8.6 C
New York
Sunday, April 5, 2026
spot_img
Home Blog Page 1333

Uang Orang Indonesia Beredar Diluar Negri Lebih Dari Rp 11.400 Triliun

0

batamtimes.co,Jakarta – Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah memiliki data yang didapat dari pajak soal rekening warga Indonesia di luar negeri. Dia menyebutkan potensi uang orang Indonesia yang beredar lebih dari Rp 11.400 triliun.

“Potensinya lebih besar daripada GDP (gross domestic product). GDP kita kan Rp 11.400 triliun,” ujarnya saat ditemui dalam seminar bertajuk “RUU Tax Amnesty” di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa, 5 April 2016.

Bambang mengungkapkan, jumlah tersebut merupakan akumulasi dari uang yang diinapkan di luar negeri sejak 1970, bukan uang yang 2-3 tahun lalu baru masuk. Dia berujar, uang itu sudah masuk sejak 1970-an.

Angka tersebut, kata Bambang, berasal dari akumulasi atau perhitungan harta kekayaan pengusaha-pengusaha kaya Indonesia yang sudah memarkir uangnya di luar negeri sejak 1970-an.

“Kok bisa lebih besar daripada GDP? Ini uang lama, bukan uang baru yang kemarin. Ini malah kami pakai data dari 20 tahun terakhir,” katanya.

Bambang melanjutkan, kini rupiah sudah terdepresiasi. Waktu itu pemilik uang menyimpan saat nilai tukar rupiah terhadap dolar 2.000, tapi kini kurs rupiah sudah 13 ribu per dolar AS. “Nah, tentu uang mereka secara rupiah semakin besar.”

Bambang membeberkan, warga yang menyimpan uangnya di luar negeri untuk kepentingan mengemplang pajak. Dia menyebutkan pola yang digunakan adalah menyimpan uang itu di berbagai tax haven. Dari datanya, tax haven favorit warga Indonesia adalah British Virgin Island dan Singapura.

Kini Dewan Perwakilan Rakyat tengah menggodok Rancangan Undang-Undang soal Pengampunan Pajak. Melalui kebijakan ini, pengemplang pajak tak perlu membayar denda pajak atas dana yang diinapkan di luar negeri. Jadi diharapkan mereka bisa dengan sukarela menarik kembali dana tersebut ke dalam negeri.

Dia berujar dana tersebut nantinya bisa ditempatkan pada sistem keuangan perbankan nasional. Dana ini bisa dikelola dan disalurkan untuk mendanai program pembangunan infrastruktur yang selama ini sulit dilakukan lantaran perbankan nasional kurang memiliki sumber dana segar.

Kejati Kepri Akan Rilis Nama Tersangka Kasus Bansos Batam

0

batamtimes.co,Tanjungpinang – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Andar Perdana Widihastopo kembali menyatakan, pihaknya akan merilis nama-nama tersangka kasus korupsi Batam dan sejumlah kasus korupsi lainnya, yang telah dinaikan ke penyidikan, Kamis (7/4/2016) lalu.

“Mudah-mudahan Kamis depan, nama-nama tersangka korupsi yang prosesnya sudah dinaikan ke penyidikan akan kami rilis ke publik melalui media,” ujar Andar Perdana kepada wartawan di Tanjungpinang saat dihubungi,‎ Senin (4/4/2016).

‎Pernyataan penetapan tersangka dalam korupsi yang ditangani Kejati Kepri ini, kata Andar, merupakan bentuk pertanggungjawaban Kejati kepada publik.

“Selanjutnya, nanti setiap pekan akan kami rilis penanganan dan penetapan nama tersangkanya lainya, atas sejumlah kasus korupsi yang sedang ditangani, demikian selanjutnya,” papar Andar.

‎Saat ini selain memberdayakan tenaga penyidik di Kejati Kepri, pihaknya juga tengah menarik dan memberdayakan sejumlah jaksa dari Kejaksaan Negeri di Kepri. Mereka akan diminta membantu dalam penanganan kasus korupsi yang prosesnya telah dinaikan ke penyidikan.

Sebagaimana diakui Kajati Kepri menghadapi kendala minimnya tenaga SDM. “‎Sejumlah jaksa dari Kejaksaan Negeri sudah kami tarik dan BKO-kan di Kajati, hingga dalam waktu dekat proses penyelesiakan tiga kasus Tindak Pidana Korupsi yang ditangani akan berlangsung dengan cepat,” ujarnya dengan yakin.

Sebelumnya, jelas mantan Wakajati Kalimantan Barat ini, minimnya tenaga SDM Penyidik Jaksa, disebabkan sejumlah Jaksa dari Kajati Kepri banyak yang pindah, membuat pelaksanaan penanganan sejumlah kasus korupsi di Kajati Kepri sedikit terbengkalai.

“Sebelumnya, satu penyidik bisa menangani banyak perkara, selain itu juga merangkap kerja. Dia yang melakukan pulbaket, dia juga yang melakukan penyelidikan dan dia juga yang melakukan penyidikan dan Penuntutan Kasus di Pengadilan,”ujarnya.

Dengan adanya Tambhaan Jaksa yang diperbantukan dari Kajari ke Kajati ini, tambah dia, pelaksanaan penanganan Kasus Korupsi akan bisa semakin cepat.

Sebagai mana diketahui sebelumnya, dari puluhan dugaan kasus korupsi yang di Pulbaket dan dilakukan penyelidikan oleh Kejati Kepri. Tiga kasus diantaranya, dugaan Korupsi Bansos Batam senilai Rp.66 M tahun 2010-2011. Proses penangananya telah dinaikan ke penyidikan. Demikian juga dugaan Korupsi, pengadaan Mess Pemda dan Asrama Mahasisw dan Mahasiswi Kabupaten Anamba, serta dugaan Korupsi dana Sewa Rumah dinas/Jabatan Pimpinan DPRD Natun.

Sayangnya, hingga memasuki 4 bulan kepemimpinan Kajati Kepri, Andar Perana, belum ada satu orang tersangka yang ditetapakan, dalam sejumlah dugaan kasus korupsi yang diselidiki dan disidik tersebut (batam today)

Kualitas ASI Dipengaruhi Berbagai Faktor

0

batamtimes.co,Jakarta, Agar anak tumbuh dan berkembang dengan optimal, salah satu hal yang dapat dilakukan ibu adalah dengan memberi Air Susu Ibu (ASI) bagi si kecil. Namun, perlu diperhatikan pula bahwa kualitas ASI yang diberikan pun turut dipengaruhi berbagai faktor.

Salah satu faktor yang memengaruhi kualitas ASI ibu adalah asupan gizi ibu karena pada dasarnya, ASI merupakan hasil metabolisme tubuh ibu, demikian diungkapkan konselor laktasi dari SELASI, dr Sylvia Haryeny, IBCLC.

“Semakin bervariasi zat gizi pada makanan ibu, maka semakin optimal kualitas ASI dan ibu tetap sehat,” kata dr Sylvi saat berbincang dengan detikHealth .

Lalu, apa efeknya jika ibu tidak mencukupi asupan gizi nya dengan baik? Dikatakan dr Meta Hanindita SpA, jika ibu tidak memperhatikan asupan gizinya, kondisi ibu dan bayi akan menjadi tidak sehat. Walaupun, pada umumnya, seorang ibu dapat memproduksi ASI yang cukup untuk bayinya sampai taraf tertentu.

Taraf tertentu yang dimaksud adalah seorang ibu bisa memproduksi ASI yang cukup, kecuali sangat kurang gizi untuk periode lama, demikian diungkapkan dr Meta yang praktik di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Menurutnya, ibu menyusui mengonsumsi makanan yang kurang bergizi sesekali tidak apa-apa. Tapi, jika hal itu terus-terusan dilakukan, dikhawatirkan status gizi ibu menjadi sangat kurang dan bisa memengaruhi ASI.

Baca Juga: Seperti Apa Sih Kualitas dan Kuantitas ASI yang Baik?

“Selain itu, jika ibu menyusui (busui) tidak mendapatkan nutrisi bergizi dari makanannya, tubuh ibu akan mengambil nutrisi untuk ASI bayi dari ‘simpanan’ busui. Demi kesehatan busui sendiri, memang sebaiknya konsumsilah makanan bergizi,” ucap dr Meta.

Dalam keseharian, tak jarang ibu merasa khawatir apabila ia tidak banyak makan, maka akan memengaruhi produksi ASI-nya. Menurut dr Meta, sebetulnya ibu tidak perlu khawatir karena banyak atau tidaknya makanan yang dikonsumsi ibu tidak berpengaruh terhadap kualitas maupun kuantitas ASI.

“Ada ibu yang makan lebih banyak selama menyusui, ada yang makan lebih sedikit, dua-duanya sah-sah saja dan tidak memengaruhi ASI. Seorang ibu boleh saja makan makanan dengan gizi seimbang sesuai dengan seleranya,” kata dr Meta.

Balon Walikota Ambon Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

0

batamtimes.co,Ambon-Bakal calon Wali Kota Ambon dari jalur independen, Omar Benyamin Poerwaila ditemukan tewas di sebuah kamar hotel Imperial Inn di kawasan Tanah Tinggi Ambon, Selasa (5/4/2016) malam.

Manager Imperial Hotel, Deni kepada wartawan mengatakan korban check in di hotel tersebut sekitar pukul 08.00 Wit Senin (4/4/2016) kemarin.

Saat hendak masuk ke kamar hotel dia sempat menyampaikan kepada petugas resepsionis agar dia tidak ingin diganggu siapapun.

“Bahkan menurut petugas resepsionis korban tidak mengizinkan tamu untuk menemuinya, dan dia langsung masuk ke dalam kamar hotel,” kata Deni.

Menurut dia, rencananya korban akan check out dari hotel pada Selasa hari ini. Petugas hotel lalu membangunkan korban dengan cara mengutuk pintu kamarnya. Karena tidak ada jawaban dari dalam petugas lalu membuka pintu kamar dari luar.

“Saat itu petugas melihat korban sudah tidak bernyawa lagi,” kata dia.

Pantauan di lapangan, polisi yang dating setelah mendapatkan laporan tersebut langsung melakukan olah TKP, setelah itu jenazah langsung dimasukan ke dalam kantung mayat dan dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Ambon.

Saat itu korban yang merupakan anak dari mantan Wali Kota Ambon Albert Purwaila, tampak mengenakan kaos oblong putih dan celana hitam pendek bertuliskan angka 02.

Kepala Polsek Sirimau, Aris Tiku Maryunus yang ada di lokasi kejadian mengatakan, Jenazah korban saat telah berada di rumah sakit Bhayangkara di Tantui untuk diotopsi.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan polisi. Kami sudah selesai lakukan olah TKP, kematian korban juga belum diketahui motifnya. Tunggu hasil otopsi baru kita ketahui,” katanya.

Penemuan jenazah korban ini sempat menggegerkan warga di sekitar hotel tersebut. Warga yang penasaran bahkan sempat masuk ke dalam hotel untuk melihat kondisi jenazah.(kmp)

BNN Temukan Jenis Narkoba Baru

0

batamtimes.co,Jakarta-Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menemukan narkotika jenis baru atau yang biasa disebut dengan new psychoactive substances (NPS).

“Narkotika jenis baru yang ditemukan BNN adalah berupa FUB-AMB yang masuk dalam golongan synthetic cannabinoid,” kata Kepala Bagian Humas BNN Kombes (Pol) Slamet Pribadi seperti dikutip dari Antara, Selasa (5/4/2016).

Slamet mengatakan, zat yang berasal dari sampel tembakau tersebut distimulen oleh zat synthetic cannabinoid. Zat itu mulai diidentifikasi sejak 17 Februari 2016 lalu oleh balai laboratorium BNN sebagai narkotika jenis baru.

“Dengan ditemukannya zat baru ini maka total NPS yang berhasil diidentifikasi BNN hingga saat ini berjumlah 38 NPS,” ujar dia.

Sebagian NPS tersebut diatur dalam daftar lampiran Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 13 Tahun 2014.

Dalam lampiran itu, dari 38 NPS saat ini, hanya 18 yang sudah masuk dalam Permenkes. Masih terdapat 20 NPS lagi yang belum masuk dalam Permenkes. Daftar bisa dilihat di tautan ini: Daftar NPS.

“Termasuk zat baru yang ditemukan BNN saat ini,” tutur dia.

Berdasarkan keterangan BNN, FUB-AMB adalah golongan synthetic cannabinoid yang memiliki efek halusinogen.

Dampaknya, zat itu menyebabkan seseorang melihat warna acak, pola, peristiwa, dan bahkan bisa melihat sesuatu yang tidak ada seolah adalah nyata.

Halusinogen menimbulkan halusinasi yang bersifat mengubah perasaan, pikiran, dan dapat menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga menyebabkan seluruh perasaan dapat terganggu.(ant/ded)

Penyelidikan Dugaan Korupsi Pengangkutan Sampah Menjadi Prioritas

0
M.Igbal

Batam – Dugaan korupsi proyek pengangkutan sampah di Kota Batam terus bergulir. Jaksa memastikan proses penyelidikan berlanjut, guna mengumpulkan bukti-bukti perbuatan melawan hukum.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Batam, Muhammad Iqbal, membenarkan penyelidikan dugaan korupsi proyek pengangkutan sampah masih berlanjut. Bahkan, sambungnya perkara itu termasuk prioritas yang harus mereka tuntaskan setelah perkara korupsi Alkes RSUD Embung Fatimah.

“Kita masih kumpulkan bukti-bukti. Sekarang fokus nuntaskan perkara korupsi Alkes dulu,” kata Iqbal, kemarin di Kantor Kejari Batam.

Informasi yang diperoleh, penyelidikan dugaan korupsi proyek pengangkutan sampah yang dilakukan Jaksa Pidsus sudah banyak kamajuan. Selain pelapor, penyidik sudah memintai keterangan dari sejumlah saksi, seperti sopir truk pengangkut sampah dan pihak kontraktor pemenang proyek PT Royal Gensa Asih (RGA).

Tak hanya itu, penyidik juga mulai melakukan kalkulasi kerugian Negara dalam perkara itu. Tetapi, hitung-hitungan itu akan disinkronisasi dengan BPKP.

“Kita akan upayakan penyidikan sampai tuntas,” ujar Iqbal.

Sebelumnya, Iqbal menyampaikan dokumen kontrak yang diminta dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) mulai tahun 2011-2015 telah diserahkan.

“Dokumennya sudah diserahkan semua. Hanya ada sedikit saja yang kurang dalam dokumen kontrak tahun 2014,” kata Iqbal, Kamis (3/3/2016) siang.

Dokumen tersebut, kata Iqbal, sedang diteliti jaksa penyidik. Unsur perbuatan melawan hukum dalam pembuatan kontrak maupun lelang masih dicari.

Selain meneliti dokumen, sambung Iqbal, pihaknya juga telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Seperti diketahui, 16 dari 66 sopir PT RGA (pemenang lelang) telah memberikan keterangan kepada penyidik.

“Proses penyelidikan masih terus dilakukan. Ada dokumen pendukung juga yang lagi kita minta dari pihak TPA Telaga Punggur,” ujarnya, mengakhiri.(batam today)

Menpora Jamin Sepakbola Dipertandingkan di Asian Games 2018

0

batamtimes.co,Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menjamin cabang olahraga sepakbola bisa dipertandingkan di Asian Games 2018. Hal itu diutarakannya dalam rapat dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), di Jakarta, Jumat (1/4/2016) sore.

Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam itu, Menpora hadir bersama perwakilan dari KOI, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Dirjen Cipta Karya, Ketua Satuan Tugas Infrastruktur GBK, Penanggung jawab pembangunan velodrome, dan renovasi equestrian.

Dalam rapat tersebut, anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto meminta paparan soal kemajuan dari persiapan Asian Games, seperti renovasi dan kepastian cabang olahraga yang dipertandingkan, selain juga mempertanyakan kepastian sepakbola dipertandingkan saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games dua tahun mendatang.

Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto menjelaskan pemaparan dari Menpora menanggapi permintaan tersebut.

“Diawali paparan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU dan PERA) tentang infrastruktur, di mana kesiapannya sudah in the track. Kemudian penandatanganan wisma atlet untuk Kemayoran yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu, kendati GBK masih persiapan untuk penandatangan kontrak. Sementara Bapak Menpora sendiri menyampaikan paparan dari aspek yang menjadi kewenangan Kemenpora tentang prestasi dan harapannya masuk 10 besar,” kata Gatot menuturkan.

“Bapak Sidarto mempertanyakan apakah sepakbola dipertandingkan, karena tidak elok jika tidak jadi. Bapak menpora mengatakan bahwa menjamin sepakbola akan tetap dipertandingkan karena masih ada waktu untuk menyelesaikannya,” sebutnya.

Jaminan itu terkait dengan pembekuan PSSI oleh Menpora, yang kemudian membuat FIFA bereaksi dengan menjatuhkan sanksi. Gatot sendiritidak bisa memastikan kapan waktu pencabutan surat pembekuan PSSI dari Menpora.(kmp/net)

Presdir Agung Podomoro Land Akhirnya Menyerahkan Diri

0

batamtimes.co,Jakarta – Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja, yang menjadi tersangka kasus dugaan suap kepada anggota DPRD DKI M Sanusi, menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Ariesman datang sekitar jam 8 malam, Jumat, 1 April 2016. Ia didampingi oleh seorang penyidik dan pengawal tahanan KPK saat memasuki gedung KPK. Menggunakan sweeter warna biru, ia terlihat menenteng satu botol minuman mineral dan tas kresek.

Kedatangannya disambut oleh awak media. Seusai ditetapkan sebagai tersangka, Ariesman sempat berstatus buron karena tidak diketahui keberadaannya.

Awak media menyambut sejak dari halaman depan gedung KPK. Ariesman yang diberondong pertanyaan memilih bungkam seribu bahasa.

Kedatangannya sempat membuat suasana ricuh. Semua awak media yang hadir saling berdesakan berebut memotret. Sejumlah awak media pun terdesak hingga pintu masuk ruang tunggu pemeriksaan. Petugas keamanan yang berjaga di dalam kemudian menarik-narik awak media yang terdorong masuk.

KPK menetapkan Ariesman sebagai tersangka pemberi suap kepada anggota DPRD untuk memuluskan perizinan reklamasi pantai Jakarta. Selain Ariesman, KPK juga menetapkan anggota DPRD Fraksi Gerindra Muhammad Sanusi dan karyawan PT Agung Podomoro Trinanda Prihantoro.

Kasus ini terungkap saat KPK melakukan operasi tangkap tangan Kamis, 31 Maret 2016. Dalam operasi itu, KPK mencokok Mohamad Sanusi dan Geri, seorang wiraswasta. Keduanya ditangkap saat melakukan transaksi suap di pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan pada jam 19.30.

Geri diduga menjadi perantara untuk memberikan uang dari Trinanda kepada Sanusi. Selanjutnya, penyidik lembaga antirasuah mencokok Trinanda di kantornya di kawasan Jakarta Barat dan Berlian, Sekretaris Direktur PT Agung Podomoro Land di rumahnya di daerah Rawamangun Jakarta Timur. Berlian diduga ikut menjadi perantara pemberian suap.

Dalam OTT tersebut KPK berhasil mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 1,140 miliar yang merupakan pemberian kedua kepada Sanusi. Uang tersebut terdiri dari pecahan uang Rp 100 ribu dan pecahan USD 100 berjumlah 80 lembar

Sebelumnya, Sanusi telah menerima duit Rp 1 miliar pada tanggal 28 maret 2016. Sehingga total duit yang diterima Sanusi adalah Rp 2 miliar dan USD 8 ribu.(tempo)

April,Polda Sumut Akan Amankan Penyelengaraan UN SMA

0

batamtimes.co,Sumut-Polda Sumut melakukan pengamanan penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat 4-6 April mendatang, termasuk pengamanan naskah UN.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf, menerangkan sebanyak 5 unit truk container pengangkut naskah UN tingkat SMA sederajat untuk Sumut dari percetakan PT Pura Baru Utama, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

“Jumlah naskah ujian yang diangkut sebanyak 18.816 kotak,” sebut Helfi,  Jumat (01/04/2016).

Disebutkannya, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecurangan atau penyimpangan pada proses pendistribusian soal-soal UN dan pelaksanaan UN, pihaknya sudah melakukan beberapa langkah antisipatif, seperti melakukan koordinasi dengan panitia penyelenggara UN tingkat Provinsi Sumut sehubungan dengan rencana penyelenggaraan UN tahun pelajaran 2015/2016.

“Kita melakukan pengamanan distribusi bahan UN dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi ke Disdik Kabupaten/Kota sampai ke sekolah-sekolah yang dituju bersama dengan penyelenggara tingkat provinsi dan perguruan tinggi, serta melakukan pengawasan dan pengamanan pascapelaksanaan UN,” sebutnya.(berita sumut)

Industri Sabu Rumahan Sudah Beroperasi Dua Bulan

0

batamtimes.co,Medan-Direktur Psikotrapika dan Precusor BNN Pusat, Brigjen Pol Anjan Pramuka Putra menjelaskan, home industry sabu yang digerebek di Jalan AR Hakim, Gang Belanga, Kelurahan Sukaramai I, Medan Area, Jumat (1/4/2016), sudah beroperasi selama dua bulan.

“Mereka beroperasi baru sekitar dua bulan. Kalau produksinya, tergantung pesanan di pasar,” jelas mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut tersebut.

Menurut Anjan, sabu yang diproduksi keempat tersangka berkualitas rendah. Proses pembuatannya dicampur dengan Theopiline yang merupakan obat asma sebagai bahan bakunya. Theopiline ini digiling untuk kemudian dicampur dengan sabu-sabu asli. “Jadi mereka ini mengoplos. Bisa dibilang ini sabu-sabu KW dua,” paparnya.

BNN belum mencium adanya keterlibatan campur tangan pelaku dari luar daerah, karena seluruh bahan maupun racikan narkoba dibeli tersangka dari beberapa toko di Medan.

Dikatakannya, Theopiline itu dapat dibeli secara bebas di toko kimia di Medan. Demikian juga perangkat alat produksi sabu yang dimiliki para tersangka, dapat diperoleh di Medan.
“Sedangkan pil ekstasi tersebut, diperoleh para tersangka dari Malaysia. Jadi bisa juga produksi sabu mereka dibarter (tukar barang) dengan pil ekstasi,” kata Anjan.

Dalam penggerebekan ini, BNN mengamankan empat orang tersangka. Masing-masing Sehendra alias Hendra (41), Budi Rohim Lubis alias Budi (42), Sutrisno alias Beh (39) dan Utomo alias Tomo (38)

Guna proses penyidikan selanjutnya, keempat tersangka dan seluruh barang bukti dibawa ke kantor BNN Pusat di Jakarta untuk diuji laboratorium lebih lanjut.

“Dalam kasus ini, kami masih mengejar dua pelaku lagi yang merupakan sindikat pembuatan sabu,” pungkas Anjan, menambahkan para tersangka bisa diancam pidana mati (der)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga