8.6 C
New York
Sunday, April 5, 2026
spot_img
Home Blog Page 1282

KPK Benarkan Penangkapan Anggota DPRD Kebumen yang Diduga Terima Suap

0

batamtimes.co, Jakarta – KPK membenarkan telah menangkap seorang anggota DPRD Kebumen, Jawa Tengah. Anggota DPRD Kebumen itu ditangkap karena menerima suap.

“Ya (KPK menangkap anggota DPRD Kebumen),” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi, Sabtu (15/10/2016).

Namun Basaria masih belum merinci uang suap itu diperuntukkan untuk apa. Sebelumnya Ketua DPRD Kebumen Cipto Waluyo juga telah mengonfirmasi seorang anggotanya ditangkap KPK.

“Iya betul (anggota DPRD Kebumen), tapi untuk inisialnya belum tahu. Tapi katanya masih anggota (DPRD) aktif, saya masih cari tahu,” kata Cipto.

Selain itu, KPK juga turut mengamankan seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen. Dari informasi yang didapat, dua orang yang tangkap di antaranya berinisial Sh (anggota DPRD) dan seorang pejabat di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen berinisial SW.

Keduanya ditangkap Sabtu (15/10/2016) pagi dan sempat dibawa ke Polres Kebumen sebelum dibawa ke Jakarta sekitar pukul 14.00 WIB.

pewarta : hel/dtk

Rocker Tua Tetap Seksi diusia Tua

0

batamtimes.co, Amerika – Berbicara rocker matang yang rupawan pasti tak bisa dipisahkan dari nama Jon Bon Jovi. Walaupun telah berusia 54 tahun, ketampanannya masih memancar dari wajah pelantun “It’s My Life” ini.

Bahkan berkat ketampanannya, majalah People pernah memasukan Jon Bon Jovi dalam daftar “50 Most Beautiful People In The World” dan “Sexiest Rock Star.” Jon juga termasuk salah satu dari daftar “100 Sexiest Artists” milik VH1.

Kini Jon Bon Jovi telah berkeluarga dengan menikahi kekasihnya dari SMA , Dorothea Hurley, pada 29 April 1989 dan memiliki empat enak bernama Stephanie Rose, Jesse James Louis, Jacob Hurley dan Romeo Jon.

Pewarta : Hel/lip.6

Sehari setelah TR Kapolri Keluar Operasi Sapu Bersih Pungli Dimulai Dari Internal Polri

0
(Foto : RIma News)

batamtimes.co , Batam – Jenderal Tito Karnavian meminta jajarannya tak segan menindak oknum polisi yang melakukan pemungutan liar. Terutama terkait penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Samsat.

“Jangan sampai kita dianggap menangani instansi lain tapi kami enggak ditindak,” kata Tito, di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (12/10/2016).

Tito mengklaim, penindakan terhadap oknum polisi yang melakukan pungli sudah sering dilakukan. Salah satunya di wilayah hukum Tangerang dan Bekasi. Pungli-pungli itu, kata dia, terkait dengan pengurusan pembuatan SIM.

“Sudah saya tindak itu, sudah ada penindakan. SIM, yang di Bekasi, yang di Tangerang, ada 4,” kata dia.

Jenderal bintang empat itu menambahkan untuk memastikan program operasi pemberantasan pungli (OPP) yang dicanangkan oleh pemerintah bisa berjalan, dia sudah memerintahkan jajarannya untuk ‘bersih-bersih’ di samsat seluruh Indonesia.

“Saya sudah perintahkan Propam untuk bertindak seluruh Indonesia. Fokus saya di SIM dan Samsat,” pungkas dia.

Dan melalaui Surat Telegram Kapolri (TR) Nomor : STR / 740 /X / 2016 Tanggal (13/10/2016)

Disebutkan pertama,PP No 2 Tahun 2013 tentang peraturan disiplin Kepolisian negara RI dilarang melakukan pemungutan tidak sah dalam bentuk apapun untuk kepentingan pribadi,golongan atau dari pihak lain

Kedua,Pasal 13 (1) Perkap No 14 Tahun 2011 tentang kode etikprofesi Polri yang berbunyi setiap anggota Polri dilarang menyalahgunakan kewenangan dalam melaksanakan tugas kedinasan

Ketiga,Pasal 15 Perkap no 14 Tahun 2011 tentang kode etik profesi Polri dilarang membebankan biaya tambahan dam memberikan pelayanan di luar ketentuan perundang-undangan.

Dengan adanya TR tersebut maka seluruh anggota Polri dijajaranya harus mematuhi dan ini sudah sesuai dengan gerakan yang sudah dicanagkan oleh Presiden Joko Widodo.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Ari Dono Sukmanto wanti-wanti agar anak buahnya tidak main-main dengan pungli.

Ari Dono Sukmanto mengatakan, kepolisian kini menjadi sorotan publik, terutama setelah terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) di Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu.

Ari mengatakan, dirinya banyak mendapat laporan bahwa penyidik reserse melakukan pemerasan dan pungutan liar dengan menyalahgunakan jabatan.

“Setelah OTT itu, banyak mata mulai menuju ke kepolisian,” ungkap Ari Dono saat menjadi pembicara di pelatihan penyidikan dan sistem laporan pelanggaran pemilu 2017 di Kantor Bareskrim, Komplek Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2016).

Ari Dono mengimbau kepada seluruh penyidik reserse yang hadir dalam acara itu untuk tidak menekan masyarakat, apalagi sampai melakukan pemerasan.

Bila nanti ada yang masih nakal, Ari Dono tidak akan mentolerir hal itu, apapun alasannya.

“Itu sudah masuk pidana, bukan pelanggaran lagi. Jangan karena alasan dinas lalu dijadikan dasar melakukan pemerasan. Jika ada yang begitu dan tertangkap, tidak ada ampun,” ancam Ari Dono Sukmanto.

Hasilnya Kamis (13/10/2016)Satgas Berantas Pungli Polda Metro Jaya sudah mulai melakukan bersih-bersih di internalnya. Tiga oknum polisi tertangkap tangan saat melakukan pungli dalam sidak di tiga tempat layanan SIM di Jakarta.

Kemudian dilanjutkan dengan penagkapan seorang oknum Polsek Sekupang yang diamankan di Batam.Oknum anggota Polsek Sekupang bernama Bripka Z ditangkap Ditpropam Polda Kepri, Kamis (13/10/2016) malam. ‎

Penangkapan dilakukan saat anggota Ditpropam mendapatkan laporan adanya tindak pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum Polsek Sekupang itu oleh masyarakat.

Plt Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Erlangga‎ yang dihubungi Tribun Batam menjelaskan peristiwa itu bermula saat oknum polisi tersebut menghentikan sebuah kendaraan membawa komputer bekas dari pelabuhan Sekupang.

Komputer yang didapat dari Singapura itu rencananya akan dibawa ke gudang di sebuah mall.

“‎Tadi malam ada satu tindakan yang dilaksanakan Ditpropam karena aduan masyarakat.

Kejadiannya sekitar pukul 23.00 WIB, dia menghentikan kendaraan yang membawa komputer bekas dari Singapura.

Tapi barang-barang punya dokumen resmi. Jadi legal. Tapi digiring ke Polsek sekupang. Sampai di sana, dimintai uang sebesar Rp 4.750.000,” kata Erlangga.Mendapat laporan tersebut, tim sapu bersih yang dibentuk oleh Kapolda Kepri, Bridgen Pol Sam Budigusdian pun langsung turun dan mengamankan yang bersangkutan.

“Ini kan barang legal, jadi tidak perlu bayar apapun. Ini memang oknum yang menyalahgunakan kewenangannya.

Kasus ini akan kita tindaklanjuti terus, sesuai dengan instruksi bapak presiden dan Kapolri untuk melakukan bersih-bersih dari pungli terhadap layanan publik di kepolisian,” ucapnya.

‎Saat ini Bripka Z sendiri masih menjalani pemeriksaan di Ditpropam Polda Kepri.

Pihaknya akan mendalami dugaan keterlibatan oknum polisi lain mengenai kasus pungli tersebut. (Angga/red)

Direktur HP Ilegal Terancam Masuk Bui

0

batamtimes.co Batam – Direktur PT Keprindo Sejahtera Edy terancam dipenjara, pasalnya Direktorat Krimsus Polda Kepri sangat serius mengungkap kasus peredaran hp gelap di tampa izin di Batam.

“Kami serius mengungkap kasus ini dan kalau terbukti E terlbat akan kami penjarakan,” Kata Direktur Krimsus Polda Kepri Kombes Budi Suryanto diruangannya. Jumat(14/10).

Kata Dia, pihaknya saat ini belum menahan direktur Edi masih sebatas pemeriksaan penyidikan, termasuk saksi lainnya.

Lanjut dia, Edi merupakan direktur sedangkan komisarisnya berinisial RSM belum diperiksa karena belum ditemukan keterlibatannya, namun kami telah berkoordinasi bersama pihak Polda Riau.

“Belum ditemukan bukti keterlibatan RSM yang diisukan terkait kepemilikan ribuan hp seludpan yang ditangkap polairud Riau beberapa waktu lalu bahkan penyidik disana sudah datang kesini,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyeludupan handphone dipekanbaru langsung didatang dari luar dan tidak melewati Batam, namun kalau ditemukan bukti bisa saja kami periksa,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sementara itu, Kasubdit 2 Indagsi Krimsus Polda Kepri AKBP Feby Dapot Perlindungan mengatakan,

“Kasus sampai saat ini masih terus dikembangkan termasuk terhadap perusahaan yang diduga memperdagangkan‎ tampa izin,” Kata Feby melalui sambungan selularnya.

Kata Dia, pihaknya saat ini‎ melakukan penyelidikan di Kantor/Gudang PT. Keprindo Sejahtera yang beralamat di Parkiran P1 Komp Nagoya Hill Batam yang diduga memeperdagangkan, memasukkan perangkat telekomunikasi dari Luar Indonesia tanpa dilengkapi label berbahasa Indonesia.

Adapun identitas pemiliknya adalah PT. Keprindo Sejahtera yang beralamat di Parkiran P1 Komp Nagoya Hill Batam dengan inisial E

Hasil Penyelidikan yang dilakukan oleh tim didapati Barang bukti berupa perangkat telekomunikasi yang tidak memenuhi syarat teknis dan tidak berlabel bhs Indonesia dengan jumlah.

“139 unit HP merk Xiaomi dgn berbagai tipe,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sedangkan Hasil dari permintaan keterangan terhadap E als A didapat keterangan ,

Pertama, ‎Bahwa HP tersebut diketahui berasal dari Hong Kong Huang Au Huang Development Compani Limited Office.

Kedua, ‎Pemesanan dilakukan melalui marketing Hong Kong Huang Au Huang Development Compani Limited Office melalui aplikasi We chat.

Ketiga, lanjut Dia, ‎barang berupa perangkat telekomunikasi atau HP berasal dari Hongkong dikirimkan Ke Batam melalui Negara Singapura.

Keempat, ‎Dalam Label perangkat telekomunikasi merek Xiaomi memuat keterangan Merek Hp dengan menggunakan Tulisan Cina dan Manual Book dengan Tulisan Cina.

Berdasarkan hasil tersebut maka dugaan tindak pidananya penyidik mempersangkakan pasal

“Setiap pelaku usaha yang tidak menggunakan atau tidak melengkapi lebel berbahasa Indonesia pada barang yang diperdagangkan didalam negeri dan/atau Barang siapa memperdagangkan, membuat, merakit, memasukkan atau menggunakan perangkat telekomunikasi di wilayah Negara Republik Indonesia yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis

“sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 104 Jo Pasal 6 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Pasal 52 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi. dan akan dikembangkan ke UU Perlindungan Konsumen,” pungkasnya.

Saat awak media mempertanyakan, keterlibatan RSM dalam kasus ini dan diduga merupakan pemain penyeludup HP ilegal, Feby enggan berkomentar.

“Kita lihat aja nanti kelanjutannya,” terangnya.

Pewarta : adi.

3 Kapal Ikan Vietnam Diamankan,Angkut 5 Juta Ton Ikan

0
(Foto : Agus Siswato,Detik.com)

batamtimes.co , Batam – Aksi kriminal di perairan masih saja terjadi. Di Kepulauan Riau (Kepri), 3 kapal Vietnam berbendera Malaysia diamankan. Kapal-kapal ini mengangkut 5 juta ton ikan.

Penangkapan dilakukan Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), tepatnya 22 mil timur laut Tanjung Berakit. Saat itu, Selasa 11 Oktober 2016 pada pukul 13.40 WIB, petugas PSDKP tengah menggelar patroli dengan menggunakan kapal Hiu-3214.

“ABK menggunakan alat tangkap trawl,” kata Kepala Satker PSDKP Batam, Akhmadon, dalam keterangan persnya, Jumat (14/10/2016).

Kapal-kapal tersebut terdiri dari KM Murkhan, KM Karang , dan KM JMS. Total ABK berjumlah 48 WN Vietnam. “Semua berbendera Malaysia,” jelas Akhmadon.

“Ada dugaan, mereka dikendalikan mafia Malaysia,” tambah Akhmadon. Para pelaku terancam hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 6 miliar (det/Red)

Massa Anti Ahok Kumpul di Istiqlal Long March ke Balai Kota

0
(Foto : CNN)

batamtimes.co , Jakarta – Organisasi massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ), Jumat (14/10) menggelar aksi unjuk rasa terkait ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama soal kutipan ayat Alquran.

Koordinator Umum GMJ Jafar Shodiq mengatakan, aksi ini murni terkait dugaan penistaan agama dan tak ada unsur politik.

“Ini urusan akidah, urusan penistaan Alquran. Tidak ada sangkut paut dengan Pilkada DKI,” kata Jafar di halaman Masjid Istiqlal, Jakarta.

Massa berkumpul di Istiqlal untuk salat Jumat. Mereka rencananya akan long march ke gedung sementara Bareskrim di kawasan Gambir dan Balai Kota di mana Ahok, sapaan Basuki, berkantor.

Jafar menyebut, aksi ini tak hanya diikuti oleh organisasi masyarakat dari Jakarta, namun juga dari massa di luar ibu kota. Massa berasal dari 150 ormas.

“Dari Banten ada, dari Garut juga ada. Sudah banyak yang hadir. Lebih dari 100.000 orang,” kata Jafar mengklaim.
Lihat juga:

Tuntutan utama aksi ini adalah agar hukum ditegakan oleh kepolisian terkait dugaan penistaan agama oleh Ahok.

Jafar mencotohkan kasus penistaan agama di Bali di mana ada seorang perempuan yang dihukum 14 bulan penjara karena menghina tempat saji umat Hindu.

Seharusnya keputusan itu jadi yurisprudensi dalam penegakan hukum.

Ahok memang sudah dilaporkan oleh sejumlah pihak ke kepolisian. Oleh karena itu aksi ini nantinya juga akan menanyakan sejauh mana proses hukum tersebut.(cnn/red)

BNN Sosialisasikan Anti Narkoba di Lingga,Nizar : Sudah 200 Orang ASN Tes Urine

0
Wakil Bupati Lingga Menyerahkan Cendera mata Kepada BNN Kepri Bambag Jadmoko (Foto : Sucipto)

batamtimes.co , Dabo – Perang terhadap Narkoba terus dikumandangkan BNN.Bahkan tidak tangung-tanggung BNN jemput bola ke setiap Kabupaten dan Kota diseluruh Provinsi Kepri dengan Slogan Kampanye ‘stop Narkoba’.

Salah satunya BNN mengunjunggi Kabupaten Lingga, dan mengadakan tatap muka dengan seluruh media yang ada di Lingga, bertempat di Gedung Nasional Dabo.

Dalam perhelatan tersebut BNN membawa Agenda “Kampanye Stop Narkoba melalui Media tatap muka,Bagi Masyarakat lingga ” Kamis (13/10/2016)

Hadir pada kegiatan tersebut Bambang Jadmoko selaku Kepala BNN Kepri dan didampingi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat,AKBP Ahmad Yani dan Wakil Bupati Lingga M.Nizar.

Dikatakan Bambang, Narkoba sudah memapar seluruh masyarakat Indonesia,mulai dari kalangan Ekonomi atas,menegah hingga ekonomi bawah.Bahkan jumlah pemakai Narkoba terus bertambah tiap tahunya,pemakainya juga dari berbagai kalangan usia.

“Bahaya narkoba tersebut sudah memakan korban diperkirakan tiap harinya ada sekitar 30-40 orang harus meregang nyawa akibat pemakaian narkoba “katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati lingga M.Nizar yang dimintai tanggapanya terkait narkoba di linngga mengatakan,Pemerintah Kabupaten Lingga sangat serius dalam memeranggi Narkoba.BNN Kepri kita dukung sepenuhnya mensosialisasikan bahaya narkoba bagi kalangan masyarakat Lingga seperti kegitan anti narkoba yang dilakukan sekarang ini

“Pemerintah Kabupaten Lingga serius dalam melakukan pemberantasan narkoba dan mendukung kegiatan BNN Kepri.Tanda keseriusan itu, baru 8 bulan kami menjabat sudah 2 kali mendatangkan BNN ke Lingga.”ujarnya

Nizar Mengatakan,keseriusan lainya yang dapat ditunjukan Pemerintahan Kabupaten Lingga yaitu,seluruh ASN pegawai di Pemerintah Lingga mulai dari Daik Lingga Hingga Dabo Singkep sudah melakukan tes urine.

“Tes urine tersebut melibatkan 200 orang pegawai,hasilnya negatif semua.Tetapi bukan berarti kita terbebas dari narkoba.”katanya

Perang terhadap narkoba akan terus dikumandangkan Pemerintah Kabupaten Lingga,hal tersebut disebabkan masih ditemukan nya pelaku tindak kriminal narkoba di bebeberapa daerah.

“Kita berharap seluruh lapisan masyarakat,Lembaga Pemeerintah dan stake holder di Lingga turut bekerjasama untuk pencegahan dan pemberantasan narkoba,”katanya

Pewarta : Sucipto

Ada Mafia Besar di Balik Kasus Beras Oplosan

0

batamtimes.co Jakarta – Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri telah menangkap dan menetapkan para tersangka pengoplosan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Jakarta. Namun, tak sampai di situ itu, polisi menduga ada jaringan mafia besar di balik kasus yang melibatkan Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Bulog) ini.

Sejauh ini, sudah ada enam tersangka ditetapkan, termasuk Kepala Bulog Divisi Regional Jakarta-Banten Agus Dwi Indirato. Empat tersangka yang ditangkap di hari yang sama dengan Agus, disebut penyidik berasal dari perusahaan penyalur dan jaringan mafia beras.

Direktur tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigadir Jenderal Agung Setya, sebagaimana dilansir dari CNN, Kamis malam (13/10), mengatakan jaringan mafia beras ini tidak hanya beroperasi di Jakarta.

Selain gudang yang digerebek di kawasan Cipinang, Rabu (8/10), ada juga tempat pengoplosan yang ditemukan di Cirebon, Jawa Barat dan Tegal, Jawa Tengah. Penemuan gudang-gudang beras lain di luar Jakarta membuat dugaan adanya struktur besar di balik kasus ini semakin kuat.

PT DSU, perusahaan yang menyalurkan CBP untuk dioplos dengan beras lokal premium bermerk Palem Mas, disebut Agung mendapatkan 3.700 ton beras secara keseluruhan. Sementara, saat menggerebek gudang di Cipinang, penyidik baru menemukan 400 ton dari total tersebut. Sisanya sedang ditelusuri. Yang jelas, ada “kolaborasi kriminal” yang dilakukan para mafia untuk mencari keuntungan besar, kata Agung.

“Kalau beras ini hanya di gudang saja kan tidak jadi duit, mafia ini (beraksi) bagaimana caranya beras yang hanya diam di gudang bisa jadi duit. Mereka melakukan kolaborasi kriminal untuk dapat duit,” kata Agung.

Bagaimana modus operandi para mafia, Agung tidak merinci. Dia hanya mengatakan ada sistem terstruktur di mana setiap orang diberi peran dan tugas masing-masing untuk meraup keuntungan.

“Kalau tikus kan mengeluarkan beras bisa dengan buat lobang di dinding atau di pintu. Mafia ini caranya tidak sederhana,” ujarnya.

Ribuan ton beras diperoleh PT DSU secara ilegal. Distributor CBP mestinya ditunjuk oleh pemerintah, dalam hal ini gubernur. Sementara perusahaan tersebut entah bagaimana caranya bisa mendapatkan ribuan ton beras yang kini dipermasalahkan.

Karena itu, diduga kuat ada keterlibatan Bulog sehingga Agus ditetapkan tersangka dan disangka melakukan tindak pidana korupsi plus pencucian uang.

Ketika ditanya apakah ada pihak lain dari Bulog yang berpotensi jadi tersangka, Agung belum bisa memastikan. Sementara penyidik masih berfokus mendalami keterangan enam tersangka yang sudah ditetapkan, yakni Agus dan lima orang lain yang berinisial A, TID, SAA, CS, dan J.

Tersangka A adalah orang yang pertama ditangkap penyidik. Dia diduga bertanggungjawab atas para pekerja yang tertangkap basah sedang mengoplos beras dengan perbandingan 2/3 beras lokal, dan 1/3 impor di Cipinang. Sementara empat tersangka lain dari jaringan mafia beras dan perusahaan penyalur beras ditangkap Kamis (13/10) di lokasi yang berbeda-beda.

Agung mengatakan penyidik belum mengetahui berapa keuntungan total yang diraup para tersangka. Namun, dengan selisih harga yang ada sekarang, yakni Rp11.000 untuk beras Palem Mas dan Rp7.500 untuk CBP, mereka bisa mendapatkan Rp3,500 per kilogramnya.

“Mesti diaudit dulu berapa keuntungannya. Kami harus detail karena harga berasnya berfluktuasi, bisa naik dan turun dari waktu ke waktu,” kata Agung.

CBP adalah beras cadangan yang disiapkan pemerintah untuk disalurkan ketika ada keadaan darurat seperti bencana alam atau operasi pasar untuk mengendalikan harga pangan. Atas perbuatan para tersangka, negara kehilangan ribuan ton stok darurat itu.

“Yang terjadi sekarang, yang mestinya beras keluar saat hujan, longsor, malah dijual dengan harga premium. Silakan anda nilai sendiri orang macam apa para pelaku ini,” ujar Agung. (Hel/cnn)

Harta WNI di Luar Negeri Rp 3.600 T, Mayoritas di Singapura

0
(Foto : Singapore Trafel Guide)

batamtimes.co,Malang – Pemerintah memperkirakan harta warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri mencapai Rp 3.600 triliun. Mayoritas dari harta itu tersebar di Singapura.

“Repatriasi sebagian besar dari Singapura, deklarasi luar negeri sebagian besar dari Singapura. Seperti membuktikan sejalan tax amnesty dan yang disampaikan Menkeu di Sidang Pertama di MK (Mahkamah Konstitusi) bahwa harta WNI di luar negeri ada Rp 3.600 triliun dan sebagian besar ada di Singapura dan angka-angka itu menunjukkan begitu,” Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Hestu Yoga Saksama, di Hotel Atria, Malang, Kamis (13/10/2016).

Berdasarkan data dari DJP, repatriasi dari Singapura sebesar Rp 79,13 triliun, dan deklarasi mencapai Rp 652,03 triliun. Sedangkan data repatriasi dari negara lainnya sebesar Rp 21,36 triliun, dengan deklarasi mencapai Rp 102,59 triliun.

Rinciannya adalah, repatriasi dari Caymand Islands sebanyak Rp 16,5 triliun, dan deklarasi mencapai Rp 72,67 triliun. Repatriasi dari Hong Kong sebanyak Rp 14,05 triliun dan deklarasi mencapai Rp 52,53 triliun.

Repatriasi dari China Rp 3,56 triliun dan deklarasi Rp 38,7 triliun. Repatriasi dari Virgin Islands sebanyak Rp 2,49 triliun dan deklarasi Rp 33,15 triliun.

Sementara itu Kepala Bidang Data Potensi dan Pengawasan Perpajakan DJP, Romadhaniah, mengatakan lembaga konsultan dunia, McKinsey mengestimasi terdapat sekitar US$ 250 Miliar atau Rp 3,475 triliun (kurs APBN Rp 13.900) aset WNI di luar negeri.

Sedangkan dari Data Credit Suisse Global Wealth Report dan Allianz Global Wealth Report (diolah) menunjukkan bahwa aset WNI di luar negeri sekitar Rp 11.125 Triliun. Bank Indonesia memperkirakan jumlah illicit funds Indonesia di luar negeri sebesar Rp 3.147 Triliun (sumber: Kar and Spanjers (2015), Tax Justice Network (2010) dan Global Financial Integrity (2015).

“Berdasarkan data primer, Kementerian Keuangan mengestimasi total aset WNI yang berada di luar negeri minimal sebesar Rp 11.000 triliun,” Romadhaniah.

Diperkirakan dana WNI yang parkir di luar negeri masih banyak. Dengan demikian pemerintah masih mengincar dana yang parkir di luar negeri kepada WP besar dengan sosialisasi tersegmentasi. (dtk/red)

Samsung Belum Tahu Penyebab Galaxy Note 7 Terbakar

0

batamtimes.co, Samsung sudah mengambil keputusan besar terkait Galaxy Note 7. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut sudah menyetop produksi dan penjualan perangkat yang sejatinya bakal menjadi lawan sepadan bagi iPhone 7 itu.

Meskipun begitu, keputusan penghentian itu menyisakan pertanyaan besar. Apa sebenarnya penyebab terbakarnya beberapa unit Galaxy Note 7 tersebut?

Beberapa teori sempat mengemuka. Akan tetapi, Samsung sendiri belum menyebutkan penyebabnya secara pasti.

Mengapa? Menurut The Verge, Kamis (13/10/2016), pihak Samsung sendiri dikabarkan masih belum menemukan jawaban pasti di balik permasalahan.

Bahkan sekarang, satu bulan setelah kasus terbakarnya Galaxy Note 7 mencuat, Samsung tidak menemukan teori resmi mengapa insiden itu terjadi, meski sudah menugaskan ratusan teknisi.

Bukan karena baterai

Awalnya, Samsung menduga peristiwa tersebut terjadi karena cacat produksi baterai dari anak usaha Samsung SDI.

Samsung sudah menemukan jalan keluar dengan menugaskan pabrikan baterai asal China, ATL, untuk memproduksi baterai yang aman bagi Galaxy Note 7. Hanya saja, beberapa hari setelah merilis Galaxy Note 7 versi aman, kasus terbakar kembali terjadi.

Hal itu seperti ingin mengindikasikan bahwa baterai tidak bisa disalahkan atas kasus ini.

“Terlalu cepat untuk menyalahkan baterai,” ujar Park Chul-wan, seorang mantan petinggi Center for Advanced Batteries di Korea Electronics Technology Institute.

“Saya rasa tidak ada yang sama dengan mereka (baterai) dan bukan menjadi masalah utama,” imbuh Park.

Park sendiri menduga bahwa kompleksnya fitur yang dimiliki Galaxy Note 7 menjadi alasan utama mudah terbakarnya Note 7.

Diketahui, Galaxy Note 7 merupakan flagship teranyar Samsung yang dirilis pada awal Agustus lalu di New York, AS. Kemunculannya disambut pujian bertubi-tubi, namun akhirnya cuma berumur sekitar dua bulan di pasar.

Samsung akhirnya menarik (recall) 2,5 juta unit Galaxy Note 7 yang beredar di pasaran pada awal September lalu. Tak berselang lama, Samsung menyetok kembali Galaxy Note 7 yang diklaim sudah diperbaiki dan aman.

Sayangnya, lima kasus ledakan di Amerika Serikat membuktikan bahwa versi aman itu sejatinya tidak aman. Alhasil, keputusan besar diambil Samsung pada awal pekan ini. Galaxy Note 7 harus tutup usia.

Penulis: Hel/kom.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga