8.6 C
New York
Wednesday, April 8, 2026
spot_img
Home Blog Page 1300

Sejumlah Perwira Polisi Sedang Pesta Dengan Bos Perusahaan Sawit

0

batamtimes.co,Riau-Masyarakat Riau pada Jumat (2/9) kemarin dikejutkan oleh selembar foto yang memperlihatkan sejumlah perwira menengah dari Polda Riau sedang berpesta dengan bos perusahaan sawit.

Dilansir dari Detikcom, dalam foto tersebut terdapat Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Toni Hermawan, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Rifai Sinambela, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Surawan, serta sejumlah polisi di jajaran Polda Riau.

Mereka sedang berkumpul bersama bos dari PT. Andika Permata Sawit Lestari (APSL). Terlihat sejumlah minuman keras berjejer di meja mereka.

Foto tersebut segera menjadi viral di media sosial dan memunculkan dugaan ada permainan antara pihak Polda Riau dengan pihak perusahaan dalam kasus kebakaran hutan dan lahan. Terlebih, foto itu beredar hanya beberapa pekan setelah Polda Riau menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap 15 perusahaan yang diduga terlibat dalam kasus pembakaran hutan dan lahan di Riau yang terjadi pada 2015.

Kabid Humas Kepolisian Daerah Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Arya Teja membenarkan sejumlah perwira menengah dari Polda Riau berfoto saat berkumpul bersama petinggi perusahaan sawit PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL). Foto itu beredar di media sosial sejak Jumat (2/9) kemarin.

Namun, Guntur membantah tudingan yang menyebut para perwira tersebut tengah berpesta dan bernegosiasi dengan bos PT APSL.

“Foto itu benar. Orang-orangnya benar. Tapi tidak sedang berpesta atau seperti yang diberitakan media (bernegosiasi). Mereka hanya bertemu biasa saja,” kata Guntur kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (3/9) siang.

Dalam foto tersebut terdapat Kapolresta Pekanbaru Kombes Toni Hermawan, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Rifai Sinambela, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Surawan, serta sejumlah polisi di jajaran

Pertemuan itu memicu tuduhan miring terhadap Polda Riau. Salah satunya adalah dugaan persekongkolan atau kongkalikong antara Polda Riau dengan perusahaan sawit, terutama PT APL terkait dengan kasus kebakaran hutan dan lahan. Terlebih, foto itu beredar beberapa bulan setelah Polda Riau mengeluarkan SP3 terhadap 15 perusahaan yang diduga melakukan pembakaran hutan dan lahan di Riau.

Guntur mengatakan, Polda Riau memang tengah menyelidiki PT APSL dalam kasus kebakaran hutan dan lahan baru-baru ini. Namun ia membantah pertemuan itu tersangkut dengan penyelidikan kasus tersebut.

“Lahan yang terbakar memang masih kami selidiki. Saat ini kami belum memastikan apakah PT APSL bersalah atau tidak. Karena lahan mereka berimpitan dengan warga setempat,” ujar Guntur.

Ia pun menceritakan kronologi pertemuan seperti termuat dalam foto yang beredar viral.

Guntur mengatakan, pertemuan itu bermula ketika Polda Riau mengutus sebuah tim ke Pekanbaru untuk mengusut kasus kerusuhan di Mapolres Meranti yang terjadi akhir Agustus lalu.

Saat itu, tim menginap di salah satu hotel di Pekanbaru dan tengah berbincang di sebuah meja di lobi hotel tersebut.

“Lalu tim kami kedatangan pemilik hotel bersama bos PT APSL. Mereka sempat berbincang dan berfoto bersama. Setelah itu kembali ke meja masing-masing. Jadi pertemuan itu tidak direncanakan,” ujar Guntur.

Soal kehadiran Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Toni Hermawan, Guntur mengatakan Kapolresta sengaja datang untuk menemui tim dari Polda Riau yang merupakan teman satu angkatan.(res/det/red)

Benarkah Sering Mengunakan Kacamata Bisa Membuat Minus Bertambah ?

0

batamtimes.co, Beberapa orang mungkin percaya jika menggunakan kacamata bisa membuat minus di mata menjadi bertambah. Hal ini dipercaya akibat otot yang tadinya sudah menyesuaikan diri justru akan membuat minus mata menjadi lebih parah karena penggunaan kacamata.

“Itu tidak benar bila ada yang mengatakan kacamata bikin minus bertambah. Kenyataannya minus bertambah akibat ukuran bola mata semakin panjang,” ungkap dr Tri Rahayu, SpM, FIACLE saat ditemui dalam acara seminar dan workshop ‘Kiat Mengatasi Ketergantungan Anak pada Kacamata dan Gadget’ di RS Jakarta Eye Center, Kedoya, Jakarta Barat, Sabtu (3/9/2016).

Apabila tubuh semakin tinggi, bola mata juga akan semakin panjang dan minus pada mata juga akan semakin meningkat. Selain itu, pertambahnya minus juga disebabkan oleh terlalu lama melihat dengan jarak yang dekat.

“Maka dari itu tidak ada pengaruh sama sekali antara kacamata dengan penambahan minus mata,” jelas dr Tri.

Selain itu, sering melepas kacamata juga dipercaya dapat menyebabkan minus menjadi semakin parah. Hal tersebut juga dibantah oleh dr Syumarti, SpM(K), MSc, CEH dari RS Mata Cicendo Bandung.

Menurut dr Syumarti, minus mata seseorang tidak akan terpengaruh dengan seberapa sering ia melepas kacamatanya. Mata minus baru akan memburuk karena beberapa faktor seperti usia, terutama anak-anak yang memang kondisi minus matanya akan terus bertambah.

“Itu mitos ya. Biasanya itu hanya terjadi pada anak-anak yang masih masa pertumbuhan. Mereka biasanya minusnya naik, dikira orang-orang mungkin karna sering melepas kacamatanya,” tutur dr Syumarti saat dihubungi beberapa waktu lalu.(*)

Tujuh Pegawai Kementerian LHK Disandera Pihak Pembakar Hutan

0

Batamtimes.co,Jakarta-Tujuh pegawai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) disandera oleh pihak pembakar hutan/lahan gambut di Rokan Hulu (Rohul), Riau. Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengecam penyanderaan itu.

“Kejadian penyanderaan ini merupakan tindakan melawan hukum yang merendahkan kewibawaan negara apalagi diindikasikan adanya keterlibatan pihak perusahaan,” kata Menteri Siti dalam keterangan tertulis  Minggu (4/9/2016).

Penyanderaan itu berlangsung pada Jumat (2/9) hingga Sabtu (3/9) kemarin. Tujuh pegawai yang disandera itu berasal dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Polisi Kehutanan (Polhut). Tujuh pegawai itu sedang melaksanakan tugas negara memantau kebakaran lahan.

“Kejadian penyanderaan ini justru menjadi penyemangat kami, untuk maju terus menindak tegas para pelaku Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan). Termasuk korporasi nakal yang menyalahi aturan. Ketegasan ini penting demi menjaga Indonesia,” tegas Menteri Siti.

Maka penyelidikan terhadap kasus penyanderaan ini menjadi prioritas, selain tentunya aktivitas perambahan kawasan hutan juga tetap disorot oleh Kementerian LHK.

“KLHK akan mengusut dan menindaknya secara tegas sesuai dengan kewenangan yang ada,” tegas Menteri Siti.

Ratusan orang dari kelompok tani penggarap lahan sawit diduga telah dimobilisasi oleh perusahaan PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL) untuk menyandera tujuh staf Kementerian LHK itu. Padahal tujuh orang itu sedang menyelidiki kebakaran lahan yang terjadi.

“Kejahatan luar biasa ini harus ditindak secara keras, harus kita perangi bersama-sama,” ujar Siti.

Lahan itu diduga kuta sengaja dibakar untuk kepentingan pihak perusahaan sawit. Dia menegaskan, lahan yang diolah PT APSL itu tidak absah.

“Apalagi ditemukan bukti lapangan bahwa ada ribuan hektar sawit terbakar di hutan produksi yang belum ada pelepasan dari Menteri, atau dengan kata lain, kebun sawit di areal tersebut ilegal,” kata Siti.(detik)

 

 

 

Polisi Temukan Perkembangan Baru Setelah Olah TKP di Kawasan Perumahan PI

0

batamtimes.co,Jakarta – Setelah penangkapan dua pelaku perampokan dan penyanderaan di sebuah rumah mewah di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Setelah hampir empat jam, para petugas menemukan sejumlah barang bukti dari dalam rumah yang beralamat di Jalan Bukit Hijau IX Nomor 17, Kelurahan Pondok Pinang.

“Ada perkembangan signifikan setelah tim melakukan olah TKP. Kami dapatkan barang bukti,” kata juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono, di lokasi, Sabtu, 3 September 2016.

Awi menyebutkan barang bukti itu di antaranya tali tambang dan jangkar untuk naik ke rumah, topi, senter, teropong, dua buah borgol, dua buah lakban yang belum digunakan, pisau, empat buah sebo atau sarung kepala, jaket, dua buah sepatu berlumuran tanah merah, celana jins, dan beberapa alat perkakas.

“Pelaku rupanya juga membawa jimat dalam melakukan aksinya,” ujar Awi sembari menunjukkan empat jimat tersebut. Masing-masing jimat berupa sarung berwarna abu-abu, lembaran kertas yang terbungkus plastik, kain merah di dalam plastik, dan sebuah bungkusan kertas berwarna emas.

Awi mengaku masih akan mendalami penemuan barang bukti. Namun dia menduga perampokan sudah direncanakan oleh pelaku dan mewaspadai adanya sebo dalam jumlah banyak. “Mungkin ada komplotan,” kata dia.

Perampokan terjadi pada pagi hari pukul 06.00 WIB. Rumah tersebut dimiliki oleh Asep Sulaeman. Dia merupakan seorang pensiunan dari perusahaan yang bergerak di bidang perminyakan, ExxonMobil Indonesia. Saat kejadian, Asep beserta istri bernama Euis, anak perempuannya, serta pembantu rumah tangga disandera pelaku. Namun akhirnya korban berhasil diselamatkan dan tidak ditemukan mengalami luka-luka.(tempo)

Polisi Tangkap Seorang Terduga Teroris Dari Warnet Maxxis Batam

0

batamtimes.co,batam-Polisi menangkap seorang terduga teroris anggota kelompok Katibah Gigih Rahmat (KGR) di Warnet Maxxis, Perumahan Fanindo, Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau.

“Pada Sabtu, telah ditangkap anggota kelompok teroris KGR di Warnet Maxxis, Perumahan Fanindo, Batu Aji, Batam,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Agus Rianto, dalam pesan singkat, Sabtu.

Terduga teroris berinisial LH (24 tahun) itu diketahui adalah pengangguran yang tinggal di Komplek Taman Carina Blok 41 Batu Aji, Batam.

Berdasar keterangan Bowo, pemilik warnet Matrix. LH diciduk aparat keamanan dari ruang nomor 18 di Warnet Matrix, tanpa perlawanan.

“Kami semua kaget, ada tiga mobil polisi dan mobil patroli, yang tiba-tiba berhenti dan berjaga di pintu warnet,” kata Bowo, di warnetnya, Sabtu petang.

Dia juga menjelaskan polisi yang datang tanpa basa-basi, langsung masuk kedalam warnet dan mengatakan mereka dari aparat.

“Mereka langsung masuk ke dalam, bawa senjata, lalu mengamankan satu orang dan memasukkannya ke dalam mobil,” terang Bowo.

Menurut Bowo, dari seragamnya dari Densus Mabes Polru. Tiga orang memakai seragam lengkap dan selebihnya berpakaian biasa. “Awalnya kita tidak tahu apa-apa, mereka langsung membawa satu orang,” kata Bowo.

Seperti diberitakan sebelumnya  jaringan KGR pimpinan Gigih Rahmat Dewa, LH diduga terlibat membantu menyembunyikan buronan teroris asal Uighur, Tiongkok, yang bernama Dony, membantu memfasilitasi keberangkatan WNI ke Suriah, memfasilitasi masuknya dua WNA Uighur ke Batam, turut menerima dana dari East Turkistan Islamic Movement (ETIM) untuk membiayai kebutuhan hidup WNA Uighur.

“Bersama kelompok KGR melakukan latihan di Batam menggunakan airsoft gun dan senapan angin dalam rangka persiapan ke Suriah,” katanya.

Selain itu, LH juga diduga ikut merencanakan penyerangan terhadap Marina Bay, Singapura. Sebelumnya, tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama jajaran Polda Kepri menangkap enam orang terduga teroris di Batam, Jumat (5/8).

Keenam orang yang ditangkap di beberapa lokasi berlainan itu yakni Gigih Rahmat Dewa (31), Tar (21) dan ES (35) ditangkap di kawasan Batam Center, TS (46) ditangkap di Nagoya, HGY (20) dan MTS (19) ditangkap di Jalan Brigjen Katamso, Batu Aji, Batam.

Kemudian MTS dibebaskan karena tidak terbukti terkait dengan jaringan ini.Gigih Rahmat diketahui merupakan pimpinan kelompok ini.

Kelompok Batam ini memiliki hubungan dengan pelaku bom bunuh diri di Polresta Surakarta, Nur Rohman dan petempur ISIS, Bahrun Naim.(red/lan)

Polisi Gagalkan Penyelundupan Ribuan Ponsel Pintar Senilai Rp 6 Miliar

0

batamtimes.co,Riau-Direktorat Polisi Perairan Kepolisian Daerah Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan dan menyita ribuan ponsel pintar berbagai merek tanpa cukai senilai Rp6 miliar pada Sabtu dinihari tadi.

“Setelah dihitung terdapat sebanyak 13.114 ponsel pintar berbagai merek yang berhasil disita. Mayoritas ponsel tersebut berasal dari Tiongkok,” kata Kapolda Riau, Brigadir Jenderal Supriyanto dalam keterangan pers di Pekanbaru, Sabtu.

Ia merincikan belasan ribu ponsel pintar itu terdiri dari i-Phone Apple 6 sebanyak 2.638 unit, Samsung Galaxy Android 80 unit, Xiaomi 9.960 unit serta ponsel merek Acer 431 unit.

Seluruh barang bukti itu, lanjutnya, disita dari seorang tersangka berinisial Sp (32). Tersangka diduga merupakan pemilik sekaligus pelaku penyelundupan barang elektronik tersebut.

Menurut Supriyanto, pengungkapan upaya penyelundupan itu berawal dari informasi yang diperoleh jajaran Ditpol Air Polda Riau akan adanya aktivitas bongkar muat di salah satu pelabuhan tikus di Sungai Siak, Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis.

“Informasi itu kita terima sekitar pukul 24.00 WIB,” ujarnya.

Mendapat informasi itu, tim langsung bergerak ke tempat kejadian perkara. Selang 3 jam kemudian, polisi berhasil sampai di TKP. Namun, aktivitas bongkar muat selesai dilaksanakan.

Polisi kemudian kembali bergerak menyisir sekitar TKP dan menemukan sebuah truk yang melintas tidak jauh dari pelabuhan yang dituju. Selanjutnya petugas terus mengikuti truk tersebut hingga berhenti di sebuah rumah.

“Pada saat momen itu kita langsung melakukan penggeledahan. Hasilnya ditemukan ratusan kotak berisi ponsel. Selain itu juga ditemukan aksesoris ponsel,” jelasnya.

Dari penggeledahan itu, polisi kemudian menciduk Sp yang diduga sebagai pelaku penyelundupan. Kepada polisi, Sp mengaku barang eletronik itu diselundupkan menggunakan kapal kayu dari Kota Batam, Kepulauan Riau.

Sp yang merupakan warga Kota Dumai bersama barang bukti diamankan di Mapolda Riau guna pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. Supriyanto mengatakan pihaknya terus menggali keterangan polisi terkait peredaran ponsel canggih itu.

Hanya saja, berdasarkan pantauan Antara ponsel serupa hasil penyelundupan tersebut banyak ditemukan di sejumlah pusat perbelanjaan dan pusat penjualan ponsel di Pekanbaru.(ant)

Sedikitnya 23.000 Pelaut Indonesia di Singapura Terancam Menganggur

0

batamtimes.co,Batam-Sedikitnya 23.000 pelaut Indonesia di Singapura terancam menganggur. Sebab, mereka belum memegang sertifikat kompetensi sesuai standard.

Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun menuturkan, setiap pelaut harus memenuhi Standards of Training, Certifitation and Watchkeeping (STCW) Amandemen Manila 2010.

Bagi yang belum punya sertifikat kompetensi sesuai STCW Amandemen Manila, diberi kesempatan mendapatkannya sampai 31 Desember 2016.

“Setelah itu, tidak bisa melaut lagi kalau belum memenuhi STCW,” ujarnya, Sabtu (3/9/2016), di Batam, Kepulauan Riau.

Hal itu membuat 23.000 pelaut Indonesia di Singapura terancam tidak bisa bekerja mulai 1 Januari 2017 jika mereka belum memenuhi standard itu.

Karena itu, Nurdin menawarkan mereka mengikuti pelatihan di Karimun, Kepri. Di sana ada balai pelatihan yang bisa mengeluarkan sertifikat kompentensi pelaut sesuai STCW.

“Tetapi, kapasitasnya terbatas. Tidak bisa melatih puluhan ribu orang itu,” ujar mantan nakhoda itu
Lembaga pendidikan di Indonesia yang berkapasitas besar dan bisa mengeluarkan sertifikat-sertifikat itu jauh dari Singapura.

Lembaga-lembaga itu adalah Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Balai Besar Peningkatan Penyegaran dan Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, PIP Makassar, Politeknik Pelyaran (Poltekpel) Surabaya, Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang, BP2IP Barombong, BP2IP Sorong, dan BP2IP Malahayati.

Lokasi yang jauh akan menyulitkan pelaut yang selama ini tinggal dan bekerja di Singapura. “Akan lebih baik kalau dibuat Balai Pelatihan dan Pendidikan di Kepri,” ujar Nurdin.

Atase Perhubungan KBRI Singapura Bambang Gunawan menuturkan, KBRI terus memantau ribuan pelaut Indonesia di Singapura. Mereka didorong untuk segera mendapat sertifikat kompetensi sesuai STCW.

Para pelaut Indonesia di Singapura bekerja di berbagai kapal aneka fungsi dan ukuran. Sebagian merupakan awak kapal yang bolak-balik Indonesia-Singapura. Untuk awak kapal-kapal seperti itupun tetap wajib memenuhi standard.(kmp)

Kemana Uang Pendaftaran Satpol PP sebesar 360 Juta ?

0

Oleh: Ketua LSM Barelang Yusril Koto

batamtimes.co,Batam-Dana sebesar Rp.364,560,000 ini meliputi 44 transaksi dalam 44 hari yang mengalir dari CALO S ini berkaitan dengan Pungli penerimaan Ilegal Satpol PP 2014/2015. Ada perintah dari oknum agar seorang calo Berinisial S mengalirkan lewat rekening oknum,.

Mengalirkan secara tunai langsung kepada oknum dan mengalirkan untuk orang tentu (sumber data Calo S) yang berhasil terkonfirmasi.

Dari Data calo S tersebut terlihat uang disetor pada seluruh petinggi Batam di Mulai dari Wartawan hingga ke Anggota DPRD Kota Batam.Inilah data Transferan uang yang hjumlahnya mencapai ratusan juta rupiah,hasil kutipan penerimaan Calon anggota Polisi Pamong Praja Tahun 2014.

1 17-Sep-14 jam 11.30 via BRI ke Mandiri kst  Rp             3,000,000
2 18-Sep-14 Transfer ke Mandiri kst RP 500.000,00 Transfer ke Mandiri kst  Rp             2,500,000
3 19-Sep-14 Transfer ke Mandiri kst  Rp             2,000,000
4 20-Sep-14 Bantuan kepada KA.OP buat cek Medical  Rp             2,000,000
     Rp             5,000,000
5 biaya bantuan wartawan dan lsm Ins Kst  Rp             2,500,000
6    Rp           14,000,000
7 biaya bantuan buat 4 org wartawan KPK dan konsumsi  Rp             3,000,000
8 biaya buat wartawan agar diam  Rp             1,500,000
9 10/10/2014 penyetoran kepada Kst  Rp           22,000,000
     Rp             7,000,000
     Rp             2,000,000
     Rp           10,000,000
     Rp             3,000,000
10 11/10/2014 stor via rek mandiri Kst  Rp             7,000,000
11 Bantuan ke KA.OP di Planet Hotel  Rp             4,500,000
12 Bantuan ke KA.OP  Rp             4,000,000
13 21/10/2014 Stor ke Ka.Op  Rp             2,000,000
14 bantuan buat wartawan Heru inst.Kst via BCA  Rp             2,000,000
15 22/10/2014 STOR KE kst via rek.Mandiri  Rp             4,000,000
  ke Ka.op  Rp             2,000,000
16 24/10/2014 stor via rek.mandiri KST  Rp             2,000,000
  stor via rek.mandiri Kst  Rp             5,000,000
17 25/10/2014 STOR REK via rek.BCA kst  Rp             3,000,000
  ke Ka.op  Rp             2,000,000
18 26/10/2014 STOR CHAS DI HALTE COSTA RIKA KE KST  Rp           10,000,000
19 27/10/2014 ke Ka.op  Rp             2,000,000
20 28/10/2014 STOR VIA MANDIRI SARI’AH Instr Kst  Rp             1,000,000
21 29/10/2014 stor via BNI (ANAK SETAN)  Rp             2,000,000
22 31/10/2014 STOR KE Bank Prenatal ins Kst  Rp           11,000,000
23 stor via rek.mandiri KST  Rp             5,000,000
  stor via rek.mandiri KST  Rp             4,000,000
24 1/11/2014 stor via rek.mandiri KST  Rp             4,000,000
  stor via rek.mandiri KST  Rp             6,000,000
  stor via rek.mandiri KST   Rp             2,000,000
  ke Ka.op    Rp             1,000,000
25 2/11/2014 stor ke kst.di tiban  Rp             4,000,000
26 3/11/2014 stor via rek.mandiri KS  Rp             3,000,000
  ke Ka.op  Rp             1,000,000
27 4/11/2014 stor ke rek mandiri atas nama imron ins kast  Rp             1,000,000
  ke Ka.op bantuan cek medica  Rp             4,000,000
28 ke Ka.op bantuan cek medica  Rp             5,000,000
  usr inst kst  Rp             4,500,000
29 6/11/2014 bantuan cek medical ke Ka.op  Rp             2,000,000
  usr inst kst   Rp             4,000,000
  stor rek BRI MAKRUF INS KST  Rp             1,000,000
  BUAT BANTUAN MUSHOLA INS KST  Rp             3,000,000
30 7/11/2014 bantuan cek medical ke Ka.op  Rp             1,500,000
  BUAT PS BATAM INS KS  Rp             3,000,000
31 BUAT PS BATAM INS KST  Rp             2,000,000
     Rp             3,000,000
     Rp             1,500,000
32 9/11/2014 BUAT PS BATAM INS KST  Rp             8,000,000
33 10/11/2014 STOR KE KA.OP  Rp             4,000,000
   KST   Rp             3,000,000
   UDIN   Rp             5,000,000
34 11/11/2014 Makan malam ma kast dan ps batam  Rp             5,560,000
35 12/11/2014 stor ke msrjohan    Rp             2,000,000
  ke ka.op   Rp             2,000,000
36 13/11/2014 stor ke ps batam di golden prown  Rp           14,000,000
  buat buka Room di m one  Rp             2,000,000
37 14/11/2014 stor ke ps batam  Rp           16,000,000
  stor ke mandiri kst  Rp             4,500,000
38 15/11/2014 stor ke rek mandiri kst  Rp             2,000,000
  stor ke ka.op nagoya hill  Rp             1,500,000
39 7/11/2014 Mar*ohan prop  Rp             1,500,000
40 18/11/2014 Mar*ohan prop grup  Rp             3,000,000
41 19/11/2014 stor ke kst  Rp           12,000,000
42 20/11/2014 stor ke kst (buat dewan)  Rp           23,000,000
  ke ka.op  Rp             2,000,000
43 21/11/2014 stor ke kst melalui s*id supir buat dewan  Rp           17,000,000
  BUAT PS BATAM INS KST    Rp           14,000,000
44 22/11/2014 ps batam rumah udin tiban  Rp           10,000,000
  STOR REK BNI   Rp             4,000,000
   Jumlah Keseluruhan   Rp         364,560,000

Menperin Kunjungan ke Malaysia Bahas Pembentukan Palm Oil Economic Zone

0

batamtimes.co,Jakarta –Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto kunjungan kerja selama 2 hari ke Malaysia (30-31 Agustus). Dalam kunjungan itu dibahas soal teknis organisasi Dewan Produsen Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOP) dan rencana pembentukan palm oil economic zone, untuk mendorong pertumbuhan CPO (Crude Palm Oil).

“Malaysia kita bicara mengenai kelapa sawit. Jadi salah satu untuk mendorong green economic growth dan CPOPC. Jadi kita membentuk organisasi untuk mendorong kemampuan CPO,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto, Kamis (1/9/2016).

Direktur Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto mengatakan, kerja sama ini dilakukan 90% produksi kelapa sawit dunia dikuasai Indonesia dan Malaysia. Indonesia menjadi inisiator dalam kerja sama ini, diharapkan nantinya akan bergabung negara produsen kelapa sawit seperti negara Brasil, Pantai Gading.

Tujuan dari sinergi ini untuk menyamakan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dengan Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO). Panggah mengatakan, saat ini sedang membuat standar yang sama dari seluruh industri sawit, misal dari yang ada di hilir dan hulu atau dari di kebun dan industri.

Nantinya kantor sekretariat CPOPC ada di Indonesia karena merupakan produsen terbesar. Nanti juga akan menetapkan direktur eksekutif sebagai komite kerja dan jajarannya untuk membuat implementasinya.

“Sekretariatnya di Indonesia karena kita produsen terbesar, dan ini nanti menetapkan eksekutif direktur, dan lain-lain. Intinya menset up agar organisasi ini berjalan 1 Januari 2017,” ujar Panggah.

Selain itu, Kemenperin juga fokus untuk pembentukan palm oil economic zone. Itu akan menyangkut tentang kriteria dan prinsip-prinsipnya.

Pembentukan palm oil economic zone ini akan menjadi proyek pertama kedua negara. Di Indonesia dan Malaysia masing-masing akan dibangun di 3 wilayah.

“Kita usulkan Indonesia 3, Malaysia 3. Indonesia di Dumai, Sei Mangke sama Kaltim. Ini jadi proyek pertama di Januari nanti. Nanti tinggal bagaimana kita endors bahwa ini green economic zone,” kata Panggah.

Selain itu juga dibahas terkait dengan petani sawit, pembinaan petani sawit, dan manajemen stoknya. Kerjasama kedua negara ini misalnya terkait stabilitas harga.

“Ini tidak menyangkut harga, ini hanya menyangkut macam-macam aspek, tapi intinya untuk menjaga keberlangsungan bisnis sawit. Kalau harga ya harga yang pastilah, tapi yang penting stabilitas harga,” ujar Panggah.

“Sudah pasti ke added value, itu terus kita dorong. Kalau added value dari CPO bisa ke biofuel, oleochemical. Kita sharing knowlegde dengan Malaysia dan kita akan bentuk sekretariat,” ujar Airlangga.(red)

Malaysia Melaporkan Penderita Pertama Tertular Virus Zika

0

batamtimes.co,Malaysia-Malaysia pada Kamis melaporkan penderita pertama tertular virus Zika di negara itu.

Seorang wanita di Klang, Selangor, teruji positif mengidap penyakit itu satu minggu setelah kembali dari Singapura pada 21 Agustus, kata Menteri Kesehatan Dr S Subramaniam.

Singapura memastikan 115 penderita Zika dalam negaranya.

Subramaniam mengatakan bahwa wanita berusia 58 tahun tinggal di Bandar Botanic itu mencari perawatan di klinik swasta di Klang saat menderita gejala penyakit tersebut setelah kembali dari Singapura.

Wanita itu kemudian diarahkan ke Rumah Sakit Sungai Buloh dan menjalani uji cairan kemih dan dinyatakan positif mengandung virus Zika, katanya.

Dia mengatakan bahwa dia saat ini menjalani perawatan di rumah sakit, dan saat ini berada dalam keadaan rehabilitasi.

Subramaniam mengatakan bahwa uji coba mengungkapkan bahwa anak dari wanita itu yang tinggal di Singapura telah mengidap penyakit itu.

Dia juga mengatakan bahwa Singapura telah mencatat sebanyak 115 kasus serupa, dan lima di antaranya merupakan warga Malaysia yang diyakini bekerja di negara itu.

Ia mengatakan bahwa kementerian itu memberlakukan sejumlah langkah pengendalian di tempat tinggal wanita tersebut dan tempat yang dia kunjungi.

Langkah itu termasuk penghancuran lokasi perkembangbiakan nyamuk, pemusnahan larva dan pengasapan, tambahnya.

“Kami juga telah melaksanakan pemeriksaan dan memantai mereka yang telah berhubungan dengan wanita itu apakah mereka juga menunjukkan gejala penyakit itu,” dia mengatakan.

Ketika ditanyai apakah pihak kementerian akan mengeluarkan pelarangan kunjungan ke Singapura, Subramaniam mengatakan bahwa tidak ada keharusan karena tidak ada dampak yang lain.

“Sekitar 200.000 orang warga Malaysia bepergian ke dan dari Singapura tiap harinya. Mereka telah disarankan untuk melakukan tindakan pencegahan, termasuk menggunakan anti-nyamuk sesering mungkin,” kata dia.

Dia mengatakan bahwa warga Malaysia yang mengemudi dari dan ke Singapura telah disarankan untuk menyemprotkan anti-nyamuk dalam kendaraan mereka untuk mencegah terbawanya nyamuk ke dalam Malaysia.

“Kami juga telah menyarankan para wanita hamil untuk mendapatkan penjelasan dari para pakar medis karena penyakit itu memberikan ancaman besar bagi bayi mereka,” tambahnya.

Subramaniam mengatakan bahwa terdapat setidak-tidaknya 16 tempat kesehatan kementerian di penjuru negara itu, di samping sejumlah laboratorium swasta, yang memiliki sarana melacak virus Zika. Demikian laporan OANA-Bernama.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga