8.6 C
New York
Sunday, April 5, 2026
spot_img
Home Blog Page 1176

Patkor optima Indonesia-Malaysia Resmi di buka,Kolonel ribut : Laut harus aman

0

Batamtimes. co, Batam – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyantno,S.E, M.M membuka Patkor Optima-26A/17 Indonesia dan Malaysia di Batam. Selasa, (09/05).

Dalam sambutanya, Ribut Eko Suyatno mengatakan, Keamanan laut tidak hanya menyangkut kedaulatan dan hukum saja, tetapi mengandung pemahaman bahwa laut harus aman digunakan bagi pengguna, bebas dari ancaman dan gangguan terhadap segala aktifitas.

“Laut yang bebas dari ancaman kekerasan adalah bebas dari kekuatan bersenjata, berupa pembajakan, perompakan, sabotase, peranjauan dan teror,” papar Ribut Eko.

Tidak hanya itu, kata Ribut keamanan laut juga harus bebas dari ancaman navigasi yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran dan bebas dari ancaman terhadap kerusakan sumber daya laut, berupa pencemaran dan kerusakan ekosistim serta konflik pengelolaan sumber daya laut.

“Laut bebas sudah semestinya benas dari ancaman pelanggaran hukum. Seperti illegal Fishing, Illegal Loging dan lain-lain,” katanya.

Akan tetapi, lanjut Ribut, bertolak dari persepsi diatas, bahwa keamanan laut memiliki lingkup yang cukup luas. Sehingga memerlukan organisasi,manajemen dan sarana yang memadai.

Untuk itu, Ribut menjelaskan pemasalahan keamanan laut merupakan masalah yang rumit dan semakin bertambah kompleks.

“Kondisi tersebut berpengaruh terhadap permasalahan keamanan. Karena kemungkinan besar terjadinya interaksi antara hukum nasional dan hukum internasional serta interaksi antar masyarakat maritim dunia,” 

Selain itu, kegiatan ini juga diisi oleh tamu undangan dari delegasi Indonesia dan Malaysia sambil beolahraga bersama.

 

(red/budi Arifin)

Polda Kepri Tangkap Tangan Pejabat Kantor Pelabuhan Laut BP Batam

0
Pejabat inisial (A) dari kantor pelabuhan laut BP Batam Satker Terminal Umum Batu Ampar, diamankan Ditkrimsus Polda Kepri dalam operasi tangkap tangan (OTT) Senin (8/5/2017)

batamtimes.co, Batam – Pejabat inisial (A)  dari kantor pelabuhan laut BP Batam Satker Terminal Umum Batu Ampar, diamankan Ditkrimsus Polda Kepri dalam operasi tangkap tangan (OTT).

“Inisialnya A. Dia Kepala Satker di sini,” ujar Dirkrimsus Polda Kepri, Kombes Budi Suryanto usai penggeledahan di kantor tempat A bekerja Senin (8/5/2017).

Budi mengatakan, penangkapan A bermula dari informasi yang didapatkan oleh petugas.

Dari tangan A, kini sudah diamankan sejumlah uang bernilai puluhan juta rupiah, yang diduga dari hasil kejahatan A.

“Proses penyelidikan akan dilaksanakan hari ini juga,” kata dia.

A ditangkap di luar kantornya, saat melakukan aksi pungli di luar, tepatnya di seputaran Nagoya.

“Transaksinya di satu tempat di Nagoya, kita tangkap sekitar pukul 16.00 WIB, sebelum ke sini tadi. Sekarang dia kita bawa ke Polda. Nanti hasil pengembangannya lihat dari hasil pemeriksaan,” tutur Budi.

Budi menduga kegiatan pungli ini sudah cukup lama dilakukan oleh yang bersangkutan.Pihaknya pun akan menelusuri sejauh mana kegiatan pungli tersebut berlangsung.

 

(red/Lantas)

 

 

 

 

 

Puluhan Pedagang di Pasar KUD yang Terbakar Resmi Menempati Kios Baru

0
Walikota Tanjungpinang , Lis Darmansyah.

batamtimes.co , Tanjungpinang – Puluhan pedagang di Pasar KUD, Jalan pelantar Kota Tanjungpinang, yang terbakar pada tahun 2012 lalu , hari ini, senin(8/5) resmi menempati kios baru yang telah di bangun melalui dana tugas pembantu Kementerian perdagangan Republik Indonesia.

Puluhan kios baru tersebut, diberi nama Pasar Rakyat Baru Kota Tanjungpinang.

Walikota Tanjungpinang , Lis Darmansyah mengatakan bahwa saat ini sebanyak 39 kios sudah siap di tempati. Akan tetapi yang yang terisi baru sekitar 30 kios.

“Kios yang ada sekitar 39, yang terisi baru 30 kios yang sudah beroprasi,” kata Lis saat meresmikan pasar baru Kota Tanjungpinang,senin(8/5) pagi.

Dengan adanya kios baru ini, Lis berharap pasar ini nantinya dapat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Tanjungpinang.

“Selamat atas peresmian kios ini, semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat,karena pasar merupakan salah satu kebutuhan ekonomi masyarakat ” harapnya.

 

(red/Budi Arifin)

Mentri Yasona Copot Kepala Rutan Sialang Bungkuk dengan Tidak Hormat

0
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly,sedang mendegarkan keluhan Napi Rutan Klas II B Sialang Bungkuk Pekanbaru.

batamtimes.co , Jakarta – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memberhentikan status PNS Kepala Rutan dan Kepala Pengamanan Rutan Klas II B Sialang Bungkuk Pekanbaru dengan tidak hormat karena terindikasi melakukan tindakan pelanggaran terhadap pemenuhan hak narapida dan tahanan.

“Hari ini saya tandatangani surat keputusannya. Pak Irjen sudah memberikan surat kepada saya, Pak Irjen ini masih baik supaya mengusulkan dihukum berat, yaitu turun pangkat. Saya bilang tidak, ini perlu pelajaran harus dipecat dari PNS, yaitu Karutan dan Kepala Pengamanannya,” kata Yasonna saat konferensi pers di gedung Kemenkumham, Jakarta, Senin.

Kemenkumham menunjuk Anzhar sebagai Plh Kepala Rutan Klas II B Sialang Bungkuk Pekanbaru menggantikan Teguh Triahatmanto dan menunjuk Jefriadi sebagai Plh Kepala Pengamanan Rutan Klas II B Sialang Bungkuk menggantikan Taufik.

Selain memecat dua orang itu, Kemenkumham juga memecat jabatan PNS, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Klas II B Sialang Bungkuk Pekanbaru Tomi Firdaus.

“Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Riau Ferdinand Siagian juga saya berhentikan ditarik ke Jakarta untuk pembinaan di bawah wewenang Ditjen Imigrasi lalu diganti yang baru, yaitu Dewa Putu Gede. Saya kasih otoritas kepada beliau untuk ambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata Yasonna.

Yosonna menambahkankan ada enam petugas Rutan Klas II B Sialang Bungkuk Pekanbaru yang diturunkan pangkatnya satu tingkat selama tiga tahun.

“Setelah melihat fakta di lapangan, maka kami simpulkan terjadi pelanggaran hak dasar warga binaan, ada pungli bahkan pemerasaan yang dilakukan petugas kami. Itu tidak sesuai dengan konsep pembinaan yang diatur dalam Undang-Undang Pemasyarakatan,” tuturnya.

Yasonna meminta Kepolisian Daerah Riau untuk melakukan pemeriksaan kepada pihak dan oknum yang melakukan tindakan pelanggaran pungli atau pemerasan kepada narapidana atau tahanan.

“Saya sudah minta Kapolda Riau untuk mengusut tindak pidananya, mungkin pemerasannya, korupsinya, gratifikasi, mungkin juga penganiayaannya,” kata Yasonna.

Menkum HAM mengemukakan jumlah narapidana dan tahanan di Rutan Sialang Bungkuk pada 8 Mei 2017 sampai pukul 13.00, yaitu jumlah awal tahanan 1.870 orang, sedangkan yang melarikan diri 448 orang.

“Yang tertangkap lagi 298 orang, tinggal yang belum tertangkap 150 orang, itu laporan dari Pekanbaru. Ada yang menyerahkan diri, diantar oleh keluarga, ada yang ditangkap, ada yang diserahkan oleh masyarakat,” kata Yasonna.

Kemenkumham, kata Yasonna, juga memindahkan 365 narapidana dan tahanan ke lapas atau rutan lain di sekitar Provinsi Riau.

 

(red/antara)

PLN Persero Tanjungpinang Menjamin Tidak Ada Pemadaman Selama Ramadhan

0
Humas PT PLN (Persero) Rayon Kota Tanjungpinang, Musril, senin(8/5) siang.
batamtimes.co , Tanjungpinang – PT PLN (Persero) Rayon Kota Tanjungpinang , menjamin tidak akan terjadinya pemadaman pada saat jatuh bulan Ramadhan nantinya.
 
“Tidak ada pemadaman kecuali nanti adanya gangguan cuaca, baru kita lakukan pemadaman,” kata Humas PT PLN (Persero) Rayon Kota Tanjungpinang, Musril, senin(8/5) siang.
 
Karena, kata Musril, gangguan cuaca tersebut tidak bisa diprediksi sehingga akan menyebabkan terjadinya kerusakan trip yang pada jaringan.
 
“Petir ini bisa menyebabkan gangguan pada jaringan,” ucapnya.
 
Untuk mengatasi itu semua , kata Musril pihaknya akan menambahkan pasukan penjagaan pada untuk mengantisipasi adanya gangguan jaringan.
 
“Saat ini, lagi kita carikan solusi untuk mengantisipasi gangguan jaringan ini,” tutupnya.
 
 
 
(red/Budi arifin)
 

Lis Tegur Satpol PP Tanjungpinang,Kapolsek : Akan Menetapkan Tersangka Pencabulan

0
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.

batamtimes.co , Tanjungpinang -Tindak pencabulan yang dilakukan oleh oknum petugas parkir terhadap bunga (3) anak penjaja makanan di Gedung Gonggong , Kota Tanjungpinang, Minggu (7/5) , pukul 1 dini hari, kemarin.

Mendapat tangapan Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah bahkan,menegur Satpol PP Kota Tanjungpinang untuk lebih jeli dalam peningkatan di Gedung Gonggong Kota Tanjungpinang.

Hal tersebut, terkait adanya tindak pencabulan yang dilakukan oleh Oknum tukang parkir di Gedung Gonggong, minggu (7/5) , dini hari kemarin.

“Saya sudah menegor Satpol, kita kan punya Perda tentang ketertiban kenapa udah jam 1 malam masih ada anak – anak berkeliaran di sana,” kata Lis , senin (8/5) pagi.

Tahun, ini kata Lis, Pemko Tanjungpinang juga akan membangun pos tambahan dan lampu penerangan di Gedung Gonggong.

“Kita sudah anggarkan , semoga dengan adanya pembangunan ini dapat mengurangi tingkat kejahatan di Gedung Gongggong,” tutupnya.

Sementara itu ,Kapolsek Tanjungpinang, AKP Edy Supandi menyebutkan saat ini pihaknya dalam proses penyelidikan.

Kapolsek Tanjungpinang, AKP Edy Supandi

“Kita lagi dalam proses lidik apakah pelaku bisa menjadi tersangka atau tidak,” ucap Edy Supadi melalui sambungan telepon kepada www.batamtimes.co, senin(8/5) siang.

Saat ini, Edy meminta semua pihak untuk bersabar dan akan melakukan penetapan tersangka dalam dua hari kedepan.
“Tunggu satu dua hari ini, nanti akan kita kabari perkembangan selanjutnya,” tutupnya.

(red/Budi Arifin)

Lis Darmansyah Sebut Pasar KUD Tanjungpinang yang Sudah Berdiri Tidak Ada Ijin

0
Pasar KUD Kota Tanjungpinang di duga tidak miliki ijin

batamtimes.co , Tanjungpinang – Bagunan kios tidak berizin dan Kontruksi yang tidak layak huni milik Yanto kembali berdiri di pasar KUD Kota Tanjungpinang.

Atas hal ini, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmanysah meminta Satpol PP Kota Tanjungpinang untuk segera menyelidiki denah area pasar milik Pemko Tanjungpinang.

“Karena pasar bukan tempat tunjuk – tunjuk, tapi pasar merupakan pusat perdagangan masyarakat dimana tempat orang merasa nyaman dalam berbebelanja,” tegas Lis, senin(8/5) pagi.

Lis juga menjamin, bahwa kios tersebut sama sekali tidak memiliki izin resmi.

“Kios tersebut 1500 persen tidak ada izin, dan waktu pertama kali bangun, saya sudah bilang jangan di bangun,” sebutnya.

Untuk mengelabui petugas kios tersebut di letakan gambar salah satu Bagunan masjid.

 

(red/Budi Arifin)

Presiden : Hak Kelola Lahan akan Mulai Konsesi, Rakyat Juga Diberikan Mengelola

0
Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Provinsi Kalimantan Selatan Minggu (7/5/2017).

Batamtimes.co , Jakarta – Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Provinsi Kalimantan Selatan hari ini menyaksikan langsung penyerahan hak pengelolaan hutan desa, hutan tanaman rakyat dan hutan kemasyarakatan kepada masyarakat. Penyerahan tersebut dilangsungkan di Desa Tebing Siring, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut.

Di hadapan masyarakat penerima hak kelola lahan, Presiden Joko Widodo sekali lagi menekankan bahwa sekarang ini hak kelola lahan tidak lagi hanya diberikan kepada pihak-pihak besar saja (korporasi). Masyarakat kecil pun juga akan mendapatkan hak yang sama.

“Berpuluh-puluh tahun lahan-lahan kita diberikan kepada yang besar-besar. Ada yang dapat 300 ribu hektare dan 400 ribu hektare. Sekarang kita akan mau mulai konsesi atau hak kelola itu kita berikan kepada koperasi, desa, dan rakyat,” ujar Presiden melalui Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin Minggu (7/5/2017)

Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa pemberian hak kelola tersebut tidak serta merta meniadakan tanggung jawab dari pihak yang diberikan izin kelola. Ia tidak menginginkan adanya lahan yang tidak dimanfaatkan dengan baik setelah izin tersebut diberikan.

“Tapi hati-hati, ada konsekuensi. Yang besar pun sekarang sama, begitu saya lihat ditelantarkan akan saya cabut. Rakyat dan koperasi pun sama, diberi tapi dibiarkan, cabut. Setuju?” tanya Presiden kepada masyarakat yang hadir.

Di seluruh Indonesia, terdapat 12,7 juta hektare lahan yang telah disiapkan pemerintah untuk dibagikan hak pengelolaannya. Untuk Provinsi Kalimantan Selatan sendiri sudah dialokasikan lahan kelola seluas total 3,7 juta hektare.

“Yang tersedia sekarang harusnya ada 327 ribu hektare, yang diberikan baru 39 ribu hektare. Oleh sebab itu, ini masih ada yang diberikan terus. Tapi saya akan hentikan kalau yang diberikan itu tidak dimanfaatkan. Kepada yang besar saya akan tegas, kepada yang kecil juga saya akan tegas,” kata Presiden.

Untuk mengelola lahan yang telah diberikan tersebut, Kepala Negara menyampaikan bahwa masyarakat dapat mengajukan pinjaman modal ke pihak bank. Namun demikian, ia meminta agar masyarakat benar-benar berhitung dan mengalkulasi terlebih dahulu sebelum meminjam modal.

“Tadi saya dibisiki Pak Dirut BRI, koperasi bisa diberi pinjaman sampai Rp2 miliar. Tapi hati-hati, yang namanya pinjam itu harus dikembalikan. Kalau pandai mengelola tanahnya, kurang modal, bisa ke Pak Dirut BRI, diberikan pinjaman tapi dihitung dulu rugi atau untung,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden sempat berdialog dengan salah seorang yang telah menerima hak kelola lahan. Ia ingin mengetahui langsung bentuk pemanfaatan lahan yang telah dilakukan oleh para penerima hak kelola.

Ahmad Rivani, salah seorang petani yang berdialog dengan Presiden, mengaku memperoleh hak kelola lahan seluas 485 hektare. Dari jumlah tersebut, 50 hektare lahan telah dimanfaatkan.

“Diberi izin 485 hektare di Tanah Laut. Sekarang sudah kami tanami karet. Yang baru bisa mengerjakan 35 kepala keluarga. Karetnya umurnya sebagian sudah 4 tahun. Ada yang sudah bisa diambil getahnya. Yang sudah panen 7 hektare,” kata Rivani.

Setiap masa panen, ia dan kepala keluarga lainnya sudah dapat menghasilkan karet sebanyak 1,7 ton. Meski diakuinya harga karet sedang mengalami penurunan, ia tetap merasa terbantu karena adanya akses kepada permodalan yang memungkinkannya untuk menggarap lahan kelolaannya dengan lebih luas lagi.

“Izinnya sudah, ini Dirut BRI sudah menyiapkan modal. Kami berbahagia sekali. Satu hektare itu kalau diberi Rp25 juta insya Allah bisa untuk mengelola,” ucapnya.

Dalam laporannya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan bahwa Kalimantan Selatan dengan luas areal 3,753 juta hektare, diantaranya 1,78 juta hektare adalah kawasan hutan yang meliputi antara lain 586 ribu hektare HTI (33%), 240 ribu hektare HPH (13,4%) dan kawasan hutan konservasi, hutan lindung dan hutan produksi seluas 389 ribu hektare (22%) serta sisanya untuk kebun transmigrasi pinjam pakai dan perhutanan sosial.

“Catatan menunjukkan bahwa di Kalimantan Selatan hingga saat ini masih terdapat pemanfaatan hutan dengan izin konsesi korporasi yang mencapai 827.748 Ha atau 47% dari luas kawasan hutan secara keseluruhan. Untuk dukungan kepada rakyat melalui kebijakan Bapak Presiden yaitu pemerataan ekonomi maka Program Perhutanan Sosial dikedepankan,” ucap Siti.

Program perhutanan sosial berfungsi mendorong dan menyiapkan pemerataan ekonomi bagi masyarakat untuk produktif dimana masyarakat memperoleh pendapatan, namun sekaligus dengan tetap menjaga fungsi kawasan lindung, seperti yang terlihat pada landscape dan tatanan usaha produktif yang ada disekitar kita saat ini. “Areal yang semula padang alang-alang, dan saat ini dimanfaatkan oleh antara lain mantan pelaku penambang emas yang hingga saat ini telah mencapai 68 KK,” tutur Siti.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.

(red/Biro Pers dan Media Kepresidenan)

Polres Kampar Berhasil Amankan 11 Orang Napi Kabur dari Lapas Sialang Pekanbaru

0
11 Org Napi Lapas Sialang Pekanbaru berhasil dimankan Jajaran Polres Kampar.

batamtimes.co , Kampar – Demi memberikan rasa aman kepada masyarakat Jajaran Polres Kampar Hingga saat ini telah berhasil amankan 11 Org Napi Lapas Sialang Pekanbaru.

Dikatakan Kapolres Kapolres Kampar, AKBP Edy Sumardi menjelaskan, pihaknya berhasil menangkap 11 tahanan tersebut dalam razia yang digelar pasca-aksi kaburnya tahanan dan dari Rutan Pekanbaru. Pihak kepolisian memang menggelar razia guna mencari tahanan atau napi yang hingga kini masih kabur.

Berikut Nama Tahanan yang Berhasil Diamankan Polres Kampar,

1. AMIRUDIN, TTL : Teratak Buluh, 10 oktober 1985,Umur : 32 th,Pekerjaan : Wiraswasta,Alamat : Rt 01 Rw 03 Dsn I Desa Teratak Buluh Kec. Siak Hulu Kab. Kampar (Narkoba)

2. RIKO SAPUTRA, TTL M Labuh 03 Maret 1985/32 Tahun, Alamat Jl. Suka Makmur No 8 Pekanbaru (Napi Perkara Curat 363)

3. GUNA HARIANDI SIMANJUNTAK, TTL Pekanbaru 27 Mei 1988/27 Tahun, Alamat Pekanbaru (Napi Perkara Curat 363)

4. HENGKI PUTRA, 31 Tahun, Alamat Pekanbaru (Napi Perkara Curat 363)

5. ADE NOVRI, Umur 25 Tahun, Alamat, Pekanbaru (Napi Perkara Curanmor 363)

6. HENDRA BIN ARIFIN (ALM) 29 thn, Sekurity, Jl. Teropong panam, Pekanbaru

7. BAYU, 28Th, Jl. Kandis Harapan Raya ( Napi diserahkan ke Polsek terdekat dari Lokasi penangkapan yaitu Polsek Tenayan Raya )

8. SUCI HADI WINATA, 22 tahun, Alamat Desa Pantai Raja (Perkara Pencurian)

9. NASRI, Umur : 30th, Wiraswasta, Islam, Alamat : Rt 01 Rw 03 Dsn kampung bukit Desa simalinyang Kec. Kampar kiri Hilir Kab. Kampar (Perkara Narkotika)

10. AHMAD BANDI AFRIADI, 28th, Sopir, Islam, Alamat : Rt Rw Desa Kuala Semundam Kec Bandar Petalangan Kab. Pelalawan (Perkara Narkotika)

11. ALIRMAN Als ALER, 32 Thn, aalamat Sungai Kampar Desa Simalinyang Kec. Kampar Kiri Tengah, Kab. Kampar (Perkara Narkotika).

(redaksi)

Presiden : Sumber Daya Alam laut Kunci Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat

0
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Puncak Budaya Maritim Pesta Laut Mappanretasi 2017 di Pantai Pegagan, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan,Minggu (7/5/2017).

batamtimes.co , Kalsel – Kekayayaan Alam Laut Indonesia memiliki potensi luar biasa ,namun menurut Presiden kekayaan alam tersebut sudah lama tidak di gali.Padahal indonesia negara maritim,dan sumber laut dapat  digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan Rakyat Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin yang mengatakan,
Dalam beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa telah lama kita memunggungi lautan.

“Padahal kekayaan kita ada di laut, sumber daya alam kita ada di laut,” kata Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan Puncak Budaya Maritim Pesta Laut Mappanretasi 2017 di Pantai Pegagan, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan,Minggu (7/5/2017).

Bahkan diperkirakan sumber daya alam laut Indonesia memiliki potensi kurang lebih Rp17 ribu triliun setiap tahun. “Kalau kita kelola dengan baik. Ini yang belum kita kelola dengan baik,” ujar Presiden.

Oleh karenanya Presiden mengingatkan bahwa sumber daya alam merupakan kunci untuk meningkat kesehateraan bangsa Indonesia.

“Sumber daya alam laut merupakan kunci untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, untuk meningkatkan pemerataan ekonomi masyarakat kita, merupakan kunci untuk keadilan rakyat Indonesia,” ujar Presiden.

Saat mengawali sambutannya, Presiden menyampaikan rasa senangnya dapat hadir di Pesta Adat Mappanretasi di Kabupaten Tanah Bumbu ini. “Pesta adat ini menjadi bukti bahwa jati diri kita, bahwa karakter kita, bahwa budaya kita adalah kodrat dari bangsa dan negara kita Indonesia, yaitu bangsa maritim,” ujar Presiden.

Melalui kesempatan ini pula, lanjut Presiden, diperlihatkan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia sejak dulu sudah hidup harmonis dengan lautan.

Menanggapi permintaan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dan Bupati Tanah Bumbu Mardani Maming saat keduanya menyampaikan sambutan, Presiden mengatakan bahwa dirinya tidak akan menjawab langsung permintaan-permintaan tersebut dalam sambutannya.

“Tapi saya catat karena kalau saya jawab pasti harus saya berikan, kalau saya catat berarti masih dalam hitung hitungan, masih dalam kalkulasi dan masih dalam kajian. Apakah itu baik untuk negeri ini, baik untuk bangsa ini. Kalau baik ya tentu saja akan saya putuskan untuk dikerjakan, untuk dilakukan,” kata Presiden

Sebelum menyampaikan sambutan, Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengikuti prosesi penobatan adat berupa pengalungan kain adat, penyematan ikat pinggang. Presiden menerima Gelar Adat “Kapiteng Lau Pulo” yang diberikan oleh Ketua Lembaga Adat Tanah Bumbu Burhansyah.

Setelah mengikuti prosesi adat ini, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo berjalan kaki menuju dermaga untuk melihat kapal-kapal yang akan berlayar.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Bupati Tanah Bambu Mardani Maming.

 

(red/Biro Pers Kepresidenan )

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga