8.6 C
New York
Sunday, April 5, 2026
spot_img
Home Blog Page 1192

Hakim PN Tanjung Pinang Vonis Penjara Seumur Hidup,Terdakwa Dua Kurir Narkoba

0
Sidang Kurir Sabu di PN Tanjungpinang ( Foto : Antara)

batamtimes.co,Tanjungpinang- Dua terdakwa kurir narkoba jaringan internasional Idrizal Efendi (26) dan Edo Ronaldi (24) di vonis hukuman penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Majelis Hakim menyatakan keduanya terbukti melakukan pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I Bukan Tanaman.

Keduanya melanggar Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana kepada masing-masing terpidana dengan penjara seumur hidup, menetapkan terpidana dalam tahanan,” ucap amar putusan Ketua Majelis Hakim Wahyu Prasetyo Wibowo SH serta didampingi oleh Hakim Anggota Santonius Tambunan SH dan Acep Sopian Sauri SH, di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu.

Selain itu Majelis Hakim juga menetapkan barang bukti untuk perkara Idrizal dan Edo, satu mobil merek REskudo dengan nopol BM 1649 NM, dirampas untuk negara serta satu unit mobil Daihatsu BM 1463 JR dirampas untuk negara.

Majelis hakim juga menyita lima handphone yang digunakan kedua terpidana serta barang bukti narkoba yang disimpan dalam 4 ban mobil di rampas untuk dimusnahkan.

Vonis Majelis Hakim dengan hukuman penjara seumur hidup kepada keduanya jauh lebih ringan dari tuntuttan Jaksa Penuntut Umum. Hal itu mengingat berdasarkan keterangan jaringan internasional yang disangkakan kepada keduanya belum dapat diungkapkan.

“Jaringan narkotika internasional sebagaimana dimaksud belum mencukupi aspek mana yang menentukan apakah yang bersangkutan adalah bandar, atau kurir dan bandar masih dalam DPO,” kata Humas PN Tanjungpinang, Santonius Tambunan SH.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Tanjungpinang, Haryo Nugroho SH serta didampingi oleh Akmal SH di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (20/3) mengajukan tuntutan hukuman mati kepada kedua terdakwa.

JPU mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan kedua terdakwa dianggap tidak mendukung Pemerintah dalam pemberantasan narkoba. Kedua terdakwa berbelit dan tidak mengakui barang bukti, dan kedua terdakwa tidak mengungkap siapa jaringan internasional ini. Sedangkan untuk hal yang meringankan nihil.

“Meminta kepada Majelis Hakim untuk menuntut terdakwa dengan hukuman Mati,” ujar JPU.

Atas vonis amar putusan yang dibacakan Majelis Hakim kepada kedua terdakwa, keduanya didampingi oleh Penasehat Hukumnya, Safaad SH menyatakan mempertimbang putusan tersebut.

Mendengarkan pernyataan tersebut, Ketua Majelis Hakim Wahyu Prasetyo Wibowo SH serta didampingi oleh Hakim Anggota Santonius Tambunan SH dan Acep Sopian Sauri SH memberikan kesempatan pikir-pikir selama satu minggu, namun jika tidak melaporkan maka Majelis Hakim menyatakan keduanya menerima.

Berbeda dengan JPU Haryo Nugroho SH serta didampingi oleh Akmal SH meminta banding atas putusan Majelis Hakim.

“Pendapat penuntut umum, ada apakah pimpinan kami atas keputusan kami ini menerima, dan ketika banding nanti bagaimana apa yang disampaikan apakah sudah sesuai dengan apa yang disampaikan dalam tuntutan itu yang disampaikan kepada pimpinan,” kata Haryo usai sidang.

Sebelumnya, dalam kasus ini ada tiga tersangka di mana satu orang meninggal dunia saat loncat dari ruko bengkel Taya Ban, Tanjungpinang.

Kurir narkoba jaringan internasional ini menyelundupkan narkoba jenis sebanyak 72 Kg sabu dan pil ekstasi sebanyak 88.273 butir di dalam ban mobil, di Jalan Brigjen Katamso KM V Tanjungpinang, Kamis (4/8) tahun lalu.

Diketahui barang haram tersebut diberangkatkan dari Johor Bahru Malaysia. Puluhan kilogram sabu dan ekstasi itu pertama diselundupkan ke Pulau Sugi Moro, Kabupaten Karimun, kemudian dibawa ke Tanjungbatu Kundur, Karimun menggunakan speedboat.

Dari Tanjungbatu, Kundur dibawa ke Tanjungpinang juga menggunakan speedboat. Ketiga kurir sabu ini merupakan warga yang berasal dari Batam, Karimun, dan Pekanbaru.

 

(red/anto)

Alias Welo : Lingga Akan Buat MOU Penyaluran Produk Pertanian ke Batam

0
Bupati Lingga Alias Wello .(foto : Irwansyah)

Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga mulai melakukan penjajakan kerjasama dengan Pemerintah Kota Batam untuk memperluas area pemasaran hasil pertanian masyarakat setempat.

Bupati Lingga Alias Wello mengatakan, kedua daerah pernah duduk bersama dan membicarakan rencana tersebut beberapa waktu lalu. Pemko Batam cukup merespon baik dan mengharapkan kerjasama di bidang itu dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman (MoU).

“Kami akan buat kerjasama penyaluran hasil pertanian ini secepatnya, mereka minta draft dan sudah sepakat nanti dituangkan dalam bentuk MoU,” kata dia di Daik Lingga, Kamis 30/3/2017.

Menurutnya, potensi Lingga di bidang pertanian cukup baik. Hanya saja, kendala pemasaran membuat masyarakat enggan meningkatkan skala produksinya selama ini.

“Kedepan, dengan semakin baiknya transportasi darat dan laut di Lingga serta kerjasama pasar dengan kabupaten/kota di Kepri, Insyaallah sektor ini akan tumbuh baik,” ungkapnya.

Pemkab Lingga, lanjut Alias, lewat pencanangan program Lingga menanam 1 Maret 2017 lalu, telah mewajibkan tiap desa dan kelurahan membangun perkebunan diatas lahan minimal seluas 5 Hektare.

Lewat pencanangan tersebut, menurutnya, akan menopang kuota permintaan pasar kota Batam, Tanjungpinang dan sekitar, terhadap produk pertanian jenis sayuran, cabai dan produk hortikultura lain.

Pemkab Lingga juga telah membuat komitmen untuk membantu setiap kebutuhan produksi sejumlah kelompok tani binaan yang sudah berjalan saat ini, seperti kelompok tani PKK, dan Kelompok Wanita Tani pedesaan.

Selain itu, lewat kantong pribadi Bupati Alias, juga turut membantu membiayai modal produksi petani di dua desa transmigran yakni, Bukit Langkap dan Kerandin.

“Kami yakin, sektor ini akan member dampak besar pada peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Lingga ke depan,” ujarnya.

 

Pewarta : Irwansah

Polisi Masih Menyelidiki Kasus Narkoba Pedangdut Ridho Rhoma

0
Polisi masih selidiki Ridho Rhoma Korban Peredaran Narkoba. (Foto ; Merdeka)

batamtimes.co , Jakarta – Kepolisin hingga kini masih menyelidiki kasus narkoba yang menyeret pedangdut Ridho Rhoma. Putra raja dangdut Rhoma Irama itu sebelumnya diamankan di hotel kawasan Jakarta Barat, diduga habis pesta narkoba.

“Polres Jakarta Barat akan tetap selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa saat ini, bukan sesuatu yang baik, dan tidak perlu dicontoh. Karena RR (Ridho Rhoma) adalah role model bagi penyanyi dangdut, dan berpotensi. Beliau adalah korban, dari suatu hal yang perlu kita basmi bersama-sama,”  Wakapolres Jakarta Barat AKBP Adex Yudiswan, saat dihubungi wartawan, Senin (27/3).

Kepolisian bekerja sama dengan BNN dalam menyelidiki kasus narkoba Ridho Rhoma. Kepolisian pun masih menyelidiki Ridho Rhoma korban peredaran narkoba.

“Layak tidak layaknya bahwa seseorang dikategorikan pengguna aktif atau tidak, bukan kita Polri, tetapi ada ahli yang harus mengaccesment terhadap RR. Dokter yang ditunjuk berdasarkan aturan yang ada,” jawab Adex mengenai tanggapan BNN.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ridho ditangkap saat hendak naik lift di Hotel Ibis, Daan Mogot, Sabtu (25/3) kemarin. Dari penangkapannya, polisi menyita 0,7 gram shabu.

Atas perbuatannya, pelantun lagu ‘Menunggu’ ini dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman kurungan di bawah 5 tahun.

Polisi kemudian menangkap tersangka lain, MS (23) di sebuah apartemen di Jakarta Pusat. Sementara MS dijerat pasal 114 sub pasal 112 Jo pasal 132 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman kurungan maksimal 20 tahun penjara.

 

(red/merdeka)

Tim WFQR Lantamal IV Gagalkan Pengiriman TKI Ilegal Tujuan Malaysia

0
Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama S. Irawan.

batamtimes.co , Tanjungpinang – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) 4 Posal Lagoi Lantamal IV Tanjungpinang, Sabtu (25/03), menggagalkan upaya pengiriman Tenaga kerja Indonesia (TKI) secara ilegal ke Malaysia.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut IV (Danalantamal V) Laksamana Pertama TNI S. Irawan, mengatakan upaya penggagalan pengiriman TKI secara ilegal tersebut bermula dari ditemukannya tiga orang yang sedang berenang sambil berteriak minta tolong di alur pelayaran pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) oleh tim WFQR Lantamal IV dari Posal Lagoi yang sedang melakukan patroli laut.

Tim WFQR Lantamal IV melakukan proses evakuasi terhadap ketiga orang tersebut, selanjutnya dibawa menuju Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Lagoi untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan menggali keterangan lebih lanjut. Ketiganya mengaku bagian dari 33 TKI ilegal yang gagal diberangkatkan dari Batam menuju Malaysia karena boat yang mereka gunakan mengalami kebocoran,ungkap Danlantamal IV.

Lebih lanjut Danlantamal IV menjelaskan setelah dilakukan pendalaman dan analisa terhadap keterangan yang mereka berikan, didapatkan informasi bahwa masih ada 30 TKI ilegal lain yang saat itu masih berada di Pulau Panjang.

Berbekal informasi tersebut, tim WFQR Lantamal IV dengan menggunakan Patkamla Lingga bergerak menuju Pulau Panjang untuk melakukan evakuasi.

Setelah dilakukan penyisiran terhadap titik kumpul TKI di Pulau Panjang, tim menemukan 30 TKI, rata-rata saat itu kondisi dari 30 TKI dalam keadaan lemas dan mengalami trauma, untuk itu setibanya di Posal Lagoi, dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine.

Komandan Lantamal IV menghimbau kepada TKI yang akan berangkat keluar negeri agar menggunakan agen penyalur yang resmi, dengan demikian keberadaan mereka diluar negeri terdata dan terpantau oleh pemerintah.

Kepada penyedia jasa penyalur TKI ilegal, diperingatkan untuk menghentikan kegiatannya, karena pengiriman TKI secara ilegal selain melanggar hukum juga sangat berbahaya bagi keselamatan TKI itu sendiri.

“Sudah banyak kecelakaan laut yang menimpa TKI bahkan merenggut nyawa mereka, hendaknya hal ini dijadikan pelajaran, hentikan pengiriman TKI secara ilegal. Dengan menggunakan jalur resmi, negara dapat memantau dan memberikan bantuan hukum manakala para pahlawan devisa negara itu mengalami permasalahan hukum,” tegas Laksma TNI S. Irawan.

Mengakhiri press release yang dilaksanakan di Posal Lagoi, mantan Komandan Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmabar tersebut menegaskan tim WFQR Lantamal IV beserta jajarannya tidak akan pernah lelah untuk terus menjaga dan mengawal keamanan setiap jengkal perairan Kepri.

“Sudah menjadi tugas dan tanggungjawab Lantamal IV untuk terus menjaga keamanan setiap jengkal perairan Kepri, semua yang dilakukan oleh prajurit WFQR Lantamal IV semata-mata adalah tugas yang diamanahkan oleh Negara. Kondisi kemanan perairan Kepri dan selat Malaka harus tetap terjaga sehingga harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia akan tetap terjaga, pungkasnya.

Sebagi tindak lanjut, tim melakukan pendalaman terhadap 33 TKI untuk mengungkap siapa yang menjadi aktor dibalik pengiriman TKI secara ilegal. Lantamal IV melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini BNP2TKI untuk penanganan lebih terhadap para TKI.

 

(Red/Ant)

Banjir di Kota Padang Sidempuan Tewaskan 5 Orang Warga

0
Banjir Kota Padang Sidempuan.

batamtimes.co , Jakarta – Hujan deras memicu Sungai Batang Ayumi meluap dan menyapu rumah-rumah di pinggiran sungai. Banjir terpantau di beberapa kecamatan di Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara pada Minggu malam (26/3).

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir menewaskan 5 warga setempat, 4 jiwa di Kecamatan PSP Hutaimbaru dan 1 di PSP Utara.

Sementara itu, ratusan warga telah mengungsi ke tempat aman seperti lapangan dan masjid.

“Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan lebih dari 400 jiwa mengungsi di beberapa kelurahan, seperti Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan PSP Selatan 46 KK, Kelurahan Batang Ayumi Zulu, Kecamatan PSP Utara 110 jiwa, dan Kelurahan Batunadua, Kecamatan PSP Batunadua 200 jiwa.” kata Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB

Dikatakanya,Banjir berdampak di 6 kecamatan di Kota Padang Sidempuan, seperti Kecamatan Padang Sidempuan Utara, Padang Sidempuan Selatan, Padang Sidimpuan Tenggara, Padang Sidempuan Hutaimbaru, Padang Sidempuan Batunadua, dan Padang Sidempuan Angkola Julu.

BPBD juga melaporkan bahwa ratusan murid SDN 200114/22 Kantin Lombang yang berlokasi di Kecamatan Padang Sidempuan diliburkan karena sekolah rusak dan tertimbun lumpur.

“Beberapa bangunan rusak dan hanyut di Kecamatan Padang Sidempuan Batunadua, Padang Sidempuan Utara, PSP Selatan, Angkola Julu. Total kerusakan di wilayah tersebut mencakup rumah rusak 17 unit, rumah hanyut 17, dan kendaraan hanyut 7.” katanya

Pemerintah setempat telah mendirikan dampur umum di dua titik pada Kelurahan Sitamian, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, di bawah Pos Komando Tanggap Darurat Bencana. Di samping itu, BPBD telah menurunkan Tim Reaksi Cepat untuk penyelamatan dan evakuasi.

Sumber  (Data, Informasi dan Humas BNPB)

Kontak Tembak di Yapen Tewaskan Pimpinan Kelompok Bersenjata

0
Ilustrasi : Baku tembak

batamtimes.co , Jayapura – Kontak tembak antara tim gabungan Polres Kepulauan Yapen, Papua, dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Konti Unai, Kabupaten Kepulauan Yapen, menewaskan pimpinan KKB Maikel Marani.

“Sempat terjadi kontak tembak di Konti Unai yang menewaskan pimpinan KKB Maikel Marani,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Kamal yang dihubungi Antara melalui telepon selulernya di Jayapura, Senin (27/3).

Dikatakan, kontak tembak yang terjadi Senin (27/3) pagi itu dipimpin Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Darma Suwandito menewaskan pimpinan KKB wilayah pantai utara (pantura) dan Yawakukat, Kepulauan Yapen, Papua, Maikel Merani, setelah sebelumnya tim gabungan melakukan pengejaran terhadap kelompok itu.

Maikel Marani sendiri masuk dalam DPO Polres Kepulauan Yapen. Saat insiden tersebut, Maikel sedang sembunyi di rumah mertuanya.

Menurutnya, saat hendak ditangkap korban melakukan perlawanan hingga tewas tertembak.

Dari tempat persembunyian tim berhasil mengamanankan barang bukti satu pucuk senpi laras panjang jenis SS1, sembilan buah magazine SS1, sangkur, rompi, bendera Bintang Kejora, 13 butir amunisi revolver, 10 butir amunisi karet kaliber 5,56,229 butir, amunisi kaliber 5,56, satu pucuk senjata angin dan sejumlah uang.

Jenazah Maikel Marani kini sudah dievakuasi ke RSUD Serui, kata Kombes Ahmad Kamal.

 

(red/B.Satu)

Perpat Gelar Aksi Unjuk Rasa Protes Tindakan Agustian Riau yang Diangap Melecehkan

0
Demo Perpat Kota Batam Senin (27/3/2017), orator yang berdiri diatas mobil komando terus meneriakkan aspirasi yang meminta Gustian Riau segera dicopot dari jabatannya.

Batamtimes.co ,Batam – Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Pemko Batam, Senin(27/3) pagi.

Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Perpat  tersebut  memprotes tindakan Kepala BPM-PTSP Batam Gustian Riau yang memberikan ubi kayu dan nenas kepada salah satu kader Srikandi Perpat yang sedang sakit.

Tindakan Agustian itu ,disebut-sebut berlawanan dengan sistem adat Melayu di Batam.

Dari pantauan www.batamtimes.co , orator yang berdiri diatas mobil komando terus meneriakkan aspirasi yang meminta Gustian Riau segera dicopot dari jabatannya.‎

“Copot  Gustian Riau. Dia sudah mengoyak moral seorang pejabat. tidak cocok jadi pemimpin,” teriak orator.

Pelanggaran adat itu terjadi, setelah sampainya pemberian Gustian kepada stafnya yang diketahui sedang sakit.‎ Pemberian itu sendiri berupa buah-buahan.

”Tapi buah-buahan ini negatif maknanya, semacam menganut ajaran sesat. Jadi kami minta dia dicopot,” Ujarnya dalam orasi

Mereka mengancam akan memberikan pakaian dalam wanita jika Gustian Riau tidak mendatangi massa yang ada.

“Kalau Gustian Riau tidak keluar, saya siap mempersembahkan BH dan celana dalam, kalau tidak keluar kami yang masuk,” tegasnya.

Sekitar pukul 10.30 WIB, puluhan perwakilan Perpat itu diperbolehkan masuk menuju ruang rapat, di Gedung Pemerintah Kota (Pemko) Batam itu.

 

Pewarta : Lantas

 

 

 

Aparat Terkait Diminta Mengawasi Bongkar Muat di Jembatan Dua Dan Empat Barelang

0
Aktifitas bongkar muat di jembatan dua dan empat Barelang diduga Ilegal. (foto : Mustofa)

batamtimes.co. Batam -Aktifitas bongkar muat barang-barang di Barelang di Jembatan dua dan Jembatan empat diduga Ilegal.Mengingat kawasan Barelang masih berstatus “Quo” maka seluruh aktivitas yang ada disana termasuk pelabuhan-pelabuhan kapal keberadaannya tidak resmi alias illegal,atau termasuk pelabuhan tikus.

Sehingga setiap kapal–kapal yang akan melakukan bongkar muat di pelabuhan tersebut rawan penyeludupan,namun anehnya kapal-kapal yang bongkar muat di pelabuan pelabuhan itu berjalan dengan lancar,sampai saat ini tidak pernah tersentuh oleh aparat dan Dinas-Dinas terkait.

Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian pernah mengingatkan dalam jumpa Pers beberapa waktu yang lalu dikatakan,keberadaan pelabuhan-pelabuhan tikus di Kepri terutama di Batam dapat mengancam keamanan Kepri, sebab akan dapat di jadikan jalur utama peredaran narkotika, juga TKI-TKI dan barang-barang illegal.

Banyaknya pelabuhan-pelabuhan tikus yang tidak terpantau kedepannya akan kita lakukan pegawasan yang ketat dengan bekerjasama dengan petugas-petugas lainnya, tegas Kapolda Kepri.

Menurut Ketua LSM Garda Indnesia Aldi Braga mengatakan, aktifitas bongkar muat di pelabuhan jembatan 4 dan 2 Barelang diduga rawan penyeludupan, sebab keberadaan pelabuhan-pelabuhan disana berstatus “Ilegal” anehnya kenapa aktifitas bongkar muat disana sepertinya tidak terpantau oleh pihak-pihak yang berwenang, ataukah mereka tahu tapi pura-pura tidak tahu.

“Seperti pelabuhan di jembatan dua Barelang, dari hasil investigasi diperoleh informasi kapal-kapal yang berlabuh untuk bongkar barang , rata-rata kapal-kapal kayu berasal dari Karimun yang bermuatan Gula, Beras dan Miras produksi luar negeri.”Katanya kepada www batamtimes.co di Batam center (25/3/2017)

Lebih jauh dikatakanya, walau hanya kapal-kapal kayu yang berlabuh tapi muatannya mencapai kurang lebih 170 ton, dan barang-barang yang di bongkar tidak pernah terawasi, kedepannya kita berharap agar pihak-pihak terkait untuk dapat mengawasinya.

LSM GArda Indonesia sudah melakukan beberapa kali investigasi dilapangan terkait masuknya barang-barang di lokasi tersebut ,dan informasi seminggu hampir 4 kali kapal-kapal kayu yang umumnya datang dari Karimun melakukan aktifitas bongkar muat.

“agar bentuk dan jenis barang yang di turunkan tidak di ketahui pihak lain, bongkar barang di lakukan pada malam hari.”terang Aldi

Kapal-Kapal kayu yang bongkar di pelabuhan jembatan Barelang itu,diduga milik pengusaha dari Karimun berinisial “Kwtk”.

Sementara itu, Tarmin (40) warga yang tinggal disekitar barelang mengatakan,jenis barang yang diseludupkan di Jembatan 2 seperti Gula, Beras dan Miras di bawa dari Karimun untuk di pasarkan di Batam, sedangkan di pelabuhan jembatan 4 barelang di pergunakan oleh pihak pengusaha tersebut untuk muat barang-barang dari Batam ke Karimun.

“kegiatan-kegiatan itu sudah berlangsung sejak lama,tidak pernah terawasi oleh pihak terkaitv” ujar Tarmin (25/3) di Barelang.

Dikatakannya, barang-barang yang di bawa dari Karimun ke Batam melalui pelabuhan jembatan 2, sepertiBeras, Gula dan Miras awalnya berasal dari Malaysia dan Singapura, awalnya dikirim ke Karimun, oleh sipemilik barang berinisial “Kwtk” barang-barang tersebut di pasarkan ke Batam.

Diangkut dengan menggunakan kapal-kapal kayu milik pengusaha itu, agar barang-barang yang di angkut ke Batam tidak di ketahui pihak berwenang atau instansi terkait, kapal-kapal yang mengangkut barang-barang tadi melabuhkan kapal-kapalnya di pelabuhan jembatan 2 Barelang.

“ Hal itu sengaja dilakukan oleh sipemilik barang juga pemilik kapal, agar barang-barang yang ada di kapal terbebas dari biaya-biaya yang di kenakan pemerintah, dan barang-barang pun di bongkar malam hari dan diangkut oleh mobil boxes yang telah stanbay di bawa kegudang mereka di ocarina Batam Center” tandasnya.

Sampai berita ini di turunkan pihak pengelola gudang di Ocarina Batam Center tidak dapat di jumpai,apa yang ada di dalam ruko-ruko berlantai 3 sebanyak 6 pintu itu tidak dapat di ketahui karena pihak pengaman gudang dengan sikap arogannya tidak mengijinkan media ini untuk masuk dan konfirmasi.

 

Pewarta : Mustafa

Kecamatan Singkep Barat Raih Gelar Juara Umum STQ Kabupaten Lingga

0
Penyerahan Piala Untuk Juara Umum ,Kecamatan Singkep Barat raih gelar juara umum STQ ke VII tingkat Kabupaten Lingga tahun 2017

batamtimes.co , Lingga – Kecamatan Singkep Barat raih gelar juara umum STQ ke VII tingkat Kabupaten Lingga tahun 2017, setelah berhasil mengungguli juara bertahan Kecamatan Singkep dengan selisih point cukup jauh.

Kecamatan Singkep Barat yang selalu tampil dominan di tiap cabang yang dilombakan pada STQ tersebut, berhasil mengoleksi 71 poin, diikuti juara bertahan Kecamatan Singkep di posisi kedua dengan 44 poin, dan di posisi ketiga ditempati tuan rumah Kecamatan Lingga dengan raihan 34 poin.

Wakil Bupati sekaligus ketua LPTQ Kabupaten Lingga, Muhammad Nizar, menyerahkan trofi juara umum kepada Camat Singkep Barat Recky Sarman Timur.

“Selamat kepada Kecamatan Singkep Barat sebagai juara umum STQ Kabupaten Lingga kali ini. Dari sejak berlangsungnya lomba, saya sudah filling, Singkep Barat juara. Ternyata benar,” ungkap Nizar, dalam sambutannya di penutupan STQ ke tujuh, di halaman kantor Bupati Lingga, Sabtu (25/3) malam.

Menurut Nizar, kecamatan yang terletak di bagian barat Pulau Singkep itu pantas menjuarai ajang lomba tingkat Kabupaten Lingga kali ini.

” kita tahu bahwa pembinaan agama di wilayah Singkep Barat ini luar biasa, pembinaan dan regenerasinya juga sangat baik,” ungkapnya.

Namun sayangnya, persoalan-persoalan tentang anak juga cukup banyak di wilayah ini. Oleh karena itu, lanjut Nizar, dibutuhkan sinergitas semua pihak terkait, untuk bersama-sama melakukan upaya menekan angka kasus anak.

“Kami puya harapan, masalah anak ini bisa diturunkan, khususnya di Singkep Barat,” tuturnya.

Terlepas dari apa yang di raih Singkep Barat, Nizar juga turut mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi terhadap semua kecamatan peserta STQ yang telah ambil bagian dalam kompetisi bidang keagamaan ini.

“Bagi yang belum juara masih ada waktu, tidak ada yang menang atau kalah di hadapan allah kecuali orang beriman. Semua punya kemampuan juara, tinggal lagi ada faktor keberuntungan yang ikut mempengaruhi,” ujarnya.

Nizar berharap, keberhasilan maupun kegagalan yang di dapat dari ajang STQ ini memberi motivasi bagi setiap kecamatan peserta untuk berbuat yang lebih baik lagi pada iven-iven mendatang.

“Jangan kecil hati, semoga tahun mendatang ada juara baru lagi,” kata dia.

Dia juga meminta kepada jajaran pengurus LPTQ Kabupaten Lingga untuk mempersiapkan para Qori dan Qoriah untuk mewakili kabupaten tersebut ke ajang STQ tingkat Provinsi Kepri, beberapa bulan mendatang.

Pewarta : Irwansyah

Dua Kapal Patroli Cangih Produksi Dalam Negri Akan Memperkuat Koarmabar

0
Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama S. Irawan.

batamtimes.co , Tanjungpinang – Dua kapal patroli laut produksi PT Karimun Anugerah Sejati akan memperkuat Komando Armada Indonesia Kawasan Barat (Koarmabar) begitu diresmikan oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana Ade Supandi pada 31 Maret 2017 di Batam 31 Maret pekan depan.

“Kapal canggih ini buatan anak bangsa, yang bekerja di PT KAS, Batam. Ini akan memperkuat alutsista TNI AL untuk memberantas kejahatan di perairan barat Indonesia,” kata Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama S. Irawan di Dermaga Yos Sudarso Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat.

Irawan masih merahasiakan nama kedua KRI (Kapal Perang Republik Indonesia) itu, namun yang jelas masing-masing KRI berawak 40 orang dengan sistem persenjataan meriam kaliber 30 MM dan sejata kaliber 12,7 MM.

“Kapal ini akan memperkuat pengawasan di kawasan perbatasan,” kata Irawan.

Mengenai usl Lantamal IV agar TNI AL memiliki KRI bernama Raja Haji Fisabilillah, Irawan mengatakan usul itu sudah disampaikan kepada KSAL.

“Mudah-mudahan segera terealisasi,” kata Irawan.

Berdasarkan catatan Antara, Oktober tahun 2016 PT KAS memproduksi dua kapal dengan nama KRI Torani 860 dan KRI Lepu 861 untuk memperkuat sistem pertahanan di wilayah barat Indonesia, tepatnya di sepanjang Selat Melaka.

(red/ant)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga