam bisa menjadi lokomotif ekonomi kawasan.
Kita sekarang terkesan sibuk memikirkan keperluan jangka pendek, dengan menaikkan tariff untuk menambah penghasilan internal, tetapi mengabaikan fungsinya sebagai regulator dan motor ekonomi kawasan. Untuk apa menambah penerimaan dengan menaikan tariff Uang Wajib Tahunan (UWT), tariff pelabuhan, tariff bandara, tetapi hasilnya hanya untuk menaikkan gaji pegawai dan kegiatan operasional ? Bersamaan dengan itu, ekonomi Batam malah melambat dan kontraksi,dan masyarakat semakin terbeban.Seharusnya,pemerintah menjadi regulator dan motor ekonomi bagi Batam dan Indonesia.
Bila tahun 1980-an Batam adalah daerah basis industry minyak dan gas, di tahun 1990-an basis industry elektronika, dan di tahun 2000-an betambah lagi basis industry shipyard, maka seharusnya di tahun 2011-an Batam telah mengembangkan basis lain lagi selama 10 tahun kedepan. Namun sampai saat ini belum terlihat apalagi yang dilakukan.Seharusnya sudah terpikirkan basis industry apalagi yang harus dikembangkan di Batam untuk satu decade kedepan, guna membangkitkan ekonomi Batam.
MembuatPelabuhan Transshipment
Pilihan pertama, alternative industri10 tahun kedepan adalah industry maritim, dengan membangun pelabuhan transshipment besar sebagai pintu gerbang ke Indonesia.Dulu pernah ada rencana membuat pelabuhan transshipment berkapisatas 4 juta TEUS di PulauTanjung Sauh, tetapi gagal.Padahal Badan Anggaran DPR RI telah rencana menganggarkannya dalam APBN tahun 2012, tetapi tidak dilaksanakan. Gagasan Pelabuhan Transshipment berkapasitas 4 juta TEUS ini perlu dihidupkan kembali.
Menambahduajutawisman
Pilihan kedua , Batam bisa menjadi kota wisata utama di bagian barat Indonesia untuk turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman). Hitungannya,10 wisman yang datang ke Batam sebanding dengan 1 tenaga kerja selama setahun. Saat ini Batam mempunyai 1,5 juta wisman setahun.Bila Batam bisa menaikkan kunjungan2 juta lagi wisman (naik133% sehingga menjadi 3,5 juta wisman), penambahan 2 juta wisman akan sebanding dengan 200 ribu tenaga kerja. Tambahan dua juta wisman ini akan bisa menutupi PHK industry shipyard yang sebanyak 200 ribu orang.
Membuat Basis Industri Digital
Pilihan ketiga, Batam bisa mengembangkan industri digital. Trend kedepan adalah industri digital. Singapura dan Johor sudah bergerak kearah itu, Batam sebagai daerah sekawasan dengan Singapura dan Malaysia, tentu jangan sampai ketinggalan kereta lagi.
Sebenarnya para pendahulu Otorita Batam atau BP Batam telah hampir berhasil membuat Batam menjadi maju.Tetapi sejak tahun 2016, ekonomi Batam anjlok dengan pertumbuhan di bawah pertumbuhan nasional.Ini berarti Batam bukan lagi sebagai motor ekonomi nasional, tetapi telah berubah menjadi beban ekonomi nasional.Itulah yang harus diperbaiki kedepan. BP Batam, Pemko Batam, Pemprov Kepri dan Pemerintah Pusat harus berkoordinasi agar ada satu bahasa dalam mengambil langkah-langkah membuat ekonomi Batam maju.***
Batamtimes.co, Tanjungpinang – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau siap memecahkan rekor dihari jadi Provinsi Kepri yang ke 15 dengan mendatangkan 4.500 orang pendonor darah di Mall TCC Kota Tanjungpinang, Minggu(24/9) pagi.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjejep Yudiana selaku ketua pelaksana mengatakan juga disejalan dengan peringatan HUT TNI ke 72.
“Sebanyak 500 orang pendonor dari masyarakat Kepri dari unsur TNI, Polri, mahasiswa, tagana, dan warga lainnya,” ucap Tjejep.
Sementara itu, Dandrem 033/WP yang ikut menghadiri kegiatan bakti sosial ini mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai wujud syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Karena kita bisa merayakan HUT Provinsi Kepulauan Riau dan memperingati HUT TNI dalam suasana yang aman dan kondusif. Bersama rakyat TNI kuat. Bersama TNI dan rakyat negara kuat,” katanya.
Kapolres Tanjungpinang, Akbp Tedjo Edi Baskoro saat jumpa pers
Batamtimes.co, Tanjungpinang – Akibat mengeplos beras Bulog AH, pemilik Swalayan Pinang Lestari harus merasakan dinginnya jeruji besi. Hal tersebut terjadi setelah Satreskrim Polres Tanjungpinang berhasil mengerbek gudang pengolos beras miliknya di Jalan Sumber Karya, Jumat(22/9) sore.
Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, mengatakan, infomasi pengolosan beras bulog ini didapati dari masyarakat.
“Polisi mendatangi gudang tersebut untuk memastikan kebenaran informasi yang didapat dari masyarakat,” ucap Tedjo didampingi Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwi Hatmoko Wiroseno, dalam pers realis, Sabtu(23/9) malam
Kata Tedjo saat dilakukan pengerbekan polisi mendapati di gudang tersebut ada seorang karyawan laki-laki sedang mencampurkan beras merk “Roda Mas” ukuran 50 Kg dengan beras merk “Beras Kita” ukuran 5 Kg, lalu mengemasnya kembali kedalam kantong plastik yang sudah ditulis (dengan spidol) Bulog Premium 5 Kg.
“Dari keterangan laki-laki yang ada di gudang tersebut, bahwa kegiatan pengoplosan beras dilakukan atas suruhan pemilik gudang Pinang Lestari,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan, karyawan laki-laki tersebut bersama kepala gudang dan pemiliknya diamankan bersama barang bukti bersama alat-alat dan beras yang di oplos langsung dibawa ke Polres Tanjungpinang untuk proses lebih lanjut
“Adapun nama-nama pelaku adalah A.H (54) sebagai pemilik gudang Swalayan Pinang Lestari, M.V, (32), sebagai kepala gudang, dan J.N sebagai karyawan gudang,” ujarnya.
Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain 577 karung beras merk bulog ukuran 50 Kg, 30 bungkus beras bertuliskan Bulog Premium 5 Kg, (belum di proses) dan 873 bungkus sudah diproses, 199 karung beras merk Roda Mas ukuran 50 Kg, 5 (lima) lima karung berisikan kantong plastik 5 Kg, 2 (dua) bungkus beras dalam plastik biasa bertuliskan Bulog Premium 5 Kg, dan 28 lembar plastik biasa bertuliskan Bulog Premium 5 Kg, 15 karung beras merk Roda Mas ukuran 50 Kg, 6 lembar karung beras merk Bulog ukuran 50 Kg, dan 64 lembar kantor beras merk Beras Kita ukuran 5 Kg.
Tidak hanya digudang tersebut pada saat dilakukan peninjauan di Swalayan Pinang Lestari polisi berhasi menemukan 11 bungkus beras dengan kemasan bertuliskan Beras Bulog Premium 5 Kg.
Adapun pasal yang disangkakan kepada pelaku, yaitu pasal 139 ayat (1), UU RI No 18 tahun 2012 tentang Pangan jo Pasa 2 dan atau pasal 3 PP No 69 tahun 1999, tentang label dan iklan pangan, dengan ancaman hukuman kurungan 5 tahun dan denda 10 Milyar Rupiah.
Batamtimes.co, Tanjungpinang – Warga Tanjungpinang dan Bintan tidak perlu jauh-jauh ke Arab Saudi untuk berselfi dengan unta, di Bintan sendiri sudah Ada Destiminasi wisata yang dibuat masyarakat Bintan menyerupai di Arab Saudi.
Walaupun unta-untanya hanya gambar yang di pajang saja, itu sudah cukup untuk membuat kita seolah-olah sedang di gurun pasir betulan.
“Gambar-gambar unta itu masyarakat disini yang buat sekitar satu tahun lalu,
Kalau gurun-gurun pasirnya bekas perusahaan tambang pasir dulu”, kata Sulo salah satu warga bintan.
Sulo juga mengungkapkan, dulu di Gurun Pasir ini sangat ramai pengunjung yang datang dari Tanjungpinang maupun bintan sendiri hanya sekedar untuk berselfi.
“kalau masih baru-baru kemaren disini selalu penuh, sangat ramai warga yang datang, sekarang makin berkurang pengunjung”, ujarnya.
Di dekat area gurun dapat dijumpai warga bintan yang berjualan, dan membuka tempat-tempat nongkrong untuk pengunjung yang datang.
Batamtimes.co, Tanjungpinang –Sebanyak 194 orang Saudagar Melayu dalam kegiatan Perhimpunan agung saudagar rumpun Melayu terlihat memadatai gedung di Hotel Aston Tanjungpinang, Sabtu (23/9)
Samsul Bahrum selaku Asisten 1, dalam mewakili Gubernur menyampaikan bahwa orang Melayu harus bersatu dan menjadi kuat untuk kemajuan bangse Melayu.
lebih lanjut ia menegaskan, “orang melayu harus kuat dan terus maju serta bersatu hingga menjadi kuat barulah kita akan menjadi penguasa di bangsa melayu dan selanjutnya bangsa Melayu harus dapat berkompetisi dengan kompetitornya”, pungkasnya
Berbagai saudagar Melayu yang memiliki bisnis omzet penjualan mulai berkisar jutaan hingga mencapai jumlah triliunan turut hadir dari berbagai kalangan, Tak hanya Kepri, saudagar dari rumpun Melayu lainnya juga hadir seperti dari Riau bahkan dari Singapura dan Malaysia.
Senada itu, Ketua Umum Lembaga Adat Melayu, Datuk H Abdul Razak menyampaikan tujuan penyelenggaraan Perhimpunan Saudagar Rumpun Melayu adalah sebagai wadah berbagai ilmu dan pelajar untuk nantinya dalam peningkatan kesejahteraan kehidupan orang-orang Melayu.
“Perhimpunan ini nanti harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan kehidupan orang-orang Melayu. Perdagangan, ekonomi dapat menyatu untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan,”ungkapnya
Perbincangan bisnis yang membangkitkan semangat enterpreneur tersebut menghadirkan beberapa pemateri yang terdiri dari saudagar ternama di Kepulauan Riau, bahkan daerah serumpun lainnya. Diantaranya Dato’ Rida K Liansi, Heri Putra Karim, Chairul Saleh, Zul Kamarullah, Riki Ronado dan Lisa Anggraini.
Sebanyak 194 saudagar yang hadir melangsungkan dialog yang yang selanjutnya akan merancang penyusunan rencana pembentukan pengurus perhimpunan saudagar rumpun Melayu Kepulauan Riau.
Batamtimes.co, Tanjungpinang – 683 Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang diwisuda dari lima Fakultas dalam sidang senat terbuka Dies Natalis X dan wisuda sarjana ke IX di Aula Kantor Gubernur Kepri, sabtu (23/9/2017).
Rektor Umrah Prof. Syafsir Ahklus, M.Sc mengatakan wisuda yang ke- IX ini merupakan wisuda regurel yang lulus pada wisuda dan terprogram dalam 8 semester.
“Yang lulus pada wisuda kita harapkan mereka dapat melihat peluang-peluang usaha bisnis, selanjutnya untuk yang cumlaude kita telah mengupayakan mereka agar dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dengan upaya telah menjalin kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri lain seperti Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI),” paparnya.
Dalam Wisuda kali ini, yang meraih Wisudawan/wi lulusan terbaik UMRAH angkatan IX diantaranya Anggi Trisna Riani dari Fakultas Ekonomi dengan IPK 3,96 sekaligus peraih lulusan terbaik universitas.
Alfikzar Jabarriau dari Fakultas Teknik jurusan Teknik Elektro dengan meraih IPK 3,90, Andi Majidek Fakultas Ilmu Kelautan IPK 3,92, Siti maulidya Fakultas Bahasa dan Satra indonesia IPK 3,94 dan Rafika Apriyanti dari FISIP dengan IPK 3,93.
5 orang lulusan terbaik tersebut langsung mendapatkan penghargaan dan cenderamata oleh Rektor UMRAH.
Turut hadiri dalam wisuda kali ini Asisten 1 Pemprov Kepri Raja Ariza, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, dan Mantan KSAL Laksmana TNI Marsetio.