8.6 C
New York
Monday, April 6, 2026
spot_img
Home Blog Page 1259

Kepala BI Kepri Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kepri Turun Pasca Isu Travel Warning

0
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri Gusti Raizal Eka Putra siaran Pers di Grand I hotel Nagoya. Kamis(17/11)

batamtimes.co , Batam – Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri Gusti Raizal Eka Putra mengatakan bahwa pertumbuhan perekonomian Kepri pada Kwartal III 2016 mengalami penurunan alias melambat 4.64 persen dibandingkan Kwartal sebelumnya 5,02 persen. Salah satu faktornya isu keamanan, sehingga adanya travel warning dan isu teroris di Kepri.

“Dampak pertumbuhan perekonomian Kepri di Sumatra peringkatnya turun jadi keenam yang sebelumnya peringkat tiga,” Kata Gusti saat siaran Pers di Grand I hotel Nagoya. Kamis(17/11).

Kata Dia, pada Kwartal tiga ini dari sisi permintaan, perlambatan ekonomi hampir terjadi disemua komponen utama, Investasi, konsumsi dan aktivitas eksport-import.

Konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 7,07% dibandingkan Kwartal sebelumnya 8,58% yang mana ini dipengaruhi konsumsi di bulan ramadhan dan Idul fitri sehingga berimbas langsung terhadap konsumsi makanan dan minuman dari 7,65%(yoy) menjadi 5,50%(yoy).

Investasi menjadi lemah menjadi 0,11%(yoy) yang sebelumnya tumbuh 8,63%(yoy) akibat kontrak PTMB subsektor bangunan sebesar 4,35%(yoy) yang menurun drastis dibanding triwulan sebelumnya 11,32%(yoy). Total ekspor melambat 3,98%(yoy) dibanding sebelumnya tumbuh 5,60%(yoy), kontraksi LN jadi pemicu perlambatan eksport. Import jadi 3,12% yang sebelumnya yang tumbuh 7,45% (yoy).

“Perlambatan disumbang turunnya import antarprovinsi yang dipengaruhi konsumsi rumah tangga,” paparnya.

Ia menjelaskan, dari sesi lapangan usaha, perlambatan ekonomi menekan sektor industri pengolahan, kontruksi dan sektor perdagangan, sektor industri pengolahan tumbuh 4,40% (yoy) yang Kwartal sebelumnya 5,13%(yoy).

Terbatasnya investasi swasta sehingga menekan sektor kontruksi hanya mampu tumbuh 3,94% (yoy) yang triwulan sebelumnya 4,44 (yoy). Semua itu terkonfirmasi dari indikator sektor kontruksi, yaitu pengadaan semen dan kredit kontruksi menurun.

Sektor pedagang besar dan eceran, reparasi mobil, motor menurun, kunjungan Wisman menurun dimana triwulan III hanya 436.867 orang. Dan hanya sektor pertambangan yang mengalami relatif membaik yang ditopang peningkatan lifting minyak bumi serta peningkatan harga minyak.

Sedangkan pendapatan maupun belanja Pemda, imbuhnya, meningkat pada triwulan laporan, dimana realisasi pendapatan sebesar 68,3% dari pagu anggaran, lebih baik dibanding priode sama tahun sebelumnya sebesar 54% dari anggaran.

Membaiknya realisasi pendapatan didukung oleh tranfer dari pemerintah pusat dan peningkatan PAD khususnya dari pajak daerah. Sehingga berimbas terhadap penyerapan anggaran melalui belanja juga meni gkat, belanja Pemda terealisasi 54,6% dari pagu anggaran lebih baik dari priode sebelumnya denga realisasi 43,3%. Sedangkan APBN melalui belanja terealisasi 56,1% dari pagu anggaran,” jelasnya.

Ia mengatakan, Indek Harga Konsumen(IHK) Kepri pada triwulan III 2016 megalami Inflasi sebesar 3,02%(yoy), secara komulatif sampai september 2,28%()td). Secara specialis, inflasi terjadi didua kota yang menjadi basi perhitungan IHK di Kepri. Yaitu Batam sebesar 0n35%(mtm) dan kota Tanjung Pinang sebesar 0,13%(mtm). Komonitas penyumbang inflasi terbesar triwulan III sewa rumah dan cabai merah‎.

Selain itu, lanjutnya, Kinerja perbankan di Kepri mengalami perlambatan pada triwulan ini, namun stabilitas sistem keuangan daerah tetap terjaga dan tercermin dari tingkat kredit bermasalah‎ terjaga pada level aman sebesar 2,40 persen.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, transaksi tunai maupun tunai non tunai mengalami penurunan. Total outflow Rp2.194 milyar, menurun 24,54,57 persen.

Sedangkan perlambatan kinerja sektor-sektor ekonomi utama menyebabkan penurunan kebutuhan tenaga kerja, sehingga tingkat pengangguran cenderung meningkat dibanding priode yang sama tahun sebelumnya.,” jelasnya.

Ia menambahkan, perekonomian Kepri triwulan ke IV 2016 diperkirakan tumbuh pada kisaran 4,6-5,0%(yoy) yang dipengaruhi masih terbatsnya permintaan eksport dan realisasi investasi yang tidak setinggi perkiraan sebelumnya. Konsumsi diperkirakan menguat ditopang sejumlah ivent pariwisata festifal Bahari Sail Karimata 2016.

Yang akhirnya laju inflasi pada Kwartal IV 2016 diperkirakan akan meningkat, dimana laju inflasi diperkirakan kenaikan harga pangan terutama komoditas holtikultura dan ikan segar yang dipengaruhi cuaca curah hujan tinggi,” pungkasnya.

Pewarta : Adi

Beredar Surat Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian,Selayaknya BP Batam Belum Bisa Menetapkan Tarif

0
Surat Kementrian Koordinator

batamtimes.co , Batam – Beredar di Media sosial surat dari kementrian koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor s-632/SES.M.Ekon/11/2016 tentang tindak lanjut  arahan mentri bidang perekonomian selaku ketua dewan kawasan Perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (PBPB) terhadap hasil kunjungan Tim ke Batam Selasa 15 Nopember 2016.

Adapun isi surat tersebut yakni membahas kajian Uang wajib tahunan dan atau uang tarif layanan pada Kantor Lahan Badan Pengusahaan kawasan PBPB yang masih melibatkan berbagai pihak sehingga harus ditunda.

‘Pertama, Dewan kawasan PBPB akan melakukan kajian terhadap uang wajib tahunan yang menyangkut besaran,struktur bangunan dan cakupan wilayah hasil kajian akan diselesaikan dalam waktu dekat dengan melibatkan berbagai pihak dan stake holder.’

kemudian, Kedua, Sehubungan dengan hal tersebut maka peraturan kepala badan pengusahaan batam atau PBPB No 19 Tahun 2016 tentang tarif jenis layanan pada kantor PBPB baru dapat diberlakkukan sesuai dengan hasil kajian dari dewan PBPB.

Surat tersebut di buat Sekretaris Kementrian koordinator Selaku ketua Tim teknis dewan kawasan dan pelabuhan bebas Lukita Dinarsyah Tuo. yang ditujukan untuk Mentri koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua dewan kawasan PBPB. (red/angga)

Hasil Kesepakatan Revisi PMK 148 Nantinya akan Dibentuk Tim Teknis Diketuai Wamenkeu

0
Pertemuan Wakil Menkeu Mardiasmo dengan perwakilan pengusaha di Hotel Bidakara Jakarta, membahas revisi PMK 14/2016 terkait UWTO dan tarif lainnya.

batamtimes.co , Batam- Kalangan pengusaha yang diwakili Kadin Kota Batam dan Kepri, Apindo Kepri, dan DPD REI Khusus Batam, akhirnya diundang rapat untuk membahas revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 148 tahun 2016.

Pertemuan itu dilangsungkan di Bidakara Hotel, Jakarta, Kamis (17/11/2016), antara pukul 10.00-12.00 WIB

Pengusaha bertemu dengan Wakil Menteri Keuangan RI, Mardiasmo.

“Bu Sri tidak hadir karena dipanggil Pak Presiden. Tapi kami bertemu dengan Wamenkeu,” kata Ketua Kadin Kota Batam, Jadi Rajagukguk saat dihubungi Tribun.

Pertemuan yang dilanjutkan dengan makan siang itu, berjalan dengan suasana keakraban.

Setiap pihak saling menerima masukan.

Inti utama pertemuan itu membahas tindak lanjut rapat antara pengusaha dengan Menko Perekonomian RI Darmin Nasution, Selasa (15/11) lalu di Batam.

Disepakati bahwa PMK Nomor 148 tahun 2016 ditunda dulu pemberlakuannya dan akan segera dilakukan revisi.

Menurut Jadi, Kemenkeu juga  meminta agar PMK 148 yang menjadi acuan bagi BP Batam dalam menetapkan berbagai tarif, dikaji kembali.

Penetapan tarif baru, seperti UWTO serta tarif jasa kepelabuhan menimbulkan penolakan di Batam karena terlalu tinggi.

Masyarakat bahkan menyuarakan penolakan UWTO untuk pemukiman.

“Wamenkeu juga setuju agar dikaji kembali karena kebijakan pemerintah itu kan untuk mendorong dunia usaha,” katanya.

Dari pertemuan itu juga disepakati akan dibentuk tim teknis yang diketuai Wamenkeu sendiri untuk membahas revisi PMK tersebut.

Selanjutnya, paling lambat seminggu, kalangan pengusaha juga akan diundang untuk didengarkan masukannya terkait revisi PMK.(red/tri)

Amsakar : Pemko Batam Ajukan Dua Versi UMK Batam ke Provinsi

0
Wawako Batam,Amsakar Ahmad.

batamtimes.co , Batam -Pemerintah Kota Batam melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Syakyakirti, Kamis (17/11/2016) ini mengajukan rekomendasi angka Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2017 ke Provinsi Kepri.

Bersamaan dengan surat itu, Kadisnaker juga membawa usulan dari serikat pekerja Kota Batam untuk dibahas di Dewan Pengupahan Provinsi.

Di antaranya, meminta UMK dan UMSK Batam dibahas dalam satu kesatuan. Jikapun pembahasannya terpisah, namun dalam keputusannya diharapkan tetap satu kesatuan. Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

“Hari ini (Kamis) Kadisnaker bawa surat rekomendasi UMK itu ke provinsi. Sekalian kami minta meneruskan usulan dari serikat pekerja,” kata Amsakar.

Dari Pemko Batam lanjutnya, memang mengajukan dua angka UMK sebagaimana hasil rapat DPK beberapa waktu lalu. Yakni versi PP Nomor 78 tahun 2015 senilai Rp3.241.128, dan versi pekerja Rp3.498.118.

“Saya pikir pak gubernur tahu mengambil langkah. Kami di daerah sudah menginformasikan, kalau dari serikat pekerja dan asosiasi pengusaha memang belum ada kesepakatan,” ujarnya.

Jika rekomendasi itu dikembalikan lagi, agar hanya ditetapkan satu angka, menurut Amsakar tidak terlalu menjadi masalah. Tenggat waktu tersebut bisa dimanfaatkan Disnaker, asosiasi pengusaha dan serikat pekerja di Batam untuk membahas kembali soal upah sektoral.

Mengingat sebelum surat rekomendasi UMK itu diserahkan, di hari yang sama serikat pekerja juga melakukan pertemuan dengan Amsakar. Mereka menyampaikan aspirasi, agar UMK dan UMSK diputuskan dalam satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Sementara hingga batas akhir 20 November, pembahasan UMSK secara bipartit antara serikat pekerja dan asosiasi usaha, belum membuahkan hasil.

“Harapan serikat pekerja UMK dan UMSK dibahas dalam satu kesatuan. Karena pengalaman, kalau terpisah bisa molor sampai 6 bulan,” kata Amsakar.

“Sedangkan timing pembahasan UMSK di tingkat kota antara serikat pekerja dan asosiasi pengusaha belum pas ketemunya,” sambungnya.

Hal inipun dikeluhkan serikat pekerja yang diwakili Regar. Dia berharap, Pemko Batam bisa mengambil keputusan sebagai regulator, jika sampai batas akhir pembahasan angka upah sektoral belum juga disepakati.

“Kami sampaikan dalam pertemuan tadi, UMK dan UMSK Batam merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan,” kata Regar yang juga anggota DPK itu.

Jika persoalan upah di Batam mau diselesaikan, semestinya yang dibahas tidak hanya satu sektor usaha saja. Melainkan upah seluruh elemen buruh yang ada di Batam.

“Kalau UMK diselesaikan UMSK tidak, apa bisa selesai upah buruh di Batam, kan tidak,” katanya. (red/tri)

Eks Penyidik KPK AKBP Brotoseno Ditangkap Satgas Saber Pungli Peras Senilai Rp 3 Miliar

0
AKBP Broto Suseno (foto : Suara.com)

batamtimes.co , Jakarta – Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Dwi Priyatno membenarkan penyidik berpangkat perwira menengah yang ditangkap itu adalah AKBP Brotoseno yang sekarang menjabat sebagai Kanit Tipikor Bareskrim Polri. AKBP Brotoseno ditangkap Satgas Saber pungli Polri lantaran diduga memeras pihak berperkara senilai Rp 3 miliar saat menangani kasus suap cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat.

“Benar (AKBP Brotoseno-red),” kata Komjen Dwi dalam seperti yang dikutip dari merdeka.com, Kamis (17/11).

Penangkapan tersebut dipimpin langsung ketua Satgas Saber pungli Polri, Kadivpropam Brigjen Idham Aziz. Barang bukti uang senilai Rp 3 miliar ikut diamankan dalam penangkapan tersebut.

“Masih dalam pemeriksaan,” kata Dwi.

Sebelumnya, tim Satgas Saber pungli Polri menangkap seorang perwira menengah yang bertugas di Bareskrim Polri. Barang bukti uang Rp 3 miliar diamankan terkait operasi tangkap tangan (OTT) itu.

“Ya oleh Satgas Polri,” kata Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Dwi Priyatno saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (17/11).

AKBP B diduga meminta uang kepada pihak berperkara terkait korupsi cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat. AKBP B disebut merupakan penyidik Tipikor Bareskrim Polri, yang tengah menyelidiki kasus tersebut.

Diketahui, Kanit Tipikor Bareskrim Polri, AKBP Brotoseno pernah menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat menjadi penyidik KPK, AKBP Brotoseno masih berpangkat kompol.

Dikabarkan, ketika menjadi penyidik KPK itu, Brotoseno memiliki hubungan khusus dengan Angielina Sondakh. Dikabarkan keduanya menjalin hubungan ketika Angie menjadi saksi dalam kasus suap Wisma Atlet, M Nazaruddin. (red/mer)

Antisipasi Keterbatasan Lahan BP Batam Gelar Workshop Pembangunan Apartement Rakyat

0
Apartement Nagoya Mansion

batamtimes.co , Batam – Direktorat Pemanfaatan Aset Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Workshop Pembangunan Apartemen Rakyat di Kota Batam yang akan menjadi model properti mengantisipasi keterbatasan lahan.

“Rencana pembangunan apartemen rakyat salah satunya dilatarbelakangi oleh terbatasnya lahan di Kota Batam untuk rumah penduduk,” kata Wakil Kepala BP Batam, Agus Tjahajana di Gedung IT Centre BP Batam, Kamis.

Ia mengatakan pada sekitar 100 peserta bahwa paradigma pembangunan perumahan diharapkan tidak lagi membangun rumah tapak melainkan secara vertikal baik itu pemerintah maupun swasta.

Menurut Agus, pembangunan apartemen tidak hanya dilihat secara fisik dan sisi bisnis saja dari berdirinya suatu bangunan melainkan terciptanya suatu manajemen pengelolaan apartemen dimana akan menciptakan suatu lingkungan yang komunikatif, aman, tenteram dan nyaman untuk tempat tinggal.

“Apartemen tidak hanya dilihat secara fisik namun bagaimana membangun sebuah komunitas hubungan, kekeluargaan di tempat tersebut, sebuah bangunan yg tidak saja tempat berteduh tetapi bisa mengisi esensi dari sebuah keluarga,” kata dia.

Fokus workshop tersebut bagaimana melihat kedepan arah kebijakan pembangunan apartemen rakyat di Batam dengan mempertemukan antara swasta dan pemerintah.

“Konsep apartemen rakyat menggunakan skema kerjasama antara pemerintah, swasta dan masyarakat dimana nantinya akan diperuntukan terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” kata Agus.

Kebijakan penyediaan apartemen rakyat dilatarbelakangi oleh pesatnya urbanisasi di kota-kota besar, keterbataasan terhadap ketersediaan lahan bagi perumahan layak huni, tata ruang kota masih kumuh, dan belum memadai rumah susun yang terbangun.

BP Batam sebagai bagian dari pemerintah diharapkan memanfaatkan aset dan menyediakan perumahan layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebagai salah satu solusi dalam penyediaan hunian secara vertikal dengan memanfaatkan lahan secara efektif dan efisien.

Workshop pembangunan apartemen rakyat di Batam mencangkup aspek tata ruang peruntukan bagi MBR, komersial, fleksibilitas dan pengendalian dalam pembangunan perumahan.

Kemudian skema ketersediaan (konstruksi, operasi, dan pemeliharaan) yang sesuai dengan kualitas dan atau kriteria sebagaimana diatur dalam Perpres No.38 2015 tentang kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dalam penyediaan infrastruktur sosial termasuk di dalamnya infrastruktur perumahan rakyat.

Hal lain turut mengemuka ialah alternatif pembangunan rumah susun dengan skema rusunawa (seperti rusun Jamsostek) dan rusunami (apartemen komersial).

Model subsidi silang antar hunian subsidi dan hunian komersial dimana dapat diperjualbelikan sesuai Kepmenpupera no 425/kpts/M/2015 tentang batasan harga jual rumah melalui kredit/pembiayaan pemilikan rumah sejahtera. Selanjutnya birokrasi perijinan konstruksi oleh pemerintah daerah.

Dengan diselenggarakannya workshop ini diharapkan akan memberikan pengertian bagi para pemangku kepentingan untuk mempengaruhi struktur dan pola ruang kota dan menciptakan kawasan yang optimal, sistemik, dan mendukung aktivitas ekonomi perkotaan.

Pada kesempatan tersebut hadir sejumlah pembicara di antaranya Direktur Pemanfaatan Aset, Baskoro Ananto Hadi, Konsultan, Seno Prakoso, Komisaris PT Kinarya Rekayasa, Sulistyana, Asisten Deputi Perumahan, Pertanahan, dan Pembiayaan Infrastruktur Kemenko Bidang Perekonomian RI, Bastary Pandji Indra, Kabid Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung, Nunun Yanuati serta perserta diantaranya Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Kepri, REI Batam, konsultan, BNI, perusahaan, akademik dan notaris. (Antara)

Gempa Malang Sebabkan Puluhan Rumah Rusak

0
BPPD KAB MALANG

batamtimes.co , Jatim – Sedikitnya 37 bangunan rumah di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengalami kerusakan parah, sedang, dan ringan akibat gempa berkekuatan 6,2 skala Richter yang melanda daerah itu dan sejumlah daerah lainnya di Jatim, Rabu (16/11).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, pusat gempa dengan kedalaman 69 kilometer yang terjadi pada pukul 22:10:11 itu (Rabu, 17/11) telah merusakkan tiga unit rumah berkategori parah, delapan unit kategori sedang dan selebihnya berkategori ringan.

“Puluhan rumah yang rusak akibat gempa itu tersebar di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Ampelgading, Pagelaran, Tirtoyudo, Dampit, Turen, Sumbermanjing, dan Sumbermanjing Wetan,” kata Kepala Seksi Penanggulangan Bencana dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiono di Malang, Kamis.

Dari tujuh kecamatan itu, lanjutnya, Kecamatan Ampelgading yang paling parah. Ada sekitar 15 unit rumah yang mengalami kerusakan, baik berat, sedang maupun ringan. “Meski ada sejumlah rumah yang rusak, tapi alhamdulillah tidak sampai ada korban jiwa,” urainya.

Sementara itu, di Kota Malang yang juga terdampak gempa berkekuatan 6,2 SR tersebut tidak sampai terjadi kerusakan infrastruktur, termasuk rumah warga. “Sampai sejauh ini tidak ada laporan terkait kerusakan infrastruktur yang disebabkan oleh gempa tadi malam,” kata Kepala BPBD Kota Malang, J Hartono.

Menurut dia, frekuensi gempa di Kota Malang tak sekuat di daerah sekitar pantai. Namun demikian, beberapa saat setelah terjadi gempa, tim BPBD langsung menyisir wilayah se-Kota Malang. “Tidak ada laporan kerusakan, meski di daerah ini termasuk daerah yang lumayan dalam beberapa tahun terakhir,” kata Hartono.

Kota Malang, sebut dia, memang memilki kerentanan potensi bencana gempa vulkanik karena Kota Malang dihimpit banyak pegunungan berapi. “Selain monitor dampak gempa, kami juga melihat potensi bencana lain, seperti banjir dan longsor,” ucapnya.

Gempa berkekuatan 6,2 SR dengan kedalaman 69 kilometer yang melanda wilayah Malang raya pada Rabu (16/11) malam juga dirasakan warga di sejumlah daerah di Jatim lainnya, bahkan hingga di Jateng dan sebagian wilayah Bali.(red/antara)

Imigran Gelap dari Taman Aspirasi dan Hotel Kolekta Dipindahkan ke Tanjungpinang

0
Sejumlah Imigran gelap dari berbagai negara di Timur Tengah dari Taman aspirasi dan Hotel Kolekta dipindahkan ke Tanjungpinang

batamtimes.co , Batam – Imigran gelap dari berbagai negara di Timur Tengah dipindahkan ke Tanjungpinang, Kamis (17/11/2016). Ada sekitar 90 orang imigran yang bakal dipindahkan.

Mereka yang dipindahkan ke Rudenim Tanjungpinang adalah imigran yang belum memegang kartu dari UNHC.

Imigran yang dipindahkan terdiri dari 56 orang dari Hotel Kolekta Lubukbaja, dan 34 orang dari Taman Aspirasi Batam Centre.

Sebanyak 170 personel gabungan yang terdiri Imigrasi Batam, Polresta Barelang, Satpol PP, Lanal Batam, BIN Batam, Kodim 0316, Kesbangpol Batam, tampak ikut mengawal keberangkatan para imigran tersebut.

Dalam evakuasi tersebut, Kepala Imigrasi Kelas I Batam Teguh Prayitno memimpin dalam pemindahan tersebut yang didampingi Wakapolda Kepri Kombes Didi Haryono di halaman parkir Gedung DPRD Batam.

Imigrasi lagi mendata sejumlah Imigran gelap yang ada di Taman Aspirasi Batam center Kamis 17/11/2016
Imigrasi lagi mendata sejumlah Imigran gelap yang ada di Taman Aspirasi Batam center Kamis 17/11/2016

Sebanyak 13 bus dikerahkan untuk membawa para imigran tersebut.Mereka akan diberangkatkan melalui pelabuhan Punggur.
Hingga berita ini diunggah, para imigran sedang menjalani pemeriksaan dan pendataan.

Engel Bertus Kadiv Imigrasi Kantor Hukum Wilayah Kepri saat apel di depan kantor DPRD Batam, sebelum melakukan pemindahan para Imigran ini menyampaikan, setelah adanya pemindahan ini diharapkan, kedepanya jangan sampai ada lagi penambahan jumlah imigran.

“Kepada pihak kemanan kita minta penjagaanya, jangan sampai nanti mereka muncul lagi,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakan Engel, memang selama ini masyarakat Kota Batam banyak yang membantu mereka, seperti memberikan pakaian dan makanan.

“Walaupun masyarakat banyak membantu, bukan berarti mereka bisa dibiarkan begitu saja,” ujarnya

Pewarta : Angga

Ayu Tewas Bersimbah Darah di Kamar Mandi Hotel Istana Batam 2009

0
Ayu warga Tiban tewas mengenakan bersimbah darah dalam kamar mandi hotel Istana Batam‎ 2009 Komplek Nagoya Bisnis Centre Blok IV no 7/8‎, kecamatan Lubuk Baja. Kamis(17/11/2016) dinihari. (Foto : Whats UP)

batamtimes.co , Batam – Wanita berusia paroh baya ZL(30)(Riza Lena) alias Ayu warga Tiban tewas mengenakan bersimbah darah dalam kamar mandi salah satu hotel Istana Batam‎ 2009 Komplek Nagoya Bisnis Centre Blok IV no 7/8‎, kecamatan Lubuk Baja. Kamis(17/) dinihari.

Informasi lapangan, korban merupakan langganan hotel klas melati tersebut selama ini, peristiwa naan ini sempat menganggu tamu lainnya malam itu dengan adanya keributan, namun beberapa saat terdengar kembali diam tampa curiga adanya terjadi pembunuhan.

Barulah pagi hari diketahui saat petugas hotel melakukan pembersihan sehingga curiga melihat cecer darah dalam kamar dan ditemukan korban terkapar dalam kamar mandi dengan posisi separoh tubuh tampa busana dan kuat dugaan pelaku dibunuh teman dekat sendiri akibat cemburu.

Terlihat dilokasi puluhan kepolisian Polsek Lubuk Baja bersama Tim Identivikasi Polresta Barelang melakukan olah TKP dengan memasang garis polisi sedangkan jasad korban evakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri. Dan mengamankan motor‎ BP 2370 OH honda vario warna merah yang diduga milik korban.

“Kami lihat ditubuh korban bagian atas ada bekas tusukan,” kata salah seorang petugas hotel yang enggan namanya dikorankan. Kamis(17/11).

Kata Dia, korban memang sudah biasa stey disini dan merupakan sudah langganan dan memang beberapa hari lalu ada tunggakan, namun telah dibayar dan malam ini kembali menginap disini.

“Tidak tahu pasti korban bersama siapa tetapi malam itu korban sendiri,” ujarnya.

‎Hal yang sama juga diungkapkan salah seorang tamu hotel yang berdampingan dengan kamar korban 303 mengatakan,
Sempat mendengar keributan saat menjelang dini hari. Tetapi dia tidak menyangka kalau ada pembunuhan.

“Pas dini hari sy sempat dengar bunyi agak heboh gitu,”kata tamu hotel itu.

Jenazah di bawa ke Mobil Ambulans Ayu warga Tiban tewas mengenakan bersimbah darah dalam kamar mandi salah satu hotel Istana Batam‎ 2009 Komplek Nagoya Bisnis Centre Blok IV no 7/8‎, kecamatan Lubuk Baja. Kamis (17/11/2016) dinihari.
Jenazah di bawa ke Mobil Ambulans Ayu warga Tiban tewas  bersimbah darah dalam kamar mandi salah satu hotel Istana Batam‎ 2009 Komplek Nagoya Bisnis Centre Blok IV no 7/8‎, kecamatan Lubuk Baja. Kamis (17/11/2016) dinihari.

Sementara itu, Kapolsek Lubuk Baja AKP I Putu Bayu Pati dilokasi mengatakan‎ , bahwa korban pertama kali ditemukan petugas hotel sekitar pukul 04,30 WIB dan hasil pengembangan sementara korban sudah biasa stei disini, namun korban warga Tiban kampung.

“Kasus sedang dikembangkan dugaan korban tewas belum bisa diketahui secara pasti,” kata Dia.

Kami juga berharap ada informasi dari warga karena korban tinggal ditiban dan sering menginap disini dan saat ini‎ janazah korban sudah dievakuasi RS Bhayangkara untuk di otopsi,” pungkasnya.

Pewarta : adi

 

Panglima TNI : Bila ada Demo Susulan 4 Nopember,Pasti itu Pemecah Belah NKRI

0
Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo

batamtimes.co , Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyerukan kepada seluruh pemuda tanah air untuk menanggalkan ego dalam diri masing-masing. Dia juga mengajak agar selalu ingat akan sejarah perjuangan bangsa serta cegah hasutan hingga adu domba.

“Kita harus waspada, ego kita sekarang adalah kita lebih sering menggunakan kata ‘aku’, bukan ‘kita’. Mari kembali ingat sejarah, cegah hasutan, provokasi, dan adu domba!” seru Gatot saat memberi kuliah umum di Balai Sidang UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/11/2016).

Gatot mengatakan bahwa demo 4 November lalu adalah murni didesain anak bangsa dan berjalan dengan demokratis. Gatot juga menyinggung soal penetapan status gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menjadi tersangka soal kasus dugaan penistaan agama. Jikapun akan terjadi demo susulan, Gatot mengatakan ada unsur dari luar yang membuat kekacauan dan memecah belah NKRI dan akhirnya konsep membagi wilayah Indonesia akan terwujud.

“Tetapi apabila ada demo lagi, temanya sudah bukan ini, apalagi sekarang (Ahok sudah tersangka. (Bila ada demo lagi maka temanya pastilah) Gulingkan RI 1, pasti itu unsur-unsur dari luar yang akan membuat kekacauan dan memecah-belah NKRI dan akhirnya konsep membagi wilayah Indonesia akan terwujud,” ujar Gatot.

“Bagaimana cara mengatasinya? Seperti yang saya katakan tadi, sumpah pemuda melahirkan Bhinneka Tunggal Ika. Kalau lihat patungnya Garuda Pancasila, itu mencengkeram keras Bhinneka Tunggal Ika, karena Bhinneka Tunggal Ika kita bisa merdeka,” tegas Gatot.

Dengan senjata apa adanya, bambu runcing melawan senjata modern, para pejuang bisa mengusir penjajah. Menurut Gatot, Bhinneka Tunggal Ika adalah pusat gravitasi pemersatu bangsa.

“Bila tidak ada Islam, Kristen, Hindu, Buddha, bila tidak ada kepercayaan, itu bukan Indonesia. Itulah sebenarnya Indonesia,” bebernya.(dtk/red)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga