8.6 C
New York
Monday, April 6, 2026
spot_img
Home Blog Page 1299

Kadis Kesehatan Bantah Ada Warga Batam Terkena Virus Zika

0

batamtimes.co,Batam-Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, membantah ada warga Batam yang terindikasi terkena virus zika.

Perempuan yang disebut kena virus zika itu memang tengah dirawat di RSUD Embung Fatimah Batam, namun dari hasil pemeriksaan darah, hasilnya negatif.

“Isu virus zika ini masih terduga. Kami selalu koordinasi. Terkait saudara R yang saat ini dirawat RSUD Batuaji hasil tes darah pertama negatif.

Senin sore hasil tes darah kedua. Besok atau lusa akan dites lagi.

Jika masih negatif, kami suruh pulang. Tapi masih dirawat saja kok, karena penyakit lain,” kata Tjetjep Yudiana saat berada di kantor Dinkes Kota Batam, Sekupang, Senin (5/9/2016).

Cecep meminta warga tidak risau dengan isu visus zika yang tengah mewabah di negara tetangga Singapura.
“Kami minta warga tidak risau. Virus zika ini baru sebatas diduga. Kawan-kawan media juga agar bisa penempatan kata-kata yang tepat terkait virus zika ini,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Chandra Rizal mengatakan, virus zika di Kota Batam sejauh belum teridentifikasi.

“Sampai saat ini masih sebatas dugaan. Dugaan belum tentu benar,” katanya.(red)

Kapolri : Tujuh Polisi Akan Dipanggil ke Mabes Polri

0

batamtimes.co,Jakarta-Kepolisian tengah mendalami laporan yang mengatakan ada tujuh orang polisi yang ikut berfoto bersama bos PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL).

Tim dari Divisi Profesi dan Pengamanan Polri pun telah dikirimkan ke lapangan untuk memeriksa temuan tersebut.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menuturkan, dalam waktu dekat tujuh polisi tersebut akan dipanggil ke Mabes Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hal tersebut diungkapkan Tito dalam rapat kerja jajaran Kepolisian dengan Komisi III, Senin (5/9/2016).

“Akan kami dalami betul sampai mereka dipanggil ke Mabes Polri minggu-minggu ini. Akan kami panggil kalau memang ada pelanggaran,” kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin sore.

Tito memastikan, pihak-pihak yang ada dalam foto tersebut tak berkaitan dengan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) 15 kasus pembakaran hutan dan lahan.

Klarifikasi tersebut menjadi penting, karena foto kongko tujuh polisi tersebut telah viral dan diikuti berbagai spekulasi.

“Karena sudah berkembang seolah ada pihak yang mengkaitkan bahwa kongko-kongko ini dalam rangka SP3.
Seolah digiring ke sana. Tidak ada satupun orang di situ terkait SP3,” kata mantan Kapolda Papua itu.

Kabar bahwa anggota polisi berfoto dengan PT APSL bermula dari siaran pers yang disebarkan atas nama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau.

Dalam siaran tertulis tersebut, disebutkan bahwa ada pertemuan khusus polisi dengan PT APSL yang saat ini lahannya terbakar di kabupaten Rohil dan Rohul.

Kepala Bidang Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo sebelumnya menganggap, berita yang diedarkan itu terlalu menyudutkan dan penuh opini.

Ia menjelaskan bahwa pertemuan itu tidak sengaja dilakukan. Foto tersebut diambil pekan lalu saat tengah makan malam di sebuah hotel di Riau.

Dalam pertemuan itu juga ada sejumlah pejabat Mabes Polri dan beberapa penyidik Polda Riau.

Belakangan diketahui bahwa ada satu petinggi PT APSL yang ikut dalam rombongan itu. Saat pertemuan, para anggota polisi yang di sana mengaku tidak tahu ada bos PT APSL di sana.(antara)

Lelang Jabatan Sekdako Batam Tak Jadi Dibuka Senin

0

batamtimes.co,Batam – Pendaftaran lelang jabatan untuk calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, tak jadi dibuka hari ini, Senin (5/9/2016) ini.

Padahal menurut rencana, pendaftaran akan dibuka 5 September 2016.

Pendaftaran terpaksa diundur dan belum dapat dipastikan kapan waktunya.

Menurut Sekda Kota Batam, Agussahiman, yang juga anggota panitia seleksi untuk jabatan eselon II A, penyebabnya masih ada hal-hal teknis yang perlu disempurnakan.

“Belum, belum ada (pembukaan pendaftaran calon sekda),” kata Agussahiman, Senin siang di Batam Center.

“Masih ada teknis-teknis yang perlu disempurnakan,” katanya singkat dari dalam mobil.

Mundurnya jadwal pembukaan pendaftaran untuk formasi calon Sekda ini, memang sudah diprediksi Agussahiman sebelumnya.

Saat itu pihaknya masih menunggu persetujuan tertulis dari pusat, baru diadakan rapat pansel, kemudian pengumuman pendaftaran.

“Kalau persetujuannya cepat, Pansel akan segera rapat. Baru time schedule,” kata Agussahiman beberapa waktu lalu.(tri)

Nurdin : Hendaknya Pelaku Tambang Taat Aturan Pertambangan yang Berlaku

0

batamtimes.co,Bintan – Pelaku usaha pertambangan, baik tambang pasir yang masih marak beroperasi di Bintan saat ini agar kembali mematuhi aturan.

Hal itu ditegaskan Gubernur Kepri Nurdin Basirun usai memberi Kuliah Umum Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam di Ceruk Ijuk, Toapaya, Bintan, Senin (5/9/2016).

“Kita minta pelaku tambang kembali kepada ketentuan dan aturan pertambangan yang berlaku,” kata Nurdin tegas.

Dia menegaskan lagi, syarat syarat pembukaan tambang sudah ada.

Nah, pelaku usaha di sektor itu diminta mematuhi syarat syarat dimaksud. Salah satu persyaratan dimaksud adalah usaha pertambangan tidak melakukan kerusakan lingkungan permanen di lokasi kegiatan.

“Sudah ada syarat-syaratnya itu, kembali ke situ, tinggal dipatuhi,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri pernyataannya itu pada awak media, Nurdin menyelipkan pesan tegas yang ditujukan ke Pemda terkait.Pesan Nurdin yakni Pemda diminta ketat mengawasi kegiatan eksplorasi tambang di daerah masing-masing.

“Saya minta ke pemerintah untuk mengawasi itu,” ujarnya.

Pernyataan Nurdin terkait kegiatan tambang tersebut mendapat respon positif dari warga terutama di lokasi lokasi sekitar tambang di Bintan.

“Kami sangat sepakat dengan kata-kata Pak Gub (gubernur). Kerusakan permanen terhadap kegiatan tambang kami pikir cukup parah. Dan itu menimbulkan korban jiwa, jadi harus ditegasi lagi usaha pertambangan yang ada,” kata Amran, di Gunung Kijang.

Dalam catatan media ini, pada 2015 dan 2016, lokasi pertambangan yang ditinggalkan begitu saja merenggut beberapa nyawa. Di Kecamatan Seri Kuala Lobam, satu nyawa melayang jatuh ke kubangan bekas galian pada 25 Maret 2016.(ant)

Sejumlah Perwira Polisi Sedang Pesta Dengan Bos Perusahaan Sawit

0

batamtimes.co,Riau-Masyarakat Riau pada Jumat (2/9) kemarin dikejutkan oleh selembar foto yang memperlihatkan sejumlah perwira menengah dari Polda Riau sedang berpesta dengan bos perusahaan sawit.

Dilansir dari Detikcom, dalam foto tersebut terdapat Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Toni Hermawan, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Rifai Sinambela, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Surawan, serta sejumlah polisi di jajaran Polda Riau.

Mereka sedang berkumpul bersama bos dari PT. Andika Permata Sawit Lestari (APSL). Terlihat sejumlah minuman keras berjejer di meja mereka.

Foto tersebut segera menjadi viral di media sosial dan memunculkan dugaan ada permainan antara pihak Polda Riau dengan pihak perusahaan dalam kasus kebakaran hutan dan lahan. Terlebih, foto itu beredar hanya beberapa pekan setelah Polda Riau menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap 15 perusahaan yang diduga terlibat dalam kasus pembakaran hutan dan lahan di Riau yang terjadi pada 2015.

Kabid Humas Kepolisian Daerah Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Arya Teja membenarkan sejumlah perwira menengah dari Polda Riau berfoto saat berkumpul bersama petinggi perusahaan sawit PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL). Foto itu beredar di media sosial sejak Jumat (2/9) kemarin.

Namun, Guntur membantah tudingan yang menyebut para perwira tersebut tengah berpesta dan bernegosiasi dengan bos PT APSL.

“Foto itu benar. Orang-orangnya benar. Tapi tidak sedang berpesta atau seperti yang diberitakan media (bernegosiasi). Mereka hanya bertemu biasa saja,” kata Guntur kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (3/9) siang.

Dalam foto tersebut terdapat Kapolresta Pekanbaru Kombes Toni Hermawan, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Rifai Sinambela, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Surawan, serta sejumlah polisi di jajaran

Pertemuan itu memicu tuduhan miring terhadap Polda Riau. Salah satunya adalah dugaan persekongkolan atau kongkalikong antara Polda Riau dengan perusahaan sawit, terutama PT APL terkait dengan kasus kebakaran hutan dan lahan. Terlebih, foto itu beredar beberapa bulan setelah Polda Riau mengeluarkan SP3 terhadap 15 perusahaan yang diduga melakukan pembakaran hutan dan lahan di Riau.

Guntur mengatakan, Polda Riau memang tengah menyelidiki PT APSL dalam kasus kebakaran hutan dan lahan baru-baru ini. Namun ia membantah pertemuan itu tersangkut dengan penyelidikan kasus tersebut.

“Lahan yang terbakar memang masih kami selidiki. Saat ini kami belum memastikan apakah PT APSL bersalah atau tidak. Karena lahan mereka berimpitan dengan warga setempat,” ujar Guntur.

Ia pun menceritakan kronologi pertemuan seperti termuat dalam foto yang beredar viral.

Guntur mengatakan, pertemuan itu bermula ketika Polda Riau mengutus sebuah tim ke Pekanbaru untuk mengusut kasus kerusuhan di Mapolres Meranti yang terjadi akhir Agustus lalu.

Saat itu, tim menginap di salah satu hotel di Pekanbaru dan tengah berbincang di sebuah meja di lobi hotel tersebut.

“Lalu tim kami kedatangan pemilik hotel bersama bos PT APSL. Mereka sempat berbincang dan berfoto bersama. Setelah itu kembali ke meja masing-masing. Jadi pertemuan itu tidak direncanakan,” ujar Guntur.

Soal kehadiran Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Toni Hermawan, Guntur mengatakan Kapolresta sengaja datang untuk menemui tim dari Polda Riau yang merupakan teman satu angkatan.(res/det/red)

Benarkah Sering Mengunakan Kacamata Bisa Membuat Minus Bertambah ?

0

batamtimes.co, Beberapa orang mungkin percaya jika menggunakan kacamata bisa membuat minus di mata menjadi bertambah. Hal ini dipercaya akibat otot yang tadinya sudah menyesuaikan diri justru akan membuat minus mata menjadi lebih parah karena penggunaan kacamata.

“Itu tidak benar bila ada yang mengatakan kacamata bikin minus bertambah. Kenyataannya minus bertambah akibat ukuran bola mata semakin panjang,” ungkap dr Tri Rahayu, SpM, FIACLE saat ditemui dalam acara seminar dan workshop ‘Kiat Mengatasi Ketergantungan Anak pada Kacamata dan Gadget’ di RS Jakarta Eye Center, Kedoya, Jakarta Barat, Sabtu (3/9/2016).

Apabila tubuh semakin tinggi, bola mata juga akan semakin panjang dan minus pada mata juga akan semakin meningkat. Selain itu, pertambahnya minus juga disebabkan oleh terlalu lama melihat dengan jarak yang dekat.

“Maka dari itu tidak ada pengaruh sama sekali antara kacamata dengan penambahan minus mata,” jelas dr Tri.

Selain itu, sering melepas kacamata juga dipercaya dapat menyebabkan minus menjadi semakin parah. Hal tersebut juga dibantah oleh dr Syumarti, SpM(K), MSc, CEH dari RS Mata Cicendo Bandung.

Menurut dr Syumarti, minus mata seseorang tidak akan terpengaruh dengan seberapa sering ia melepas kacamatanya. Mata minus baru akan memburuk karena beberapa faktor seperti usia, terutama anak-anak yang memang kondisi minus matanya akan terus bertambah.

“Itu mitos ya. Biasanya itu hanya terjadi pada anak-anak yang masih masa pertumbuhan. Mereka biasanya minusnya naik, dikira orang-orang mungkin karna sering melepas kacamatanya,” tutur dr Syumarti saat dihubungi beberapa waktu lalu.(*)

Tujuh Pegawai Kementerian LHK Disandera Pihak Pembakar Hutan

0

Batamtimes.co,Jakarta-Tujuh pegawai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) disandera oleh pihak pembakar hutan/lahan gambut di Rokan Hulu (Rohul), Riau. Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengecam penyanderaan itu.

“Kejadian penyanderaan ini merupakan tindakan melawan hukum yang merendahkan kewibawaan negara apalagi diindikasikan adanya keterlibatan pihak perusahaan,” kata Menteri Siti dalam keterangan tertulis  Minggu (4/9/2016).

Penyanderaan itu berlangsung pada Jumat (2/9) hingga Sabtu (3/9) kemarin. Tujuh pegawai yang disandera itu berasal dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Polisi Kehutanan (Polhut). Tujuh pegawai itu sedang melaksanakan tugas negara memantau kebakaran lahan.

“Kejadian penyanderaan ini justru menjadi penyemangat kami, untuk maju terus menindak tegas para pelaku Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan). Termasuk korporasi nakal yang menyalahi aturan. Ketegasan ini penting demi menjaga Indonesia,” tegas Menteri Siti.

Maka penyelidikan terhadap kasus penyanderaan ini menjadi prioritas, selain tentunya aktivitas perambahan kawasan hutan juga tetap disorot oleh Kementerian LHK.

“KLHK akan mengusut dan menindaknya secara tegas sesuai dengan kewenangan yang ada,” tegas Menteri Siti.

Ratusan orang dari kelompok tani penggarap lahan sawit diduga telah dimobilisasi oleh perusahaan PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL) untuk menyandera tujuh staf Kementerian LHK itu. Padahal tujuh orang itu sedang menyelidiki kebakaran lahan yang terjadi.

“Kejahatan luar biasa ini harus ditindak secara keras, harus kita perangi bersama-sama,” ujar Siti.

Lahan itu diduga kuta sengaja dibakar untuk kepentingan pihak perusahaan sawit. Dia menegaskan, lahan yang diolah PT APSL itu tidak absah.

“Apalagi ditemukan bukti lapangan bahwa ada ribuan hektar sawit terbakar di hutan produksi yang belum ada pelepasan dari Menteri, atau dengan kata lain, kebun sawit di areal tersebut ilegal,” kata Siti.(detik)

 

 

 

Polisi Temukan Perkembangan Baru Setelah Olah TKP di Kawasan Perumahan PI

0

batamtimes.co,Jakarta – Setelah penangkapan dua pelaku perampokan dan penyanderaan di sebuah rumah mewah di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Setelah hampir empat jam, para petugas menemukan sejumlah barang bukti dari dalam rumah yang beralamat di Jalan Bukit Hijau IX Nomor 17, Kelurahan Pondok Pinang.

“Ada perkembangan signifikan setelah tim melakukan olah TKP. Kami dapatkan barang bukti,” kata juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono, di lokasi, Sabtu, 3 September 2016.

Awi menyebutkan barang bukti itu di antaranya tali tambang dan jangkar untuk naik ke rumah, topi, senter, teropong, dua buah borgol, dua buah lakban yang belum digunakan, pisau, empat buah sebo atau sarung kepala, jaket, dua buah sepatu berlumuran tanah merah, celana jins, dan beberapa alat perkakas.

“Pelaku rupanya juga membawa jimat dalam melakukan aksinya,” ujar Awi sembari menunjukkan empat jimat tersebut. Masing-masing jimat berupa sarung berwarna abu-abu, lembaran kertas yang terbungkus plastik, kain merah di dalam plastik, dan sebuah bungkusan kertas berwarna emas.

Awi mengaku masih akan mendalami penemuan barang bukti. Namun dia menduga perampokan sudah direncanakan oleh pelaku dan mewaspadai adanya sebo dalam jumlah banyak. “Mungkin ada komplotan,” kata dia.

Perampokan terjadi pada pagi hari pukul 06.00 WIB. Rumah tersebut dimiliki oleh Asep Sulaeman. Dia merupakan seorang pensiunan dari perusahaan yang bergerak di bidang perminyakan, ExxonMobil Indonesia. Saat kejadian, Asep beserta istri bernama Euis, anak perempuannya, serta pembantu rumah tangga disandera pelaku. Namun akhirnya korban berhasil diselamatkan dan tidak ditemukan mengalami luka-luka.(tempo)

Polisi Tangkap Seorang Terduga Teroris Dari Warnet Maxxis Batam

0

batamtimes.co,batam-Polisi menangkap seorang terduga teroris anggota kelompok Katibah Gigih Rahmat (KGR) di Warnet Maxxis, Perumahan Fanindo, Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau.

“Pada Sabtu, telah ditangkap anggota kelompok teroris KGR di Warnet Maxxis, Perumahan Fanindo, Batu Aji, Batam,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Agus Rianto, dalam pesan singkat, Sabtu.

Terduga teroris berinisial LH (24 tahun) itu diketahui adalah pengangguran yang tinggal di Komplek Taman Carina Blok 41 Batu Aji, Batam.

Berdasar keterangan Bowo, pemilik warnet Matrix. LH diciduk aparat keamanan dari ruang nomor 18 di Warnet Matrix, tanpa perlawanan.

“Kami semua kaget, ada tiga mobil polisi dan mobil patroli, yang tiba-tiba berhenti dan berjaga di pintu warnet,” kata Bowo, di warnetnya, Sabtu petang.

Dia juga menjelaskan polisi yang datang tanpa basa-basi, langsung masuk kedalam warnet dan mengatakan mereka dari aparat.

“Mereka langsung masuk ke dalam, bawa senjata, lalu mengamankan satu orang dan memasukkannya ke dalam mobil,” terang Bowo.

Menurut Bowo, dari seragamnya dari Densus Mabes Polru. Tiga orang memakai seragam lengkap dan selebihnya berpakaian biasa. “Awalnya kita tidak tahu apa-apa, mereka langsung membawa satu orang,” kata Bowo.

Seperti diberitakan sebelumnya  jaringan KGR pimpinan Gigih Rahmat Dewa, LH diduga terlibat membantu menyembunyikan buronan teroris asal Uighur, Tiongkok, yang bernama Dony, membantu memfasilitasi keberangkatan WNI ke Suriah, memfasilitasi masuknya dua WNA Uighur ke Batam, turut menerima dana dari East Turkistan Islamic Movement (ETIM) untuk membiayai kebutuhan hidup WNA Uighur.

“Bersama kelompok KGR melakukan latihan di Batam menggunakan airsoft gun dan senapan angin dalam rangka persiapan ke Suriah,” katanya.

Selain itu, LH juga diduga ikut merencanakan penyerangan terhadap Marina Bay, Singapura. Sebelumnya, tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama jajaran Polda Kepri menangkap enam orang terduga teroris di Batam, Jumat (5/8).

Keenam orang yang ditangkap di beberapa lokasi berlainan itu yakni Gigih Rahmat Dewa (31), Tar (21) dan ES (35) ditangkap di kawasan Batam Center, TS (46) ditangkap di Nagoya, HGY (20) dan MTS (19) ditangkap di Jalan Brigjen Katamso, Batu Aji, Batam.

Kemudian MTS dibebaskan karena tidak terbukti terkait dengan jaringan ini.Gigih Rahmat diketahui merupakan pimpinan kelompok ini.

Kelompok Batam ini memiliki hubungan dengan pelaku bom bunuh diri di Polresta Surakarta, Nur Rohman dan petempur ISIS, Bahrun Naim.(red/lan)

Polisi Gagalkan Penyelundupan Ribuan Ponsel Pintar Senilai Rp 6 Miliar

0

batamtimes.co,Riau-Direktorat Polisi Perairan Kepolisian Daerah Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan dan menyita ribuan ponsel pintar berbagai merek tanpa cukai senilai Rp6 miliar pada Sabtu dinihari tadi.

“Setelah dihitung terdapat sebanyak 13.114 ponsel pintar berbagai merek yang berhasil disita. Mayoritas ponsel tersebut berasal dari Tiongkok,” kata Kapolda Riau, Brigadir Jenderal Supriyanto dalam keterangan pers di Pekanbaru, Sabtu.

Ia merincikan belasan ribu ponsel pintar itu terdiri dari i-Phone Apple 6 sebanyak 2.638 unit, Samsung Galaxy Android 80 unit, Xiaomi 9.960 unit serta ponsel merek Acer 431 unit.

Seluruh barang bukti itu, lanjutnya, disita dari seorang tersangka berinisial Sp (32). Tersangka diduga merupakan pemilik sekaligus pelaku penyelundupan barang elektronik tersebut.

Menurut Supriyanto, pengungkapan upaya penyelundupan itu berawal dari informasi yang diperoleh jajaran Ditpol Air Polda Riau akan adanya aktivitas bongkar muat di salah satu pelabuhan tikus di Sungai Siak, Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis.

“Informasi itu kita terima sekitar pukul 24.00 WIB,” ujarnya.

Mendapat informasi itu, tim langsung bergerak ke tempat kejadian perkara. Selang 3 jam kemudian, polisi berhasil sampai di TKP. Namun, aktivitas bongkar muat selesai dilaksanakan.

Polisi kemudian kembali bergerak menyisir sekitar TKP dan menemukan sebuah truk yang melintas tidak jauh dari pelabuhan yang dituju. Selanjutnya petugas terus mengikuti truk tersebut hingga berhenti di sebuah rumah.

“Pada saat momen itu kita langsung melakukan penggeledahan. Hasilnya ditemukan ratusan kotak berisi ponsel. Selain itu juga ditemukan aksesoris ponsel,” jelasnya.

Dari penggeledahan itu, polisi kemudian menciduk Sp yang diduga sebagai pelaku penyelundupan. Kepada polisi, Sp mengaku barang eletronik itu diselundupkan menggunakan kapal kayu dari Kota Batam, Kepulauan Riau.

Sp yang merupakan warga Kota Dumai bersama barang bukti diamankan di Mapolda Riau guna pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. Supriyanto mengatakan pihaknya terus menggali keterangan polisi terkait peredaran ponsel canggih itu.

Hanya saja, berdasarkan pantauan Antara ponsel serupa hasil penyelundupan tersebut banyak ditemukan di sejumlah pusat perbelanjaan dan pusat penjualan ponsel di Pekanbaru.(ant)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga