8.6 C
New York
Sunday, April 5, 2026
spot_img
Home Blog Page 127

Muhammad Rudi Gerak Cepat Selesaikan Persoalan Air di Teluk Mata Ikan

0
Keterangan Foto : Rudi turun langsung menemui warga yang melakukan aksi unjukrasa di Simpang Turi Beach, Nongsa.(Ist) Menemui masyarakat Kampung Tua Teluk Mata Ikan,

Batam – batamtimes.co – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi langsung menyelesaikan permasalahan distribusi air di Kampung Tua Teluk Mata Ikan. Muhammad Rudi turun langsung menemui warga yang melakukan aksi unjukrasa di Simpang Turi Beach, Nongsa, Selasa (17/12/2024).

Menemui masyarakat Kampung Tua Teluk Mata Ikan, merupakan bentuk komitmen dari Muhammad Rudi dalam menuntaskan persoalan air. Bahkan, Muhammad Rudi tidak meninggalkan lokasi pertemuan sebelum distribusi air kembali lancar ke rumah masyarakat.

“Kita bersyukur, air ke masyarakat sudah normal kembali. Saya sudah mengecek langsung dan berharap air ke masyarakat ini tidak diganggu lagi kedepannya,” ujarnya.

Muhammad Rudi menjelaskan, kehadirannya juga untuk mengecek langsung permasalahan distribusi air yang terjadi di Kampung Tua Teluk Mata Ikan. Dari laporan yang diterimanya, persoalan ini karena adanya uji coba pengaliran yang dilakukan PT Air Batam Hilir (PT ABHi), ke kawasan data center.

Namun uji coba yang dilakukan, berdampak pada distribusi air ke Kampung Tua Teluk Mata Ikan.

“Maka saya sudah mengambil keputusan dan meminta kepada Pak Muji (Direktur PT. ABHi), untuk tidak mengganggu air ke masyarakat. Jika mau melakukan uji coba, silahkan dengan cara yang lain,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini pembangunan jaringan pipa untuk menuju data center telah dibangun dan akan selesai pada akhir Desember 2024 ini. Jika jaringan pipa ini selesai, maka air untuk ke kawasan data center tidak terhubung dengan jaringan ke pemukiman masyarakat dan mempunyai jaringan tersendiri.

“Saya titip kepada kita, agar tetap menjaga kekompakan dan situasi kondusif. Laporkan kepada saya apabila ada kendala agar saya bisa segera ambil tindakan,” tutupnya.

 

(Red/Adi)

BP Batam pastikan kegiatan Nataru berjalan baik bagi pengguna jasa Pelabuhan

0
Keterangan foto : Suasana di salah satu Pelabuhan yang dikelola BP Batam.(Adi)

Batam – batamtimes.co – Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memberikan kenyamanan dan kelancaran bagi pengguna jasa pelabuhan di wilayah kerja BP Batam. Hal ini dilakukan demi memastikan, rangkaian kegiatan Natal tahun 2024 dan tahun baru 2025 (Nataru) berjalan dengan baik dan aman.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar, mengungkapkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk menghadapi periode angkutan liburan akhir tahun yang diprediksi akan mengalami peningkatan seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini, sesuai dengan arahan dari Kepala BP Batam Muhammad Rudi, untuk memberikan pelayanan maksimal bagi pemudik

“Kami telah mempersiapkan seluruh sarana dan prasarana di pelabuhan, termasuk koordinasi secara intens dengan seluruh stakeholder pelabuhan, pengerahan personil tambahan serta penyiapan posko angkutan laut terpadu yang akan mendukung kelancaran arus penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru,” ujar Dendi, Senin (16/12/2024).

Dendi melanjutkan, BP Batam akan meyiapkan Posko Angkutan Laut Nataru yang akan dipusatkan di Terminal Ferry Domestik Punggur dan Terminal Ferry Domestik Sekupang. Kedua pelabuhan tersebut, merupakan pelabuhan yang dikelola langsung oleh Badan Usaha Pelabuhan BP Batam. Sedangkan Posko Angkutan Laut Nataru di Terminal Bintang 99 Persada untuk Kapal Pelni akan disediakan oleh pengelola pelabuhan.

Adapun pendirian Posko Angkutan Laut Nataru di tiga pelabuhan itu karena diprediksi akan mengalami lonjakan penumpang yang cukup signifikan.

“Kami memperkirakan puncak lonjakan penumpang terjadi pada H-1 Natal di Terminal Ferry Domestik, sementara puncak lonjakan penumpang di Terminal Ferry Internasional terjadi di H-2 Natal. Badan Usaha Pelabuhan BP Batam berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan,” tambah Dendi.

Data yang dihimpun Badan Usaha Pelabuhan, menunjukkan bahwa sepanjang periode Nataru 2023 mulai H-7 Natal hingga H+7 Tahun Baru, terdapat 44.027 penumpang Kapal Pelni. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2022), jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 14%.

Sedangkan jumlah penumpang yang naik dan turun di Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur pada Nataru 2023 mencapai 144 Ribu orang, dan penumpang di Terminal Ferry Domestik Sekupang mencapai 106 Ribu orang. Arus penumpang di Terminal Ferry Internasional selama Nataru 2023 juga cukup ramai atau mencapai 341 ribu penumpang yang naik dan turun. Diprediksi angka ini akan mengalami peningkatan di musim libur Nataru 2024.

Dendi menambahkan, Badan Usaha Pelabuhan juga telah melakukan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan angkutan Laut Nataru 2024/2025 bersama mitra pengelola Terminal Ferry Internasional dan didukung oleh kolaborasi lintas instansi. Seperti KSOP Khusus Batam, KPU Bea Cukai Tipe B Batam, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Batam, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Riau, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan, dan Pangkalan Utama TNI AL IV Batam untuk menjamin keselamatan dan kelancaran arus penumpang pada periode Nataru 2024/2025.

“Sinergi ini menjadi kunci utama dalam menjamin kelancaran dan keselamatan perjalanan selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru. Kami mengapresiasi dukungan semua pihak yang terlibat,” tutup Dendi. (*)

Batam, 16 Desember 2024

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam

Ariastuty Sirait

Website: bpbatam.go.id
Email: humas@bpbatam.go.id
X: @bp_batam
Facebook: BIFZA
Instagram: BPBatam
Youtube: BPBatam

Pendaftar LPG 3 Kg Tembus 57 Juta NIK

0

Jakarta – batamtimes.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa skema penyaluran subsidi energi untuk LPG 3 kilogram (kg) tidak akan diubah menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Hal ini meneguhkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan subsidi bagi masyarakat yang berhak.

Upaya mendukung kebijakan Pemerintah mewujudkan subsidi tepat LPG 3Kg terus dilakukan Pertamina Patra Niaga, diantaranya dengan terus mendata pengguna LPG 3Kg dengan sistem digital Merchant Application Pertamina (MAP), yang digunakan di seluruh pangkalan LPG 3 kg di seluruh Indonesia.

Hingga akhir November 2024, tercatat sebanyak 57 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang telah terdaftar di sistem MAP.

Heppy Wulansari, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa upaya pendataan ini sangat penting untuk memastikan subsidi diberikan tepat sasaran.

“Dengan tercatatnya pengguna secara digital, memudahkan kami untuk mengetahui siapa saja pengguna LPG 3 kg hingga berapa kebutuhannya,”jelas Heppy, Senin Jakarta, 16 Desember 2024.

Saat ini, LPG 3 kg diperuntukkan untuk empat sektor pengguna utama, yaitu rumah tangga, usaha kecil, petani sasaran dan nelayan. Dari seluruh sektor tersebut, rumah tangga mendominasi penggunaan LPG 3 kg dengan kontribusi sebesar 85% sementara 14% sisanya oleh digunakan Usaha Mikro.

“Jumlah konsumen Rumah Tangga dan Usaha Mikro yang melakukan transaksi masih terus bertambah selama periode Januari hingga November 2024, ini menandakan bahwa masyarakat sudah banyak yang melakukan pendaftaran pembelian LPG 3Kg di pangkalan,” ungkap Heppy.

Data yang tercatat melalui MAP juga memungkinkan Pertamina Patra Niaga untuk memonitor distribusi dan kebutuhan LPG 3 kg di seluruh Indonesia dengan lebih akurat.

“Dari data pangkalan ini kami juga dapat melihat berapa rata rata pembelian LPG 3Kg per keluarga di setiap bulan, data ini membantu kita melihat jumlah kewajaran pembelian dan rata rata penggunaan LPG 3Kg,” jelas Heppy.

Upaya digitalisasi ini diharapkan dapat mempercepat proses penyaluran subsidi dan mengurangi potensi penyalahgunaan distribusi.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat agar kebutuhan energi bisa terpenuhi secara optimal, terutama bagi mereka yang berhak menerima subsidi.

 

(Red/Tanto)

Masuki Hari ke 3, Pencarian Bocah Hanyut Belum Membuahkan Hasil

0
Keterangan foto : Tim SAR gabungan terus mencari keberadaan bocah berusia empat tahun yang jatuh ke sungai Belik .(Tanto)

Yogyakarta – batamtimes.co – Tim SAR gabungan terus mencari keberadaan bocah berusia empat tahun yang jatuh ke sungai Belik, Kalurahan Wonokromo, Pleret, Bantul, DI Yogyakarta.

Hinga hari ke tiga pencarian korban bocah nahas itu belum juga membuahkan hasil.

“Sampai pukul 17.00 Wib pencarian korban masih belum diketemukan. Operasi SAR dilanjutkan dengan pemantauan di cek point Dam Blawong dan Cek point’ Dam Demi,” kata Humas SAR DIY Pipit Eriyanto Senin, 26 Desember 2024.

Ia menjelaskan, korban bernama Aleena Nu’ma Syahda (4) itu jatuh di aliran sungai Belik, Kalurahan Wonokromo, Pleret, Kabupaten Bantul sejak Sabtu 14 Desember lalu.

“Korban terjatuh dialiran kali sekitar pukul 11:00 Wib,” terangnya.

Pipit melanjutkan, pada Sabtu 14 Des 2024, sekira pukul 12.15 Wib orang tua korban mencari anaknya yang diduga sedang bermain di halaman depan Ponpes Fadlun Minalloh.

“Lokasi tempat bermain berdekatan dengan sungai Mbelik, tidak ada pembatas dipinggir sungai. Sekira pukul 13.00 Wib orang tua korban dengan tetangganya membuka CCTV milik pondok pensantren Fadlun Minalloh. Dalam kamera pengawas sekira pukul 10.10 Wib korban bermain di pinggir sungai mbelik dan terpeleset jatuh ke sungai. Korban terbawa arus di sungai Belik,” ungkap Pipit.

Pada pencarian hari ketiga ini lanjut Pipit, petugas mengerahkan ratusan personil SAR gabungan untuk mencari korban. Upaya pencarian masih nihil.

“SRU 1 melaksanakan penyisiran dari DAM Sindet sampai dan Demi sejauh 2,5 Km. SRU 2 menyisir dari dan Demi bawah sampai Dam Tegal dengan jarak 3,7 Km,” tegasnya.

Selanjutnya, kata Pipit, SRU 3 melaksanakan clearing strainer dari lokasi sampai dam Blawong sejauh 500 meter. SRU 4 melakukan pemantauan menggunakan drone udara dan air melaksanakan pencarian dari dam Demi sampai dam Tegal.

“SRU 5 mencari di saluran irigasi sampai sekitaran lokasi menggunakan pekkraf. SRU 6 mencari visual dengan penyisiran darat tepi Dam Blawong – Jembatan Karang Semut. Pencarian korban akan dilanjutkan besok pagi,” pungkas Pipit.

 

(Red/Tanto)

Seorang Pria Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong di Bantul

0
Keterangan Foto : Seorang warga ditemukan tewas didalam gorong-gorong Jalan Wates, Kalurahan Argorejo, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta ...(Tanto)

Yogyakarta – batamtimes.co – Seorang warga ditemukan tewas didalam gorong-gorong Jalan Wates, Kalurahan Argorejo, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta Senin pagi.

Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry mengatakan, korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pagi tadi sekira pukul 09:15 Wib.

“Pada hari Minggu 15 Desember 2024 sekira pukul 17.45 Wib seorang warga yang berada sekitar lokasi melihat korban diatas saluran air yang tidak ada penutupnya. Kondisi air saat itu sedang meluap karena banjir,” urainya Senin 16 Desember 2024.

Menurut Jeffry, saat itu warga melihat korban seolah-olah ingin melangkahkan kakinya. Tak selang lama korban pun terjatuh.

Sempat dicari hingga malam hari, korban tak juga ditemukan oleh petugas dibantu warga.

“Pencarian dilanjutkan pada Senin pagi. Sekira pukul 09.15 Wib korban di temukan dalam kondisi meninggal dunia. Dalam mencari keberadaan korban petugas menggunakan escavator untuk memecah gorong-gorong tersebut,” terangnya.

Ia menjelaskan, setelah di lakukan identifikasi sidik jarinya oleh tim inavis Polres Bantul korban bernama Parjono (53) warga Tulangbawang Tengah, Lampung. Jasad korban di bawa ke RS. Bhayangkara,” pungkasnya

 

(Red/Tanto)

Pergerakan Advokat Usulkan Omnibus Law Pembangunan Berkelanjutan dan Teknologi

0
Keterangan Foto: Eko Prastowo, Sekjen Pergerakan Advokat, memaparkan urgensi Omnibus Law Pembangunan Berkelanjutan dan Teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 8%.(Tanto)

Jakarta – batamtimes.co – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8%. Tercapainya target ini dapat menjadi tonggak transformasi Indonesia sebagai negara maju.

Namun, target ini sangat ambisius, mengingat permasalahan domestik seperti ketergantungan pada ekspor komoditas mentah dan rendahnya daya saing industri. Di sisi lain, tekanan global seperti perlambatan ekonomi dan ketidakpastian geopolitik semakin memperbesar tantangan.

“Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%, kita membutuhkan langkah luar biasa. Tanpa terobosan yang berani dan strategis, target tersebut akan sulit dicapai,” ujar Eko Prastowo, Sekjen Pergerakan Advokat, di Jakarta, Senin 16 Desember 2024.

Sebagai langkah konkret, Pergerakan Advokat mengusulkan pada Prabowo untuk menyusun dua omnibus law, yaitu Omnibus Law Pembangunan Berkelanjutan dan Omnibus Law Teknologi.

“Kedua peraturan hukum tersebut diyakini mampu menjadi pendorong percepatan pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Menurut Eko, Omnibus Law Pembangunan Berkelanjutan dirancang untuk menyelaraskan pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial, dan pelestarian lingkungan hidup secara terpadu. Dalam sistem hukum Indonesia, terdapat ratusan undang-undang terkait ekonomi, sosial, dan lingkungan yang sering kali menimbulkan tumpang tindih kebijakan dan implementasi yang tidak efektif.

Ia menjelaskan, melalui harmonisasi dan penyederhanaan peraturan-peraturan tersebut dalam satu kerangka hukum yang komprehensif, manfaatnya tidak hanya menciptakan kepastian hukum, tetapi juga mempercepat perizinan, mendorong efisiensi birokrasi, dan meningkatkan daya tarik investasi.

“Omnibus law ini akan membuka akses luas bagi Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi hijau global, sejalan dengan tren pertumbuhan investasi hijau dunia,” ujar Eko Prastowo.

Sebagai contoh, pasar perdagangan karbon global diproyeksikan mencapai USD 9.45 triliun pada 2033 dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 35%. Pasar energi terbarukan juga diperkirakan tumbuh hingga USD 2 triliun pada 2030 dengan tingkat pertumbuhan tahunan 17.2%.

“Dengan sumber daya alam yang melimpah dan regulasi yang mendukung investasi hijau, Indonesia berpeluang besar menjadi pemimpin ekonomi hijau di dunia. Omnibus Law Pembangunan Berkelanjutan adalah kuncinya,” tegas Eko Prastowo.

Menurut Eko Prastowo, teknologi adalah kunci pertumbuhan ekonomi. Omnibus Law Teknologi memberikan landasan hukum yang jelas untuk mendorong inovasi serta menarik investasi di sektor strategis seperti kecerdasan buatan, blockchain, dan Internet of Things (IoT).

Advokat yang juga aktivis ‘98 ini, menjelaskan, Indonesia saat ini berada di peringkat 54 dalam Global Innovation Index 2024, tertinggal dari Singapura (peringkat 4), Malaysia (33), dan Thailand (41) (WIPO, 2024). Hal ini menegaskan perlunya percepatan pengembangan teknologi untuk meningkatkan daya saing global.

“Omnibus Law Teknologi bertujuan memperkuat ekosistem inovasi, meningkatkan keamanan digital, dan mendorong pengembangan teknologi di Indonesia. Regulasi ini juga dirancang untuk menciptakan landasan bagi lompatan pengembangan teknologi, mengatasi ketertinggalan Indonesia dibandingkan negara lain.”

“Omnibus Law ini juga untuk mendukung pengembangan talenta teknologi, memperkuat perlindungan konsumen digital, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui penguatan hak kekayaan intelektual serta peningkatan akses pasar,” urai Eko Prastowo.

Eko Prastowo menegaskan bahwa kedua omnibus law ini tidak hanya memberikan kepastian hukum untuk menarik arus investasi ke Indonesia, tetapi juga menjadi pendorong utama transformasi Indonesia menuju ekonomi berkelanjutan berbasis teknologi, sejalan dengan trend ekonomi global.

“Kombinasi Omnibus Law Pembangunan Berkelanjutan dan Omnibus Law Teknologi adalah strategi komprehensif yang dirancang untuk menghadapi tantangan nasional dan global.”

Dengan reformasi hukum ini, Eko Prastowo optimis bahwa pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo akan tercapai. Selain itu, reformasi ini akan mempercepat transformasi Indonesia dari negara berkembang menuju negara maju.

 

(Red/Tanto)

Pemerintah RI Tetapkan Peraturan Baru untuk Pembelian Rokok, Berlaku Mulai Awal Tahun 2025

0

Jakarta – batamtimes.co – Pemerintah, melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, telah resmi mengumumkan kenaikan harga jual eceran rokok pada tahun 2025.

Keputusan ini tercantum dalam dua Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 97 Tahun 2024 yang ditandatangani oleh Sri Mulyani pada 4 Desember 2024.

Langkah ini diambil untuk mendukung pengendalian konsumsi tembakau, melindungi industri tembakau padat karya, serta mengoptimalkan penerimaan negara.

Dalam beleid tersebut, pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif Cukai Hasil Tembakau. Kendati begitu, pemerintah menaikkan harga jual eceran (HJE) hampir seluruh produk tembakau yang mulai berlaku 1 Januari 2025.

Adapun batasan harga jual eceran per batang atau gram buatan dalam negeri yang diatur Sri Mulyani dalam beleid tersebut antara lain sebagai berikut:

Sigaret Kretek Mesin (SKM)

SKM Golongan I paling rendah Rp 2.375 (naik 5,08%)

SKM Golongan II paling rendah Rp 1.485 (naik 7,6%)

Sigaret Putih Mesin (SPM)

SPM Golongan I paling rendah Rp 2.495 (naik 4,8%)

SPM Golongan II paling rendah Rp 1.565 (naik 6,8%)

Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan (SPT)

SKT/SPT Golongan I lebih dari Rp 2.170 (naik 9,5%)

SKT/SPT Golongan I paling rendah Rp 1.55 (naik 13%) sampai Rp 2.170 (naik 9,5%)

SKT/SPT Golongan II paling rendah Rp 995 (naik 15%)

SKT/SPT Golongan III paling rendah Rp 860 (naik 18,6%)

Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) atau Sigaret Putih Tangan Filter (SPTF)

SKTF/SPTF tanpa golongan paling rendah Rp 2.375 (naik 5%)

Kelembak Kemenyan (KLM)

KLM Golongan I paling rendah Rp 950 (tidak naik)

KLM Golongan II paling rendah Rp 200 (tidak naik)

Tembakau Iris (TIS)

TIS tanpa golongan lebih dari Rp 275 (tidak naik)

TIS tanpa golongan lebih dari Rp 180 sampai Rp 275 (tidak naik)

TIS tanpa golongan paling rendah Rp 55 sampai Rp 180 (tidak naik)

Rokok Daun atau Klobot (KLB)

KLB tanpa golongan paling rendah Rp 290 (tidak naik)

Cerutu (CRT)

CRT tanpa golongan lebih dari Rp 198 ribu (tidak naik)

CRT tanpa golongan lebih dari Rp 55 ribu sampai dengan Rp 198 ribu (tidak naik)

CRT tanpa golongan lebih dari Rp 22 ribu sampai dengan Rp 55 ribu (tidak naik)

CRT tanpa golongan paling rendah Rp 459 sampai dengan Rp 5.500 (tidak naik)

Sementara itu, pemerintah juga menetapkan batasan HJE untuk setiap jenis hasil tembakau yang diimpor, diantaranya:

SKM senilai Rp 2.375 per batang/gram

SPM senilai Rp 2.495 per batang/gram

SKT atau SPT senilai Rp 2.171 per batang/gram

SKTF atau SPTF senilai Rp 2.375 per batang/gram

TIS senilai Rp 276 per batang/gram

KLB senilai Rp 290 per batang/gram

KLM senilai Rp 950 per batang/gram

CRT senilai Rp 198.001 per batang/gram.

 

(Red/Adi)

Cara menghilangkan Meta AI di WhatsApp dan langkah untuk mengaktifkannya kembali jika diperlukan.

0

Meta AI adalah asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang diintegrasikan ke dalam WhatsApp oleh Meta. Fitur ini memungkinkan pengguna berinteraksi dengan chatbot secara langsung, untuk mendapatkan jawaban cepat atas pertanyaan, atau informasi yang mereka butuhkan.

Meta AI dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna di WhatsApp, memberikan layanan personalisasi melalui kecerdasan buatan. Namun, tampilan obrolan khusus Meta AI di daftar chat membuat beberapa pengguna merasa kurang nyaman. Untungnya, WhatsApp menyediakan opsi untuk menonaktifkan atau menghapusnya.

2. Cara Menghapus Meta AI di WhatsApp

Berikut langkah-langkah untuk menghapus Meta AI dari aplikasi WhatsApp, baik untuk pengguna Android maupun iOS:

Android

Buka aplikasi WhatsApp dan pilih ikon tiga titik di sudut kanan atas layar.

Masuk ke menu Pengaturan.

Pilih opsi Akun, kemudian navigasikan ke Privasi.

Cari menu Pesan Admin, lalu matikan tombol yang terhubung dengan Meta AI.

iOS

Buka aplikasi WhatsApp dan pilih tab Pengaturan di bagian bawah layar.

Masuk ke menu Akun dan lanjutkan ke Privasi.

Ketuk Pesan Admin, kemudian nonaktifkan tombol Meta AI.

Menghapus Obrolan Meta AI

Temukan obrolan Meta AI di daftar chat WhatsApp.

Geser ke kiri pada chat tersebut, lalu pilih Hapus.

Melalui langkah-langkah ini, Meta AI tidak lagi muncul di daftar obrolan WhatsApp kamu, memberikan pengalaman pengguna yang lebih sesuai dengan preferensi kamu.

3. Cara Mengaktifkan Kembali Meta AI di WhatsApp

Apabila suatu saat kamu ingin menggunakan kembali fitur ini, kamu dapat mengikuti langkah-langkah berikut untuk mengaktifkannya:

Android

Masuk ke WhatsApp dan pilih ikon tiga titik di pojok kanan atas.

Pergi ke menu Pengaturan, lalu pilih Akun dan lanjutkan ke Privasi.

Aktifkan kembali opsi Pesan Admin untuk memunculkan Meta AI.

iOS

Pilih menu Pengaturan di WhatsApp, kemudian buka Akun dan Privasi.

Ketuk Pesan Admin, lalu nyalakan kembali tombol Meta AI.

Melalui langkah-langkah sederhana ini, kamu dapat memanfaatkan Meta AI sesuai kebutuhan, kapan saja.

Itu dia cara menghilangkan Meta AI di WhatsApp. Fitur Meta AI di WhatsApp memberikan berbagai kemudahan bagi pengguna, namun tidak semua merasa nyaman dengan kehadirannya. Melalui panduan ini, kamu dapat mengatur keberadaan Meta AI sesuai preferensi, baik menonaktifkan maupun mengaktifkannya kembali!

 

 

 

Sumber : Pop mama

BRIN Dorong Peningkatan Inovasi Sektor Transportasi di Batam

0
Keterangan Foto : BRIN Kunjungan kerja ke BP Batam (ist)

Batam – batamtimes.co – BP Batam melalui Kepala Kantor Perwakilan Jakarta, Purnomo Andiantono menerima kunjungan kerja dari Pusat Riset Teknologi Transportasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kamis (12/12/2024).

Berlangsung di Marketing Centre BP Batam, kunjungan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan inovasi pada sektor transportasi di Batam.

Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, kemajuan teknologi digital telah memberikan dampak signifikan terhadap sektor industri tersebut.

“Kami berharap, pertemuan antara BP Batam dan BRIN bisa memberikan manfaat untuk kemajuan daerah,” ujar Andiantono.

Tidak hanya itu, lanjut dia, kunjungan ini sekaligus memberikan kesempatan kepada BP Batam untuk memperkenalkan beberapa potensi Batam sebagai salah satu destinasi unggulan investasi di Indonesia.

Sehingga, kedatangan Pusat Riset Teknologi Transportasi memberikan keuntungan tersendiri bagi kajian pembangunan kemajuan Batam.

“Kita ingin, Batam bisa tumbuh pesat dengan didukung oleh hasil riset dan inovasi teknologi yang luar biasa ke depannya,” tambahnya.

Sementara, Kepala Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN, Dr.Eng. Aam Muharam, M.T. mengatakan bahwa sektor transportasi memiliki peranan penting dalam mendukun kemajuan perekonomian Batam.

Aam yang hadir bersama Prof. Ir. Wimpie Agoeng Noegroho menyebut jika investasi dalam infrastruktur transportasi, seperti jalan raya, pelabuhan, dan bandara, tidak hanya menciptakan lapangan kerja langsung akan tetapi juga mendorong investasi lainnya.

“Melihat profil Batam, banyak sekali potensi dan ruang yang bisa kita kembangkan bersama. Kami berharap, BRIN dan pemerintah daerah bisa bekerja sama untuk menyiapkan kemajuan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

 

 

(Red/Adi )

Mitos atau Fakta: Kucing Tidak Suka Minum? Fakta yang Wajib Diketahui Pemilik Kucing

0

 

Oleh Alia Nur 

Pernah mendengar bahwa kucing tidak suka minum air? Banyak pemilik kucing percaya bahwa asupan cairan mereka cukup terpenuhi melalui makanan basah atau makanan kaleng. Namun, apakah itu cukup?

Faktanya, kucing memang cenderung kurang minum air atau hanya minum dalam jumlah kecil. Mereka sering berhenti minum ketika merasa kebutuhan air hariannya sudah terpenuhi. Padahal, kucing memerlukan hidrasi yang cukup untuk kesehatan tubuh mereka. Walaupun makanan basah mengandung lebih banyak air daripada makanan kering, hal ini belum mencukupi kebutuhan cairan secara optimal.

Dalam beberapa tahun terakhir, kepemilikan hewan peliharaan, terutama kucing, terus meningkat di Indonesia. Berdasarkan survei Rakuten Insight Global tahun 2021, 47% penduduk Indonesia memelihara kucing, menjadikannya hewan peliharaan yang populer. Survei lain dari Consumer Report Indonesia 2023 oleh Standard Insights menunjukkan bahwa 68,76% masyarakat Indonesia memelihara kucing, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jenis hewan peliharaan lainnya.

Kebutuhan Air Minum Kucing

Survei oleh Reasense mengungkapkan bahwa 72,2% pemilik kucing menyajikan air dalam mangkuk biasa, 13,3% menggunakan dispenser manual, dan 7,8% menggunakan dispenser otomatis. Hanya 27,8% kucing yang minum habis dalam waktu kurang dari sehari, sementara yang lainnya membutuhkan lebih dari sehari untuk menghabiskan airnya.

Menurut drh. Alian Fumia dari klinik Al-Husna Cat Care, kebutuhan minum sangat penting untuk mencegah berbagai masalah kesehatan seperti batu ginjal, menjaga kesehatan kulit, dan mendukung pencernaan. Dokter Al menjelaskan bahwa kebutuhan minum kucing dapat dihitung dengan mengalikan berat badan kucing (dalam kilogram) dengan 60 ml. Jadi, kucing dengan berat 1 kg membutuhkan sekitar 60 ml air per hari.

Risiko Kurang Minum: FLUTD dan FUS

Kekurangan cairan dalam tubuh dapat memicu gangguan saluran kemih pada kucing, seperti FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease) dan FUS (Feline Urologic Syndrome). Selain kurang hidrasi, faktor seperti stres, obesitas, atau cacat bawaan juga berkontribusi. Stres dapat dipicu oleh banyak hal, termasuk perubahan lingkungan, kehadiran anggota keluarga baru, hingga penataan ulang rumah. Pencegahan stres pada kucing salah satunya adalah kontrol ektoparasit melalui pemberian obat tetes kutu rutin.

Dokter Al menjelaskan bahwa tanda-tanda awal gangguan kemih bisa terlihat dari perilaku kucing yang sering berpindah tempat saat buang air atau menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti air seni berwarna merah. Jika terjadi perubahan perilaku, segera konsultasikan ke dokter hewan.

Tips Agar Kucing Terpenuhi Kebutuhan Airnya

Meskipun kucing cenderung kurang minum, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memastikan kebutuhan cairan mereka terpenuhi

Posisi wadah minum: Letakkan wadah minum di beberapa titik dan jauhkan dari kotak pasir.

Wadah bersih: Kucing suka wadah bersih dan dangkal, dan air harus diganti setiap hari.

Gunakan wadah yang menarik: Kucing lebih suka air mengalir, jadi coba gunakan wadah minum otomatis atau water fountain.

Tambahkan kaldu atau air hangat: Tambahkan sedikit kaldu ayam rendah sodium atau air hangat pada makanan kering mereka, tetapi jangan biarkan lebih dari 2 jam karena risiko bakteri

Doni Herdaru Tona, pendiri Shelter Animal Defenders Indonesia (ADI), juga berbagi jurus jitu yang sudah ia terapkan dalam memastikan kebutuhan minum hewan-hewan peliharaan di shelter-nya terpenuhi.

“Untuk anjing atau kucing yang kurang suka minum, kami memiliki beberapa trik. Pertama, ajak mereka bermain untuk meningkatkan mood dengan aktivitas ekstra. Setelah itu, sediakan air minum di dalam wadah atau water fountain. Anjing dan kucing biasanya lebih suka water fountain karena airnya yang mengalir. Hewan-hewan ini memiliki naluri alami yang membuat mereka tertarik pada air yang bergerak, karena secara insting mereka menganggapnya sebagai sumber air yang mereka butuhkan. Misalnya, ada yang bertanya mengapa anjing dan kucing lebih suka minum dari kolam dibandingkan dari wadah mereka. Itu karena secara insting, mereka tertarik dengan gemericik air. Dengan memberi mereka lebih banyak aktivitas, mereka akan lebih sering minum setelahnya sehingga terbiasa untuk minum lebih teratur,” paparnya.

Kesehatan dan Kesejahteraan Kucing Secara Keseluruhan

Sama seperti manusia, kucing juga memiliki kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar dapat hidup sehat dan bahagia. Air bersih yang segar serta makanan berkualitas tinggi yang kaya nutrisi menjadi kunci utama bagi kesejahteraan mereka. Lingkungan yang bersih dan bebas stres sangat penting untuk kesehatan mental kucing, begitu pula perhatian terhadap kebutuhan emosionalnya, seperti menyediakan tempat bermain yang aman dan menjadwalkan waktu bermain secara rutin. Stres yang berkepanjangan pada kucing dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga penurunan imunitas.

Selain itu, pemilik kucing juga perlu memperhatikan aspek kesehatan lainnya, seperti vaksinasi dan pemberian obat cacing secara rutin, grooming, pemeriksaan mata dan telinga, serta menjaga kebersihan kotak pasir (litter box) agar kucing nyaman saat buang air besar (pup) dan buang air kecil (pip).(*)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga