8.6 C
New York
Saturday, April 4, 2026
spot_img
Home Blog Page 1213

Pesawat Boeing Tujuan Singapura Terpaksa Mendarat di Bandara Hang Nadim Batam

0
Ilustrasi ,Pesawat berbadan lebar Boeing 777-200 Cathay Pacific

batamtims.co , Batam – Pesawat berbadan lebar Boeing 777-200 Cathay Pacific tujuan Singapura terpaksa mendarat di Bandara Hang Nadim Batam akibat cuaca buruk pada bandara tujuan.

“Akibat curah hujan yang lebat dan terganggunya jarak pandang di Changi Singapura. Akhirnya pilot mendaratkan pesawat di Hang Nadim Batam pukul 15.19 WIB,” kata General Manager Umum Bandara Hang Nadim Batam, Suwarso di Batam, Selasa.

Cuaca buruk yang terjadi, kata dia, mengakibatkan pesawat dengan nomor penerbangan CX-713 tidak bisa melakukan pendaratan di Bandara Changi Singapura. Pesawat dari Bangkok tersebut dipiloti Capt Lee Man Shing.

Sambil menunggu cuaca membaik, pesawat dengan membawa 187 orang penumpang terdiri dari 13 eksekutive dan 174 ekonomi tersebut juga menambah avtur sebanyak 20.000 kiloliter.

“Seluruh penumpang pesawat tersebut tetap berada di dalam pesawat selama menunggu izin penerbangan ke bandara tujuan,” kata Suwarso.

Menurut Suwarso, setelah menunggu hampir tiga jam pesawat yang parkir pada AE-5 tersebut akhirnya terbang menuju Changi Singapura pukul 18.09 WIB.

“Pesawat baru saja terbang ke Singapura setelah cuaca membaik dan mendapatkan izin terbang,” kata dia.

Sebelumnya, pada Jumat 3 Februari 2017, sebanyak tiga pesawat tujuan Singapura juga mendarat di Hang Nadim akibat gangguan cuaca.

Pesawat tersebut adalah Airbus A-330 Singapore Airline dengan nomor penerbangan SQ-877. Selanjutnya Airbus A-319 Silk Air dari Balikpapan dengan 141 orang.

Ketiga, pesawat Airbus A-330 Singapore Airline SQ.183 dari Ho Chi Minh, Vietnam, dengan 233 orang pesawat mendarat di Hang Nadim pukul 18.56 WIB.

“Selama ini Hang Nadim menjadi bandara alternatif pendaratan sejumlah pesawat termasuk berbadan lebar tujuan Singapura saat tidak bisa mendarat pada bandara tujuan,” kata Suwarso.

 

(red/antara)

Panglima Mayjen Jaswandi Membenarkan Penerjuan TNI dari Kopasus Dilaporkan Hilang

0
Pangdam IV / Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi memberikan pengarahan kepada prajurit Batalyon 406/Surya Kusuma. (Foto suaramerdeka.com)

batamtimes.co , Semarang – Seorang penerjun TNI dari kesatuan Komando Pasukan Khusus dilaporkan hilang saat melakukan latihan rutin terjun di atas perairan Semarang, Jawa Tengah.

Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi saat dikonfirmasi di Semarang, Selasa, membenarkan insiden tersebut.

“Saya juga baru mendapat laporan tapi belum lengkap, sebentar lagi saya mau lihat ke lapangan,” katanya usai menghadiri pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan 2018 di gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jawa Tengah.

Pangdam mengungkapkan, prajurit TNI yang hilang saat latihan terjun di perairan Semarang itu bernama Sertu Danang.

“Ini latihan terjun yang terjadwal, terkoordinasi, dan rutin. Tempat latihan bisa berpindah-pindah sesuai dengan yang sudah direncanakan kesatuannya,” ujarnya.

Menurut Pangdam, ada sebelas penerjun yang mengikuti latihan rutin itu, namun satu penerjun hilang dan hingga kini masih dilakukan pencarian.

Pangdam mengaku akan melaporkan perkembangan pencarian korban secara lengkap dalam beberapa jam ke depan.(red)

Futsal Lawan Wartawan, Jokowi Hanya Kuat 7 Menit tapi Menang

0
Presiden Jokowi menggiring bola saat pertandingan persahabatan antara Tim Kepresidenan melawan Tim Media di Jakarta, 7 Februari 2017. Pertandingan ini digelar untuk mempringati Hari Pers Nasional. TEMPO

Jakarta – Merayakan Hari Pers Nasional, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri bermain futsal melawan awak media di Kepala Gading, Jakarta Utara, Selasa, 7 Februari 2017. Namun, ternyata, Jokowi tak kuat bermain lama-lama.

“Cuma main tujuh menit, sudah keluar keringat semua,” ujar Jokowi setelah bermain futsal di Time Futsal, Kelapa Gading.

Jokowi menjelaskan, dia tidak kuat bermain lama karena memang sudah lama tidak bermain futsal. Berdasarkan ingatannya, terakhir kali bermain futsal bersama awak media adalah pada 2014 lalu di Pluit, Jakarta Utara.

Meski begitu, kata Jokowi, dia bahagia bisa bermain futsal bersama awak media hari ini. Apalagi, tim futsalnya, yang diperkuat banyak menteri, berhasil mengalahkan awak media dengan skor 5-4.

“5-4 itu jauh lho. Kan saya bilang di awal tadi kalau tim saya harus menang. Itu pun kami masih ngalah lho mainnya,” ujar Jokowi sambil tertawa.

Jokowi mengajak 10 menteri dan kepala lembaga negara untuk menemaninya melawan para jurnalis dari berbagai media.

Pejabat yang diajak Presiden adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Hakim, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.(red/Tempo)

WNA 14 Orang , Sudah Enam Tahun Bekerja di Karimun Diamankan Imigrasi

0
ekspos,Sebanyak 14 Warga Negara Asing (WNA) ditangkap petugas Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun.

batamtimes.co , Karimun – Sebanyak 14 Warga Negara Asing (WNA) ditangkap petugas Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun.

Dari belasan WNA itu , enam orang diantaranya merupakan warga Negara Bangladesh dan delapan lainnya merupakan warga Negara Thailand.

Para WNA ini diamankan di tiga lokasi yang berbeda, yakni tiga WNA Thailand di sebuah rumah di daerah Teluk Air, lima WN Thailand lagi di atas kapal sedot timah dan enam WN Bangladesh di sebuah hotel di kawasan Tanjungbalai.

“Ke 14 WNA ini diamankan di tiga lokasi,” kata Kepala Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Mas Ari, Senin (6/2/2017).

Lebih jauh dikatakanya, WNA tersebut  telah berada selama 6 tahun  di Karimun,dan  bekerja sebagai crew kapal,yakni

1.Yase Kaheng (35)

2.Peerapong Suppanam (35)

3.Nopadol Natlandarom (47)

4.Anurak Turan (31)

5.Anrut Natlandarom (50)

“Mereka diamankan saat kapal tengah beroperasi. Penangkapan ini setelah kita lakukan pengintaian terhadap mereka,” katanya lagi.

Selain menyalahi aturan keimigrasian, keberadaan WNA tersebut juga tidak dilengkapi dengan visa ketenagakerjaan. Mereka juga diancam melanggar Pasal 122 huruf a UU no 6 tahun 2011 tentang keimigrasian dengan ancaman hukuman kurungan paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp500 juta (red/asid)

 

 

 

Aksi Demo FSPMI Soroti TKA Tanjung Kasam dan Kenaikan Tarif Daya Listrik

0
Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Batam, Senin (6/2/2017) siang.

Batamtimes.co , Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Batam, Senin (6/2/2017) siang.

Dari pantauan batamtimes.co , Aksi unjuk rasa yang dilakukan buruh SFPMI di depan kantor walikota Batam dijaga ketat oleh tim gabungan dari pihak kepolisian Polresta Barelang dan Satuan polisi Pamong praja.

Ada beberapa tunututan yang hendak mereka suarakan dalam aksi tersebut di antaranya menolak kenaikan tarif daya listrik, meminta Pemko Batam mengontrol harga Sembako, tolak PP nomor 78 tahun 2015, tolak Tenaga Kerja asing (TKA). Meminta pemko membentuk asosiasi sektor untuk UMSK Kota Batam tahun 2017.

“Kita meminta hak-hak kaum buruh dikabulkan,” ujar Buruh dengan lantang.

Aksi buruh yang dilakukan ini merupakan rangkaian aksi unjukrasa yang dilakukan secara serempak di seluruh Indonesia.

Suprapto, Ketua FSPMI mengatakan, terkait pekerja asing di Kota Batam sudah terlalu banyak.

Pemerintah seperti tidak mampu mengatasi permasalahan tenaga kerja asing,seperti TKA yang berada di Kawasan Tanjung Kasam

“Kami meminta kepada pemerintah untuk mengawasi tenaga kerja asing. Karena di Tanjungkasam hampir 80 persen mereka itu pekerja asing. Berarti pemerintah tidak mampu mengatasi permasalahan ini,” sebutnya.(red/lan)

Tak Ada Penyerahan Sertifikat Perusahaan Pers pada Hari Pers

0
Jumpa pers Serikat Perusahaan Pers (SPS) dihadiri (kiri ke kanan)Direktur Eksekutif, Asmono Wikan, koordinator verifikasi, Syahfriadi, Ketua Harian, Ahmad Djauhar, dan Sekjen Heddy Lukito. (Foto : Berita Satu)

batamtimes.co , Jakarta – Dewan Pers menegaskan tidak akan melakukan penyerahan sertifikat kepada perusahaan pers yang sebelumnya dinyatakan telah lolos verifikasi. Sebelumnya, beredar di publik 74 media cetak, televisi, radio, dan media online yang dinyatakan lolos verifikasi dan akan menerima sertifikat pada peringatan Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2017 di Ambon.

Hal tersebut disampaikan Sekjen Serikat Perusahaan Pers (SPS) Heddy Lugito dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (6/2).

“SPS telah menerima penegasan bahwa Dewan Pers tidak menyampaikan secara terbuka nama-nama perusahaan pers maupun menyerahkan sertifikat standar perusahaan pers yang telah diverifikasi Dewan Pers pada acara Hari Pers Nasional di Ambon 9 Februari 2017,” katanya.

Dikatakan, nama 74 media yang tersebar ke publik sesungguhnya merupakan daftar tahap pertama yang mengikuti verifikasi dan akan diikuti tahap-tahap selanjutnya. Program verifikasi merupakan upaya menyehatkan pers nasional dan ke depan akan terus dilakukan serta dipublikasikan oleh Dewan Pers.

Sedangkan Ketua Harian SPS, Ahmad Djauhar menyatakan perusahaan pers tidak perlu resah terhadap beredarnya daftar 74 media, karena baru merupakan tahap awal verifikasi oleh Dewan Pers.

Proses tersebut, lanjutnya, merupakan program ratifikasi Dewan Pers yang merupakan amanat Piagam Palembang 2011. Program ini bersifat sukarela dan tidak ada paksaan untuk mengikutinya.

“Tujuan program ini adalah melindungi media yang bekerja sesuai UU Pers dan kode etik jurnalistik serta prinsip jurnalisme universal,” katanya.

Untuk memverifikasi 471 perusahaan pers yang menerbitkan media cetak dan ribuan media online diperlukan waktu yang cukup lama. “Mungkin butuh waktu setidaknya dua tahun untuk memverifikasi semua media,” katanya.

 

(red/B.satu)

Anggaran Tahun 2018 Pemko Bersama DPRD Batam Sepakat Gunakan Sistim e-Musrenbang

0
Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Zainal Abidin

batamtimes.co , Batam – Pemerintah Kota Batam dan DPRD Kota Batam sepakat menerapkan sistem e-musrenbang untuk tahun anggaran 2018 yang dimulai tahun ini.

Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Zainal Abidin mengatakan, setiap kali pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam, selalu saja terjadi tarik ulur kepentingan antara Pemko Batam dan DPRD Kota Batam. Ujung-ujungnya, pengesahan APBD Kota Batam menjadi terlambat.

“e-musrenbang ini adalah produk baru. Dengan e-musrenbang kita harapkan tidak ada lagi kecurigaan antara DPRD dengan Pemko, antara DPRD dengan sesama anggota DPRD,” kata Zainal saat sosialisasi e-musrenbang, Senin (6/2) di lantai IV, Gedung Pemko Batam di Batam Center.

Dengan e-musrenbang, pembahasan APBD bisa dimulai dari sejak dilakukannya musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) di tingkat kelurahan.

Dimana pokok-pokok pikiran antara DPRD and Pemko Batam akan berjalan dua arah, namun akan tersusun dalam satu sistem yang diberinama e-musrenbang.

“Pembahasan APBD bisa dimulai dari awal. Jadi jangan setelah pembahasan baru muncul usulan,” ujar dia.

Tak lupa Zainal mengingatkan, agar rekan-rekannya di DPRD Kota Batam ikut hadir dalam pelaksanaan musrenbang yang dimulai dari tingkat kelurahan. Sebab dari situlah, titik awal pokok pikiran masyarakat yang akan tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Kita sudah sepakat ini harus dimulai dari e-musrenbang, Jangan sampai ketinggalan lakukan musrenbang di kelurahan. Karena titik awal pokok pikirannya dari sini,” kata Zainal.

Hal senada disampaikan Wali Kota Batam, Rudi. Dia mengatakan, pihaknya sudah sepakat menerapkan sistem e-musrenbang untuk tahun anggaran 2018 mendatang.

Rudi meminta rekan-rekan di DPRD Kota Batam dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemko Batam dapat hadir pada pelaksanaan musrenbang tingkat kelurahan, yang rencananya akan dimulai pada akhir Februari ini.

“Kita minta semua hadir, sehingga data yang ada nanti seperti yang kita maukan. Sama-sama kita masukkan di e-musrenbang. Jadi tak ada lagi (usulan) yang masuk tengah jalan, ujung jalan, akhir jalan,” kata Rudi.

Teknis penerapan e-musrenbang ini, sebenarnya mudah. Cukup datang, dan mengikuti musrenbang. Sepanjang persyaratan lengkap, data aspirasi yang disampaikan masyarakat tersebut bisa dimasukkan dalam e-musrenbang.

“Teknisnya mudah saja. Datang, ikut musrenbang dan masukkan. Reses dewan juga sama. Syaratnya mesti lengkap. Tiap kegiatan kan beda-beda syaratnya. Misalnya untuk bangun jalan. Tentu jalan dimana itu harus tahu dulu, status jalannya. Termasuk yang lainnya,” ujar dia.

Sementara siapa yang memasukkan data aspirasi itu ke e-musrenbang, kata Rudi, bisa kedua pihak. Boleh dari DPRD Kota Batam, boleh dari Pemko Batam. Penerapan e-musrenbang ini, lanjut Rudi, sudah lebih dahulu dijalankan kota-kota lainnya.

“Batam kan sudah berbasis elektronik sekarang. Kita bukan ketinggalan. Memang ada yang belum bagus sistemnya, tapi pelan-pelanlah kita perbaiki,” kata Rudi. (red/lan)

Kepolisian Malaysia Menemukan Mayat WNI yang Dikuburkan di Kalabakan

0
Istimewa : Polisi Malaysia

batamtimes.co , Jakarta – Kepolisian Kerajaan Malaysia menemukan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Negeri Sabah meninggal dunia dan dikuburkan di sebuah pulau di Kalabakan Selatan.

Ketua Satgas Perlindungan WNI Konsulat RI Tawau Djati Ismoyo dikonfirmasi Senin membenarkan penemuan mayat WNI yang telah dikuburkan di Kalabakan Selatan Negeri Sabah pada 1 Februari 2017 sekitar pukul 07.00 waktu setempat.

Namun dia menegaskan, penemuan mayat WNI tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian Malaysia dimana pelaku dan motifnya belum diketahui.

“Aparat kepolisian (Malaysia) masih melakukan penyelidikan terkait kematian dan motifnya,” ujat dia melalui pesan singkatnya kepada Antara di Nunukan.

WNI yang ditemukan mayatnya itu bernama Susanto (64) yang dilaporkan hilang oleh keluarga dan kerabatnya dua hari sebelum ditemukan ketika memancing bersama tiga rekannya.

Pada saat ditemukan, jasad WNI yang bekerja di salah satu perkebunan kelapa sawit ditemukan luka pada bagian rusuk kanan dan lengan kiri yang ditengarai bekas tikaman benda tajam.

Selain itu, korban juga mengalami patah lengan kanan dan sejumlah bekas lebam, seperti dilansir media BH online Negeri Sabah tertanggal 5 Februari 2017.

Penemuan mayat WNI asal Bontang, Kaltim ini dikuburkan di bukit pada sebuah pulau di Kalabakan Selatan namun motif kematiannya belum diketahui.

(red/Antara)

Selama KPK Berdiri Sebanyak 65 Kepala Daerah Telah Ditindak Kasus Korupsi

0
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata

batamtimes.co , Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata mengatakan telah melakukan penindakan terhadap 65 kepala daerah di Indonesia selama lembaga antirasuah tersebut berdiri.

“Selama KPK berdiri sudah ada 65 kepala daerah, dan tahun lalu ada 10 kepala daerah yang kita tindak,” katanya disela pengarahan dalam penyerahan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2016 oleh Menteri PAN-RB di JEC Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, penindakan terhadap kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah itu sebagian besar berawal dari pengaduan masyarakat yang merasa ada penyimpangan anggaran oleh pejabat pemerintah daerah maupun kepala daerah.

Bahkan, kata Alexander, jumlah pengaduan dengan beragam penyimpangan yang diterima KPK selama setahun bisa mencapai 7.000 sampai 8.000 aduan. Namun diakui tidak semua pengaduan masyarakat itu bisa ditindaklanjuti.

“Masyarakat selalu mengadukan ada penyimpangan baik oleh pejabat maupun kepala daerah. Jadi penindakan oleh KPK itu karena murni adanya pengaduan. Dalam satu tahun ada 7.000 sampai 8.000 pengaduan yang sekitar lima persen kasus korupsi,” katanya.

Dia mengatakan, mayoritas pengaduan yang ditindaklanjuti KPK adalah perkara atau kasus yang kuat mengarah tindak pidana korupsi. Meski begitu penindakan oleh KPK sejauh ini belum sampai pada ujung negara Indonesia yaitu Papua.

“Sejauh ini KPK belum sampai ke ujung nusantara Papua, sehingga pernah ada yang masyarakat yang protes kalau pengaduan ke KPK belum ditindaklanjuti,” katanya.

Masih adanya daerah di Indonesia yang belum terjangkau penindakan oleh KPK ini, lanjut dia, karena keterbasan sumber daya manusia (SDM) yang ada, sehingga dalam bekerja KPK perlu berkoordinasi dengan instansi penegak hukum di daerah.

“SDM kami itu hanya 1.200 orang, makanya KPK harus berkoordinasi dengan intansi penegak hukum maupun instansi pemerintah yang lain. Apalagi dalam UU KPK itu juga mendorong instansi penegak hukum juga ikut bergerak,” katanya.

 

(red/antara)

Pontianak “pecahkan” Rekor MURI penggorengan pisang terbanyak

0
Penyerahan penghargaan rekor MURI yang diterima oleh wali kota Pontianak, Sutarmidji (tengah) dalam rangkaian Pontianak Food and Fashion Festival (PFFF) yang digelar di halaman parkir A Yani Mega Mall Pontianak, Minggu (5/2/2017) (foto : Kompas)

batamtimes.co , Pontianak – Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat mencatat atau pecahkan rekor Museum Rekor Indonesia untuk penggoreng pisang terbanyak di Indonesia.

“Rekor tersebut terpecahkan dengan jumlah 131 penggorengan pisang serta jumlah pisang sebanyak 2.017 buah,” kata Wali Kota Pontianak, Sutarmidji di Pontianak, Minggu.

Penyerahan penghargaan MURI itu merupakan rangkaian Pontianak Food and Fashion Festival (PFFF) yang digelar di halaman parkir A Yani Mega Mal Pontianak.

Sutarmidji mengatakan, rekor itu merupakan kelima kalinya dari rekor-rekor yang berhasil dipecahkan Kota Pontianak dan dibukukan MURI. Ke depan, pihaknya dengan dukungan Bank Mandiri dan beberapa BUMN yan lain akan memecahkan rekor-rekor lainnya.

“Kami sedang menyiapkan rekor apa yang akan kita pecahkan. Mudah-mudahan bertepatan peringatan Hari Jadi Kota Pontianak tahun ini, Oktober mendatang, akan ada satu atau dua rekor MURI yang bisa dicatatkan lagi di sini,” ungkapnya.

Ada banyak pilihan kuliner yang bisa dicatatkan dalam rekor MURI. Sutarmidji menyebut, bisa saja talas Pontianak yang diklaimnya lebih bagus dari pada talas Bogor.

Talas bisa menjadi pengganti makanan pokok, selain itu talas Pontianak juga mempunyai rasa yang enak. “Lidah buaya dan sebagainya tetap jadi pilihan untuk jenis-jenis pemecahan rekor,” katanya.

Terkait pemecahan rekor yang berhasil dibukukan Pontianak sebagai penggoreng pisang terbanyak, menurutnya, hal itu sudah sepantasnya disandang Pontianak. Karena Pisang Nipah atau kerap disebut pisang kepuk ini sudah cukup terkenal di luar Pontianak dan Kalbar.

“Bukan hanya di dalam negeri saja bahkan hingga mancanegara. Di Jakarta, cukup banyak yang membuka gerai pisang goreng Pontianak,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Manajer MURI, Awan Rahargo mengatakan pemecahan rekor ini merupakan peristiwa superlatif sebab melibatkan peserta terbanyak. Hal itu merupakan satu dari beberapa kriteria MURI, selain unik dan langka.

“Hari ini dalam rangka mengangkat kuliner ikonik khas Pontianak, selain jeruk Pontianak, pisang goreng Pontianak ini digoreng oleh peserta terbanyak dan dicatat dalam rekor MURI,” katanya.

Ketua Panitia PFFF, Edi Hartono menambahkan, digelarnya pemecahan rekor MURI untuk penggoreng pisang terbanyak ini supaya pisang goreng Pontianak jangan sampai diklaim pihak lain.

“Sebab pisang goreng Pontianak adalah kuliner asli Pontianak. Makanya kita buat rekor MURI bahwa pisang goreng identik dengan Kota Pontianak,” jelasnya.

Ke depan, kata Edi, acara serupa akan digelar dengan menggali kuliner khas Pontianak untuk memecahkan rekor MURI. “Ada banyak pilihan, yang jelas khas Pontianak, mungkin ada dua atau tiga jenis,” katanya.

Senior Vice President Group Head Transaction Banking SME Sales, PT Bank Mandiri Persero Tbk, Angga Erlangga Hanafie menuturkan, digelarnya pemecahan rekor itu, karena pisang goreng Pontianak pada dua atau tiga tahun lalu pernah menjadi happening, bukan hanya di Jakarta tetapi hampir di seluruh Indonesia.

Bahkan, kata dia, gerai pisang goreng Pontianak yang ada di Jakarta disesaki pembeli yang mengantri.

“Ada satu kekhasan yang berbeda dengan pisang-pisang lain. Di sini bisa dikreasi, ada yang menggunakan karamel dan lain sebagainya,” katanya.

Bentuk kreatifitas tersebut dinilai Angga sebagai peluang terbuka untuk industri UMKM berkembang lebih kreatif.

Untuk pemecahan rekor MURI ke depan di Kota Pontianak, Angga menyatakan pihaknya siap mendukung. Ia meminta kegiatan ini harus meningkat dari tahun ke tahun sehingga bisa membawa kearifan lokal itu menasional bahkan mendunia.

(Res/antara)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga