8.6 C
New York
Sunday, April 5, 2026
spot_img
Home Blog Page 1332

Di instagram, Siswi Medan bentak Polwan panggil Arman Depari ‘Paman’

0

batamtimes.co,Medan- Seorang siswi SMA di Medan bersikap arogan saat mobil dikendarainya dihentikan Polantas karena melanggar lalu lintas saat konvoi usai ujian nasional. Dia sempat mengancam polwan dan memakinya, bahkan mengaku sebagai anak dari Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Irjen Arman Depari.

Penelusuran merdeka.com, siswi yang bernama Sonya Depari itu mengunggah foto melalui akun instagramnya @sonyadepari saat acara adat Tanah Karo ‘Njunjungi Beras Piher’ Arman Depari saat masih menjabat sebagai Kapolda Kepulauan Riau. Foto yang diunggah pada tanggal 8 November 2014 itu diunggah Sonya dengan caption ‘Pauda’ yang berarti Paman.

“Paudaa #kapoldabatam #kepulauanriau,” tulis Sonya melalui akun instagramnya dikutip merdeka.com, Kamis (7/4).

Usai sikap Sonya yang mengancam Polwan itu diberitakan sejumlah media nasional, pengguna instagram langsung mendadak memenuhi kolom komentar di foto tersebut. Salah satu komentar ditulis oleh akun bistok_mcp yang tampak heran karena mengetahui Arman Depari bukanlah ayah seperti yang dibilang Sonya saat mengancam Polwan yang hendak menertibkannya itu.

“Busettt. Pakuda nya doang nya. Hahahaa,” tulis akun tersebut.

Sementara itu, akun dickiaritonang menilai hal yang wajar apabila Sonya menyebut Arman Depari sebagai ayahnya. “Oh Paudanya, iyalah uda seperti Bapaknya,” tulis akun tersebut.

Selain itu, lewat akun instagramnya, selain masih duduk di bangku SMA, Sonya merupakan seorang model. Dia mengunggah kegiatannya saat sedang memenangkan lomba foto model maupun saat sedang lenggak lenggok di atas panggung.

Seperti diketahui, saat dikonfirmasi, Irjen Arman Depari telah membantah bahwa siswi tersebut adalah putrinya. “Tidak benar, saya tidak punya anak perempuan,” kata Arman kepada merdeka.com, Rabu (6/4) malam.

Arman mengungkapkan, dia memiliki 3 anak dan semuanya berjenis kelamin laki-laki. “Anak saya semua laki-laki dan semua di Jakarta,” ungkapnya.(net)

Panama Papers “Telan Korban”, PM Islandia Mengundurkan Diri

0

batamtimes.co,Reyjavik-Perdana Menteri Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson akhirnya meletakkan jabatannya, Selasa (5/4/2016). Hal ini menyusul munculnya nama dia dan sang istri dalam dokuman “Panama Papers”.

Informasi mundurnya Gunnlaugsson dari jabatan Perdana Menteri diungkapkan Wakil Ketua Partai Progresif Islandia, seperti dilansir CNN, malam ini (WIB).

Dalam beberapa hari terakhir Gunnlaugsson memang berada dalam tekanan untuk mundur.

Warga sebelumnya telah menandatangani petisi meminta agar Perdana Menteri mundur menyusul dugaan skandal keuangan dan pajak dalam dokumen tadi.

“Panama Papers” adalah dokumen rahasia yang memuat daftar klien kelas kakap yang menginginkan uang mereka tersembunyi dari endusan pajak di negaranya.

Dokumen rahasia itu kini menjadi konsumsi publik setelah dibocorkan media massa setelah bocor dari pusat data firma Mossack Fonseca. Itu adalah sebuah firma hukum yang berbasis di Panama.

Di dalam 11 juta halaman dokumen itu, terdapat nama-nama politisi, bintang olahraga, dan selebriti yang menyimpan uang mereka di berbagai perusahaan “cangkang” di luar negeri demi menghindari pajak.

Sebelumnya diberitakan, Gunnlaugsson sempat menolak untuk mengundurkan diri. Padahal, di dalam dokumen itu tercantum nama Gunnlaugsson dan istrinya, Anna Sigurlaug Palsdottir.

Mereka diduga menggunakan jasa firma di luar negaranya demi menyembunyikan investasi bernilai jutaan dollar AS dari kewajiban pajak.

Penolakan itu diungkapkan Gunnlaugsson dalam wawancara di sebuah stasiun televisi Islandia, Channel 2, Senin kemarin

Dalam data itu terungkap, Gunnlaugsson dan istrinya, membeli Wintris Inc. yang merupakan perusahaan di wilayah Kepulauan Virgin, Inggris, pada Desember 2007.

Dia mengalihkan 50 sahamnya kepada sang istri di tahun 2009, dengan jumlah simbolik sebesar satu dollar AS.

Terkait kasus ini, dia berkeras mengaku tak pernah menyembunyikan uang, terlebih di luar negeri.

Sementara, tentang istrinya, Gunnlaugsson mengatakan, Anna yang sudah berlimpah harta dari ayahnya selalu membayar kewajiban pajaknya di Islandia.

Kendati demikian, akhirnya hari ini sang Perdana Menteri tetap mundur dan meletakkan jabatannya itu.(kmp)

Polresta Barelang Bongkar Jaringan Narkoba dengan BB Capai 1 Kilogram Sabu

0

batamtimes.co,Batam – Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang berhasil menggagalkan upaya peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Batam mencapai 1 kilogram (Kg).

Informasi yang diperoleh, polisi sudah lama melakukan pengintaian terhadap jaringan tiga tersangka yang berhasil dibekuk di lokasi yang berbeda pada Selasa (5/4/2016) kemarin.

JR dan JI berhasil dibekuk di sekitar Top 100 Sagulung. Hasil penggeledahan tubuh kedua pengedar itu ditemukan sabu dalam beberapa paket plastik bening. Dari tubuh JR didapati 12 gram dan JI 36,8 gram.

Polisi melakukan pengembakan kasus kepemilikan narkoba tersebut dari kedua tersangka. Keduanya menyanyi, bahwa barang haram itu diperoleh dari seorang bandar narkoba yang juga keberadaannya ada di Batam.

Alhasil, kerja keras Polisi dibawah pimpinan Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Suhardi Hery Haryanto membuahkan hasil, dengan melakukan penggerebekan di salah satu rumah di kawasan hunian Alam Manda, Kecamatan Seibeduk.

Seorang pria yang ditangkap di dalam rumahnya itu berinisial SA. Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan seberat 875,8 gram sabu dari beberapa lokasi di dalam rumah tersebut. Diperoleh empat paket seberat 20,9 gram ditemukan di dalam dompet tersangka.

Selanjutnya dilakukan penggeledahan untuk mencari keberadaan barang bukti lainnya. Tersangka mengaku barang haram itu masih tersimpan di dalam satu buah kaleng biscuit yang berisikan 854,9 gram, terdiri dari 10 paket. Total keseluruhan barang bukti yang diamankan sebanyak 946 gram sabu.

Kompol Suhardi Hery Haryanto mengungkapkan, ada nama tersangka lainnya yang menjadi target Polisi. “Ya, ada kita amankan tiga tersangka beserta barang bukti narkoba golongan I jenis sabu-sabu. Saat ini kita masih melakukan penyidikan tersangka lainnya yang berperan di atas ketiga tersangka,” ujarnya, Rabu (6/4/2016).(btd)

Empat Payung Hukum Reklamasi yang Harus Dipenuhi

0

batamtimes.co,Jakarta – Izin proyek reklamasi di beberapa wilayah di Indonesia sudah diterbitkan, walau tanpa payung hukum yang jelas. Padahal semestinya, payung hukum tersebut dibuat terlebih dahulu sebelum izin reklamasi dikeluarkan.

Setidaknya ada empat payung hukum yang mesti dipikirkan untuk menaungi proyek reklamasi di tanah air. Payung hukum pertama yang perlu diperhatikan adalah berkaitan dengan tempat reklamasinya yang berada di laut.

“Penambahan wilayah untuk laut itu perlu ada payung hukum sebagai wilayah teritorialnya yang biasanya disebut lintang utara, selatan, bujur barat, dan timurnya,” kata Pakar Hukum Reklamasi, Asep Warlan, Senin (4/4/2016).

Payung hukum kedua menurut Asep adalah yang berkaitan dengan segi lingkungan hidup untuk menanggulangi dampak dari reklamasi yang dilakukan.

Oleh karena itu, pada payung hukum ini diperlukan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) proyek reklamasinya.

“Bukan hanya amdal, tapi untuk kajian wilayahnya diperlukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Biar lebih komprehensif amdal dan KLHS perlu dilakukan dengan didasari Undang Undang Lingkungan Hidup tentang bagaimana setiap kegiatan yang berdampak lingkungan perlu ditangani,” tambahnya.

Berikutnya yang mesti diperhatikan adalah payung hukum dari segi rencana tata ruangnya. Asep menegaskan, pemerintah mesti melihat apakah memang peruntukan reklamasi itu sesuai dengan rencana tata ruang darat dan laut.

“Jangan sampai proyek reklamasi malah melanggar rencana tata ruang yang sudah ada,” lanjutnya.

Payung hukum keempat yang mesti dilihat dari reklamasi adalah dari segi aspek sosial ekonominya. Sebelum reklamasi dilakukan, Asep menghimbau pemerintah atau pengembang memikirkan apakah akibat reklamasi akan mengurangi nafkah masyarakat sekitar atau tidak.

Keempat payung hukum tersebut harus dipenuhi agar reklamasi tidak terus-terusan menjadi konflik berkepanjangan.

“Saya sendiri tidak anti reklamasi, silakan saja sepanjang lolos dari kajian-kajian lingkungan, tata ruang, dan sosial ekonominya ya nggak masalah. Namanya negara kepulauan ya dimungkinkan untuk adanya reklamasi,” tandasnya.(kompas)

Jokowi Tegaskan Pemerintah Terus Upayakan Pembebasan 10 WNI

0

batamtimes.co,Jakarta – Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah masih berupaya membebaskan sepuluh orang WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Penyandera sebelumnya memberikan batas waktu 2 hari lagi untuk memberikan uang tebusan yang diminta.

“Masih komunikasi terus, masih komunikasi saya ikuti terus. Ada hal yang tidak bisa saya umumkan. Kita ikuti terus, iya kita ikuti terus,” kata Jokowi sebelum meninggalkan Halmahera Utara, Rabu (6/4/2016).

Jokowi tidak mau memberikan bocoran terkait upaya yang akan dilakukan untuk membebaskan para sandera. Yang pasti, tim pasukan khusus sudah disiagakan di Tarakan, Kalimantan Utara.

Kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan 50 juta peso atau Rp 15 miliar untuk 10 sandera. Pemerintah menyatakan tidak akan membayar tebusan yang diminta kelompok garis keras tersebut.

Terkait upaya pembebasan sandera, Menlu Retno Marsudi sudah berkunjung ke Filipina melakukan pertemuan dengan otoritas berwenang setempat. Secara garis besar, Menlu menyebut ada 4 poin yang menjadi tujuan kunjungannya ke Filipina pada 1-2 April 2016 lalu, yakni:

1. Mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah Filipina dalam upaya pembebasan sandera WNI.
2. Menekankan kembali mengenai pentingnya keselamatan ke-10 WNI kita tersebut
3. Menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang sejauh ini telah diberikan oleh otoritas Filipina dalam rangka koordinasi pelepasan sandera
4. Melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait lainnya

Kesepuluh orang WNI ini adalah awak kapal tug boat Brahma 12 yang menarik kapal tongkang Anand 12 yang berisi 7.000 ton batubara. Tugboat dilepaskan tetapi kapal Anand 12 dan 10 WNI disandera

Ini Alasan PKS Tunjuk Ledia Hanifa Gantikan Fahri Jadi Wakil Ketua DPR

0

batamtimes.co,Jakarta – Anggota Fraksi PKS Ledia Hanifa ditunjuk partainya menjadi Wakil Ketua DPR menggantikan Fahri Hamzah yang dipecat. Ada beberapa alasan PKS menunjuk Ledia menjadi pimpinan DPR.

Ketua Dewan Syariah Pusat Surahman Hidayat mengatakan, penunjukan Ledia ingin menunjukkan kesetaraan kemampuan kader perempuan menjalankan amanat dan tugas partai.

“Saya tanya dari perempuan. Senang nggak perempuan maju? PKS mengupayakan ini karena ada peluang. Senang nggak? Seneng kan. Di jajaran (pimpinan, red) nanti dia kan perempuan yang satu-satunya,” kata Surahman di kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Surahman juga menjabarkan kelebihan yang dimiliki Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Petani, dan Nelayan DPP PKS tersebut. Pengalaman sebagai pimpinan Komisi VIII serta Fraksi PKS di DPR menjadi acuannya.

“Beliau kan sudah dua kali di pimpinan Komisi VIII, lalu di fraksi,” tutur Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR itu.

Selain itu Ledia juga dianggap memiliki kemampuan manajerial. Komunikasi serta tanggungjawabnya terhadap konstituen di daerah pemilihan juga menjadi pertimbangan lain.

“Kinerja manajerialnya bagus. Penguasaan materinya juga sangat bagus. Artikulasinya juga sangat bagus. Lalu ke konstituen juga bagus. Ya satu-satunya ini lah srikandi kita, kita berikan kesempatan. Mudah-mudahan prosesnya nanti berjalan lancar,” paparnya.

Nama Ledia sudah diajukan DPP PKS ke pimpinan DPR sebagai pengganti Fahri Hamzah. Namun penunjukan ini belum tentu membuat dia otomatis segera dilantik menggantikan Fahri Hamzah.

Sebab Fahri melakukan perlawanan dengan menggugat pemecatannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.(dtk)

Taba Iskandar : Demo Pegawai BP Batam Menunjukan Borok Permasalahan

0

batamtimes.co,Batam-Aksi mogok kerja para pegawai Badan Pengusahaan (BP) Batam di Batam Center, Rabu (6/4/2016) pagi, spontan mengundang komentar berbagai kalangan.

Taba Iskandar, seorang anggota tim teknis pada Badan Pengusahaan (BP) Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Batam (PBPBB) mengkritisi sikap para pejabat dan pegawai BP Batam yang bereaksi setelah pemerintah pusat melantik para pejabat baru BP-PBPBB.

“Saya kira, dengan aksi unjuk rasa ini, semua permasalahan di BP Batam akan mulai dilihat dan dinilai secara jelas,”ungkap Taba ketika dimintai tanggapan.

Tabah menjelaskan, unjuk rasa tersebut akan membuka borok permasalahan yang terjadi di BP Batam dan Batam selama ini.

Permasalahan tersebut akan menjadi titik pijak bagi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mulai menjalankan tugasnya mengaudit BP Batam itu sendiri.

“Dengan unjuk rasa, mata masyarakat pun semakin terbuka lebar untuk menilai segala permasalahan yang terjadi selama ini,”kata Taba yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri dari fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut..

Ia mencontohkan, proses pemilihan para pejabat BP Batam yang terdahulu dan yang kemudian, perekrutan pegawai yang dilakukan oleh pejabat BP Batam dan segala permasalahan lainnya (btp)

Akibat Demo Pegawai BP Batam,Pengusaha Mengeluh Pelayanan Tidak Maksimal

0

batamtimes.co,Batam- Demo yang dilakukan pegawai BP Batam sejak pagi hari dimulai 08.00 WIB hingga Pukul 11.00 Kamis (6/4/2016) mengakibatkan segala urusan terhadap instansi tersebut  menjadi terkendala,bahkan hampir seluruh pelayanan pada masyarakat dihentikan.

Ratusan Pegawai  turun dan berkumpul di area pintu masuk BP Batam untuk ikut demo. Salah satu pengusaha Rian terpaksa harus menunggu dari pagi hingga  habis demo,ia berharap usai demo pelayanan kembali seperti semula.

”sudah dari pagi bang disini,tapi tidak ada pelayanan semuanya demo.”ujar Rian saat ditemui wartawan

Dikatakan Rian,datang pagi hari tujuanya untuk mengurus surat WTO.Hanya saja jika melihat aksi pegawai yang berdemo surat yang diharapkan akan cepat dikeluarkan BP Batam tidak mungkin dapat terealisasi.

Padahal surat yang diurus sudah menyita waktu satu tahun,belum juga ada kepastian surat WTO kapan dapat di keluarkan,”wah susah juga nih jadinya belum tuntas juga surat WTO yayasan sekolah,sudah satu tahun surat diurus tidak selesai juga.Dan hampir tiap hari saya datang kemari,hanya saja belum jelas juga,”katanya

‘Nasib’ di hari tersebut sepertinya juga dialami Sar (nama samaran)pegawai dari salah satu developer di Batam, ia mengatakan,setumpuk surat-surat pengurusan PL tidak akan dapat selesai .Padahal dari kantor sudah diproyeksikan  agar segala urusan surat menyurat dari BP Batam secepatnya rampung.

“sudah dari lantai dua aku,tidak ada orang, seluruh pegawai kosong dikantor ikut demo. Padahal kantor sudah proyeksikan dan pegawai BP Batam juga berjanji ada beberapa surat yang rampung hari ini,tapi ya,sudah tidak mungkin!,”ujarnya.

Dari pantauan portal batamtimes.co,pegawai BP Batam yang berdemo akhirnya menyudahi demo diakibatkan ada masyarakat yang datang tiba-tiba dan meminta mic dari salah satu peserta demo.Walaupun akhirnya mic langsung diambil dari tangannya.

Dengan lantang masyarakat  yang memegang mic  berkomentar .

“saya selaku warga  batam tidak puas dengan pelayanan BP Batam,saya sudah mengajukan lahan tidak pernah dapat direalisasikan dan….?,”katanya

Panitia demo dari BP Batam langsung bergegas mengambil mic yang ada ditanganya, warga itupun diamankan oleh Dirpam BPBatam.(red)

Pengembang Perumahan di Kepri Belum Siap Terima Program Tapera

0

batamtimes.co,Batam-Pengembang perumahan keberatan iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dibebankan ke dunia usaha, sebab akan menambah pungutan perusahaan dan pekerja. Padahal, beban pungutan di perusahaan atau pekerja atas persentase tertentu dari penghasilan pekerja sudah sangat besar.

“Karena itu, jika dilakukan lagi penambahan pungutan dari gaji pegawai , berapa pun besarnya, akan menjadikan dunia usaha tidak kompetitif.”kata Sahmadin Sinaga Pengembang Perumahan PT. Bayu Pariama di BCS Mall Selasa (4/5/2016)

Menurut Sahmadin, Tapera dibentuk dengan sebuah tujuan mulia yaitu mengalokasikan dana jangka panjang berbiaya rendah yang selama ini menjadi momok pemilikan rumah. Karena meskipun potensi permintaan besar namun terhalang oleh keterjangkauan yang sangat rendah.

Inilah yang akan dijangkau dengan perantara penyelenggaraan Tapera. Tapera akan menjembatani gap keterjangkauan upaya kepemilikan rumah, dan fokus Tapera adalah pada rumah MBR (masyarakat berpenghasilan rendah).

Dikatakanya,Undang-Undang (UU) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) telah disahkan Tahun 2016. Tujuan disahkannya UU ini adalah untuk mempercepat masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.

Dengan disahkannya UU ini, setiap pekerja baik karyawan swasta maupun pegawai negeri sipil (PNS) diwajibkan membayar iuran Tapera.

Dan dalam program tersebut,pengupah diwajibkan berkontribusi 0,5 persen dari gaji pekerja.”Hanya saja jika Tapera diberlakukan dari gaji selain o,s persen dipungut akan ada bebean lainya beban pungutan yang sudah ditanggung perusahaan sebesar 18,24 persen sampai 19,74 persen dari gaji bulanan pekerja,”katanya

Untuk apa saja pungutan tersebut pekerja dibebani iuran BPJS Ketenagakerjaan yang meliputi JHT sebesar 3,7 persen, Jaminan Kematian 0,3 persen, Jaminan Kecelakaan Kerja 0,24 persen sampai 1,74 persen, dan Jaminan Pensiun dua persen.

Belum lagi BPJS Kesehatan sebesar empat persen dan cadangan pesangon sekitar delapan persen. Ditambah lagi rata-rata kenaikan upah dalam lima tahun terakhir sekitar 14 persen.

“Maka beban tahunan pengusaha untuk taat pada peraturan perundang-undangan bisa mencapai sekitar 35 persen,” katanya.

Sahmadin yang juga Anggota DPRD Provinsi Kepri dari Partai Nasdem mengatakan, seharusnya program Tapera tidak perlu lahir, karena pola dan sistem tabungan investasi ini tidak jauh berbeda dengan JHT BPJS Ketenagakerjaan.

” Apindo,Kadin dan Apersi sudah melakukan kajian lebih jauh terkait program Tapera tersebut,bahkan pengusaha menilai Tapera dianggap duplikasi JHT yang sebelumnya sudah dipelopori BPJS Ketenagakerjaan.”katanya

Selain itu tambah Sahmadin, pemerintah juga punya program pembiayaan perumahan lainya seperti perumahan pegawai negeri sipil (PNS) oleh Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan program manfaat pembiayaan iuran Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan,jadi untuk apa ada Tapera ?.(red)

Kapolda Kepri Minta Pengusaha Perikanan Ikuti Aturan

0

batamtimes.co,Batam – Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian mengimbau agar pengusaha sektor perikanan menaati segala peraturan dalam mengambil ikan sehingga kelestariannya terjaga.

“Dalam mengambil ikan harus ikut aturan. Sehingga bisa memelihara potensi laut. Ikan dan biota laut lain juga bisa berkembang terjaga hingga masa-masa mendatang,” kata dia di Pangkapal PSDKP Batam, Setoko, Selasa.

Kepri memiliki wilayah lebih dari 95 persen lautan yang banyak memiliki kekayaan alam termasuk berbagai jenis ikan melimpah. Kekayaan tersebut harus mampu dimanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat.

“Hal tersebut, penting agar kekayaan laut berupa ikan dan biota lainnya mampu memberikan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan,” kata Sam.

Untuk itu pola tangkap harus diatur, sehingga kekayaan alam tersebut mampu terjaga dan dinikmati hingga bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Menurut Kapolda, hal tersebut harus dipahami semua pelaku usaha sektor perikanan sehingga tidak hanya mengejar keuntungan dengan mengorbankan keberlangsungan ekosistem laut.

Selama ini kekayaan laut di Kepri khususnya ikan banyak dicuri oleh nelayan-nelayan asing. Namun, sejak Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan tindakan tegas, jumlah kapal asing menurun drastis.

“Selama ini memang nelayan-nelayan asing yang banyak memanfaatkan kekayaan laut Kepri dengan cara mencuri. Namun KKP saat ini sudah menggunakan teknologi untuk pengawasan, sehingga diharapkan kekayaan laut akan terjaga untuk kemakmuran masyarakat,” kata Sam.

Ia berharap, perusahaan perikanan lokal yang ada akan selalu menaati aturan setiap kali melakukan kegiatan penangkapan ikan.

“Setelah nelayan asing tidak lagi mencuri ikan karena tindakan tegas pemerintah, tentu pengusaha dan nelayan lokal harus bijak dalam memanfaatkan sumber daya yang ada,” kata dia.(ant)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga