8.6 C
New York
Thursday, April 9, 2026
spot_img
Home Blog Page 1305

Ban Sukhoi Pecah, Ibu Jokowi Mendarat Tak Sesuai Jadwal

0

batamtimes.co,Makassar – Panglima Komando Operasi II Marsekal Muda TNI Dody Trisunu menyatakan pecahnya ban pesawat Sukhoi SU-27 saat latihan rutin berdampak pada penerbangan pesawat sipil yang ditumpangi ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notokohardjo. “Pesawat beliau telat landing,” kata Dody, Rabu, 24 Agustus 2016.

Ban belakang sebelah kiri jet Sukhoi pecah saat mendarat setelah latihan rutin. Pergantian ban terpaksa dilakukan di tengah-tengah runway sehingga bandara sempat ditutup. Penggantian ban hanya sekira 30 menit. Kejadian itu tidak mengganggu penerbangan domestik lain.

Sudjiatmi tiba di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia GA 608. Sejatinya, pesawat dijadwalkan mendarat pukul 13.15 Wita, tapi baru mendarat pukul 13.34 Wita.

Ibu Jokowi berkunjung ke Makassar untuk kepentingan pribadi. Sudjiatmi dijadwalkan akan mengunjungi beberapa tempat wisata di Kabupaten Enrekang, Tana Toraja, dan Toraja Utara. Ia baru kembali ke Jakarta pada Jumat sore, 26 Agustus 2016.

Juru bicara Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Turah Ajiari, membenarkan pesawat ibunda Jokowi yang terlambat mendarat. Dia mengatakan keterlambatan itu akibat insiden pesawat Sukhoi.

Baca: Ban Jet Tempur Sukhoi Pecah Saat Mendarat di Makassar

Menurut Turah, pesawat Sukhoi beroperasi di landasan pacu 0321 yang khusus dijadikan latihan pesawat tempur. Adapun runway 1331 digunakan untuk pesawat komersial. “Jadi memang secara umum tidak mempengaruhi operasional penerbangan lain,” ujar Turah.

Menurut Turah, landasan pacu latihan Sukhoi ditutup pukul 13.20 Wita. Aktivitas di landasan pacu yang lama itu baru berjalan normal pukul 14.45 Wita.(tmp)

Istri Tukul Arwana Sempat Jatuh Dikamar Mandi Sebelum Meninggal

0

batamtimes.co,Jakarta – Susiasana, alias Susi Similikiti, istri dari komedian Tukul Arwana, sempat jatuh di kamar mandi sebelum akhirnya meninggal dunia. Hal itu dikatakan salah satu personel Srimulat, Polo. Menurut dia, Susi sempat dilarikan ke Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan.

“Dengar kabar habis Magrib jatuh dari kamar mandi, enggak sadarkan diri, terus dilarikan ke rumah sakit. Sampai rumah sakit sudah meninggal,” kata Polo melalui sambungan telepon, Selasa malam, 23 Agustus 2016.

Polo sendiri mengaku belum bisa datang malam ini ke rumah duka. “Mungkin besok ke sana, karena saya sekarang habis pulang dari rumah orang tua,” ujarnya.

Kabar meninggalnya istri Tukul diketahui dari pesan berantai yang diterima wartawan. Dalam pesan tersebut, disebutkan Susi meninggal di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan, sekitar pukul 18.00 WIB.

“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un … telah berpulang ke Rahmatullah Ibu Hj. Susiana/Susi Similikiti (istri dari Komedian Tukul Riyanto Arwana), hari ini, Selasa, 23 Agustus 2016, jam 18.00 WIB di RS Brawijaya, Jakarta,” demikian bunyi pesan yang diterima Tabloidbintang.com itu.

Rencananya, jenazah Susi akan segera dimakamkan pada Rabu siang, 24 Agustus 2016.

“Almarhumah malam ini disemayamkan di Jalan H Jian Nomor 22, Cipete, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Insya Allah akan dimakamkan hari Rabu besok (tempat pemakaman segera diinformasikan kembali) dan kita doakan bersama semoga husnulkhatimah, diterima amal ibadahnya oleh Allah subhanahu wa taala. Aamiin,” tulis pesan tersebut.(Majalah Bintang)

KPK Menetapkan Gubernur Sulawesi Tenggara Tersangka Perkara Korupsi

0

batamtimes.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam sebagai tersangka dalam perkara korupsi terkait pemberian izin eksplorasi di Kabupaten Buton dan Bombana.

“Berdasarkan perkembangan penyelidikan, kami menemukan tindak pidana korupsi dalam penerbitan surat izin tambang di Sulawesi Tenggara pada tahun 2009-2014,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK Jakarta, Selasa.

“Penyidik KPK telah menemukan dua alat bukti dan sedang diperbanyak lagi dan menetapkan NA (Nur Alam) sebagai gubernur Sulawesi Tenggara sebagai tersangka,” tambah dia.

Laode mengatakan tersangka diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dengan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan Eksplorasi, SK Persetujuan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi dan SK Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada PT Anugerah Harisma Barakah (AHB) selaku perusahaan yang melakukan penambangan nikel di Kabupaten Buton dan Bombana.

Penerbitan surat-surat keputusan tersebut diduga tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Modus, menurut Laode, dengan mengeluarkan surat izin usaha pertambangan kepada orang atau perusahaan tertentu tapi dalam pelaksanaannya diketahui ada pemberian imbalan kepada penerbit izin.

“Modusnya sebenarnya tidak terlalu sophisticated, jadi seperti biasa saja, dan sering jadi modus yang sama kepada daerah-daerah yang punya sumber daya alam melimpah,” ungkap Laode.

Laode memperingatkan kepala daerah agar berhati-hati dalam mengeluarkan surat-surat izin usaha pertambangan (IUP).

“KPK kembali mengingatkan kepada gubernur yang punya kewenangan karena IUP sudah ditarik dari bupati ke tingkat provinsi, semoga hal tidak terjadi lagi,” tambah Laode.

Namun KPK belum menyimpulkan jumlah imbalan yang diduga diterima oleh Nur Alam.

“Untuk memperkaya diri sendiri itu sedang dihitung, tapi kami sudah dapat beberapa bukti transfer, belum bisa mengeluarkan karena masih diakumulasi, tapi jumlahnya cukup signifikan. Salah satu angka yang dipakai adalah laporan dari PPATK,” katanya.

“Sedangkan khusus kerugian negara juga masih sedang dimintakan BPKP atau BPK untuk meminta perhitungan kerugian negara,” tambah Laode.

KPK juga masih menyelidiki pihak-pihak yang memberikan imbalan dan belum menetapkan status hukumnya.

Selain menetapkan Nur Alam sebagai tersangka, KPK juga sudah melakukan penggeledahan di beberapa tempat di Kendari dan Jakarta terkait perkara ini.(redaksi/net)

1.900 Orang Tewas Untuk Memberantas Narkotika di Filipina

0

batamtimes.co,Manila  – Lebih dari 1.900 orang atau sekitar 36 orang per hari tewas dalam gerakan berdarah untuk memberantas narkotika di Filipina sejak Presiden Rodrigo Duterte menduduki jabatannya tujuh pekan lalu, kata kepala kepolisian nasional pada Selasa.

Direktur Jenderal Ronald Dela Rosa mengatakan di Senat bahwa tidak ada kebijakan untuk membunuh pengedar dan pengguna narkotika serta sekitar 1.100 kematian itu masih dalam penyelidikan.

“Kami bukan tukang jagal,” katanya.

“Ini memiliki dampak menyeramkan,” kata Senator Frank Drilon setelah pernyataan kepala polisi itu, “Kami khawatir tentang jumlah kematiannya, yang bagaimana pun caranya, ini mengancam.”

Duterte, yang disebut “Sang Penghukum,” terpilih karena janjinya memberantas narkotika dan memperingatkan pengedar bahwa mereka menghadapi ancaman kematian jika tidak berubah.

Penyelidikan itu dilaksanakan oleh kritikus yang setia terhadap presiden, Senator Leila De Lima, yang telah memanggil pejabat tinggi kepolisian dan anti-narkotika untuk menjelaskan peningkatan jumlah korban dan laporan pembunuhan diam-diam.

Duterte telah memperingatan para anggota parleme untuk tidak ikut campur dalam kampanye miliknya, mengatakan bahwa mereka dapat dibunuh jika mereka menghalangi usaha-usaha untuk meningkatkan negara.

Hampir 700.000 pengguna dan pengedar narkoba telah menyerahkan diri untuk melarikan diri dari tindakan keras itu, kepala kepolisian Dela Rosa mengatakan. Dia mengatakan bahwa terdapat sebuah penurunan dalam tingkat kejahatan secara keseluruhan, meskipun terdapat peningkatan jumlah pembunuhan.

Di luar gedung Senat, sejumlah demonstran menyerukan dukungannya terhadap Dela Rosa karena memimpin perang melawan narkoba, menyerukan nama panggilannya, “Bato, Bato”.

Beberapa di antaranya membawa sejumlah plakat bertuliskan “Kami bersamamu Bato dalam perang melawan narkoba”.

Amerika Serikat, sekutu dekat Filipina, mengatakan “sangat khawatir” terhadap laporan terkait pembunuhan itu dan Departemen Luar Negeri mendesak pemerintahan Duterte untuk menjunjung tinggi norma hak asasi manusia.

Lembaga Human Rights Watch dari Amerika Serikat mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Uni Eropa “harus memperjelas kepada Duterte bahwa memicu kekerasan yang demikian itu tidak dapat diterima dan akan berdampak besar terhadap diplomatik dan perekonomian”.

“Di lain hal, sulit untuk memperkirakan kapan pembunuhan itu akan berakhir,” ujarnya.

Terlibat

Jumlah yang tewas itu, yang diutarakan Dela Rosa di Senat, lebih tinggi dari 1.800 orang yang dia sebut pada Senin lalu. Dia tidak memberikan penjelasan terkait jumlah itu namun mengatakan bahwa terdapat lebih banyak data yang masuk.

Dela Rosa mengatakan sekitar 750 orang dari mereka yang tewas itu terbunuh dalam sejumlah operasi kepolisian untuk memberantas para pengedar narkoba. Kasus kematian lainnya masih dalam penyelidikan, dia mengatakan.

“Tidak seluruh korban tewas yang diselidiki itu berhubungan dengan narkoba,” kata Dela Rosa, dengan menambahkan bahwa 40 pembunuhan diketahui karena pertengkaran atau perampokan.

Dia juga mengatakan bahwa sekitar 300 orang aparatnya dicurigai terlibat dalam perdagangan narkoba, memperingatkan para personil itu bahwa mereka akan diberhentikan dan diadili jika terbukti bersalah.

Terdapat adanya spekulasi dalam media setempat bahwa beberapa kasus pembunuhan itu dilaksanakan oleh para aparat polisi korup yang memberantas para pengedar narkoba untuk menghindari penyebutan nama mereka. Demikian laporan Reuters. (Antara )

Polres Tanjung Pinang Periksa Emapt saksi Terkait Pompong Tengelam

0

batamtimes.co.Tanjungpinang – Penyidik Polres Tanjungpinang, Kepulauan Riau memeriksa empat saksi terkait kasus perahu pompong yang tenggelam di perairan Pulau Penyengat.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro saat menerima aktivis Aliansi Jurnalis Independen Batam di Mapolres Tanjungpinang, Selasa, mengatakan kasus perahu pompong tenggelam itu dalam proses penyelidikan.

“Belum ada tersangka dalam kasus itu,” ujarnya.

Dia mengemukakan penyidik masih mendalami alasan perahu itu tetap berlayar meski cuaca buruk. Seharusnya, perahu itu tidak berlayar karena membahayakan penumpang.

“Ini permasalahan yang ingin diungkap,” katanya.

Joko mengemukakan sampai saat ini pengemudi atau tekong perahu pompong, Said Ismarullah, belum diperiksa. Hal itu disebabkan Said masih dirawat di RSUD Tanjungpinang.

“Tim medis sempat mengeluarkan air laut yang masuk dalam tubuhnya,” ucapnya.

Selain Said, satu dari 16 penumpang berhasil selamat. Sedangkan 15 penumpang lainnya ditemukan meninggal dunia.

Resti, penumpang yang berhasil berenang hingga ke bibir pantai.

Status Bandara Internasional Hang Nadim Batam Berubah Menjadi BUBU

0

batamtimes.co,Batam – Badan Pengusahaan Batam menyatakan perubahan status Bandara Internasional Hang Nadim Batam menjadi Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) untuk meningkatkan pelayanan bagi pengguna jasa penerbangan.

“Perubahan status itu untuk meningkatkan pelayanan di Hang Nadim International Airport. Sehingga bisa menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Batam,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono di Batam, Senin.

Sebelumnya (9/8) Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro melantik 12 pejabat Bandar Udara Hang Nadim yang berubah status menjadi Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) berdasar Keputusan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 165 Tahun 2016.

“Dengan berstatus BUBU, Manajemen Hang Nadim diharapkan bisa memajukan bandara tersebut termasuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk pengembangan fasilitas,” kata Purnomo.

Konsep baru tersebut juga merupakan langkah dalam melakukan akselerasi agar bandara tersebut menunjukkan potensinya dan menjadi kebanggaan lebih besar lagi bagi Indonesia.

“Sekarang sedang konsolidasi karena BUBU baru saja terbentuk,” katanya.

Dalam waktu dekat Apron Bandara Internasional Hang Nadim Batam akan diperluas 240×150 meter mengingat yang ada saat ini tidak lagi mampu menampung pesawat yang mendarat.

Selain itu juga akan dibangun terminal dua dengan kapasitas delapan juta penumpang pertahun, karena jumlah penumpang saat ini sudah melebihi kapasitas terminal sebanyak lima juta penumpang pertahun.

General Manager Umum Hang Nadim, Suwarso sebelumnya mengatakan dengan status BUBU maka manajemen memiliki kebebasan untuk menentukan tarif di bandra.

“Sebelum BUBU tentu masih mengacu pada peraturan dan keputusan dari Kementerian Perhubungan. Sekarang memiliki keleluasaan sesuai standar yang ada,” katanya.

Dia mencontohkan Bandara Hang Nadim yang sudah menjadi bandara utama masih menggunakan tarif airport tax domestik sebesar Rp40 ribu, beda dengan Soekarno Hatta yang juga sama-sama berstatus bandara utama.(ant/red)

Tontowi dan Liliyana Mendapatkan Hadiah Sebesar Rp 5 miliar

0

Tangerang – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meluruskan sekaligus meralat pernyataan sebelumnya terkait bonus yang akan diterima atlet peraih medali emas olimpiade 2016 yakni pasangan pebulutangkis Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir.

Dikatakan masing-masing Tontowi dan Liliyana akan mendapatkan hadiah sebesar Rp 5 miliar. Jadi nilai Rp 5 miliar bukan dibagi berdua. Hal itu dikatakan Menpora saat menyambut pahlawan olahraga Indonesia

“Terima kasih kepada Owi dan Butet dan seluruh yang mengantarkan ke Olimpiade. Pemerintah terus ingin mendukung, menyokong, ini bukan hanya suatu kesenangan tapi sebuah martabat bangsa di negara-negara lain. Maka masing-masing mendapatkan Rp 5 miliar dan bebas pajak,” kata Menpora Imam dalam acara penyambutan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (23/8).

Indonesia meraih tiga medali di Olimpiade Rio de Janeiro, satu emas dari Owi/Butet dan dua perak persembahan Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni Agustiani. Kedua atlet angkat besi kebanggaan Indonesia itu juga berhak atas bonus masing-masing Rp 2 miliar.

Ketua Kontingen Indonesia Olimpiade Rio 2016, Raja Sapta Oktohari mengatakan Tim Merah Putih telah pulang ke Tanah Air dengan kesuksesan mengembalikan tradisi emas.

“Kami melaporkan tim Indonesia telah kembali dengan membawa medali emas dan dua medali perak. Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi cabang-cabang olahraga lain untuk juga dapat medali dalam Olimpiade. Kita panjatkan syukur karena dihadiahkan medali emas dan dua perak. Tentu semua atas dukungan pemerintah khususnya Presiden RI Joko Widodo,” ujar Chef de Mission (Cd) Olimpiade itu.(red/satu)

Polisi Ungkap Protitusi Online Model dan SPG

0

batamtimes.co,Jakarta – Subdirektorat IV Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, membongkar kasus prostitusi yang memperdagangkan perempuan dari kalangan model dan Sales Promotion Girl (SPG) melalui media online. Tersangka berinisial ANY membanderol seorang model dan SPG Rp 5 juta sampai Rp 7 juta untuk tarif short time.

“Pelaku menyediakan SPG, model atau talent-talent lainnya untuk melakukan BO (booking order) dengan harga bervariasi mulai dari Rp 5 juta sampai dengan Rp 7 juta,” ujar Awi, Selasa (23/8).

Dikatakannya, tersangka ANY diamankan bersama satu orang pekerja seks komersial berinisial T.

“Dari tersangka berinisial ANY disita barang bukti berupa satu laptop merek Dell warna merah, satu iPhone 6, dan uang tunai Rp 1,5 juta. Sementara, dari tersangka T disita satu iPhone 6, uang tunai Rp 3,5 juta dan pakaian dalam,” ungkapnya.

Awi menjelaskan, modus tersangka ANY adalah membuat situs yang digunakan sebagai agensi penyalur model dan SPG. Namun, di luar itu pelaku juga menyediakan jasa booking order SPG dan model.

“Jadi website digunakan untuk melakukan prostitusi online yang berkedok agensi model atau SPG event. Tersangka memasarkan Pekerja Seks Komersial (PSK) melalui nomor media sosial What’sApp dan BBM yang terdapat di dalam website tersebut,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, praktik prostitusi online ini terbongkar ketika penyidik menemukan website yang dibuat tersangka pada saat patroli cyber.

“Di dalam website itu tersedia SPG, model dan talent-talent lainnya, lengkap dengan profil dan fotonya. Termasuk nomor tersangka untuk dihubungi pelanggan,” katanya.

Menurutnya, setelah pelanggan sepakat dengan harga dan tempat, tersangka lalu mengantar PSK ke tempat yang dimaksud.

“Pelanggan harus membayar uang muka sebesar 50 persen dari harga yang disepakati terlebih dulu, sisanya nanti diberikan ke PSK,” tandasnya.(b-Satu)

Jokowi Instruksikan Benahi Tiga hal Penting Untuk Kawasan Danau Toba

0

batamtimes.co,Jakarta– Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Pulau samosir, Kabupaten Samosir untuk mempercepat pembangunan kawasan wisata di Danau Toba.

Perjalanan Jokowi di Provinsi Sumatera Utara ke Pulau Samosir dilakukan pada hari ketiga, Minggu (21/8/2016).

Dalam kesempatan itu Jokowi menginstruksikan segera membenahi tiga hal penting agar kawasan wisata Danau Toba segera layak dinikmati para turis.

Yang pertama, ujar Presiden, penyediaan kapal feri yang dilaporkan oleh Bupati saat ini masih kurang, khususnya pada hari Sabtu dan Minggu.

“(Menteri Perhubungan) di tahun ini disiapkan ferinya, feri yang paling baik,” kata Presiden kepada Menhub yang juga turut mendampinginya ke Samosir seperti dilansir laman Setkab.go.id, Minggu (21/8/2016).

Kedua, Jokowi ingin adanya perbaikan pelabuhan yang ada. Presiden Jokowi menilai dermaganya perlu ada sedikit sentuhan.

“Ini juga Pak Menteri Perhubungan lagi. Kalau bisa juga tahun ini,” pintanya.

Selain kedua target di atas, target ketiga ini soal air bersih dan listrik yang dilaporkan Bupati, Presiden Jokowi belum bisa segera menjawab permintaan itu.

“Saya kalau belum bisa jawab saya sampaikan apa adanya. Biar nanti dicek dulu di lapangan kondisinya seperti apa, keadaannya seperti apa, situasinya seperti apa. Nanti baru saya dapat laporan dan saya jawab secepat-cepatnya,” ujarnya.

Sementara untuk meningkatkan SDM di kawasan wisata, Presiden sependapat dengan Bupati Samosir Rapidin Simbolon sangat penting sekali dibangun pendidikan pariwisata di kawasan Toba ini. Namun Presiden mengaku belum bisa menjawab.(redaksi)

Berduka Perahu Pompong Tengelam di Antara Pulau Penyegat 10 Orang Meninggal

0

batamtimes.co,Tanjungpinang-Perahu pompong yang membawa 17 penumpang tenggelam setelah berlayar selama 7 menit dari pelabhan yang khusus melayani penumpang tujuan Pulau Penyengat.Perahu itu berlayar pukul 09.00 WIB, dan tenggelam di dekat mercusuar yang berada di antara Pelabuhan Sri Bintan Pura dengan Pulau Penyengat .

Sudah ditemukan sebanyak 12 orang diantaranya dua orang selamat dan 10 orang sudah meninggal dunia. Sementara penumpang lainnya masih dalam proses pencaharian oleh tim TNI AL, Basarnas, instansi dan masyarakat.

Komandan Lantamal (Danlatamal) IV Laksamana Pertama TNI S Irawan perintahkan kekuatan Yonmarhanlan IV Tanjungpinang untuk membantu penyelamatan Pompong tenggelam tujuan Pulau Penyengat, Minggu (21/8/2016) sekitar pukul 10.30 WIB.

“Informasi sementara dilapangan ditemukan 12 korban dengan rician dua orang selamat dan 10 orang meninggal dunia,” ungkap Mayor Josdy Damopolly Kadispen Lantamal IV

Dijelaskan, saat ini dua korban pompong yang selamat berasa di Rumkital dr Midiyanto, 10 orang korban yang meninggal dunia di RSUD Tanjungpinang.

“Tim Diskes Lantamal IV dengan segala peralatan termasuk ambulans dan pengawak telah membantu proses evakuasi korban kerumah sakit. Selain itu pencaharian korban lainnya masih terus berlangsung,” terangnya.

Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menyatakan perahu pompong yang membawa 16 orang penumpang yang tenggelam di sekitar perairan Pulau Penyengat disebabkan karena faktor cuaca.Wakil Kepala Polda Kepri Kombes Yan Fitri, di kamar mayat RSUD Tanjungpinang, Minggu, mengatakan cuaca buruk menjadi penyebab terjadinya insiden tersebut.

“Yang penting sekarang bagaimana korban yang sudah meninggal dibawa segera ke rumah duka. Yang belum ditemukan, dicari sampai dapat,” katanya.

Yan Fitri mengaku sudah memerintahkan Kapolres Tanjungpinang untuk membantu pemulangan satu jenazah ke Bangka Belitung.

“Pesawat terakhir ke Bangka Belitung pukul 17.00 WIB. Saya sudah perintahkan Kapolres bergerak cepat,” ucapnya.

Sementara jenazah yang berasal dari Tanjungpinang, lanjutnya segera dibawa ke rumah duka setelah teridentifikasi.

“Anggota Polres Tanjungpinang membantu mempercepat penyelesaian administrasinya,” katanya.

Pompong Tidak Menyediakan Pelampung

Pengemudi perahu pompong yang tenggelam di sekitar perairan Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, ibu kota Kepulauan Riau, tidak menyediakan pelampung.

“Ini menjadi pelajaran berharga. Keselamatan penumpang pompong harus menjadi perhatian,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kepri Reni Yusneli saat melayat korban yang meninggal dunia di RSUD Tanjungpinang, Minggu.

Dia mengatakan, sebenarnya setiap sosialisasi keselamatan penumpang kapal dan pompong, pemerintah selalu mengingatkan wajib menyiapkan alat keselamatan penumpang, namun pemilik pompong kurang memperhatikannya.

“Meskipun jarak Penyengat dan Tanjungpinang itu dekat, tetap saja jika terjadi gelombang angin atau badai selalu mengakibatkan tenggelamnya pompong yang memakan korban penumpangnya. Oleh karena itu musibah ini kiranya bisa dijadikan pelajaran agar tidak terulang lagi,” katanya.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Said, pengemudi perahu pompong membawa 16 orang dari pelabuhan menuju Pulau Penyengat. Perahu kayu berukuran kecil itu biasanya hanya mengangkut 15 penumpang.

Sekitar tujuh menit perjalanan, mesin pompong mendadak mati, kemudian hidup lagi dan kapal perlahan-lahan tenggelam.

Dua orang berhasil diselamatkan, masing-masing seorang penumpang dan pengemudi pompong mendapat pelampung dari petugas MV Baruna, sedangkan 10 penumpang lainnya meninggal dunia dan 5 orang masih dicari.

Reni mengatakan, Pemprov Kepri menyatakan berduka cita untuk korban.

“Harus ada regulasi yang mengatur keselamatan masyarakat yang bergerak dari pulau ke pulau khususnya Tanjungpinang-Pulau Penyengat,” tegas Reni.

Urutan Kejadian Perahu Pompong Tengelam

Dari Iinformasi yang berhasil di Himpun Batam times dari Whats Up KPLP Tanjung Pinang yang beredar di masyarakat.

Urutan kejadianya adalah :

  1. pada hari minggu tanggal 21 Agustus 2016 sekira Pukul09.30 Wib telah terjadi laka laut kapal pompong rute Tanjung Pinang – Penyengat dengan penumpang.
  2. Jumlah penumpang : 17 (1 Nahkoda,2 Anak,dan 14 dewasa)
  3. Yang ditemukan : 12 Orang sbb berikut ; – 10 orang dewasa -2 orang anak-anak
  4. Belum ditemukan 5 Orang sementara masih evakuasi (red/anto)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga