8.6 C
New York
Saturday, April 4, 2026
spot_img
Home Blog Page 1164

Polisi Amankan TKP Mayat Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Diduga Dibuang

0
Foto : Mayat bayi dibuang.

batamtimes.co , Tanjungpinang – Warga Jalan H.Agus Salim digegerkan dengan penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki tanpa busana, yang diperkirakan berumur 6 bulan, Jum’at (2/6).

Bayi tersebut ditemukan dalam posisi telungkup. Berdasarkan penuturan warga dilokasi, bayi malang itu diduga dibuang oleh oknum tak bertanggung jawab sekitar pukul 10.45 WIB.

“Sepertinya dibuang bang,” kata warga.

Peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke pihak Polsek Tanjungpinang Barat. Sekitar 8 orang anggota polisi langsung mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat itu.Hingga berita ini dilansir, Polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

(red/Budi Arifin)

Hasil Kelulusan UN Se- Kepri Tingkat SMP Kota Tanjungpinang Raih Peringkat II

0
Kadisdik Tanjungpinang Dadang.

batamtimes.co , Tanjungpinang – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang mengumumkan untuk hasil Ujian Nasional (UN) ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Tanjungpinang berhasil meraih peringkat ke II se Provinsi Kepulauan Riau.

“Alhambulillah, kelulusan UN tahun ini anak-anak kita untuk tingkat SMP mengalami kenaikan daripada tahun yang lalu. Karna tahun lalu kita berada di tingkat ke III se Provinsi Kepri, maka tahun ini Alhambulillah kita berada di Peringkat ke II Se Kepri,” ujar Dadang kadisdik Kota Tanjungpinang, melalui sambungan telepon, Jumat(2/6).

Dadang membeberkan, ada 2 orang anak yang masuk 10 besar di Kepri yakni pada urutan ke-2 dan urutan ke-7 dari SMPN 1 Tanjungpinang.

“Yang mendapat nilai Sempurna anak-anak kita sangat banyak sekali. Alhambulillah ini semua adalah berkat kerjasama guru dengan kepala sekolah dan juga tentunya kerjasama kepada orang tua/wali siswa,” katanya.

Untuk itu, Dadang menyampaikan terima kasih kepada guru-guru, kepala sekolah dan terutama kepada orang tua siswa.

“Berikanlah bimbingan dan bantuan kepada anak-anak kita karna anak-anak kita setelah ini akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dan pebgawasan sepenuhnya untuk masa-masa yang akan datang. Kami serahkan sepenuhnya kepada orang tua/wali siswa,” harapnya.

Dadang menjelaskan bahwa pengumuman ini serentak se Indonesia yang jatuh pada 2 Juni 2017. Namun, di Tanjungpinang pengumuman ini dilaksanakan sebelum sholat Jumat dengan tujuan untuk menimalisir hepori-heporia berlebihan anak-anak dalam hal merayakan kelulusannya.

“Kita di Kota Tanjungpinang meminta pengumuman ini dilaksanakan sebelum sholat jumat agar anak-anak kita tidak salah dalan merayakan kelulusannya,” jelasnya.

 

(red/Budi Arifin)

Meski Jauh Dari Tanah Air , KBRI Wina Gelar Peringatan Harlah Pancasila

0
Ilustrasi

batamtimes.co , London – Duta Besar LBBP RI untuk Republik Austria dan Republik Slovenia Dr Darmansjah Djumala memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang dihadiri seluruh pejabat dan staf KBRI/PTRI Wina, pengurus dan anggota Darma Wanita Persatuan serta sejumlah masyarakat Indonesia di kota Wina, bertempat di KBRI Wina, Kamis.

Sekretaris Kedua Fungsi Pensosbud KBRI/PTRI Wina, Wina Retnosari seperti yang dikutip dari Antara London, mengatakan Peringatan Hari Lahir Pancasila di Austria disambut antusias oleh masyarakat Indonesia yang hadir dalam upacara di pagi hari.

Meskipun berada jauh dari tanah air, masyarakat Indonesia di Austria tetap menaruh perhatian terhadap perkembangan situasi di tanah air dan memiliki komitmen untuk dapat berkontribusi dalam proses pembangunan nasional dalam kerangka ideologi Pancasila dan semangat Bhineka Tunggal Ika.

Dalam pidatonya, Dubes Darmansjah Djumala membacakan sambutan Presiden RI Joko Widodo dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila, yang antara lain menyampaikan bahwa keberagaman merupakan kodrat bangsa Indonesia.

Hal ini terefleksi jelas dari Sabang sampai Merauke, serta dari Miangas hingga Rote. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan telah membentuk kebhineka tunggal ika-an Indonesia berdasarkan Pancasila yang telah disepakati melalui lahirnya Piagam Jakarta pada tanggal 18 Augstus 1945.

Lebih jauh disampaikan pentingnya masyarakat Indonesia untuk menjaga perdamaian, persatuan dan persaudaraan, serta bahu membahu dalam menggapai cita-cita bangsa sesuai Pancasila, menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur dan bermartabat di mata internasional.

Persatuan bangsa menjadi krusial khususnya di tengah kondisi domestik saat ini dimana Indonesia tengah mengalami tantangan dengan hadirnya sekelompok masyarakat yang ingin merongrong integritas bangsa.

Dubes Djumala juga menggarisbawahi bahwa Pemerintah RI akan bertindak tegas terhadap upaya – upaya yang akan mencederai persatuan dan kesatuan nasional.

Berdasarkan data KBRI Wina, jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di Austria tercatat sebanyak 1.196 orang yang sebagian besar berdomisili di kota Wina dan sisanya tersebar di beberapa kota seperti Graz, Innsbruck, Salzburg dan Linz.

Dalam kaitan ini, peran KBRI sebagai pengemban misi Pemerintah RI yang sangat penting dan strategis, khususnya dalam pembinaan dan penggalangan hubungan masyarakat.

Tidak hanya sebagai pengayom dan pembina, KBRI berperan sebagai perekat berbagai kelompok masyarakat Indonesia yang ada di Austria serta berkomitmen untuk membingkai keberagamanan masyarakat Indonesia dalam satu persatuan menghadirkan wajah Indonesia yang utuh di Austria

(red/antara)

Segenap Prajurit ASN Lantamal IV Tanjungpinang Gelar Upacara Harlah Pancasila

0
Segenap prajurit dan ASN Lantamal IV,RS Angkatan Laut,Wing Udara-2,dan Lanudal Tanjungpinang melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila yang diperingati hari ini Kamis ( 1-6-2017) berlangsung di Mako Lantamal IV Tanjungpinang.

Tanjungpinang – Segenap prajurit dan ASN Lantamal IV,RS Angkatan Laut,Wing Udara-2,dan Lanudal Tanjungpinang melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila yang diperingati hari ini Kamis ( 1-6-2017) berlangsung di Mako Lantamal IV Tanjungpinang.

Bertindak selaku Inspektur upacara Asisten Perencanaan (Asrena) Kolonel Laut (P) Robertus Waskito,S.E,M.M, mewakili Danlantamal IV.

Dalam Amanat Presiden RI Joko Widodo yang dibacakan oleh Irup menyampaikan Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Soekarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan Rumusan Final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945, adalah Jiwa besar para Founding Fathers, para Ulama dan Pejuang Kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga bisa membangun kesepakatan Bangsa yang mempersatukan Tanah Air Indonesia.

“Sekali lagi jaga perdamaian, jaga persatuan dan jaga persaudaraan diantara kita. Mari saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran dan saling membantu untuk kepentingan Bangsa. Mari kita saling bahu-membahu, bergotong royong demi kemajuan Indonesia”, Ujar Kepala Dispen Lantamal IV Mayor laut Drs. Josdy Damopolii
dalam membacakan sambutan Presiden RI.

Selanjutnya,Dikatakan Josdy, Komitmen Pemerintah untuk Penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus dilakukan. Telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2017 tentang unit kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila.

Bersama seluruh Komponen Bangsa, Lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat Pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari – hari, yang terintegrasi dengan program – program pembangunan, pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya, menjadi bagian integral dari pengalaman Nilai – nilai Pancasila.

“Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita Indonesia, Kita Pancasila. Semua anda Indonesia, semua anda Pancasila. Saya Indonesia, saya Pancasila”, Demikian akhir kata sambutan Presiden RI Joko Widodo

(red/rls Lantamal)

Jelang Hari Raya Pedagang Petasan Mulai Menghiasi Sudut Jalan Kota Tanjungpinang

0
Junaidi penjual petasan musiaman di kota tanjungpinag .(foto : Budi arifin)

batamtimes.co , Tanjungpinang – Bulan Suci Ramadhan menjadi keuntungan tersendiri bagi pedagang musiman, salah satunya pedagang petasan kini mulai marak di Tanjungpinang. Setiap bulan suci Ramadhan pedagang petasan menghiasi setiap jalan yang ada di Tanjungpinang.

Salah satu pedagang petasan yang ditemui batamtimes.co di Jalan Bakar Batu, Kilometer 2 Tanjungpinang, Junaidi mengatakan, dirinya berjualan hanya pada saat bulan Suci Ramadhan, hari raya Idul Fitri dan juga tahun baru.

“Kita berjualan sudah lama, dari anak saya belum lahir sampai sudah besar gini. Jualan petasan ini sudah ada sekitar tahun 2000-an, tapi hanya pada bulan puasa, hari raya Idul Fitri dan tahun baru saja,” ujar Junaidi, Kamis (1/6) di tempat jualannya.

Junaidi menegaskan, bahwa dirinya berani berjualan petasan ini karena sudah mengantongi izin dari Kepolisian Resor (Kapolres) Tanjungpinang.

“Saya sudah memiliki izin dari Kepolisian, dalam izin sudah tertera ukuran yang boleh dijual petasan dibawah 1,9 Centimeter. Jadi saya jual sesuai dengan yang ada didalam surat izin tersebut. Saya tak berani jual petasan diatas ukuran 1,9 Centimeter,” katanya.

Di tempat terpisah , Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kota Tanjungpinang, Deddy S. Yusja mengatakan, bahwa pihaknya belum ada melakukan pengawasan terhadap maraknya petasan di Kota Tanjungpinang.

Namun, kata Deddy , pihaknya sudah memberi himbauan kepada masyarakat Kota Tanjungpinang untuk tidak mengunakan petasan di tempat-tempat ibadah. Selain itu, para orang tua juga harus melakukan pengawan terhadap anak-anak ketika bermain petasan.

“Sekarang ini belum ada pengawasan petasan yang beredar di Tanjungpinang. Saya kira sudah diberi himbauan kepada masyarakat,” tutupnya.

(red/Budi Arifin)

Miris , Kuburan Belanda Kherkof Tanjungpinang Terlihat Usang Tidak Dirawat

0
kherkof, Kuburan Belanda di Kota Tanjungpinang

batamtimes.co , Tanjungpinang – Tidak banyak orang yang mengetahui tentang kherkof, Kuburan Belanda di Kota Tanjungpinang,seolah diangap tak berarti. Ironis padahal kuburan ini menjadi saksi awal kolonialisme di Kota Gurindam ini.

Terletak di Jalan Kamboja, Kota Tanjungpinang. Kuburan ini, terlihat tertutup dan tanpa usang serta hanya ditumbuhi oleh ilalang seperti tidak terawat.

Plt Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, Raja Kholidin mengatakan bahwa pihaknya sudah menganggarkan dana bagi tenaga honorer untuk bertugas membersihkan salah satu situs budaya di Kota Tanjungpinang ini sekaligus menjadi juru jaga makam ,hanya saja lihat kondisinya.

“Ada juru jaganya yang menjaga dan membersihkan makam tersebut, dan dia sudah buat buat perjanjian untuk membersihkan makam tersebut,” kata Raja Kholidin, Kamis(1/6) sore.

Kholidin berjanji akan memanggil petugas yang merawat makam ini. Dan akan memberikannya sangsi.

“Nanti akan kita panggil dan saya akan suruh kabidnya untuk melakukan pengecekan,” ucap Kholidin.

Kholidin enggan membeberkan berapa dana anggaran untuk perawatan untuk merawat salah satu cagar budaya ini. Karena biaya perawatannya bergabung dengan perawan ini istana kota rebah dan berbagai situs lain di Kota Tanjungpinang.

“Tak salah saya ada, tapi nanti kita liat lagi DPA (Daftar Penggunaan Anggaran) nya, kalau tidak ada bisa kita usulkan lagi di APBD – P,” kilahnya.

 

(red/Budi Arifin)

Memperingati Hari Pancasila Komisariat IMM Kota Tanjungpinang Gelar Aksi Damai

0
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Tanjungpinang gelar Aksi Damai, Kamis (1/6) sekira pukul 16.30 di Bundaran Pamedan Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang

batamtimes.co , Tanjungpinang – Dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila, Komisariat Kihai Haji Ahmad Dahlan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Tanjungpinang gelar Aksi Damai, Kamis (1/6) sekira pukul 16.30 di Bundaran Pamedan Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang.

Dalam aksi itu, para pendemo menilai kurang rasa persatuan yang tertuang dalam pancasila dalam menjalankan roda pemerintahan di Provinsi Kepri.

Menurut mereka, hal tersebut terlihat dari proses tarik ulur antara pemerintah Provinsi Kepri dan DPRD Kepri dalam mencari solusi dari kekosongan kursi Wakil Gubernur yang sampai kini belum terisi.

Koordinator Lapangan IMM, Agung mengatakan, aksi damai ini pada perinsipnya agar pemerintah lebih membumikan Pancasila di tanah melayu ini, karena Pancasila ini berakarkan dari adanya kerjasama (Gotong Royong).

“Seperti yang kita lihat, antara Eksekutif dengan Legislatif itu kerjasama nya kurang maksimal sehingga kekosongan kursi pemimpin kita (wagub) itu masih kosong hingga saat ini,” terangnya.

Lanjutnya, kurangnya kerjasama itu menyebabkan roda ekonomi pemerintahan terganggu dan tidak berjalan dengan lancar.

Dengan itu, pihaknya meminta kepada Legislatif dan Eksekutif dengan adanya pergerakan dan turunya kami kejalan ini, sehingga pihak tersebut bisa mendengarkan aspirasi kami sehingga kerjasamanya bisa berjalan dengan lancar dan kekosongan dipemerintahan itu bisa terisi secepat mungkin.

Pihak berjanji akan mengawasi kinerja dari Panitia Khusus (Pansus) oleh DPRD Kepri, untuk mencari sebagai solusi untuk mencari Wagub.

“Apabila dalam tiga bulan kedepan Pansus tersebut tidak menetapkan Wagub, maka kami akan mengerahkan lebih ramai lagi masa untuk berunjuk rasa terhadap kekosongan ini,” tutupnya.

 

(red/Budi Arifin)

Red Rose with Drops Close Up

0

This is an example of a WordPress post, you could edit this to put information about yourself or your site so readers know where you are coming from. You can create as many posts as you like in order to share with your readers what is on your mind.

A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. It is a paradisematic country, in which roasted parts of sentences fly into your mouth. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts it is an almost unorthographic life One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar.

I soon realised that no journey carries one far unless, as it extends into the world around us, it goes an equal distance into the world within. – Lillian Smith

But nothing the copy said could convince her and so it didn’t take long until a few insidious Copy Writers ambushed her, made her drunk with Longe and Parole and dragged her into their agency, where they abused her for their projects again and again. And if she hasn’t been rewritten, then they are still using her.

A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia

Because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen. She packed her seven versalia, put her initial into the belt and made herself on the way. When she reached the first hills of the Italic Mountains, she had a last view back on the skyline of her hometown.

And if she hasn’t been rewritten, then they are still using her. Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts.

Put her initial into the belt and made herself on the way when she reached the first hills of the Italic Mountains

One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar. The Big Oxmox advised her not to do so, because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen. She packed her seven versalia.

Put her initial into the belt and made herself on the way. When she reached the first hills of the Italic Mountains, she had a last view back on the skyline of her hometown Bookmarksgrove, the headline of Alphabet Village and the subline.

Grossglockner Road in Austria

0

This is an example of a WordPress post, you could edit this to put information about yourself or your site so readers know where you are coming from. You can create as many posts as you like in order to share with your readers what is on your mind.

A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. It is a paradisematic country, in which roasted parts of sentences fly into your mouth. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts it is an almost unorthographic life One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar.

I soon realised that no journey carries one far unless, as it extends into the world around us, it goes an equal distance into the world within. – Lillian Smith

But nothing the copy said could convince her and so it didn’t take long until a few insidious Copy Writers ambushed her, made her drunk with Longe and Parole and dragged her into their agency, where they abused her for their projects again and again. And if she hasn’t been rewritten, then they are still using her.

A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia

Because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen. She packed her seven versalia, put her initial into the belt and made herself on the way. When she reached the first hills of the Italic Mountains, she had a last view back on the skyline of her hometown.

And if she hasn’t been rewritten, then they are still using her. Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts.

Put her initial into the belt and made herself on the way when she reached the first hills of the Italic Mountains

One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar. The Big Oxmox advised her not to do so, because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen. She packed her seven versalia.

Put her initial into the belt and made herself on the way. When she reached the first hills of the Italic Mountains, she had a last view back on the skyline of her hometown Bookmarksgrove, the headline of Alphabet Village and the subline.

Kembali Pemukulan Terhadap Wartawan , IWO Dorong RMOL Untuk Lapor Polisi

0
Ilustrasi : IWO

batamtimes.co , Jakarta – Ikatan Wartawan Online (IWO) mengecam segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh siapapun terhadap wartawan yang sedang melakukan tugas jurnalistik. 

Menurut Ketua IWO Pusat  Jodhi yang disampaikan melalui rilisnya dikatakan, Dalam melakukan tugasnya wartawan dilindungi Undang-undang No 40 tahun 1999 tentang Pokok Pers.Sehingga  tidak diperkenankan mengahalang-halangi tugas juranlistik yang dilakukan wartawan di lapangan.

Dikatakan Jodhi, setiap orang ,atau siapapun yang melanggar dalam UU itu mengatur hukuman penjara Pidana 2 Tahun atau denda paling banyak Rp 500 Juta.

“Dalam ketentuan pidana pasal 18 itu dikatakan, setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghampat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait penghalang-halangi upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah.” katanya

Sehingga ditegaskan Jodhi , Atas kekerasan yang menimpa wartawan Rakyat Merdeka Online (RMOL) Bunaiya Fauzi Arubone, yang diduga dilakukan oleh petugas protokoler Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Ruang Serbaguna lantai 17, Gedung Utama Kementerian PUPR, setelah adzan magrib hari ini,maka  IWO menyampaikan sikap yakni,

1.Hentikan tindak kekeresan terhadap wartawan oleh pihak manapun.

2.Mendorong dan mendukung Pemimpin Redaksi RMOL melaporkan pegawai PUPR yang melakuakan kekerasasan terhadap wartawannya tersebut ke aparat penegak hukum. Hal itu penting dilakukan pihak media sebagai bagian dari penegakkan hukum dan  efek jera kepada pihak manapaun yang melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan.

3.Meminta semua pihak agar menghormati tugas wartawan di lapangan.

4.Meminta aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian di seluruh Indonesia untuk memproses laporan wartawan yang mengalami tindak kekerasan dari pihak manapun.

5.Meminta Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono bertanggung jawab dan maaf secara terbuka atas tindakan kekerasan yang diduga dilakukan anak buahnya yang diduga telah menanginiaya wartawan RMOL.

Sepanjang tahun 2017  IWO mencatat sudah terjadi 17 tindak kekerasan yang dialami waratawan di Indonesia di antaranya dialami Desi Fitriani Metro TV saat melakukan peliputan di depan Masjid Istiqlal, Wartawan NET TV, Haritz Ardiansyah saat meliput banjir di Pekanbaru, wartawan satelitriau.com, Uparlin Tunggul Sahala Maharadja dan Salim Mamma (Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia PWISulsel, 3 wartawan media cetak di Timika, Papua dan Andono Wibisiono, Pemimpin redaksi (Pimred) Kaili Post.

 

(red/rilis IWO Pusat)

 

 

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga